Pasang Iklanmu Di Sini!

Kudus, Hariantemanggung.com - Bertempat di Aula Balai Desa Jepang, Karang Taruna Karya Abadi Desa Jepang gelar temu karya, Rabu malam, (22/5/2019).

Didampingi oleh Karang Taruna Kecamatan Mejobo, dalam temu karya tersebut, tercetus beberapa nama untuk pimpin Karang Taruna Karya Abadi.

Tak sekadar satu nama, melainkan lima nama yang muncul dalam temu karya yang dihadiri oleh puluhan anggota karang taruna, beserta Kepala Desa Jepang sekaligus perangkatnya tersebut.

Dengan keputusan secara mufakat, akhirnya terpilih satu nama, yakni Achmad Fakhrudin, yang diamanati sebagai ketua Karang Taruna dalam tiga tahun kedepan.

Indarto, Kepala Desa Jepang menyampaikan, "pihak desa akan siap sedia, dan selalu mensuport segala kegiatan-kegiatan karang taruna,"katanya.

"Yang terpenting adalah kegiatan-kegiatan pemberdayaan sosial, yang sifatnya pemuda (khususnya) harus digerakkan," pesannya, kepada pengurus baru Karang Taruna Karya Abadi.

Achmad Fakhrudin, Ketua baru dihadapan skuad anyarnya berharap, "semoga periode ini menjadi periode yang lebih bermanfaat, sanggup amanah dan tentunya, target untuk pengembangan kegiatan yang bersifat karya kepemudaan akan berjalan dengan fasilitas-fasilitas yang telah dipersiapkan desa," ujarnya dengan penuh harap.

Selaras dengan Kepala Desa Jepang, Karang Taruna Kecamatan Mejobo melalui Sukamto, "kami siap mendampingi apabila ada kendala-kendala yang ditemui oleh sahabat-sahabat Karang Taruna Karya Abadi," tandasnya. (htm44/Adm/saif).
Semarang, Hariantemanggung.com - Iman Fadhilah Wakil Sekretaris PWNU Jateng dalam sesi Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh PW IPNU Jateng di Merak Room Hotel Muria Semarang, Sabtu (25/5/2019) yang dilanjutkan dengan buka bersama, menegaskan bahwa PWNU Jateng menjadikan IPNU sebagai tumpuan awal penjaga Aswaja.

"Kami berharap besar bahwa segenap kader dan pengurus IPNU Jateng untuk jdi garda terdepan dalam menjaga aqidah ahlus sunnah wal jamaah an anhdliyah, karena tidak kami pungkiri, bahwa generasi pelajar dan muda sanagt rentan dipengaruhi dengan indoktrinasi radikalisme dan anti nasionalisme terhadap bangsanya," papar Iman Fadhilah Wakil Sekretaris PWNU Jateng dalam sesi Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh PW IPNU Jateng di Merak Room Hotel Muria Semarang, Sabtu (25/5/2019).

Pihaknya juga menyoroti maraknya situs berita yang secara afiliasi memiliki ikatan dekat dengan organisasi pendukung radikalisme, "Atas kerja-kerja didunia internet oleh PW IPNU Jateng kami sangat apresiasi, utamanya melalui portal online ipnujateng.or.id, jaga konsistensi itu" Tegas Iman yang juga Akademisi di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Perkembangan Organisasi Pelajar di Sekolah yang berkedok kegamaan, kata dia, perlu menjadi sorotan banyak pihak, utamanya pegiat NU yang terlibat aktif di dunia pendidikan. Terlebih akses informasi dan komunikasi tidak terbendung, bahkan kami mengalami langsung, ada anak didik kami yang pamit orang tuanya di Jakarta untuk ke Semarang, suatu ketika orang tua telpon dan mempertanyakan anak yang bersangkutan, ternyata ia belum ke pondok, akhirnya dicari dan anak akhirnya balik, dari ceritanya ia bilang dari Solo.

"Namun pengamatan kami pasca dari solo perangainya berubah dan nampak seperti orang linglung ditanya tidak mau jawab dengan lugas dan bahkan sering membenturkan kepalanya sendiri ke tembok, kami mencurigai ia terkena brainwash. Maka potensi indoktrinasi radikalisme tersebar dimanapun dan menyasar kalangan pelajar dan muda" Papar Iman yang juga aktif mengelola Yayasan Pendidikan Islam Taqwa Illah di Meteseh Semarang.

Selain Iman Fadhilah, agenda ini juga hadirkan pembicara lain, Muh Zen Adv Anggota Komisi E DPRD Jateng, H Tino Indra Ketua DPD KNPI Jateng, H M Faojin Ketua Pergunu Jateng, serta Ketua PW IPNU Jateng Ferial Farkhan Ibnu Akhmad. Dari kalangan peserta hadir perwakilan Jajaran Pengurus Pimpinan Komisariat Perguruan Tingi (PKPT) IPNU Kampus-kampus di Ibukota Provinsi Jawa Tengah. (Htm44/A Halim Solkan)
Semarang, Hariantemanggung.com - Segenap Pelajar NU Jateng utamanya jajaran Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU Kampus-kampus di Semarang berkumpul di Merak Room Hotel Muria Semarang. Mereka mengikuti fokus group discussion (FGD) dan Buka Bersama yang diagendakan oleh PW IPNU Jawa Tengah pada hari Sabtu sore (25/5/2019).

