Pasang Iklanmu Di Sini!

Temanggung, Hariantemanggung.com - Pada hari Minggu (12/7/2020), Teater Petromas 11PM mengadakan reorganisasi kepengurusannya. Organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan ini menyadari akan pentingnya keberlanjutan roda kepemimpinan.

Acara yang dihadiri oleh senior, lurah, pengurus dan anggota teater tersebut berlangsung di sekretariat Teater Petromas 11PM. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan Sambutan. Pengenalan jargon baru “cahaya budaya” pun turut mewarnai dinamika organisasi ini.

Pada acara inti yaitu pemilihan lurah baru, beberapa nama dicalonkan dan terpilihlah lurah baru Teater Petromas 11PM yaitu Amir Mahmud. Adanya potong tumpeng di sela-sela acara reorganisasi merupakan wujud syukur Teater Petromas 11PM kepada Yang Maha Kuasa.

Ucapan selamat diungkapkan oleh para hadirin. “Mari kita rawat Teater Petromas 11PM ini bersama-sama,” pungkas Amir saat memberikan sambutannya. M.Hasyim Ardani, demisioner lurah, berpesan pada seluruh anggota teater untuk mempererat kerjasama antar anggota dan merawat inventaris. (Htm55/PAD).
Temanggung, Hariantemanggung.com - MI Ma'arif Malebo mengikuti Workshop guna untuk meningkatkan Kompetensi Kepala Madrasah (KKM) Kecamatan Kandangan selaku ketua tim pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan acuan kurikulum operasional yang harus disusun dan dilaksanakan pada masing-masing satuan pendidikan, untuk persiapan tahun ajaran 2020/2021.

Workshop yang dilaksanakan di Aula MI Muhamadiyah Malebo pada hari Sabtu (11/07/2020)) ini diikuti oleh 6 madrasah, acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

Sementara itu narasumber sekaligus pengawas dari PPAI Kecamatan Kandangan yaitu Ibu Nur Khumailah M.Pd, memberikan beberapa masukan terkait latar belakang, visi, misi, dan indikator visi misi. Paparan yang disampaikan dengan begitu jelas dan lugas.

"Semoga dengan adanya Workshop seperti ini untuk kedepannya semua Madrasah bisa lebih bisa mengembangkan proses pembelajaran di madrasahnya masing-masing karena ini sangat penting sebagai pedoman walaupun dalam masa pandemi covid-19 ktsp tetap dan disusun sebaik-baiknya," tutur Ibu Nur Khumailah M.Pd selaku narasumber dan Pengawas PPAI Kec.Kandangan. (htm54).
Purworejo, Hariantemanggung.com – STAINU Purworejo menggelar Webinar Internasional bertajuk “Masa Depan Pendidikan Islam: Antara Tantangan dan Peluang” yang menghadirkan tiga pemateri, Sabtu (10/7/2020). Pertama, Subi Nur Isnaini dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Kedua, Agustriyani Muzayamah dosen PTIQ Jakarta. Ketiga Muhammad Nur Salim, Diplomat RI di KBRI Bangkok Thailand sekaligus Ketua Komite Sekolah Indonesia Bangkok.

Ketua STAINU Purworejo Mahmud Nasir, mengapresiasi penuh kegiatan Webinar Internasional yang menghadirkan pemateri dan peserta yang terdiri dari berbagai belahan mancanegara ini. “Webinar seperti ini patut diapresiasi. Karena selain pematerinya luar biasa, tema yang diusung pada webinar ini juga sangat aktual,” katanya.

Dalam penyampaian materinya, Subi Nur Isnaini, menjelaskan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak. “Di era digital saat ini, orang tua harus lebih intens mendampingi anak-anak agar dapat bijak dalam bermedia," katanya.

Menurutnya, berkembangnya jaringan digital yang mampu diakses oleh semua khalayak memiliki dampak positif dan negatif. ”Digital memang sangat baik, bisa sebagai alat komunikasi dan alat bantu belajar. Namun ia juga mampu meruntuhkan nilai moral," kata doktor alumni Maroko ini.

Sementara itu, Agustriyani Muzayyanah menyampaikan peluang-peluang bagi dunia pendidikan di era digital. “Kita dimudahkan untuk dapat mengakses informasi apa saja, dan kapan saja.. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19 saat ini pendidikan dilakukan secara daring. Kita diuntungkan dengan hemat waktu, tenaga dan ruang belajar.” Katanya. “Kalau dulu kita mau berangkat ke kampus perlu butuh waktu berjam-jam karena perjalanan dan kadang ada kemacetan, maka sekarang untuk mengikuti perkuliahan tidak lagi menyita waktu, cukup di rumah," imbuhnya.

Muzayyanah juga memberikan tips sederhana dalam menghadapi era digital. “Antara peluang dan tantangan, pilihlah peluang. Karena di dalam tantangan pasti tersedia peluang,” kata Dosen Institut PTIQ Jakarta ini.

Webinar internasional ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai institusi perguruan tinggi, di Indonesia hingga Mancanegara. Pemilihan tema ini selain merepresentasikan STAINU Purworejo sebagai The Center for Islamic Education, juga dimaksudkan untuk merespon tantangan dan peluang Pendidikan Islam di Era Digital Pasca Pandemi Covid-19.

