Pasang Iklanmu Di Sini!


Sucen, Hariantemanggung.com -  Dalam rangka membangun kerukunan warga,Panitia HUT RI Dusun Sucen, Gemawang, Temanggung, menggelar doa bersama di Masjid Al-Huda Nur rohmat sucen Jum’at malam (16/8/2019).

Kegiatan itu diselenggarakan Pemuda Dusun sucen yang menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat, pemuda pemudi Prabaswara, Ansor, Muslimat fatayat  NU Anak ranting sucen.

Dalam pembicaraan Ketua pemuda mengajak semua masyarakat dan berbagai organisasi yang ada di Dusun ini untuk bisa bersatu maju bareng membangun persatuan agar kerukunan warga tetap terjaga. (htm44).

Malebo, Hariantemanggung.com - Beberapa tradisi seputar peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah diselenggarkannya “ Malam Tirakatan” . Setidaknya kita dapat menjumpai di sekeliling wilayah tempat tinggal kita. Tidak hanya dalam lingkup kantor namun juga di desa desa, dusun dusun, hingga di level tingkat RT.

Seperti malam hari ini Jumat (16/08/20) warga RT 06 RW 04 Dusun Malebo Timur, Desa Malebo, Kecamatan Kandangan, Temanggung menggelar acara yaitu dengan nama malam "tirakatan", Acara ini di mulai dari jam 19.30 WIB.

Sesuai dengan namanya ‘tirakat” biasanya berlangsung dengan khidmat diisi dengan pembacaan do’a dan penerungan arti dari pengorbanan para pahlawan dan makna dari kemerdekaan Indonesia.

Acara ini dihadiri mulai dari sesepuh setempat ibu-ibu bapak-bapak remaja sampai pemuda tidak lupa pula anak-anak.  "Dengan diadakannya acara tirakatan ini semoga kita tidak lupa akan perjuangan pahlawan-pahlawan kita, mungkin tanpa mereka saat ini kita masih di jajah, tutur bapak muadzim selaku pengurus RT setempat," katanya.

Acara di mulai dari sholawat rebana, tahlil & dzikir bersama dan di tutup dengan bapak kyai musyafak selaku tokoh agama di Dusun Malebo Timur, Desa Malebo, Kandangan, Temanggung. (htm55//agus).

Tembarak, Hariantemanggung.com - Melalui Hibah Dana  Bantuan Pengabdian Diktis Kemenag RI, Tim Pengabdian Masyarakat STAINU Temanggung melaksanakan Program  Pembinaan Keahlian Perawatan Jenazah di Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Program ini merupakan program peningkatan keahlian bagi para perawat jenazah (mujahiz/ah) melalui teori dan praktik perawatan  jenazah.

Sebagai ketua tim pengabdian, Hidayatun Ulfa, M.A. menyampaikan kegiatan tersebut dimaksudkan agar setiap dusun di Tembarak Kabupaten Temanggung mempunyai standardisasi dalam merawat jenazah. 

“Selain itu, budaya di pedesaan ketika merawat jenazah khususnya memandikan dan mengkafani jenazah sering main regudugan. Dan yang paling memprihatinkan lagi, kurang adanya koordinasi yang baik ketika memandikan dan mengakafani jenazah, terlebih lagi bagi ibu-ibu. Masih sering dijumpai adanya perbedaan pendapat ketika sudah dihadapkan langsung dengan jenazah sehingga ketika memandikan jenazah, misalnya, masih ada argumen ini begini dan ini begitu. Hal tersebut justru mengurangi khidmat dan fokus para mujahiz/ah dalam merawat jenazah,” kata dia.

Selain itu, Muhamad Yusuf, S.H. selaku nara sumber, menekankan bahwa dalam merawat jenazah khusunya memandikan dan mengkafani jenazah seyogyanya dilakukan oleh anggota keluarga jenazah dan orang yang diberi wasiat oleh almarhum/ah semasa hidupnya.

"Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, hiroh panjenengan semua untuk merawat jenazah keluarga sendiri semakin kuat. Sebagai keluarga, pasti mampu menjaga "amanah" dalam menjaga rahasia yang ada pada jenazah," kata dia.

Kegiatan Pelatihan Perawatan Jenazah ini dilaksanakan tanggal 12-13 Agustus 2019 di SMA Islam Sudirman Tembarak Kabupaten Temanggung dan diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing desa yang ada di wilayah Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung.

