Articles by "Perempuan"
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Temanggung secara resmi membuka Refleksi Harlah KOPRI Ke - 57 bertajuk "KOPRI Temanggung Berdaya dan Digdaya" pada Senin (25/11/2024). Acara tersebut berlangsung di Alun - Alun Temanggung.

Acara ini diawali dengan istighosah dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan launching logo baru KOPRI PC PMII Temanggung. Puncak acara ditandai dengan potong tumpeng dan diskusi yang menarik. Rangkaian acara ini menjadi momentum bagi KOPRI PC PMII Temanggung untuk merefleksikan perjalanan organisasi dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

Dea Puji Saputri, Kader Kopri sekaligus Presiden Mahasiswa INISNU Temanggung membagikan pesan inspiratif dari seorang kiai yang telah membimbingnya. "Menjadi perempuan harus memiliki skill khusus atau multitalenta," ujar kiai tersebut. Menurut Dea, pesan ini berarti seorang perempuan harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkarya dalam berbagai situasi. Pesan ini menjadi pengingat bagi para kader PMII khususnya kopri untuk terus mengembangkan potensi diri dan meraih kesuksesan.

Ketua Senat Mahasiswa INISNU Temanggung dan juga kader KOPRI Temanggung, Kurnia Laili Khamida menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat tentang KOPRI. Menurutnya, "KOPRI adalah ruang aman dan inklusif untuk menjadi perempuan yang berdaya dan digdaya." Pernyataan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang belum mengetahui peran penting KOPRI dalam memberdayakan perempuan.

Nia juga menekankan pentingnya mengisi ruang-ruang dalam KOPRI dengan aktivitas yang bermanfaat. "Jangan biarkan ruang-ruang itu kosong, jangan biarkan ruang-ruang itu hampa, jangan biarkan ruang-ruang itu dingin," imbuhnya.

Tirta Wahyu Ningtiyas dalam pesannya menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan saat ini sudah tidak diragukan lagi. Beliau Ketua KOPRI Komisariat Trisula INISNU Temanggung mendorong kader KOPRI untuk terus menempa diri dan menjadikan KOPRI sebagai wadah untuk terus belajar dan berbuat baik. Tirta juga menekankan bahwa kader KOPRI telah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mandiri dan berkontribusi.

Di penghujung diskusi Vega Ulfa Khasanah, Ketua KOPRI PC PMII Temanggung, menegaskan bahwa kepemimpinan tidak mengenal gender. "Kepemimpinan itu bukan memandang perempuan atau laki-laki, tapi kapasitasnya," tegas Vega. Menurutnya, KOPRI memiliki peran penting dalam membentuk kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tanpa memandang gender. "PMII dan KOPRI adalah organisasi pengkaderan, wajib inovasi dan pembaharuan," imbuhnya. 

Salah satu tujuan utama KOPRI adalah untuk membentuk kader yang memahami pentingnya kesetaraan gender. "Adanya KOPRI adalah untuk memahamkan gender baik perempuan maupun laki-laki," jelasnya. (htm/tut)


Magelang, Hariantemamggung.com
- Bertempat di Gedung MWC Windusari Kab. Magelang Ririn Luluk Ariyanti selaku inisiator kegiatan Ketua PAC Fatayat Windusar mengatakan, upgrading ini penting dilaksanakan untuk memperkuat militansi dan kompetensi anggota.

Ririn selaku ketua PAC menambahkan, upgrading dilakukan untuk memperkuat rasa kepercayaan diri para anggota dalam militansi menyebarkan nilai-nilai Aswaja di masyarakat. 

Acara berlangsung dengan antusiasme sangat tinggi, meskipun bermalam namun tetap khidmad dari puluhan peserta yang mengikuti. Demikian yang disampaikan Nur Khayati, S.Pd. selaku ketua panitia.

Acara diisi oleh berbagai narasumber seperti Ahmad Taufik menyampaikan kepemimpinan manajemen, selaku pengurus MWC, Gus Muhlisun, S.Th.I selaku pengurus Badko TPQ memaparkan tentang Aswaja,  Dr. Ahmad Tantowi, selaku akademisi UIN Sunan Kalijaga yang juga pengurus PC NU Kab. Magelang memaparkan pemberdayaan perempuan dalam perspektif Islam, Etika Berorganisasi disampaikan Ahlis Fauziah, S.Pd. juga Dr (Cand.) Yeni Fitriyani, M.Ek dari STAI Syubbanul Wathan Magelang menyampaikan pengelolaan keuangan, juga dari INISNU Temanggung Dr. (Cand.) Sigit Tri Utomo, M.Pd.I., memaparkan materi komunikasi dan presentasi-kepemimpinan organisasi, jelas Ririn selaku panitia.

Acara diawali  sejak Sabtu 8 Juni hingga Ahad 10 Juni 2024 dan diakhiri dengan penyusunan program kerja bertempatkan di MWC Windusari Kab. Magelang, Tukas Aflakah selaku sekretaris panitia. (STU).


Yogyakarta, Hariantemanggung.com - Bertempat di Gedung Moh. Amin, Zela Septikasari berhasil mempertahankan disertasinya berjudul "Pengembangan Website Siaga Pendidikan Bencana (Sipena) untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Dasar Kawasan Rawan Bencana" pada Senin (30/10/2023) pada Program Studi Pendidikan Dasar (S3) FIPP Universitas Negeri Yogyakarta.

Zela mampu mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji, yaitu Prof. Dr. Heri Retnawati, M.Pd., (promotor), Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd., (Kopromotor), Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., (Ketua), Prof. Dr. Wuri Wuryandani, M.Pd., (Sekretaris), Dr. Woro Sri Hastuti, M.Pd., (Penguji 2), dan Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. (Penguji 1).

Dalam penelitiannya, Zela mengangkat enam tujuan penelitian dengan memilih metode R & D dengan tipe Borg & Gall melalui sepuluh tahapan. Temuan risetnya menyebut bahwa website Siaga Pendidikan Bencana (Sipena) dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa SD di kawasan rawan bencana.

"Alasan kenapa riset ini di SD, karena siswa SD menjadi agen kesiapsiagaan bencana. Bahkan bisa menjadi agenda di keluarganya masing-masing," kata Zela.

Zela juga menegaskan bahwa temuan ini juga terdapat keterbatasan, salah satunya butuh panduan penggunaan di rumah, dan dilengkapi dengan ranah lain yaitu lengkap menjadi kognitif, afektif dan psikomotorik sesuai saran dari penguji.


Hadir sejumlah tamu undangan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, BPBD DIY, BPDB Sleman, BPDB Bantul, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rektor UPY, Rektor UGK, guru SD Negeri 37 Pontianak Tenggara Herwulan Irine Purnama, Wakil Rektor INISNU Temanggung Hamidulloh Ibda, dan guru SD Muhammadiyah Condongcatur Rois Saifuddin Zuhri.

Dalam kesempatan itu, Zela mengatakan bahwa website Sipena telah mendapatkan hak cipta darI Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang bisa diakses oleh semua orang.

Saat pengumuman kelulusan, Ketua Sidang Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO., mengatakan bahwa Zela Septikasari lulus dengan IPK 4,00 dengan predikat Summa Cumlaude dengan masa studi 26 bulan (2 tahun lebih dua bulan) yang ditempuh dengan jalur by research. Zela merupakan doktor pendidikan ke-64 pada FIPP UNY.

Zela merupakan perempuan yang aktif di bidang kebencanaan. Ia menjadi fasilitator nasional BNPB pada Program Desa Tangguh Bencana di DIY 2015-2016, Manager Area di Kabupaten Gresik 2017, Staf DRR CRS pada Program CLDRM 2019, inisiator CLDRM di Lombok Utara dan Donggala, Sulawesi Tengah, fasilitator SPAB BPBD DIY 2012-sekarang, dan yang lain. Pihaknya menyelesaikan S1 PGSD UNY, S2 PGSD UNY, S2 Manajemen Bencana UGM, dan menyelesaikan S3 Pendidikan Dasar UNY. (htm/taf)


Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng menggelar Rapat Koordinasi dengan tema Penguatan Perubahan Perilaku Masyarakat Pada Isu Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sebagai strategi Pencegahan Stunting di Jawa Tengah bertempat di Up.Peak Hotel Kamis, 26 Oktober 2023.

