Pasang Iklanmu Di Sini!

Hariantemanggung.com - Cari dekati dan hancurkan merupakan salah moto TNI untuk melawan musuh, kali ini moto itu diterapkan dalam aksi gropyokan tikus yang dilakukan oleh Koramil 01 Kota bersama petani di dukuh Jiwan desa jimbung kecamatan Kalikotes kabupaten Klaten.

Tikus sawah merupakan salah satu jenis hama pada tanaman padi yang dapat mengakibatkan kerugian besar dan meresahkan petani, untuk itu Babinsa Koramil 01 kota Kodim 0723/Klaten bersama Gapoktan Sri Sadono dibantu oleh petugas pertanian lapangan (PPL) dan bayan perangkat desa Jimbung  melaksanakan Gropyokan hama tikus menggunakan Bom tikus (racun tikus) Dalam rangka mendukung program Swasembada pangan.(15/01/19).

Bayan Padiyo perangkat desa Jimbung mengatakan bahwa hama tikus saat ini meresahkan petani karena memakan bibit padi yang di semaikan dan siap tanam sehingga petani harus mesemaikan lagi benihnya,jadi harus dua kali petani menyiapkan bibitnya.,"ungkapnya.

Selain itu dalam kegiatan Gropyokan Danramil 01 kota Kodim 0723/Klaten Kapten Czi Rusmani mengatakan Gerakan pemberantasan hama tikus atau Gropyokan tikus merupakan suatu upaya awal yang berkesinambungan dilaksanakan secara terus menerus, sebab hama tikus tidak bisa dibasmi secara tuntas dalam satu hari,namun dalam jangka waktu lama dan ini hanya bisa mengurangi populasinya saja agar tidak menjadi keresahan petani.

“ setiap hari sebetulnya para petani sudah melakukan perburuan terhadap hama tikus ini yaitu dengan cara memberi umpan racun tikus dan perburuan dengan cara lainya namun kegiatan tersebut hanya bersifat perorangan saja” kata Danramil 01 Kota Klaten kapten Czi Rusmani

Dalam aksi  Gropyokan hama tikus  bersama Gapoktan Sri Sadono mendapatkan ratusan ekor tikus yang berhasil di tangkap dan di bom racun tikus serta dimusnahkan.

“Dengan memusnahkan hama tikus ini diharapkan hasil panen padi akan meningkat sekaligus bisa mendukung menyukseskan program Swasembada pangan,"ungkap Sri Sadono Gapoktan.(htm55.Pendim 0723/Klaten).
Dr. H. Muh Baehaqi, MM., dan Eko Sariyekti, M.S.I.
Temanggung, Hariantemanggung.com - Selain mendidik dan mengajar, tugas dosen juga meneliti atau meriset dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM., Senin (21/1/2019) saat merillis buku barunya berjudul Seni Rebana Perempuan di Temanggung: Studi Komunitas Rebana Salaf Khoirun-Nisa yang diterbitkan CV. Pilar Nusantara.

Buku tersebut merupakan hasil riset transformatif di Temanggung yang didanai Diktis Kemenag RI pada tahun 2018 berjudul "Peningkatan Kualitas Seni Rebana dalam Komunitas Rebana Salaf Khairun-Nisa di Kecamatan Tembarak Temanggung".

Riset yang menjadi buku tersebut ditulis bersama Eko Sariyekti, M.S.I dosen STAINU Temanggung. Dalam risetnya, seni rebana perempuan khas Temanggung sangat unik dan menjadi salah satu khazanah budaya di Indonesia bahkan dunia karena fokus dilakukan kaum perempuan.

Menurut Dr. H. Baehaqi, seni rebana perempuan di Temanggung memiliki tipe menarik dan memuat kearifan lokal dibandingkan dengan seni rebana di daerah lain. "Seni rebana dalam penelitian yang kami lakukan memiliki tipe berbeda dengan seni yang lain. Salah satunya kearifan lokal dan digabungkan dengan nilai-nilai Islam," beber doktor jebolan UII Yogyakarta.

Dalam penelitian itu, peneliti merangkul komunitas masyarakat dan komunitas rebana dengan diberi tindakan melalui workshop, dilanjutkan dengan gebyar rebana. "Hasilnya, ada peningkatan ilmu dalam ketukan dan vokal dalam rebana," katanya.

