PMB STAINU Temanggung 2018-2019

Ilustrasi
Semarang, Hariantemanggung.com - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dibuka pada Juni 2018. Total kebutuhan lebih dari 34.500 pegawai. Terdiri atas 4.512 pegawai untuk Pemprov Jateng dan 29 ribu pegawai untuk 35 kabupaten/kota di Jateng.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sri Puryono menjelaskan, kebutuhan paling banyak tenaga pedidikan dan kesehatan. Sisanya adalah tenaga teknis yang akan ditempatkan seperti di Dinas Bina Marga, Perumahan dan Permukiman, serta Pengelolaan Sumber Daya Air dan bidang administrasi.

“Saat ini masih tahap verifikasi untuk pengadaan. Pemprov usulkan 4.512 pegawai dan kabupaten kota 29 ribu lebih. Juni nanti pendaftaran,” kata Puryono, Selasa (15/5/2018) seperti dilansir dari Suaramerdeka.com.

Diperkirakan, tes CPNS akan dilakukan setelah Lebaran hingga September. Mereka yang lolos akan menerima nomor induk pegawai (NIP) sekitar Oktober dan menjalani prajabatan pada November-Desember 2018. Puryono mempersilakan kepada masyarakat yang ingin mengikuti pendaftaran CPNS karena terbuka untuk umum. Namun, dia menegaskan tidak ada titipan dalam bentuk apapun pada seleksi CPNS. “Tidak ada titip menitip karena sistemnya tes berbasis computer assisted test (CAT). Begitu tes akan keluar nilai kemampuannya. Kalau diterima, itu memang murni kemampuan peserta. Bukan karena anaknya sekda, anaknya siapa, anaknya titipan, tidak ada,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah Arief Irwanto mengatakan, pemerintah memang memprioritaskan formasi guru. Alasannya, peran guru tak bisa serta merta digantikan dengan teknologi dan berbeda dengan pegawai di bidang administrasi. Peran dan fungsi guru dipandang vital untuk membangun generasi bangsa yang cerdas dan memiliki karakter. Arief mengatakan, setiap tahun ada sekitar 2.000 pegawai yang pensiun. Sekitar 1.500 pegawai di antaranya adalah guru.

Saat ini langkah yang ditempuh Pemprov untuk menyiasati kekurangan pegawai salah satunya dengan mengoptimalkan jam mengajar guru. Jika biasanya guru hanya mengajar 24 jam per pekan maka ditambah menjadi 34 jam per pekannya.

Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Masruhan Samsurie mengatakan kondisi kekurangan pegawai memang harus segera dilakukan penambahan. Jangan sampai target-target kinerja pemerintah tidak maksimal gara-gara sumber daya manusianya. Namun, ia mengingatkan agar penambahan pegawai benar-benar disesuaikan dengan kebutuhannya. Harus dilakukan kajian mengenai jumlah dan posisi yang dibutuhkan.(htm44/sm).
Hariantemanggung.com - Generasi muda saat ini atau kerap disebut generasi millenial adalah generasi yang sangat paham teknologi dan berpikiran terbuka. Mereka cenderung bisa mengetahui segala informasi dengan mudah dan cepat dari internet. 

Pertukaran informasi menjadi sangat cepat bukan hanya antar daerah, namun juga antar negara walaupun jaraknya sangat berjauhan. Hal ini membawa dampak positif namun juga dampak negatif seperti misalnya adaptasi budaya, gaya hidup dan makanan dari negara lain yang lebih diutamakan dibandingkan milik Negara sendiri.

Jika kita lihat dari kondisi sekarang, banyak generasi muda masih melihat budaya atau gaya hidup negara lain lebih keren, makanan negara lain lebih enak, dan seterusnya. Padahal Indonesia merupakan salah satu Negara Kepulauan dengan budaya, tradisi, dan makanan khas daerah yang paling beragam dan layak dibanggakan. Dari semua pulau dan suku yang ada di Indonesia, masing-masing memiliki makanan khas daerahnya dengan keunikannya sendiri. Selain itu, makanan dari Indonesia dikenal sebagai makanan dengan banyak bumbu dan rempah yang kaya rasa, yang mungkin tidak bisa ditemukan di negara lain.