Tema agenda ini "Menerawang Wajah Pendidikan Indonesia Pasca Pemilu 2019". Forum ini menghadirkan, Muh Zen Adv Anggota Komisi E DPRD Jateng FPKB, H Tino Indra Wardono Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, H Iman Fadhilah Wakil Sekretaris PWNU Jateng, H. M Faojin Praktisi Pendidikan/Ketua Pergunu Jateng.

Muh Zen Adv dalam paparannya mengungkapkan, bahwa pendidikan adalah sektor penting yang harus dikawal oleh semuanya, utamanya segenap pengurus PW IPNU Jateng, karena bagaimanapun input kader berasal dari sana, pihaknya juga perihatin atas maraknya forum organisasi di tingkat sekolah utamanya organisasi berkedok keagamaan namun dalam praktiknya malah menjadi sarana pengembangan nilai radikalisme dan mengkebiri nilai keagamaan dan pancasila.

"Pemerintahan ditingkat manapun, harus punya komitmen politik yang tinggi atas keberhasilan dan pengembangan pendidikan. Jika mereka abai maka SDM Masyarakatnya akan rendah. Masyarakat bisa mengawal dengan memantau berapa persen sih alokasi dana APBD untuk pendidikan" Tegas Muh Zen yang juga Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI).

Pihaknya juga sampaikan bahwa DPRD Jateng telah menetapkan Perda Pendidikan yang harapannya kedepan tidak ada kembali dikotomi antara Pendidikan Formal/Non Formal.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membuka wacana dan menelaah potensi perubahan haluan kebijakan pendidikan, utamanya jika melihat hasil pemilu 2019. Kegiatan ini dihadiri ada perwakilan dari UIN Walisongo, UNNES, UNWAHAS, serta Perwakilan PC IPNU Kota Semarang. (Htm39/A Halim Solkan).
Ilustrasi
Oleh Arinda Vivi Fitria 
Mahasiswi Prodi PAI STAINU Temanggung


Assalamualaikum Wr. Wb 
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato singkat dengan tema “ Motivasi Belajar Mahasiswa Milenial”. Kegiatan belajar mengajar merupakan tema sentral yang menjadi inti pelaksanaan dalam pendidikan karena di dalamnya murni terjadi interaksi juga menjadi sebuah kewajiban khususnya dalam agama islam untuk mencari ridho Allah serta dapat keluar dari belenggu kebodohan. Dalam salah satu jurnal yang ditulis oleh Muhammad Muchlis Solichin yang berjudul belajar dan mengajar dalam pandangan Al-Ghazali dikatakan bahwa ada 7 prinsip yang berkaitan dengan belajar, yaitu :
1. Perhatian dan motivasi
2. Keaktifan
3. Terlibat langsung dan berpengalaman
4. Pengulangan 
5. Tantangan 
6. Penguatan materi 
7. Perbedaan individual 
Dari 7 prinsip yang berkaitan dengan belajar ini, saya akan mendeskripsikan prinsip yang pertama, yaitu perhatian dan motivasi. Dalam sisi psikologis, semua orang butuh yang namanya perhatian dan motivasi, apalagi di saat dirinya merasa down. Namun dengan menyandang status “Mahasiswa”, seperti apa bentuk perhatian dan motivasi untuk mendongkrak fisiknya untuk menjadi lebih aktif dalam bidang akademis maupun non akademis? 
Menurut bentuknya, motivasi di bedakan menjadi 3:
1. Motivasi Instrinsik : 
Yaitu motivasi yang datangnya dari individu, biasanya muncul dari perilaku yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehingga menjadi puas. Dorongan yang muncul dan menggerakkan setiap individu untuk menjadi apa yang dia inginkan bersumber dari kemauannya sendiri, sehingga pada dasarnya memang motivasi sumbernya dalah diri sendiri. 

2. Motivasi Ekstrinsik : 
Yaitu motivasi yang datang dari luar individu dan merupakan pengaruh dari orang ataupun lingkungan. Sebagai mahasiswa yang memang sudah dikatakan baligh pasti timbul rasa suka terhadap lawan jenis. Hal inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang motivasi dalam diri mahasiswa. Adanya pendamping untuk teman berdiskusi rutin dalam pertemuan langsung maupun melalui perantara alat komunikasi menjadikan individu menjadi lebih terbiasa mendapatkan persaingan yang sehat seperti prinsip belajar yang ke 5, yaitu tantangan. Keduanya tidak mau kalah dan terlebih akan menjadi individu yang sangat aktif di bidang akademis maupun non akademis.

Namun, jika motivasi bisa datang melalui berpasangan, lalu bagaimana nasib para kaum jomblo yang merajalela di kampus? Tenangkanlah hati kalian para jomblo, kali ini kalian menduduki golongan orang yang berkualitas karena fokus kuliahmu tidak tergangu dengan pertikaian dengan pasangan, apalagi kalian bisa mencari relasi teman sejauh dan sebanyak mungkin tanpa harus repot berpamitan dengan selain orang tua, kalian bebas berekspresi dengan siapapun dengan sewajarnya. 

Dari uraian deskripsi motivasi yang telah di paparkan, ada baiknya jika motivasi yang di dapatkan benar-benar dari dalam individu sendiri karena jika mengandalkan kehadiran orang lain, maka belum tentu orang itu akan selalu bersama disaat kita membutuhkannya. Hal yang perlu di ingat adalah motivasi di gunakan sebagai dorongan untuk usaha-usaha kita, terkait dengan penyelesaian masalah, dikembalikan lagi kepada diri sendiri dengan berusaha dan selalu berusaha.
 Sekian yang dapat saya sampaikan, jika ada kesalahan dalam penyampaian saya mohon maaf yang sebesar-besarnya 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.