Pada hari pertama, materi disampaikan oleh M. Yusuf, S.H., seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Temanggung. Materi yang disampaikan adalah materi tentang perawatan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyolati,  dan menguburkan jenazah. Para peserta sangat antusias dalam sesi tanya jawab terkait hal-hal yang menjadi budaya lokal daerah, misalnya penggunaan bunga di keranda atau sebagai taburan, mblusuki jenazah, menyiramkan air dengan bambu di atas tanah kubur, dan masih banyak hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Adapun hari berikutnya, materi tentang praktik perawatan jenazah. Praktik tersebut dipimpin langsung oleh H. Minanurohman, M.Ag., Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Temanggung. Praktik yang dilakukan adalah praktik memandikan dan mengkafani jenazah. Dua praktik tersebut membutuhkan waktu yang cukup banyak, mengingat praktik tersebut membutuhkan keahlian dan ketelitian khusus.

Kegiatan tersebut menghasilkan sebuah produk berupa video  tutorial perawatan dan pemulasaran jenazah sederhana. Dengan video tersebut diharapkan mampu menjadi acuan sederhana dalam perawatan dan pemulasaran jenazah. (Htm33/Hms).
SRAGEN, Hariantemanggung.com – Puluhan warga Desa Karungan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen Jawa Tengah meminta pendampingan bantuan hukum kepada Adv Asri Purwanti, SH. MH. CIL Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah, menindaklanjuti indikasi penyelewengan dana pemberdayaan budidaya belut masyarakat yang di danai menggunakan DD tahun anggaran 2017-2018 oleh kepala desa dengan inisial JS. Dalam Jumpa Pers, Asri Purwanti menjelaskan “Indikasi penyimpangan pengelolaan keuangan bermula dari kecurigaan warga desa karungan atas program budidaya belut masyarakat yang di danai DD tahun 2017-2018 tidak sesuai dengan RAB mengingat bantuan langsung budidaya belut untuk kelopok sejumlah 14 RT dari 4 kebayanan dengan anggaran 210jt” Jelas Asri kepada awak media saat jumpa pers di RM. Ayam Ayam Sragen, dalam siaran pers yang diterima Hariantemanggung.com, Jumat (09/08/2019) Sambil memperlihatkan data dari masyarakat, Asri memaparkan; penerima bantuan dalam jumlah uang tunai 2jt untuk 13RT & 3jt untuk 1RT, 15 drum plastik menurut warga (andik/besut) satuan harga drum plastik senilai Rp.210.00, 10 kg bibit belut, dengan harga bibit belut senilai Rp.100.000/kg dan buku, kaos, topi yang tidak di ketahui harganya, serta uang pelatihan @Rp 50.000,- yang di ikuti oleh 35 orang warga desa karungan. Parahnya ada 1 RT yang tidak menerima realisasi apapun sampai sekarang yaitu Rt 10. Ada perbedaan jumlah RAB yang semestinya adalah Rp.210.000.000,- akan tetapi dalam realisasi pengeluaran pembiataan budidaya belut tersebut hanya senesar Rp.63.650.000,- ada selisih dana sebesar Rp.146.350.000, Jadi total yang di terima 14RT/kelompok sebesar Rp.63.650.000. Asri Menegaskan “indikasi penyimpangan anggaran tersebut akan kami tindak lanjuti bersama masyarakat yang dirugikan secara serius kepada pihak yang berwajib yakni Kepolisian dan Kejaksaan, atas dugaan penyelewengan oleh JS selaku Kepala Desa terkait dana pemberdayaan budidaya belut masyarakat di Desa Karungan Plupuh Sragen” Tegasnya. Asri juga menambahkan, setiap warga masyarakat yang mengetahui ada indikasi korupsi atau penyelewengan anggaran desa jangan takut untuk menindaklanjuti ke ranah hukum, kantor kami terbuka lebar 24jam, Adv Asri Purwanti, SH, MH & Rekan selalu siap untuk mendampingi serta memberikan bantuan hukum kepada masyarakat. “Prioritas pertama program kami adalah melakukan pendampingan dan pengawalan aspek hukum dana desa” Puskas Asri selaku Ketua DPD KAI Jawa Tengah. Nampak hadir dalam jumpa pers tersebut, Iman dari Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI), Dwi Iswanto Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Sragen, Adrian Sekretaris AWPI Sragen dari Media TELIKSANDI, serta beberapa Jurnalis dari Media Group AWPI. (kp55/Adrian/Teliksandi).