Dalam acara yang melibatkan 20 lembaga dari berbagai sektor, Atatin Malihah saat sambutan menyampaikan Program Stunting ini sudah berjalan sejak Mei 2023 yang melibatkan 37 Cabang di kabupaten atau Kota.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dari target 80.000 dalam waktu 3 bulan sudah 49.000 ibu hamil dan batita yang sudah didampingi.

Acara yang bekerjasama antara Fatayat NU Jateng dengan UNICEF ini dihadiri oleh Edy Purwanto dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng sebagai narasumber tentang kebijakan dan strategi Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Tengah.

Saat penyampaiannya, beliau menyampaikan masalah stunting disebabkan faktor multidimensi sehingga penanganannya perlu dilakukan oleh multi sektor.

Selain itu beliau menyampaikan strategi dalam mengatasi stunting adalah dengan adanya edukasi, komitmen Kepala Daerah, melanjutkan strategi program yang sudah berjalan, melibatkan pejabat struktural, penguatan CSR, Finaltropi, maupun akademisi.

Dalam diskusi manager Program Sambung Simbok Sambang Bocah, Umi Hanik menyampaikan bahwa banyak temuan di beberapa daerah antara lain seperti adanya timbangan dacin dan petugas Posyandu banyak sudah berumur senja. (htm/mif)


Semarang, Hariantemanggung.com – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah bidang Keputrian mengadakan halal bihalal dengan pengasuh pondok pesantren putri se-Jawa Tengah di Balai Sasana Widya Praja (SWP) Badan Diklat Provinsi Jateng, Banyumanik, Semarang, Senin (29/5/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH M. Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kasepuhan Ibu Nyai ada Ibu Nyai Hj. Hajar, Ibu Nyai Hj. Izzah dan Ibu Nyai Hj. Maria Ulfa, serta 450 para Ibu Nyai dari berbagai kabupaten se-Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan ini, Ketua RMI PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori menyampaikan ucapan halal bihalal untuk semua peserta yang hadir. Walaupun Syawal sudah telat tidak apa-apa baru habis beberapa hari. 

“Silaturahim antar Bu Nyai ini penting dijalin. Akan ada banyak hal yang bisa dibicarakan nanti. Apalagi nanti akan ada pembahasan tentang pesantren ramah anak,” ujar Gus Machin (sapaan akrab)

Ia juga meminta dalam acara ini dibahas bagaimana peran Bu Nyai Pesantren dalam menguatkan lingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan anak usia dini di sekitar pesantren. Menurutnya masih banyak anak-anak yang tidak mengaji dan keberadaan PAUD dan Raudlatul Athfal NU perlu disinergikan dengan Pesantren. Maka selain penguatan Pondok Pesantren, perlu juga dikuatkan lingkungan sekitarnya di masing-masing daerah.

Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari 9 rekomendasi Silaturahim Nasional Ketiga Bu Nyai Nusantara yang diselenggarakan pada 7-8 November 2022. Yaitu butir mewujudkan pesantren ramah anak dan perempuan dengan pendekatan yang komprehensif mulai dari sosialisasi, edukasi sampai dengan advokasi. Serta membentuk tim ad hoc sebagai penanggung jawab terwujudnya pesantren ramah anak dan perempuan.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen merasa bersyukur dengan kegiatan yang dilakukan Ibu-ibu Nyai ini. Permasalahan sekarang ini ada perundungan anak, stress anak, hingga pelecehan seksual semakin marak terjadi. Pengaruh internet seperti paparan pornografi banyak disinyalir menjadi pintu masuk berbagai persoalan tersebut. Sementara itu diantara mereka para penyintas atau pelaku justru oleh orang tuanya dimasukkan pondok pesantren atau di pindahkan dari satu pondok pesantren ke pondok pesantren yang lain (tidak jujur menyampaikan kepada Pak Kyai/Bu Nyai). Tentu Ibu Nyai diharapkan mempunyai punya strategi untuk menghadapi perkembangan persoalan nyata ini. 

“Kami dalam hal ini Pemprov dibantu para nawaning mendorong pesantren ikut andil dalam pengembangan program pondok pesantren ramah anak dan perempuan”, terang Gus Yasin. 

Ia juga berharap, RMI ke depan lebih hebat dan bermanfaat lebih banyak. Pihaknya pun mengaku siap jika dibutuhkan untuk membantu.

Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh berpesan bahwa kyai atau pengasuh pesantren memang tak bisa hidup sendiri. Butuh dukungan dari Ibu Nyai dalam mengelola pesantren dengan baik. 

Dalam halaqah yang digelar, Ning Nawal Nur Arafah membeberkan terkait nilai-nilai yang harus ditanamkan pesantren ramah anak. Terdapat mahabbah berupa cinta dan kasih sayang yang diberikan baik dari pengasuh hingga pengurus. Nilai kedua, mujahadah diartikan dengan rajin, ulet dan kerja keras. Ketiga, amanah bisa diterjemahkan dengan tanggung jawab, jujur dan dapat dipercaya. Keempat, nilai ta’awun dapat diartikan tolong menolong dan saling peduli. Terakhir, tawadhu’ diartikan dengan rendah hati dan sederhana. 

Hadir sebagai narasumber halaqah Nyai Hj. Arikhah, Nyai Umdatul Baroroh dan Nyai Hj. Tutik Nurul Jannah. 

Selain nilai-nilai yang harus dikembangkan struktur pengasuhan memperhatikan tumbuh kembang anak. Dalam hal kurikulum tidak ada kekerasan pada anak saat pembelajaran. Serta sarana dan prasarana yang menunjang untuk kebutuhan anak. 

Koordinator Pengurus RMI PWNU Jateng bidang keperempuanan, Nyai Hj. Royannach Ahal berharap dari kegiatan ini akan ada modul Pesantren Ramah Anak agar bisa dijadikan pedoman bagi pesantren se-Jawa Tengah. (htm/ibd)


Semarang, Hariantemanggung.com
- Bertempat di aula kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar kegiatan “Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) Cerdas Digital, Satukan Bangsa dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme” pada Rabu (15/3/2023).

Acara yang dihadiri puluhan perempuan perwakilan berbagai organisasi di Jateng itu merupakan kegiatan pertama kali yang digelar FKPT Jateng melalui Bidang Perempuan dan Anak.

Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jateng Prof Dr Syamsul Ma'arif menegaskan bahwa dalam konteks radikalisme dan terorisme, mencegah lebih utama daripada mengobati. "Banyak orang yang menganggap terorisme sebagai suatu rekayasa, namun jika kita melihat pada fakta bahwa kasus tersebut tiba-tiba terjadi dan mengancam dan mengganggu kedamaian ketertiban masyarakat. Oleh sebab itu, momentum kegiatan ini yang menggandeng para organisasi perempuan masyarakat menjadi suatu ikhtiar bersama bagaimana era digitalisasi saat ini sangat marak digunakan sebagai penyalur propaganda gerakan ekstrimisme. Sinergitas harus selalu kita upayakan," tegas Dekan FPK UIN Walisongo tersebut.

Kegiatan ini sangat keren, katanya, karena mengajak peran perempuan dalam menjadi garda, meruwat ketahanan-ketahanan yang kita miliki. Perempuan memiliki peran vital dalam menyebar kedamaian dan kontra radikalisme. "Ada istilah al ummu madrasatul ula, bagaimana perempuan merupakan pendidikan pertama bagi anak. Perempuan harus menarasikan cinta kasih, dan perempuan jugalah yang harus menyebarkan virus kelembutan," papar dia.

Banyak fakta di lapangan, katanya, banyak ibu-ibu dan anak terpapar gerakan ekstrimisme. Ada kasus di Salatiga yang seorang ibu guru merasa anaknya cenderung beragama terlalu kaku. Maka upaya pencegahan sedari dini harus selalu diupayakan, hindari percikan kebencian kepada siapapun. "Semoga indonesia tetap damai," tutupnya.

Sementara itu, Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Drs. Sholihuddin Nasution menegaskan bahwa faktor yang paling efektif dalam mereduksi, kontra-radikalisme adalah diseminasi sosial media. "Tugas kita sebagai elemen bangsa adalah bisa mengajak seluruh komponen bangsa di sekelilingnya untuk mencari keunikan atau kearifan lokalnya yang kemudian dijadikan konten di media sosial," katanya.

