Pasang Iklanmu Di Sini!

Temanggung, Hariantemanggung.com - Kepengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Temanggung berakhir bulan ini. Untuk itu, pergantian Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa itu ditandai dengan agenda Pemilu Mahasiswa yang tahapannya sudah pada debat Capres-cawapres pada Kamis (25/4/2019).

Hadir panelis Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAINU Temanggung Khamim Saifuddin, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda, dan Sekprodi PAI Sigit Tri Utomo, kandidat Capres-cawapres Wahyu Egi Widayat dan Sri Astuti serta mahasiswa STAINU Temanggung.

Dalam sambutannya, Kaprodi Hukum Keluarga Islam Sumarjoko yang mewakili Pembantu Ketua III menegaskan, bahwa mahasiswa minimal memiliki empat hal. "Pertama adalah ilmu pengetahuan atau sudah dilalui mahasiswa lewat transfer of knowlede dari bapak dan ibu dosen. Kedua adalah transfer of method, ketiga adalah transfer of ethic, dan terakhir adalah aksi atau pergerakan," beber dia.

Salah satu wujud pergerakan itu adalah kegiatan hari ini, katanya, yang merupakan salah satu bentuk pendidikan demokrasi di perguruan tinggi.

Debat berlangsung seru, selain dari panelis, para audiens juga turut bertanya untuk menegaskan kesiapan kandidat sebagai capres dan cawapres mahasiswa STAINU Temanggung pada satu periode ke depan. (htm44).
Yogyakarta, Hariantemanggung.com - Kegiatan International Conference on Islam Studies (ICIS) Tahun 2019 yang digelar di Universitas Ahmad Dahlan berlangsung sangat meriah. Dalam konferensi tersebut hadir 3 keynote speakers kaliber internasional seperti ASSOC. Prof. Dr. Imtoyaz Yusuf dari Malaysia, Ronald A  Lukens Bulls dari Florida, dan Dr. H. Abdul Mu'thi dari Indonesia. Acara ini berlangsung di Auditorium UAD lantai 9 pada Selasa, 23 April 2019 mulai Pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

Pemakalah konferensi berasal dari berbagai universitas di Indonesia, bahkan beberapa dari Malaysia. Pada keaempatan itu, 2 dosen Prodi PIAUD STAINU Temanggung juga tak mau kalah ambil bagian menjadi pemakalah dan peserta.

"Saya mengusung tentang pembiasaan karakter dalam konferensi itu, alhamdulillah tahun ini artikel berkesempatan terbit pada jurnal internasional IJISH kampus UAD," papar Husna yang menjadi pemakalah pada acara tersebut.

Selain itu, Asih yang juga dosen PIAUD juga menjadi peserta konferensi tersebut. "Luar biasa, wawasan progresif mengenai Islam secara internasional terbaru dapat diketahui langsung dari sumbernya. Selain itu, acara yang mewajibkan pengantar berbahasa inggris penuh membuat para peserta juga berlatih berbahasa internasional, sangat bermanfaat" tambah Asih.

Konferensi ini menjadi salah satu target Prodi PIAUD dalam meningkatkan kompetensi dosen. Kedepan, masih banyak agenda konferensi nasional dan internasional yang akan diikuti. Hal ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat Temanggung khususnya pada prodi PIAUD sebagai tempat berkuliah putra putrinya. (htm44).

Hariantemanggung.com - Dunia berkembang, melaju, bergerak bak kecepatan cahaya. Super cepat. Secepat kilat tanpa memandang apa pun. Dalam hitungan detik, semua peranti kehidupan bak disulap. Perkembangan dunia teknologi yang membahana saat ini mengharuskan lembaga pendidikan dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus lah turut menjawabnya.

Lembaga pendidikan tidak boleh lambat dan terlambat dalam merespon spirit zaman. Harus diingat, setiap masa ada spirit zaman (zeitgeist) berbeda-beda, semua itu harus dijawab sekaligus ditakhlukkan. Mengapa? Karena hanya mereka yang menguasai zeitgeist itulah yang dapat bertahan dan menguasai zamannya. Apakah hanya dosen dan mahasiswa yang dituntut menguasai zaman? Tentu tidak.

Pelajar, guru, dan masyarakat biasa tentu sama-sama wajib turut menjawab tantangan abad 21 ini.  Sebab, tidak bisa jika hanya mengandalkan satu pihak untuk menjawabnya. Jika dipetakan, tantangan abad 21 dulu ditandai dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sekira era 2011-2015. Kemudian, disusul dengan era disrupsi dan Revolusi Industri 4.0, dan sejak awal 2019 kita berada dalam gelombang Society 5.0.