Pihaknya berharap, dengan adanya buku itu menjadikan kiprah STAINU Temanggung makin nyata dan benar-benar mewujudkan kampus berbasis riset. (htm44/Ibda).

Kandangan, Hariantemanggung.com - Pemuda Dusun Kopen, Desa Kandangan, Temanggung yang tergabung dalam Karang Taruna "Taruna Sakti" telah menggelar pemungutan suara Pemilihan Ketua Karang Taruna Periode 2019-2021, di TPQ Al- Irsyad dusun Kopen desa Kandangan, Temanggung, kemarin (19/1/2019).


Hasilnya, anggota Karang Taruna atas nama Isriyono terpilih sebagai Ketua Karang Taruna "Taruna Sakti" dusun Kopen. Ketua tersebut diraih  setelah mengalahkan tujuh calon  lainnya.



“Kandidat nomor urut enam  atas nama Isriyono terpilih sebagai Ketua Karang Taruna dengan perolehan 37 suara, peraih suara terbanyak kedua adalah saudara Nuri Wibowo dengan jumlah 25 suara,” ujar Sekertaris Pelaksana Pemilihan Ketua Karang Taruna "Taruna Sakti" dusun Kopen Ibrahim Khasan saat dikonfirmasi Hariantemanggung.com via WhatsApp.



Isriyono terpilih melalui mekanisme dua kali putaran pemilihan. Hal ini dikarenakan ketika pemilihan pertama yang berjumlah delapan kandidat tak satupun yang memperoleh 50 % hasil suara. Sehingga dilakukan dua kali putaran dengan jumlah pemilih sejumlah 75 orang.


Isriyono sendiri di anggap mampu menjalankan roda organisasi Karang Taruna berbekal pengalamannya menjadi pengurus di Karang Taruna pada periode sebelumnya. (htm44).
Suasana Rapat Evaluasi STAINU Temanggung

Temanggung, Hariantemanggung.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pada 26 Januari 2019 mendatang di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung. Hal itu diungkapkan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM pada Kamis (19/1/2019) di ruang B1 gedung Tarbiyah STAINU Temanggung saat Rapat Evaluasi Dosen dan Pembagian Jadwal Perkuliahan semester genap tahun akademik 2018-2019.

“Insyaallah, besuk tanggal 26 Januari 2019, Muskerwil PWNU Jateng akan bertempat di STAINU dan KBIH Babussalam,” beber Baehaqi.

Menurut dia, persiapan sudah dilaksanakan, dan direncanakan, akan hadir Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dan jajarannya, dan acara akan dihadiri juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta jajarannya.

“Ini merupakan agenda besar, dan banyak rumusan yang akan dibahas di dalamnya,” ujar Bendahar Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKPTKIS) Kopertais X Wilayah Jateng tersebut.

Usai rapat, STAINU, PCNU Temanggung dan panitia lokal juga menggelar koordinasi di hari yang sama bersama Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. HM Muzammil beserta jajarannya di KBIH Babussalam NU Temanggung.

Seperti diketahui, PWNU Jateng telah memersiapkan Muskerwil NU Jateng di kampus STAINU Temanggung yang akan digelar Sabtu (26/1/2019) mendatang. Menurut informasi yang didapat Hariantemanggung.com, bahwa seluruh personal PWNU Jateng  dan utusan dari lembaga dan banom NU tingkat Jateng serta utusan PCNU se-Jateng akan mengikuti kegiatan permusyawaratan tertinggi kedua  setelah konferensi wilayah ini.

Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU dibawah PWNU Jateng dikonsolidir dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih antara sesama lembaga atau banom, bahkan dengan program kerja NU dalan forum Pembinaan dan Koordinasi lembaga di lingkungan PWNU Jateng pada  awal tahun 2019 ini.

Semua lembaga dan banom, dalam forum tersebut, akan memaparkan program-programnya, baik untuk jangka pendek, menengah, panjang dan program prioritas. Selanjutnya akan diharmonisasi dan disinkronkan dengan program NU yang akan dibahas di arena Muskerwil  di STAINU Temanggung.

Selain akan membahas dan menetapkan program kerja PWNU Jateng masa khidmah lima tahun ke depan yang disinkronkan dengan program kerja perangkat-perangkatnya, Muskerwil juga akan membahas materi-materi yang akan dibahas dalam Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional (Konbes & Munas) Alim Ulama NU di Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Kota Banjar Jabar 27 Februari – 1 Maret 2019 mendatang. (htm44/Ibda).