Begitu banyaknya konten yang menarasikan intoleransi harus diwaspadai secara bersama, katanya, khususnya dalam dunia anak, kita harus mampu mengontrol akan hal itu. "Salah satu cara untuk menandingi konten-konten tersebut adalah memperbanyak konten positif, dan itu perlu dipersiapkan dengan baik," ujar dia.

Staf Ahli Walikota Semarang Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Nurjanah, S.H., M.H., mengatakan bahwa kami mewakili pemerintahan Kota Semarang sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pagelaran acara ini.

"Sikap intoleransi bisa timbul di lingkungan paling kecil. Kecakapan digital sangat penting untuk dimiliki perempuan. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini harapannya dapat diambil manfaatnya sebagai ikhtiar dalam mencegah intoleransi dan ketegangan di masyarakat. Media sosial harus digunakan dengan bijak dan strategi dalam menyebarkan virus perdamaian," katanya.

Selain pengurus FKPT dan para narasumber, dalam kesempatan itu hadir Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Kepala Kesbangpol Jateng, Kesbangpol Kota Semarang. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dialog dengan narasumber Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Drs. Sholihuddin Nasution, Dosen Prodi Hubungan International Universitas Padjajaran Dr. Dina Yoelianti, M.Si., Kabid Perempuan dan Anak FKPT Jateng Dra. Atiek Surniati, M.Si., dengan moderator Usfiyatul Marfuah, M.S.I. (Ibda).


Temanggung, Hariantemanggung
- Bertempat di ruang pertemuan RM. Kampoeng Sawah Jl. Gatot Subroto No.25, Krajan, Kebonsari, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Parakan, Kledung dan Bansari, menggelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pada Senin (7/11/2022).

Dalam sambutannya, Pengawas Madrasah Nuryanto, S.Ag., mengatakan bahwa kegiatan tersebut fokus pada penguatan kompetensi kepala madrasah pada aspek kewirausahaan. "Menurut Permendikbud Nomor 13 Tahun 2007 ada lima kompetensi wajib kepala madrasah atau sekolah, yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Namun pengamatan dan pengalaman saya membuktikan kompetensi kewirausahaan masih belum maksimal," katanya.

Sebagai pengawas madrasah, pihaknya menegaskan bahwa muatan kompetensi kewirausahaan bukan berjualan. "Jadi substansi kewirausahaan bukan menyuruh kepala atau guru menjual buku, cilok, tapi menguatkan agar madrasah semakin bermutu, siswanya banyak, dan menjadi pilihan utama masyarakat," katanya.


Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Temanggung H. Ahmad Sugijarto, SH., MM., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, pihaknya mendorong kepala madrasah yang hadir untuk terus melakukan inovasi. "Jangan sampai kita mengalami penurunan daya ingat permanen, apalagi bagi kepala madrasah," pesannya.

Pihaknya juga mendorong agar prestasi siswa semakin banyak di bidang akademik maupun non-akademik karena hal itu berdampak positif terhadap keinginan masyarakat menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut.

Dalam kegiatan PKB itu dihadiri Fasilitator Provinsi Hamidulloh Ibda yang direncanakan akan berakhir pada 24 November 2022 dengan model In On In dalam pelatihan tersebut. Dosen INISNU Temanggung tersebut menyampaikan perlunya penguatan jiwa, nilai dan praktik baik kewirausahaan di dalam madrasah. Kegiatan ini dihadiri puluhan kepala madrasah dari tiga kecamatan yaitu Parakan, Kledung dan Bansari. (htm/ibd)


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Nur Rira Febriyani mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan tercepat studinya dan artikel ilmiah hasil skripsinya berhasil lolos dan diterbitkan pada jurnal internasional terindeks Scopus Quartile 3 (Q3).

Hal itu terungkap dalam Wisuda Sarjana (S1) Ke-XXVIII INISNU Temanggung Angkatan II Tahun 2022 pada Selasa (11/10/2022) di Gedung Pemuda Temanggung saat Rektor INISNU Dr. Muh. Baehaqi membacakan pidatonya.

"Di tingkat internasional, tahun ini mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yaitu Nur Rira Febriyani yang hari ini juga diwisuda, ia membuat Game Visual Novel Kizzugemu melalui platform Tyranobuilder yang telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, dan artikel ilmiah hasil skripsinya berhasil lolos dan terbit di Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q3 dengan judul Game Innovation: a Case Study Using The Kizzugemu Visual Novel Game with Tyranobuilder Software in Elementary School," katanya.

Artikel Nur Rira Febriyani ditulis bersama dua dosen pembimbingnya yaitu Hamidulloh Ibda dan Muhammad Fadloli Al-Hakim di Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Volume 28 No. 1 Oktober 2022.


Dikatakan Rektor, hal ini tentu tidak bisa dicapai semua mahasiswa, karena jurnal terindeks Scopus sangat susah ditembus dan menjadi salah satu syarat dosen menjadi Guru Besar atau Profesor ketika sudah memiliki jabatan akademik Lektor Kepala.

Dalam wisuda tersebut ditetapkan juga wisudawan terbaik yaitu Anisa Rachma Agustina dari Prodi Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,94. Nur Rira Febriyani dan Anisa Rachma Agustina mendapatkan penghargaan dari kampus dan uang pembinaan dari BSI.

Dalam sambutannya, Rektor juga menyampaikan bahwa pada aspek pendidikan, mahasiswa INISNU saat ini semakin bermutu. "Selain dipaksa untuk lulus delapan semester, mahasiswa selain bimbingan, karya skripsinya maksimal similarity (kesamaan) atau tingkat plagiasinya maksimal 35 persen yang dicek melalui aplikasi Turnitin," katanya. 

Sebelum wisuda, lanjut Rektor, mahasiswa juga wajib submit artikel hasil skripsi di jurnal nasional atau internasional. "Maka jumlah artikel hasil riset mahasiswa minimal 1 mahasiswa 1 artikel di luar tugas perkuliahan. Pada aspek publikasi, mahasiswa INISNU sejak 2021-2022 tercatat lebih dari 500 lebih artikel populer mahasiswa terpublikasikan di media massa dan ratusan artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional," lanjutnya.

Dijelaskan Rektor, pada aspek publikasi ilmiah di jurnal ilmiah, prosiding seminar, dan buku, berdasarkan data di Google Scholar tercatat kurun 2021-2022 ada 296 artikel karya dosen dan mahasiswa, dan tercatat 32 Hak Kekayaan Intelektual telah didapatkan dari karya ilmiah, desain inovasi, karya digital, dan lainnya. 

"Tahun 2022 ini, kami ucapkan selamat kepada empat dosen yang telah berhasil publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus, yaitu Fatmawati Sungkawaningrum yang artikelnya terbit di International Journal of Professional Business Review Q4, Hamidulloh Ibda, Muhammad Fadloli Al-Hakim dan Andrian Gandi Wijanarko yang artikelnya terbit di Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Q3," katanya.

Rektor juga mengucapkan selamat juga atas diterimanya naskah artikel Asih Puji Hastuti dan Hamidulloh Ibda dengan status Accepted pada jurnal Scopus Q4 yaitu di International Journal of Public Health Science dengan judul Student Academic Stress During the Covid-19 Pandemic: A Systematic Literature Review. Kemudian Moh. Syafi’, Ana Sofiyatul Azizah, dan Hamidulloh Ibda di Jurnal Q2 yaitu International Journal of Electrical and Computer Engineering dengan judul Digital Learning Using Maktabah Syumilah NU 1.0 Software and Computer Application for Islamic Moderation in Pesantren.

Pihaknya mengatakan bahwa dari kesembilan kriteria mutu dan capaian INISNU, tentu masih banyak capaian yang tidak bisa disampaikan satu persatu. "Masih panjang perjalanan kami membawa INISNU sesuai harapan dari masyarakat dan Nahdlatul Ulama. Apalagi, PCNU dan BPP INISNU memiliki target INISNU berubah menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) pada 2024," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, hadir Sekretaris Koordinator Kopertais Wilayah X Dr. Ruswan, Ketua LPTNU Jateng Prof. Dr. Mudzakkir Ali, Asisten I mewakili Bupati Temanggung, Ketua PCNU Temanggung, Ketua BPP INISNU dan jajarannya, sivitas akademika, wisudawan dan wali wisudawan. (htm/sul)


Temanggung - Pimpinan Cabang Fatayat Kabupaten Temanggung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII yang bertempat di Aula Babussalam NU Temanggung, Ahad (23/10/22). Konfercab ke VIII Fatayat NU Kabpaten Temanggung ini mengambil tema “ Memaknai Era Disrupsi Informasi dan Digitalisasi untuk Penguatan Keberagaman yang Rahmatan Lil’Alamin”.