Untuk itu, era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 ini tidak cukup jika dijawab dan ditakhlukkan dengan kemampuan literasi lama (membaca, menulis, berhitung). Kemeristek Dikti di awal 2018 mengajak elemen kampus untuk menguatkan kemampuan literasi baru yang menyasar pada literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. 

Semua akademisi  dituntut tidak sekadar memahami dan menguasai literasi lama seperti membaca, menulis, dan berhitung. Di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, ada tiga literasi baru yang wajib dikuasai.

Di jenjang SD/MI sampai SMA/SMK/MA, literasi baru dapat dimasukkan ke dalam berbagai ranah sub-akademik. Mulai dari aspek kurikulum, kompetensi guru, metode pembelajaran, materi pelajaran, implementasi dalam penulisan dan riset. Sedangkan di perguruan tinggi, literasi baru ini dapat diimplementasikan ke dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan semua warga kampus. 

Buku ini merupakan ijtihad baru di wilayah akademik untuk menawarkan konsep dan aplikasi yang dapat diterapkan semua lembaga pendidikan  baik sekolah dan perguruan tinggi dan juga di dalam keluarga.

Buku ini merupakan buku paling kekinian yang dibutuhkan semua dosen, guru, pelajar dan mahasiswa untuk menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.


Judul: Konsep dan Aplikasi Literasi Baru di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0
ISBN: 978-602-53992-5-1
Cetakan: Pertama, April 2019
Tebal: 21 x 14 cm, ix + 171  Halaman
Penulis: Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D., dan Hamidulloh Ibda, M.Pd.
Diterbitkan: CV. Pilar Nusantara
Harga: Rp 70.000 (belum termasuk ongkir)
Telepon: 081 225 183 113

Blimbing, Hariantemanggung.com - Takmir Masjid Desa Blimbing, Kecamatan Kandangan, Temanggung siap percepat gerakan. Hal itu terungkap pada Rabu, 24 April 2019 dalam kegiatan mahasiswa-mahasiswa KKN STAINU Temanggung di Desa Blimbing bekerjasama dengan Jajaran Desa Blimbing yanv mengadakan pembekalan Ta'mir Masjid sebagai pemantapan organisasi keagamaan.

Acara yang dihadiri oleh kepala Desa Blimbing dan Jajaran Perangkat Desa Blimbing, Pengurus Ta'mir Masjid Desa Blimbing, serta peserta KKN STAINU Temanggung yang diisi oleh KH. Thowaf,M.Ag.

Pembekalan yang dibuka dengan penjelasan menurut bahasa dan istilah Masjid sampai pada tugas Ta'mir Masjid secara terperinci. Acara yang dimulai jam 13.30 dengan bacaan Ummul kitab, dilanjutkan dengan sambutan perwakilan KKN STAINU Temanggung oleh Usman Ahmad "Semoga dengan pembekalan ini, mampu memberikan manfaat yang mendalam" katanya.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Suyoto. Pihaknya menjelaskan takmir masjid menjadi hal pokok dan utama dalam menjalankan program keagamaan yang ada di desa maka menjadi penting adanya pembekalan.

Sedangkan KH. Thowaf,M.Ag. menjelaskan banyaknya masjid yang di temanggung mencapai 1400 masjid NU.
"Secara bahasa masjid adalah tempat masjid. Secara istilah tempat ibadah bagi umat Islam yg digunakan untuk pelaksanaan sholat (wajib/sunnah). Adapun tipologi masjid yaitu masjid negara, masjid raya, masjid agung, masjid besar, masjid jami', masjid bersejarah, dan masjid tempat publik." jelas KH. Thowaf Pengurus LTMNU Kab. Temanggung.

"Memakmurkan masjid NU adalah harga mati, menjaga aset milik mu berupa masjid, menjaga tanah wakaf milik dan untuk NU, menjaga aqidah umat NU, dan menjaga masjid dari penguasaan golongan lain diluar NU. Fungsi masjid yaitu tempat ibadah, pemeliharaan aqidah, tempat dakwah, tempat berdoa, tempat pendidikan, pemberdayaan dan pelayanan sosial. Program LTMNU Temanggung Pembinaan ta'mir masjid, pendataan dan penegakan tempat ibadah dll.
Struktur dan tugasnya serta kebutuhan ta'mir masjid" tambahnya.

Acara berjalan dengan lancar yang ditutup dengan doa yang dihadiri mabasiswa, perangkat desa, takmur masjid dan warga setempat. (Htm44/Dama).