Pasang Iklanmu Di Sini!

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM 
Jakarta, Hariantemanggung.com - Era New Normal (normal baru) menjadi sorotan setiap masyarakat. Oleh karena itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan kepada Pemerintah agar jangan lupa pada Pondok Pesantren (Ponpes) dalam penerapan era new normal.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM dari Dapil IX Jawa Tengah ( Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal).

PKB secara resmi, kata Nur Nadlifah, mendesak kepada Pemerintah untuk memperhatikan kelangsungan pondok pesantren dalam masa new normal covid-19. Dengan mempertimbangkan kehidupan sekitar 28.000 pesantren  dengan 18 juta santri yang tersebar di Indonesia, Pondok pesantren agar dapat kembali memulai proses belajar mengajar.

" Kondisi sarana dan prasarana pesantren yang sebagian besar belum ememnuhi standar kesehatan seperti pusat kesehatan pesantren, sarana MCK, Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test, hand sanitizer, masker dan lainnya", katanya, Rabu (27/05/2020).

Kondisi ini, lanjut Nur Nadlifah, harus segera diantisipasi untuk ditangani dan ditemukan solusinya oleh Pemerintah pusat hingga daerah. Apabila dibiarkan tanpa adanya intervensi dan bantuan nyata dari Pemerintah, maka Pondok pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar bagi bangsa ini.

"Oleh karena itu, PKB mendesak kepada pemerintah agar segera memfasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kyai dan santri, pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi pesantren, penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar new normal dan alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten/Kota untuk pesantren selama masa new normal," imbuhnya.

Nur Nadlifah juga berpesan, bahwa Pondok Pesantren merupakan garda terdepan percontohan Pendidikan Keagamaan di Indonesia, dan Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan tertua di Republik Indonesia yang sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, untuk itu Pesantren mempunyai peran yang sangat berpengaruh penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan dan perubahan akhlak generasi yang akan datang. (htm77/LH/BU)
Temanggung, Hariantemanggung.com – Para pengurus dan juga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Trisula STAINU Temanggung berbagi masker gratis di tenggah pandemi Covid-19. Lokasi pembagian masker di Pasar Kranggan, Temanggung pada Kamis (21/5/2020)

Para masyarakat menyambut antusias aksi berbagi ini. Saat ingin memasuki gerbang pasar para pedagan langsung menyerbu untuk mengantri agar mendapatkan masker. yang dituju utamanya adalah para pedagang, juga pembeli dan pengendara Motor yang belum mengenakan masker.

Bagi Masker gratis ini sebelumnya, Para pengurus telah mengumpulkan donasi melalui media online PMII Temanggung, baik Instagram, WhatsApp dan Twitter. lalu membelikan masker untuk di bagikan kepada masyarakat.

Adanya pandemi yang berkepanjangan, pemerintah menyarankan kepada para warga untuk melakukan social distance menjaga jarak, menjaga kebersihan dan juga mengenakan masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Imbauan untuk di rumah saja hanya berlaku untuk para pegawai dan juga seseorang yang bisa membawa pekerjaannya di rumah. Namun untuk para pedagan dan juga pekerja jalan harus tetap mengais rezeki di luar rumah. Maka dari itu pentingnya penggunaan masker.

"Suasana pasar masih kondusif dan masih tertata, pasar tidak terlalu ramai sehingga masih bisa melaksanakan himbauan unyuk social distance. kesadaran para warga juga perlu di contoh. 90% orang yang kami temui telah menggenakan masker dan sisanya 10% adalah warga yang belum menggunakan masker," ujar Sekretaris PC PMII Temanggung M Ulfi Fadli.

Saat sidak pembagian masker masih ada sebagian orang yang acuh akan perintah pemerintah untuk menggunakan masker, kami membagikan masker kepada para warga yang lalulalang di pasar Kranggan. Para tukang ojek dan juga para pedangan menyambut dengan antusias kedatangan kami. Bahkan para tukang ojek yang sedang berkumpul mendoakan kami sembari menerima maskernya.

Semoga pandemi ini cepat berakhir, sehingga masyarakat bisa berakivitas secara normal kembali, supaya roda perekonomian tetap berjalan dengan saksama. Dan semoga aksi pembagian masker dan turun ke jalan bisa terus membudaya. (Htm78/anisarahma)
Ilustrasi

Semarang, Hariantemanggung.com - Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah melakukan Capacity Building Fasilitator Inklusi Kabupaten tahap II secara Daring selama 7 hari pada tanggal 4 – 7 dan 11 – 13 Mei 2020. 

Kegiatan kerjasama LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah dan Unicef ini membahas satu materi khusus dalam setiap waktu pertemuan daringnya sehingga keseluruhan ada 7 materi yang dibahas, meliputi layanan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) di Madrasah/Sekolah Inklusif, Identifikasi dan Assessment Penyandang Disabilitas, Profil PDBK, Program Pembelajaran Individu (PPI), Penyusunan RPP Inklusif, Model-Model Pembelajaran dan Penilaian Inklusif, dan Futbolnet-Ma’arif Game.