Konferensi Cabang (Konfercab) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali ini, merupakan majelis tertinggi dalam organisasi Fatayat tingkat cabang. Hal ini disampaikan oleh Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng Ibu Misabhatul Hidayati, M. Si., Tujuannya adalah untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan juga membahas program kerja selama 5 tahun ke depan. Selain itu, dalam Konfercab juga dilakukan proses pemilihan ketua baru.

Ketua PCNU Temanggung KH Furqon Masyhuri “Al Mar'atu imadul bilad, perempuan adalah tiangnya negara. Ketika perempuan solihah maka negara kita menjadi umat. Faktanya banyak perempuan yang menghancurkan negara dan berorientasi materialis. Ketika perempuan itu benar-benar solikhah maka saya yakin akan menjadi imatul bilad tiangnya negara”.

Oleh karenanya berfatayat bukan lah sekedar bermobilisasi, tapi berfatayat adalah berorganisasi untuk meningkat kan 3 kecerdasan. Kecerdasan Intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dari ibu yang mempunyai 3 kecerdasan maka lahirlah generasi generasi yang solih unggul dan berdaya, lanjutnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Pengurus Cabang Fatayat NU, Ibu Hj. Umi Tsuwaibah, S. Ag., M. Si. Fatayat harus berjiwa besar dan cerdas seperti kedua umul mukminin sayidah khadijah dan sayidah aisyah. Maka jadilah setelah 5 tahun ini kader-kader fatayat memiliki hal ini. Cerdas, kober dan bener. Dalam akhir sambutannya Beliau juga berpesan yang penting kita MAILUL QOLBI (condongnya hati).

Hadir membuka konferensi cabang (Konfercab) ke- VII, ketua BKBPP kabupaten temanggung Ibu Dra. Sri Endang Praptaningsih, M Si, sebagai perwakilan dari bupati temanggung. Dalam sambutannya ia berpesan semoga dalam penyusunan program kerja ini sahabat fatayat bisa turut andil menjadi pemimpin dan motivator dalam permasalahan-permasalahan yang ada di temanggung terkhusus dalam masalah Keperempuanan dan anak.

Konfercab Fatayat NU Temanggung ke VIII memutuskan Mandataris  ketua terpilih secara mufakat kader Fatayat NU Ibu Hj. Kurnia Atiullah, M. Pd untuk memimpin PC Fatayat NU Kabupaten Temanggung masa khidmat 2022 – 2027.


Oleh Diana Nur Aulia Sari

Guru RA Al-Iman Senobayan


Kehamilan adalah suatu anugerah yang dinantikan oleh setiap pasangan yang menikah, karena sejatinya salah satu dari tujuan menikah adalah meneruskan atau mendapatkan keturunan. Sedangkan proses dari mendapatkan keturunan adalah dengan adanya janin yang berada di dalam kandungan seorang istri atau calon ibu. Janin terbentuk karena terjadinya proses pertemuan, artinya pertemuan antara sel Sperma dengan sel telur atau Ovum yang kemudian membentuk bakal janin atau embrio, selanjutnya berkembang menjadi bayi yang sempurna.

Tanda-tanda kehamilan dari calon ibu diawali dari berhentinya siklus haid, yang selanjutnya di pastikan dengan menggunakan alat tespack atau sensitive pendeteksi kehamilan atau istilahnya tes urine. Jika kedapatan garis dua maka sudah jelas dikatakan hamil. Biasanya bagi ibu yang pertama kali merasakan kehamilan atau hamil pertama, akan lebih nyaman untuk langsung cek dek Dokter kandungan agar dilakukan USG (Ultrasonografi).

Banyak alasan seorang ibu hamil melakukan USG diawal kehamilan, entah untuk memastikan kehamilan, bisa juga tentang perkembangan si bakal janin. Biasanya jika seseorang memang sudah dinyatakan hamil, maka dalam data USG akan terlihat bakal calon janin didalam kantong janin, tetapi kebanyakan jika usia kehamilan masih muda (sekitar 2-8 minggu) hanya terlihat titik kecil namun sudah ada tanda kehidupan dengan dilihatnya detak jantung dari cahaya warna hijau (artinya bayinya hidup dan sehat).

Namun apa jadinya jika pada saat cek di awal kehamilan dengan USG tidak terlihat bakal janin didalam kandungan atau hanya terdapat kantong janin saja? Mungkinkah itu hamil kosong? Benarkah ada istilah bayi menghilang?. Dalam istilah kedokteran kehamilan kosong atau tidak ada janin didalam kantong janin atau rahim seorang ibu disebut dengan Blighted Ovum atau kehamilan Anembrionik. Blighted Ovum terjadi akibat dari kelainan kromosom. Kelainan ini disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak sempurna serta kualitas sel terlur dan sel Sperma yang buruk. namun pada kasus ini pembuahan sebenarnya tetap terjadi tetapi dari hasil pembuahanya tidak berkembang menjadi embrio dan hanya membentuk sebuah kantong janin saja.

Kenali Gejala Blighted Ovum

Dalam kondisi seperti ini tentunya dapat berpengaruh kepada psikis ibu hamil, karena mendapati sijabang bayi ternyata tidak ada dalam rahim. Seorang ibu tentunya sangat peka dalam hal ini, terutama melihat dari perubahan yang nampak pada dirinya. Biasanya ibu hamil yang mengalami Blighted Ovum (BO) akan merasakn berbagai gejala yang timbul karena tidak adanya embrio di dalam rahim.

Sebenarnya ibu yang divonis BO juga mengalami perubahan serta kondisi lumrah ibu hamil, seperti mual, muntah, pusing, ngidam dan payudara yang membersar serta perut yang semakin hari membesar pula, namun biasanya juga akan muncul gejala keram perut yang hebat, Vlek, bahkan pendarahan.

Kondisi ini terjadi pada rahim kosong, tidak lain untuk memberikan sinyal pada ibu hamil sebagi pertanda bahwa janin tersebut tidak dapat berkembang didalam rahim, sehingga secara alamiah akan keluar dari rahim atau keguguran.

Biasanya ketika dokter tahu akan keadaan ini, ibu hamil akan diberikan obat penguat hamil sebagi usaha penyelamatan bakal janin, namun jika obat tetap tidak bisa bekerja, jalan satu-satunya adalah keguguran dengan alami atau di kuretase.

Jangan Langsung Kuret!

Bagi ibu hamil yang tidak merasakan gejala seperti yang sudah dipaparkan di atas, jangan terburu stress ataupun depresi mendapati dalam rahim tidak terdapat janinnya. Sebenarnya dalam usia kandungan 2-9 bulan ada tipe janin yang berkembang dengan cepat ada pula yang sedikit lamban, jika pertumbuhanya cepat maka usia 2-9 janin sudah akan terlihat jelas dalm rahim, namun bagi yang sedikit lamban akan lebih terlihat jelas pada janin usia 13minggu keatas.

Jadi saran bagi ibu hamil, waktu pengecekan USG yang disarankan adalah pada kehamilan minggu ke 13 keatas, karena dalam usia kehamilan tersebut janin yang berkembang di dalam rahim sudah terlihat jelas, apalagi bagi janin yang perkembanganya lamban.

Hal yang perlu dilakukan ketika ibu hamil kedapatan Blighted Ovum/ Hamil Kosong tetapi tidak mengalami gejala dan kendala seperti keram perut, Vlek, dan Pendarahan, tunggu sampai usia kandungan yang disarankan di atas, yaitu 13 minggu keatas, lihat keajaiban yang datang dari Tuhan yang Maha Esa, si jabang bayi sudah bergerak gemas di dalam rahim, terus semangat, jangan mudah stress dan terus berdoa, Tuhan memberikan anugerah kepada ibu hamil dengan cara yang indah, dan setiap cobaan pasti terdapat hikmah dan hadiah lain diluar kendali manusia, semangat ya bumiiiill, ibu hamil….