Mister Potato yang merupakan salah satu brand keripik kentang produksi PT Pacific Food Indonesia, menyadari hal itu dan ingin mengangkat rasa-rasa lokal ini menjadi salah satu rasa andalan mereka. “Kami menghadirkan inovasi rasa lokal yang banyak digemari masyarakat Indonesia dengan menghadirkan rasa Keju Madu dan Balado yang mencerminkan semangat lokal dan mengusung komunikasi utama brand Mister Potato tahun ini yaitu "Pride of Indonesia” ucap Bp. Leovhaty Augusta AHB – Marketing Manager Smax & Mister Potato, Mamee Indonesia, PT Pacific Food Indonesia.

Rasa Balado diangkat karena mayoritas masyarakat Indonesia menyukai makanan pedas. Cabai merupakan salah satu bumbu yang tidak bisa dipisahkan dari masakan-masakan Indonesia. Sambal Balado sendiri adalah salah satu jenis sambal favorit yang sering dibuat. Mister Potato Crisp Balado dibuat dari bubuk cabai dan minyak cabai asli yang diharapkan cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.

Rasa Keju Madu ditujukan untuk remaja dan dewasa yang menyukai cita rasa modern dan para penyuka rasa manis dengan kandungan keju dan madu asli. “Hadirnya Mister Potato Crisps dengan rasa Honey Cheese dan Balado merupakan bentuk komitmen kami menghasilkan produk terbaik dan memberikan pilihan bagi masyarakat Indonesia dalam menikmati snack keripik kentang favoritnya sesuai dengan rasa yang disukai dan begitu dekat dengan masyarakat Indonesia ” Tutup Bapak  Leovhaty. (htm44/hms).
Suasana seminar
Kandangan, Hariantemanggung.com - Hawa sejuk Ramadan mulai tercium. Masyarakat mengadakan berbagai kegiatan menyambut datangnya bulan suci. Pimpinan Ranting Muhammadiyah Malebo, Kec. Kandangan, misalnya, mengadakan serangkaian kegiatan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Dimulai dari pengajian rutin bulanan Muhammadiyah se-Kandangan yang diadakan di Masjid Al-Huda, Malebo Utara, pada Jumat siang (11/05/2018).

Trimah, Ketua Pimpinan Cabang Kandangan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksanannya acara rutin ini. Di samping untuk mempererat silaturahim, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menambah wawasan keislaman bagi seluruh kaum muslimin dan muslimat di Kecamatan Kandangan dan sekitarnya.

Bisron Mukhtar, sebagai pembicara pada kesempatan itu menerangkan tentang wujud cinta Allah kepada manusia diberikan dengan cara dua hal, yakni dengan cara yang baik, misal dengan memberikan kenikmatan dan kesuksesan hidup. Adapun yang kedua adalah dengan cara yang buruk, misal dengan memberi ujian dan cobaan kepada manusia. 

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah ini juga mengajak kepada hadirin dan seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk senantiasa ikhlas dan bersyukur dalam hidup dan beramal. Ia menegaskan kepada para hadirin untuk tidak terjerumus ke dalam sifat pamer dan merasa diri sudah berbuat banyak untuk agama dan masyarakat.

Selanjutnya, Lanang Mudadi, dari Majlis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung, memberikan suntikan semangat kepada para pemuda dalam Seminar Pemuda dan Masa Depan, Sabtu malam (12/05/2018) di Masjid Al-Huda, Malebo Utara. Acara tersebut diselerenggarakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Malebo. 

Lanang Mudadi membawakan materi tentang fungsi dan peran pemuda Islam dalam menghadapi tantangan zaman. Lanang juga mengajak kepada pemuda-pemudi Islam di Malebo untuk selalu dekat dengan Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam.