Pelatihan online ini sedianya dilaksanakan pada akhir Maret 2020 tapi ditunda karena ada anjuran dari pemerintah untuk menghindari pertemuan secara fisik selama masa pandemi covid 19. “Rencana awal capacity building tahap II dilaksanakan tanggal 27-29 Maret 2020 di hotel Muria. Namun karena ada surat edaran pemerintah terkait covid-19 maka dilakukan penundaan. Hasil konsultasi Ma’arif dengan tim Unicef, pelatihan dilakukan secara daring dengan waktu 7 hari dengan waktu sekitar 3 jam untuk satu kali pertemuannya,” jelas Miftahul Huda, pengurus Bidang Kerjasama dan Program Officer Kemitraan LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah – Unicef.

Koordinator Implementasi program pendidikan inklusi yang juga wakil ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, mengharapkan peserta capacity building siap membimbing dan mendampingi madrasah dan sekolah inklusi di kabupaten masing-masing, terutama peserta dari kabupaten baru yaitu Purbalingga, kabupaten Pekalongan, Batang, Wonosobo, dan kabupaten Magelang.

“Berakhirnya capacity building tahap I dan tahap II ini bukan menjadi akhir dari kegiatan kita, tapi ini menjadi awal bagi bapak ibu peserta untuk siap mendampingi madrasah dan sekolah inklusi di kabupaten masing-masing dan menjadi pemantik semangat menuju inklusi bagi peserta dari kabupaten baru” tegasnya.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Ratna Andi Irawan menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah aktif mengikuti kegiatan secara online selama 7 hari. Menurutnya keterbatasan ruang akibat adanya himbauan social distancing atau physical distansing atau jaga jarak seharusnya tidak menjadi hambatan untuk tetap melakukan kegiatan di Ma’arif.

“Alhamdulillah, ada hikmah di balik musibah covid-19 ini, diantaranya kita bisa melaksanakan capacity building ini secara daring. Saat ini jarak sudah tidak menjadi alasan untuk tidak berkegiatan. Terima kasih kepada para narasumber dan peserta, serta Unicef yang selalu mendampingi pada kegiatan online ini” ucapnya.

Kegiatan zoom meeting ini diikuti sekitar 36 partisipan yang terdiri 27 peserta dari Kebumen, Banyumas, Purbalingga, Brebes, Kabupaten Pekalongan, Batang, Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Semarang, 3 narasumber, tim teknis dan tim pendidikan inklusi LP Ma’arif PWNU Jawa tengah, dan tim konsultan Unicef Supriono Subakir dan Belly Lesmana. (htm44/hi).
Parakan, Hariantemanggung.com - Dalam rangka mencegah laju persebaran virus Covid-19 di Kabupaten Temanggung, Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Temanggung melakukan sosialisasi dan penegakan disiplin penggunaaan masker di semua Pasar di wilayah Kabupaten Temanggung. Karena pasar merupakan tempat bertemunya orang dari berbagai wilayah dan dinilai sangat potensial dalam penyebaran Virus Covid-19. Sosialisasi dilakukan mulai tanggal 11 sampai 14 Mei 2020 yang akan dilanjutkan dengan penindakan mulai tanggal 15  sampai 23 Mei 2020.

Disampaikan oleh Agus Munadi, S.Sos. , M.Si selaku koordinator Operasi Masker di Pasar Legi Parakan yang merupakan pasar terbesar di Jawa Tengah bahwa penindakan yang dilakukan adalah dengan memberi edukasi kepada pengunjung, pembeli dan pedagang yang tidak memakai masker, dicatat nama dan alamatnya serta diberi masker yang sudah disediakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung.

Dalam Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Penegakan Disiplin pengunaan masker ini melibatkan banyak unsur yang bersinergi, yaitu dari Gugus Covid-19 Kabupaten, TNI, Polri, Promkes Puskesmas, Pengelola Pasar, Banser, Kokam, GPK, Baguna dan Relawan.

Kasetma Banser Temanggung Hikmatus Sa’adhon mengatakan bahwa Banser Temanggung diturunkan di semua pasar di seluruh Temanggung dalam rangka mendukung program Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Temanggung,  dalam melakukan sosialisasi dan penegakan disiplin penggunaaan masker.

Sedangkan di Pasar Legi pada hari pertama penindakan menurunkan anggotanya sejumlah 25 personil Banser mengingat area Pasar Legi yang cukup luas dan terdiri dari 2 lantai. Dia menambahkan bahwa Banser Temanggung juga dilibatkan dalam Tim Pemulasaran jenazah Covid-19 serta di Posko Covid-19 Kabupaten beserta relawan lainnya. (Htm44/Hms).