YOGYAKARTA, Hariantemanggung.com
- Virus ideologi radikalisme tidak mengenal suku, agama bahkan tak mengenal intelektualisme seseorang. Virus ini bisa menjangkiti siapapun di seluruh dunia. 

Demikian disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen R Ahmad Nurwakhid dalam kegiatan bertajuk 'Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme' di Gedung Prof Soenarjo/Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (28/5).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan program kerja Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Direktorat Pencegahan BNPT melalui Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat Bidang Perempuan dan Anak bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY.

Menurut Ahmad Nurwakhid, paham radikalisme adalah fase menuju teroris atau bisa dikatakan paham radikalisme menjiwai setiap aksi-aksi terorisme. Dengan demikian, setiap teroris adalah berpaham radikal atau ekstrim.

"Orang yang berpikir radikal sebenarnya bagus karena ia berpikir secara mengakar, tapi kalau sudah menjadi isme (radikalisme), ekstrimisme atau fundalisme maka ia berubah menjadi buruk atau negatif. Orang dengan paham radikalisme pasti mereka bersikap intoleran dan berifat eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan," katanya.

Indonesia dengan berbagai suku dan agama bisa tetap bersatu, menurut Nurwakhid, karena memiliki ideologi Pancasila yang terbukti mampu mempersatukan keragaman yang ada. Selain itu, masyarakat Indonesia mempunyai kearifan lokal berupa silaturahmi dan gotong royong yang melahirkan <I>civil society<P> moderat, ditunjukkan dengan adanya ormas-ormas keagamaan moderat yang siap berjibaku membela NKRI.

"Oleh karena itu menjadi tugas kita semua termasuk perempuan (ibu-ibu) untuk ikut menjaga keluarga, lingkungan dan masyarakat membentengi dari paham-paham asing yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Disamping itu memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air dan ideologi bangsa yaitu Pancasila," kata alumnus SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini.

Ketua FKPT DIY, Drs Bambang Wisnu Handoyo tidak meragukan lagi perempuan Indonesia adalah berdaya luar biasa. Namun demikian, berdaya yang dimaksud bukan hanya ikut membantu perekonomian keluarga tapi dengan kesadarannya mampu memutuskan sesuatu. "Dikaitkan dengan kondisi bangsa Indonesia yang saat ini banyak sekali terjadi pertentangan, pertengkaran terutama di medsos, perempuan didorong untuk tampil sebagai pendamainya," katanya. (htm/rsd).


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Dalam rangka memperingati  Hari Kartini Himpunan Mahasiswa Program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INISNU Temanggung menggelar webinar Hari Kartini dengan tema “Konsep Gender dan Feminisme dalam Memperoleh Keadilan Dunia Pendidikan”, Kamis (21/4).

Webinar ini mengahdirkan beberapa pembicara di antaranya Dr. Husna Nashihin, M.Pd., Selaku dosen INISNU Temanggung, Agus Wedi Pimpinan Redaksi islam santun, keynote speaker Hamidullah Ibda, M.Pd. Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan INISNU Temanggung dengan moderator Dina Septiyana mahasiswi PGMI INISNU Temanggung.

Kegiatan ini di buka oleh Ketua Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung dalam sambutanya menyampaikan bahwasanya “ R.A Kartini merupakan sosok pahlawan wanita yang menginspirasi darinya kita harus belajar maju, mandiri, sejahtera dan memiliki sprit pengetahuan  dalam beragama.” Ujar Andrian Gandi 

Dalam pemaparanya Dr. Husna Nashihin, M.Pd., menyampaikan Gender dan Feminisme Dalam Perspektif Pendidikan Islam dengan memaparkan sosok wanita dengan gerakan feminisme yang dilakukan oleh beberapa cendekia islam terdahulu dengan adanya  GAP syariah denga kesetaraan gender mengenai peran wanita.

Dalam pemaparan pemateri kedua Agus Wedi selaku Pimpinan Redaksi Islam Santun menyampaikan terkait mengapa ada deskriminasi gender dan mengapa harus mendeskriminasi. Bahwa Emansipasi wanita di Indonesia semakin nyata dengan tidak ada masalah kesetaraan Gender, dan wanita memiliki potensi serta kesempatan yang setara dengan laki-laki meski terkadang ada desakan sosial. Selanjutnya dia juga menyampaikan  beberapa deskriminasi yang sering dialami perempuan baik dalam dunia pendidikan secara umum maupun agama yang akhir-akhir ini terjadii di Indonesia.

“Sebagai hajat bersama yang dilakukan oleh HMPS PGMI dalam memperingati Hari Kartini tahun 2022 dengan diawali dengan kegiatan lomba membaca puisi tingkat Sekolah Dasar dan puncaknya dengan pelaksanaan Webinar nasional ini bukan hanya sebatas seremoni saja melainkan membangun harmoni, tradisi prestasi mahasiswa PGMI yang berelanjut di kegiatan mahasiswa berikutnya” Ujar Faizah selaku Kaprodi PGMI INISNU Temanggung.

“Semoga dalam diskusi kali ini kita dapat mengambil pelajaran bermakna dan wawasan seputar feminisme sebagai gerakan menuntut keadilan gender terkhusus perempuan dalam lingkup pendidikan” Ujar Hilal selaku ketua HMPS PGMI INISNU Temanggung. 

Kegiatan ini dilaksankan secara Daring dan disiarkan langsung melalui kanal youtube INISNU Temanggung yang diikuti 175 peserta baik mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen dan pengurus ikatan mahasiswi PGMI Jawa Tengah. (htm/sul)


Temanggung - Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Islam Nahdlaltul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Ngaji Filsafat bertajuk "Manifestasi Makna Cinta yang Sesungguhnya" yang menghadirkan pakar filsafat Islam Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag., pada Jumat (25/2/2022) melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Hamidulloh Ibda. Ia mengatakan bahwa cinta adalah lima huruf yang tak selesai jika dikaji. "Saya harap ini bukan kegiatan ngaji pertama dan terakhir, namun awal untuk melakukan kajian tentang tema-tema filsafat bagi mahasiswa," tegas dia.

Dalam pemaparannya, Fahruddin Faiz mengatakan bahwa cinta mengalami dua fase yaifu fallin in love dan standing in love.

"Fallin in love isinya passion, dan komitmen dilanjutkan dengan standing in love yang isinya adalah knowledge, respect, care dan responsibility," tutur Fahruddin Faiz yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Disampaikannya, pada aspek knowledge, kalau orang ingin cinta pada Indonesia, NKRI, maka ya ingin tahu banyak pada NKRI. "Kalau cinta pada seorang ya pasti kepo pada apa saja pada diri yang dicintai. Ya ngepoin Instagramnya, medsos dan lainnya," kata Fakhrudin Faiz.

Kalau cinta pada Allah, ya pasti ingin tahu lebih banyak dan dekat dengan Allah, lanjut dia.

Selanjutnya adalah respect. "Respect itu menghargai. Tadi kan sudah memelajari dan tahu dari A sampai Z yang kita cintai. Maka harus respect, harus menghargai apa adanya," tegas dia.

Kalau orang mencintai itu pasti menerima apapun kondisi dan situasi yang dicintai. "Kalau ingin mengubah, mbok kamu begini, mbok kamu begitu. Kalau ini namanya negosiasi, belum cinta," lanjutnya.

Syarat ketiga adalah care atau peduli. "Ya respect, tapi harus care itu peduli. Misalnya orang kesayangan Anda itu malas salat, Anda tahu, maka Anda jangan diam. Tapi dikasih tahu untuk diajak salat. Itu namanya care, peduli," papar dia.

Jadi, kata dia, care itu tidak membiarkan orang yang kita tindak melakukan hal-hal yang blunder. "Termasuk hal-hal yang dilarang, yang merusak, itu namanya peduli. Kita mengusahakan agar orang yang kita cinta melakukan hal-hal yang merusak," tegas dia.