Acara-acara yang merupakan rangkaian Gebyar Ramadan 1439 H ini dihadiri oleh ratusan jamaah, dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Kami sudah menyusun beberapa kegiatan di Gebyar Ramadan yang bisa diikuti seluruh masyarakat muslimin dan muslimat di Malebo. Silakan lihat daftarnya di baliho yang terpasang sebelah masjid ini,” ungkap Asrul Sanie, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Malebo, ketika menutup acara seminar. (htm44/AS).
Zaki Saputra (nomor dua dari kanan) saat bersama teman-teman pondoknya

Kranggan, Hariantemanggung.com - Santri yang viral di medsos lewat video rekaman di kawasan Simpanglima Kota Semarang, Jawa Tengah, ternyata adalah santri dari  Pondok Pesantren Al hidayah Prapak, Kranggan, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah yang memiliki nama lengkap Zaki Saputra, santri asal Palembang.

Ponpes Alhidayah ini merupakan asuhan dari KH. M. Furqon Masyhuri (Gus Furqon) yang juga Ketua Tanfiziyah PCNU Temanggung. Zaki Saputra, merupakan santri NU tulen yang kebetulan mau pulang ke Palembang tempatnya lantaran mau bekerja.

Saat dikonfirmasi, pihak Ponpes Alhidayah membenarkan bahwa santri di video tersebut benar santri Gus Furqon.

"Ya, dia benar Zaki Saputra, dia itu santri sini (Ponpes Alhidayah)," kata Anwar, teman pondok dari Zaki Saputro, Rabu (16/5/2018) saat dikonfirmasi Hariantemanggung.com melalui via telepon.

Anwar pun menjelaskan kronologi mengapa Zaki bisa ke kawasan Simpanglima Semarang dan dirazia polisi karena diduga teroris tersebut. 

"Zaki itu mondok di sini baru dua tahun. Lah, setelah dua tahun terus dia pulang. Waktu khataman kemarin, dia ke sini lagi, terus pulang dan pamit pulang pada Senin 14 Mei 2018 kemarin itu naik angkot dari Kranggan mau menuju ke Semarang karena rencana naik kapal pulang ke Palembang," beber dia panjang.

Dia saat khataman kemarin, kata Anwar, juga bantu-bantu di rumah Pak Yai Furqon. "Terus pada kemarin, Senin malam itu, pamitan sama ndalem dan teman-teman di pondok. Besuk lebaran kata Zaki mau ke pondok lagi," lanjut dia.

Sampai Semarang kan malam hari, kata dia, itu kan Senin malam ya, dia ngabarin. "Kang saya kena razia polisi dituduh teroris," kata Anwar yang menirukan telepon Zaki Saputra.

Terus dia ngomong dan ngirim foto selfi, kok bisa selfie-selfie, tanya saya saat itu, nah ceritanya panjang.

Kemarin, kata dia, sempat viral di berbagai instagram Ala NU, Santrionline, dan lainnya. "Tapi saat kami hubungi, dia bilang nanti lebih lanjut karena ceritanya panjang," ujar Anwar.

Anwar juga mengaku, kini Zaki sudah posisi perjanan menuju Palembang. "Dia menghubungi kami, terakhir sudah aman. Ceritanya mau naik kapal dari Semarang di pelabuhan Tanjung Emas mau ke Palembang," beber dia.

Anwar pun memberikan foto-foto Zaki saat masih di mondok di Ponpes Alhidayah. Menurut Anwar, Zaki orangnya pekerja keras, sehingga usai boyong dari pondok, kemarin ia mau kerja di Palembang, dan nanti Lebaran sowan ndalem lagi. "Eh, malah dirazia polisi dikira teroris, ternyata santri tulen dari Ponpes Alhidayah yang diasuh Gus Furqon Ketua PCNU Temanggung," lanjut dia. (htm44/hi).