Selanjutnya dalam kesempatan kali ini, Muhammad Nur Salim menyampaikan bahwa di masa depan Indonesia sangat berpeluang menjadi pusat Islamic studies, setelah Mesir. Hal ini didasarkan pada adanya fakta Arab Springs di Timur Tengah yang belum usai hingga saat ini. Maka peluang Indonesia untuk menjadi Negara tujuan pendidikan Islam di zaman ini semakin optimis. “Seiring dengan berkembangnya zaman, kita harus tetap mengkondisikan pendidikan sesuai dengan zamannya," tegas dia.

"Bagi pendidikan Islam yang mengedepankan tradisi sanad keilmuan, memang offline menjadi paling utama. Tetapi bagaimanapun kondisinya, di era saat ini kita mulai harus membiasakan diri untuk memanfaatkan pendidikan secara online atau digital," kata Diplomat RI di KBRI Bangkok Thailand ini. (Htm55/Aniqoh).
Kranggan, Hariantemanggung.com - Untuk menyambut tahun ajaran baru, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Kranggan, Temanggung, mengadakan kegiatan seminar pembelajaran kreatif dalam masa pandemic Covid-19. Kegiatan tersebut diadakan di MI Salafiyah Prapak, Kranggan pada Sabtu, (11/07/2020).

Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan protokol kesehatan diantaranya, dengan mengukur suhu tubuh menggunakan thermogun, ruang kelas disemprot disinfektan, peserta mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer yang telah disediakan, peserta selalu menggunakan masker, serta menjaga jarak dengan merenggangkan kursi duduk.

Dosen Prodi PGMI STAINU Temanggung, Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd didapuk sebagai pembicara utama. Gandi menjelaskan Sekolah/Madrasah perlu mempersiapkan diri sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Sekolah/Madrasah saatnya bertranformasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Pertama, dalam perencanaan sekolah/madrsasah perlu berkoordinasi dan kerjasama Pemerintah. Merencanakan pelaksanaan kegiatan yang akan dilakasanakan, membuat skema pelaksanaannya, mereduksi pelbagai identifikasi permasalahan yang ditemukan dengan menerapkan inovasi dan strategi.

Kedua, perlu identifikasi SDM dan fasilitas yang dimiliki Sekolah/Madrasah tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring, masih ditemukan beberapa hambatan khususnya berkaitan dengan literasi digital dari guru dan siswa, maka SDM yang memiliki kecakapan dalam bidang teknologi tersebut dapat memberikan bimbingan kepada rekan sejawat yang masih memerlukan bimbingan serta selalu sinergi dalam berkoordinasi dengan tripusat pendidikan.

Ketiga, transformasi pembelajaran dan layanan yang diberikan. Dalam memberikan pembelajaran guru dapat melakukan kombinasi dalam melakukan skema interaksi secara asynchronous dan synchronous menggunakan platform yang kita kuasai. Tentu saja dalam implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi dan lokasi tempat tersebut. Saat memberikan penugasan, guru perlu mendesain ulang tugas yang diberikan agar tidak tumpang tindih, alternatif yang paling sederhana yaitu dengan menggunakan konsep integrated curriculum dalam penugasannya, impelementasinya guru memetakan KD yang memiliki kesamaan dengan KD disiplin ilmu yang lain, kemudian tugas yang diberikan disinergikan. Konsep ini mampu mereduksi beban tugas yang diberikan jika guru mau mengimplementasikan. Konsep itu, akan lebih baik lagi jika dikorelasikan juga dengan pembangunan karakter siswa.

Keempat, menurut Gandi, target utama pendidikan yang dalam waktu dekat ini harus kita upayakan yaitu, kita harus bangkit dan bersatu, melaksanakan keberlangsungan pendidikan dengan senantiasa mau belajar, serta meningkatkan kualitas, kompetensi serta literasi digital kita. “Mungkin menurut Anda ini akan susah, tapi jika semuanya mudah, kita akan autopilot, bahkan loss stang, hehe. Pendidikan kita memerlukan pembaharuan, karena itu saatnya kita bangkit bersama”. Ujar Gandi.

Pada kesempatan itu, Gandi juga memberikan strategi pembelajaran yang menyenangkan yang dapat diimplementasikan. Diantaranya dengan menerapakan Office 365 khususnya SWAY dan Quiz. Pada kesempatan itu, Gandi menampilkan desain SWAY dan Quiz yang telah ia desain kepada peserta. Selain itu, Gandi juga mengajarkan peserta dalam membuat akun dan mendesain pembelajaran menggunakan aplikasi online Explee dilanjutkan tutorial penggunaan aplikasi perekam layar Bandicam.

Bapak Sahal S.Pd.I mengucapkan terimakasih kepada narasumber utama, dia berharap guru KKM Kecamatan Kranggan bekerjasama dengan guru lain, sehingga mampu memberikan bimbingan dan palatihan bagi rekan sejawat yang memerlukan bantuan.

Pada akhirnya, seluruh guru KKM Kecamatan Kranggan mampu bangkit, mampu mendesain dan melaksanakan pembelajaran secara menyenangkan, serta mendampingi siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. (Htm44).