Aspek keempat adalah responsibility. "Orang yang mencintai itu siap menanggung apa saja efek dari apa yang dicintai. Jadi tidak hanya mencari yang nyaman saja, yang enak saja. Tapi harus tanggungjawab. Kalau tidak tanggungjawab ya belum cinta, hanya ingin senang-senang saja," papar dia.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dihadiri lebih dari seratus lebih sivitas akademika INISNU Temanggung dan mahasiswa dari berbagai daerah. (htm/ibd)


Oleh Ninda Herlina Rahmawati

Mahasiswa INISNU Temanggung


Apa yang terlintas dalam benak kita, ketika mendengar kata pesantren? Tempat belajar ilmu agama dengan mondok, seperti itu bukan?  Dan apa yang diinginkan atau dicita-citakan para orang tua calon santri, ketika anak-anaknya hendak masuk pesantren? Umumnya, mereka ingin agar anak-anaknya menjadi anak shaleh dan pandai dalam ilmu agama. Atau dengan istilah lain, ingin anaknya menjadi ulama. 

Ada beberapa indikator yang digunakan untuk melihat kualitas moral kehidupan suatu bangsa. Menurut Thomas Lickona (1992) terdapat sepuluh tanda dari perilaku manusia yang menunjukkan arah kehancuran suatu bangsa. Pertama, meningkatnya kekerasan di kalangan remaja. Kedua, ketidakjujuran yang membudaya. Ketiga, semakin tingginya rasa tidak hormat kepada orang tua, guru, dan figur pemimpin. Keempat, pengaruh per group terhadap tindakan kekerasan. Kelima, meningkatnya kecurigaan dan kebencian.

Keenam, penggunaan bahasa yang memburuk. Ketujuh, penurunan etos kerja. Kedelapan, menurunnya rasa tanggungjawab individu dan warga negara. Kesembilan, meningginya perilaku merusak diri. Dan Kesepuluh, semakin kaburnya pedoman moral. Dekadensi moral di era globalisasi dewasa ini, bila melihat apa yang disampaikan oleh Thomas Lickona tentang ciri penurunan moral, sangat mengkhawatirkan. Maka itu, agar masyarakat dapat terjaga dari serangan budaya yang tidak sesuai dengan norma agama dan moral bangsa, posisi pendidikan agama dan moral menjadi semakin penting. 

Berbicara tentang pendidikan agama dan moral, maka tak bisa dilepaskan dengan sistem pendidikan di pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, yang memiliki andil besar dalam membangun bangsa ini.

Sejarah telah membuktikan, betapa besar arti pentingnya pesantren dalam rentang perjalanan bangsa Indonesia pada zaman penjajahan. Pesantren telah melakukan kegiatan yang pada hakikatnya terpusat pada pengembangan sumber daya manusia, yang kemudian amat berperan pada pergerakan perjuangan untuk merebut kemerdekaan. Selain itu pesantren juga sebagai tempat pembenahan moral bangsa ditengah bobroknya negeri ini. 

Banyak orang tua menitipkan harapan besar terhadap anak yang dititipkan di pesantren untuk menghasilkan manusia yang berkualitas, berpengetahuan luas, berpikiran maju, berwawasan kebangsaan yang kuat, yang dibingkai dengan keimanan dan ketakwaan, sebagai motivasi utamanya, serta keselamatan dunia maupun akhirat. Bagi mereka pesantren adalah salah satu tempat yang paling tepat untuk membangun moral pendidikan anak sejak dini. Tak sedikit pula dari para santri yang memutuskan pendidikan akademiknya demi pendidikan di pesantren (santri salaf).

Namun melihat keadaan saat ini diperparah dengan seorang oknum guru pesantren di Bandung Jawa Barat melakukan tindak asusila terhadap belasan santriwatinya. Tindakan bejat terdakwa dilakukan sejak tahun 2016 hinga awal tahun 2021. Rumah di Cibiru Bandung Jawa Barat menjadi saksi bisu aksi bejat yang dilakukan seorang oknum guru pesantren terhadap 12 santriwatinya. Terdakwa AW melakukan aksi bejatnya dibangunan yang dilabeli pesantren, apartemen dan sejumlah hotel. Bahkan beberapa korban yang masih berumur belasan tahun telah melahirkan. Saat ini kejakasaan tinggi Jabar telah melimpahkan perkara ke pengadilan negeri Bandung untuk diproses ke persidangan. 

Melihat tindakan ini sangat bejat sampai tak bisa diungkapkan dengan kata kata. Karena seorang guru pesantren yang notabenennya seorang pendidik akhlak maupun akademis malah menjadi sumber kemaksiatan. Yang pada dasarnya mereka tahu, mereka paham hukum dan dosanya tetapi apa yang diperbuat telah menjadi-jadi. Dengan kebiasaanya menonton video porno telah menggiringnya ke hawa nafsu dan jurang geruji besi.

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas “Kalo dalam persepektif agama islam karena si laki laki ini sudah punya istri, maka hukuman bagi dia adalah dirajam sampai mati. Oleh karena itu karena ini bukan negara islam maka diserahkan kepada pemerintah. Tapi bagi saya jatuhnya yang bersangkutan hukuman yang seberat beratnya. Dan karena di negeri ini hukuman mati untuk hal begitu legal yang bersangkutan harus dihukum seberat beratnya sesuai dengan hukum yang ada yang maksimal di negeri ini”.

Betapa sedih dan terpuruknya hati orang tua korban, menitipkan harapan apalah daya menjadi kekacauan. Belum lagi rasa trauma yang dialami para korban yang masih berumur belasan tahun. Momen seperti ini akan menjadi berkurangnya kepercayaan sebagian orang tua terhadap pesantren. Mereka akan menganggap satu satunya tempat yang sangat baik untuk anak mereka menjadikan berkurangnya rasa tersebut. 

Ternyata permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di satu pesantren malahan terjadi dibeberapa pesantren dengan kasus yang sama dan modus pelaku yang berbeda beda. Hal tersebut menjadi viral dikarenakan salah satu keluarga korban melaporkan tindakan tersebut dan baru baru ini keluarga korban – korban yang lain juga mengikutinya. Sangat miris dengan peran pesantren sebagai tempat pembenahan moral bangsa ditengah bobroknya negeri ini. Malah menjadi sumber kemaksiatan gegara kelakuan bejat oknum guru pesantren tersebut. 

Sangat disayangkan hal ini menjadikan citra pesantren menjadi hilang dan berkurang. Kepercayaan orang tua terhadap pesantren pun menjadi hilang. Perlu adanya pengawasan dan pengecekan secara berkala terhadap pesantren-pesantren yang ada agar hal seperti ini tidak sampai terulang kembali serta kembalinya rasa kepercayaan para orang tua terhadap pesantren.



Temanggung, Hariantemanggung.com - Buku karangan Katib Syuriah PCNU Temanggung KH. Muhammad Syakur AH., MH., atau Gus Syakur yang berjudul "Fikih Haid: Ilustrasi dan Permasalahannya" yang terbit Juli 2020 menjadi salah satu referensi bagi santri di wilayah Temanggung, Jawa Tengah. Buku ini bukan tipe buku berat karena dikemas dengan mudah dan langsung inti pada problem dam solusi atas masalah seputar haid.

Hal itu terungkap di berbagai agenda saat penulis secara langsung berdiskusi di forum bahtsul masail LBM PCNU Temanggung maupun secara personal memberikan buku itu kepada para pengasuh pondok pesantren. Seperti Pengasuh PP As Sunniyah KH. Labib dan Pengasuh PP Ar Riyadl KH. Misbah yang sudah memiliki buku tersebut.

Dijelaskan Gus Syakur di dalam prakata, bahwa agama Islam dengan syariatnya telah mengatur segala aspek kehidupan, termasuk pribadi kaum hawa. Tanpa mereka sadari aturan syariat yang seakan banyak mengekang dan membatasi mereka justru sebenarnya merupakan perhatian yang lebih dari agama ini terhadap kaum wanita.

"Di antara hal yang menjadi perhatian syariat Islam terhadap diri wanita adalah permasalahan haid. Di masyarakat umum haid dikenal dengan istilah menstruasi. Kebiasaan yang alami ini oleh mereka hanya dihubungkan dengan kesehatan semata, padahal dalam Islam masalah haid sangatlah erat hubungannya dengan Ibadah. Oleh karenanya, seorang muslimah harus mempunyai pengetahuan ekstra tentang masalah ini, karena nantinya akan berkaitan dengan masalah salat, puasanya dan ibadah-ibadah yang lain," jelas Gus Syakur, Ahad (16/8/2020).

Menurutnya, di dalam buku terbitan CV. Pilar Nusantara tersebut, dibahas tentang haid, nifas dan istihadlah serta kasus-kasus pelik yang kadang luput dari perhatian kita. "Untuk lebih memudahkan memahaminya, sengaja penulis cantumkan ilustrasi sebagai pendukung," lanjutnya.

Buku ini, mengacu pada karya-karya ulama salaf dari kitab-kitab yang mu’tabar di lingkungan mazhab Syafi’i dalam rangka usaha penulis untuk ikut serta dalam tebar ilmu dan khususnya mengambil berkah dari ilmu dan ulamanya.

"Harapan penulis, semoga buku ini bermanfaat dan menjadi tabungan pahala yang mengalir tak ada putusnya, untuk diri penulis, guru dan kedua orang tua yang dengan sebab mereka buku ini bisa terwujud," harapnya.

Pihaknya juga merencanakan penerbitan buku dengan tema lain, karena dorongan untuk menyediakan bahan bacaan yang mudah dipahami dan sasarannya tidak hanya kalangan pesantren, namun juga masyarakat luas. (htm44)

Sibajag, Hariantemanggung.com - Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlotul Ulma Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung mengadakan acara "Gathering Bersih Bumi Selamatkan Bumi" di Sibajak Green Canyon pada hari ahad ,28 Desember 2019. Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh anggota Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung.

Acara ini sebagai agenda tutup tahun Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlotul Ulama’ Kecamatan Gemawang. Kegiatan ini diawali dari pemberangkatan dan do’a bersama dipimpin oleh Trilaksono, S.Pd di halaman Kecamatan Gemawang pada pukul 07.00 WIB secara serentak.

Kegiatan Fatayat Gathering di Sibajag Green Canyon juga di hadiri oleh Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya Pimpinan Cabang Fatayat yang diwakili oleh Sahabat Hj Yuni Hani’ah.

Sahabat Hj Yuni Hani’ah berkata “Saya merasa takjub dengan kegiatan yang dilaksanakan Fatayat PAC gemawang”.

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlotul Ulama. "Ini merupakan gebrakan yang luar biasa dan baru Fatayat PAC Gemawang yang berinisiatif mengadakan kegiatan bersih bumi dan selamatkan bumi," tambah beliau.

Setelah ramah tamah dari Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlotul Ulama’ , dilanjutkan penyerahan 10 Keranjang sampah kepada Pengelola “Sibajag Green Canyon”.

Dengan penuh semangat segenap anggota Fatayat Gemawang untuk kelestarian alam, dilanjutkan kegiatan wisata keliling sambil membawa kantong plastik untuk memungut sampah.

Kegiatan ini dimaksud agar masyarakat lebih peduli terhadap bumi, terhindar dari sampah dan lebih bijak dalam mengendalikan sampah. (Htm55/Jumilah).

Kandangan, Hariantemanggung.com - Bertempat di Ponpes Tahfidzul Qur'an Selorejo, Malebo, Kandangan, Temanggung, Muslimat dan Fatayat NU mengadakan selapanan Ahad Pahing, Minggu (21/07/2019).

Acara ini sendiri bertujuan untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan Muslimat Fatayat Ancab Kandangan. Sekitar 300 anggota Muslimat Fatayat Dari 16 desa di Kecamatan Kandangan, bantuan pengamanan seperti Banser ikut meramaikan acara ini, dengan demikian acara ini sukses di gelar dengan rangkaian acara mulai dari mars Muslimat Fatayat, sambutan-sambutan dan kemudian ceramah dari Kiai Musyafak selaku pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Selorejo Malebo Kandangan Temanggung.

Ketua Fatayat Ancab Kandangan Laily Rif'ah Maftuhah S,Pd menyampaikan, ini adalah wadah untuk menyatukan keakraban antar ranting di Kecamatan Kandangan. “Semoga ke depannya untuk Muslimat Fatayat semakin solid untuk terus menebar Ukhuwwah Islamiah Ala Ahlussunah Wal Jama'ah,” kata dia.

Aulia Khikmah selaku koordinator acara juga menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kami selaku panitia selapanan ahad pahing muslimat fatayat ancab kandangan ranting malebo masih banyak sekali kekurangan dalam mengadakan acara pada hari ini. “Tapi yang jelas acara ini berjalan dengan tiada halangan apapun," kata dia. (Htm44/Agus).

Dukuhseti, Hariantemanggung.com – Jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati melalukan silaturrahim dalam rangka Lebaran Idulfitri kepada ulama dan umara di wilayah Dukuhseti. Kegiatan yang digelar PAC Muslimat Dukuhseti tersebut dilaksanakan hari ini Jum'at 14 Juni 2019.

Mereka berkunjung ke jajaran MWC NU Dukuhseti seperti di kediaman KH Zainul Wafa, KH. Fuad Abdillah dan lainnya. Menurut pengurus PAC Muslimat Dukuhseti, Farida, acara ini dilakukan dengan cara anjang sana. “Kami sowan ke rumah atau ndalem beliau para sesepuh..tokoh masyarakat dan tokoh agama,” beber Farida.

Selain Farida, acara juga diikuti Muntamah Pengurus Muslimat PC dan jajaran pengurus yang lain. “Dengan  doa para sesepuh semoga, PAC Muslimat Dukuhseti semoga ke depannya lebih baik, lebih dinamis, lebih aktif bermanfaat untuk semua pengurus dan anggotanya,  diberikan kelancaran, rezeki melimpah ruah dan barokah, bisa ziarah makkah dan medinah, diberi keturunan yang solih dan sholihah,” harapnya.

Menurut dia, acara silaturahim PAC Muslimat ini diadakan setahun sekali. Dan ini berbeda dengan halal bihalal. “Insyaallah Halalbihalal PAC Muslimat berbarengan dengan rutinan triwulan PAC Muslimat dan Fatayat serta pimpinan ranting Muslimat Fatayat se Ancab Dukuhseti, yang diadakan besuk 21 Juni 2019 di ranting Wedusan,” bebernya. (htm55/Ibda).
Pati, Hariantemanggung.com - Konferensi Cabang Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati resmi dimulai hari ini, bertempat di Pendopo Bupati Pati. Dalam pembukaan, Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah mengapresiasi gerak dan keaktifan PC Fatayat NU Pati.

Menurut Ketua PW Fatayat NU Jateng, PC Fatayat NU Pati menjadi PC teraktif se Jateng. "Sebab, secara terstruktur ada 21 PAC bisa terbentuk semua," papar Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyatul Muthnainnah saat menyampaikan sambutan, Ahad (28/4/2019).

Dalam sidang komisi diharapkan membuat program sesuai kebutuhan, dan dalam konferensi ini adalah momentum untuk memilih nahkoda. "Saya yakin PC Pati sudah menyiapkan kader-kader yang tangguh. Saya lihat tadi calon-calonnya antara lain Neng Tutik, dan nama-nama lainnya," kata dia.

Sementara itu menurut Panitia Konfercab, Lilik, dalam Konfercab tahun ini muncul enam kandidat. "Bakal calon Ketua PC Fatayat NU Pati yaitu Sahabat Nining Sugiharti, Sahabat Alfi, Sahabat Kesi, Sahabat Ning Tutik, Sahabat Asmonah dan Sahabat Muna," kata dia.

Sampai berita ini ditulis, Konfercab PC Fatayat NU Pati masih berjalan. (Htm44/Ibda).
Oleh Rekha Mahendraswari, SE, MSi

“Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.”
(RA. Kartini, 1879-1904).


OPINI, NASIONAL – Tidak pernah ada yang mengira, bahwa perbuatan RA. Kartini yang mengajarkan membaca, menulis, memasak dan kepribadian kepada perempuan bumiputera secara sembunyi-sembunyi di serambi belakang pendopo Kabupaten Jepara, saat ini mampu menginspirasi jutaan perempuan Indonesia untuk bisa berdikari memperjuangkan hak dan kewajibannya sehingga bisa berdiri sejajar dengan laki-laki.

Karena sering membaca buku karangan Multatuli seperti Max Haveelar, dirinya merasa miris melihat kondisi perempuan bumiputera yang tidak bisa menikmati kebebasan layaknya laki-laki. Seumur hidupnya hanya dihabiskan menjadi pingitan hingga tiba waktunya untuk dinikahkan dengan laki-laki pilihan orang tua. Perempuan hanya bisa menerima takdirnya untuk menjadi pelengkap. Padahal, RA. Kartini menganggap bahwa untuk menjadi bangsa yang besar, diperlukan perempuan-perempuan tangguh untuk memberikan sumbangsih pemikirannya. Karena itu berbekal pengetahuan yang didapatkan dari E.L.S (Europese Lagere School), RA. Kartini mendirikan sekolah bagi perempuan bumiputera.

Sebagaimana yang tertulis dalam surat-surat Kartini kepada Rosa Abendanon (Istri dari J.H Abendanon, Menteri Kebudayaan Agama dan Kerajinan Belanda yang di kemudian hari mengumpulkan surat-surat tersebut dalam buku Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang pada tahun 1911), dirinya berpendapat bahwa untuk membangun sebuah bangsa yang besar, perempuan harus memiliki kebebasan untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya agar bisa menggapai cita-cita. Ide dan gagasan RA Kartini terhadap perempuan di Indonesia bersumber pada Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht (pendidikan mandiri), Zelf- vertrouwen (percaya diri) dan Zelf-werkzaamheid (motivasi diri) dan juga Solidariteit (solidaritas) dengan berdasarkan pada Religieusiteit (agama), Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan) agar rasa humanisme dan nasionalisme para perempuan semakin kuat.

Lewat sekolah yang didirikannya, RA. Kartini ingin menyalurkan hasratnya untuk bisa memotivasi kaum perempuan bahwa mereka bukan golongan yang terpinggirkan. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hak dan kewajiban mereka sama seperti laki-laki agar bisa mendapatkan kesetaraan dalam hal pemikiran dan tindakan. Perempuan berhak untuk bersuara menyampaikan aspirasi golongannya untuk bisa ikut berpartisipasi menentukan nasib bangsanya.

Walaupun kemudian perjuangan RA. Kartini terhenti di tengah jalan dikarenakan meninggal pada usia yang masih sangat muda (25 tahun), tetapi perjuangannya untuk bisa merubah nasib perempuan Indonesia akan terus menjadi warisan yang berharga bagi republik ini, sehingga tak salah jika Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres dengan no 108 tahun 1964 yang menjadikan RA. Kartini sebagai pahlawan nasional.



Menuju Kartini Milenial
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kaum perempuan harus beradaptasi kembali agar bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan identitas kebangsaan. Saya ingin menguraikan beberapa pemikiran untuk bisa mengintepretasikan pemikiran RA. Kartini di zaman milenial ini

Kemajuan zaman membawa dampak positif terhadap sistem pendidikan di Indonesia, jenjang pendidikan sudah bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Ini menjadi kesempatan bagi perempuan untuk bisa bersekolah setinggi-tingginya, hal ini menjadi penting agar perempuan bisa memahami posisinya dalam masyarakat. Dengan pendidikan, kaum perempuan mempunyai dasar yang kuat untuk berbaur dengan masyarakat tanpa ada perasaan minder, sebab secara psikologis masyarakat akan lebih menerima pendapat orang-orang yang berpendidikan. Setelah mempunyai dasar yang kuat, kaum perempuan bisa mempunyai modal yang cukup untuk memasuki zaman milenial

Menurut Hasanudin Ali (2017) Generasi Milenial mempunyai tiga ciri khas. Pertama, mereka adalah generasi yang memahami teknologi, terutama media sosial. Kedua, dengan pemahaman teknologi yang kuat, mereka diharapkan bisa berpikir kreatif dan Ketiga, Percaya diri mengungkapkan gagasannya.

Menurut riset yang dikeluarkan Wearesosial Hootsuite pada bulan Januari 2019, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta orang, diantaranya 130 juta merupakan pengguna aktif. Yang menarik adalah hasil riset yang dikeluarkan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indones (APJII) dan Pusat Kajian Komunikasi Universtas Indonesia (UI) terhadap 2.000 koresponden dari 42 kota di seluruh wilayah Indonesia, ternyata pengguna media sosial didominasi oleh perempuan sebanyak 51% sementara laki-laki 49%. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan lebih responsif dalam mengutarakan pendapatnya di media sosial. Disinilah pentingnya pemikiran RA. Kartini bahwa perempuan Indonesia harus berpendidikan agar bisa menghadapi kemajuan zaman. Jangan sampai gagasan-gagasan yang disampaikan oleh kaum perempuan di media sosial malah menimbulkan hoax karena perempuan hanya meneruskan informasi daripihak lain tanpa menganalisisnya terlebih dahulu. Jika hal ini dibiarkan, justru akan memakan korban dari kalangan perempuan itu sendiri, peran perempuan tangguh yang dicita-citakan oleh RA. Kartini malah akan tereduksi oleh kelakuannya sendiri hanya karena menyebarkan berita hoax.



Dan Ijinkan Aku Menjaga kebahagiaan Kartini
Sebagai seorang pengagum RA. Kartini, saya merasa potensi kaum perempuan di Indonesia sangatlah besar, karena itulah, selain pentingnya menempuh pendidikan, juga diperlukan kebijakan publik yang berpihak pada kaum perempuan milenial.
Saya sedikit tersentil dengan pernyataan Menkopolhukam Wiranto dalam seminar nasional di UIN Syarif Hidayatullah beberapa waktu lalu, saat itu dirinya mewacanakan menjerat pelaku penyebar hoax atau berita bohong dengan UU Terorisme. Mungkin hal ini diucapkan karena dirinya menilai bahwa berita hoax yang beredar di medsos sudah sangat parah.

Saya menilai memang saat ini berita hoax yang beredar di medsos sudah sangat banyak, tetapi saya tidak sepakat bahwa UU Terorisme dipakai untuk menjerat pelaku hoax. Karena bagaimanapun saya ingin menjaga potensi kaum perempuan dalam menyampaikan gagasannya di medsos. Saat ini saya meyakini bahwa kaum perempuan sebagai pengguna medsos terbanyak sudah terlatih untuk membedakan mana berita yang benar dan mana berita hoax, tetapi yang terpenting daripada itu saya ingin kaum perempuan tidak merasa ketakutan saat menggunakan medsos.

Saya mempunyai mimpi bahwa perempuan di Indonesia bisa menjadi pelopor pemberantasan hoax dengan gagasan-gagasan yang terukur dan sudah teruji kebenarannya, karena itulah selain mempunyai dasar pendidikan yang kuat, perempuan milenial harus bisa mewakilkan golongannya untuk bisa duduk dalam parlemen agar bisa menyuarakan aspirasinya. Keterwakilan 30% kuota perempuan dalam UU no 2 tahun 2008 tentang Pemilu dan Partai Politik menjadi peluang bagi kaum perempuan untuk bisa menyuarakan aspirasinya lewat parlemen, sehingga kaum perempuan bisa ikut menyusun kebijakan publik untuk kepentingan kartini milenial. Sesuatu yang saat ini saya kira paling urgent untuk melindungi gagasan-gagasan kaum perempuan milenial

RA. Kartini memang belum sempat mewujudkan seluruh cita-citanya karena Allah SWT lebih sayang kepadanya di usianya yang ke 25, tetapi jejak langkah pemikirannya akan selalu menjadi inspirasi bagi kaum perempuan di Indonesia. Seperti yang telah diucapkan RA. Kartini di awal mula tulisan saya, dirinya meninggal dengan keadaan berbahagia karena sudah membuka jalan bagi perempuan bumiputera agar bisa merdeka dan berdiri sendiri, maka sudah menjadi kewajiban kita perempuan milenial untuk melanjutkan kebahagiaannya sehingga kaum perempuan di Indonesia kan menjadi perempuan yang tangguh, berwawasan luas, berkarakter sesuai dengan kepribadian bangsa

Selain itu, sebagai salah satu generasi perempuan milenial. Jika Allah SWT menghendaki, ijinkanlah saya untuk ikut meneruskan cita-cita kebahagiaan RA. Kartini untuk memberikan sumbangsih pemikiran di parlemen sehingga saya bisa ikut menyusun kebijakan publik yang bisa berpihak kepada kaum perempuan pada umumnya dan perempuan milenial pada khususnya

Selamat Hari Kartini, sudah saatnya Perempuan Milenial berdiri tegak menuju kemandirian untuk memperjuangkan kaumnya sendiri agar bisa menjaga kebahagian Ibu Kita Kartini

Jayalah Bangsaku
Jayalah Negaraku
Jayalah RA. Kartini
Jayalah Perempuan Indonesia