Articles by "Religi"
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan


Magelang, Hariantemanggung.com
- Dzurriyah KRB Mangkuredjo menggelar mujahadah sebagai bagian dari birrul walidain, sebuah bentuk bakti yang tidak hanya diucapkan, melainkan dirawat dalam ingatan, niat, dan ketekunan. Acara yang berlangsung dengan suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan ini dihadiri para sesepuh, dzurriyah, kepala desa, masyarakat umum, dan santri dari berbagai kalangan pada Rabu (29/7) di Bukit Selogender, Baleagung, Grabag, Magelang.

Dalam catatan sejarah, KRB Mangkuredjo merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam Perang Jawa. Selain dikenal sebagai tokoh agama, beliau memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan Pangeran Diponegoro.

Lebih dari sekadar rangkaian ibadah, mujahadah memuat pesan yang mendalam, bahwa hidup adalah perjalanan untuk terus menjadi manusia yang lebih baik. Kehadiran para sesepuh dan dzurriyah menjadi penguatan batin tersendiri, seperti rantai yang tak putus dalam menghubungkan generasi, menjaga arah langkah, dan mengingatkan bahwa kebaikan selalu punya risalah.

Melalui mujahadah rutin tersebut, tali silaturahmi dipererat, ketakwaan ditumbuhkan, dan kecintaan kepada para pendahulu dijaga dalam cara yang paling damai melalui dzikir, doa, dan kesungguhan hati dan ikatan rasa. Sebab, ketika manusia meluruskan hubungan dengan leluhur, sering kali ia juga menemukan cara untuk meluruskan hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan.

Dalam kesempatan ini, Kasepuhan, Bapak Sumarko menyampaikan bahwa mujahadah merupakan usaha untuk menjaga iman dan keteguhan hati. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi jalan untuk mempertajam hubungan dengan leluhur agar tradisi kebaikan dapat berjalan istiqamah berlanjut bukan karena kebetulan, tetapi karena kesadaran dan keihlasan.

Acara kemudian diisi dengan pembacaan yasin, tahlil, dzikir serta doa bersama yang dipimpin KH.Muhyidin Sumurarum, Grabag. Jamaah mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias, seakan menyepakati satu harapan yang sama agar keluarga, masyarakat, dan lingkungan senantiasa dilimpahi ketenteraman, petunjuk, serta keberkahan.

Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara. Diharapkan mujahadah ini terus istiqamah dilaksanakan bukan hanya sebagai rutinitas, melainkan sebagai ruang untuk memperbaiki diri, menata hati, dan menjadikan kebaikan sebagai warisan yang terus hidup dari generasi ke generasi.


TEMANGGUNG, Hariantemanggung.com
– Ada yang berbeda pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah di Kabupaten Temanggung, pada Jumat (6/7/2025). Pasalnya, para panitia penyembelihan hewan kurban di berbagai lokasi mulai berbondong-bondong beralih menggunakan bahan alam pengganti kantong plastik sebagai wadah penyaluran daging kurban kepada warga masyarakat.


Langkah ini sesuai himbauan Pemerintah Kabupaten Temanggung, sebagai terobosan dalam rangka mengurangi volume sampah kantong plastik dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. 


Para panitia menggunakan bahan-bahan alam seperti daun pisang, daun jati, keranjang, besek, dan brongsong dari bilah bambu sebagai wadah penyaluran daging kurban kepada para warga.


Mereka menyebut, langkah ini merupakan sebuah terobosan positif demi membantu menjaga upaya pelestarian lingkungan alam secara berkelanjutan. Sehingga, hal ini rencananya akan dilakukan secara rutin di tahun-tahun selanjutnya.


“Ini baru pertama kali kami lakukan. Sebagai pengganti wadah kantong plastik, kami menyediakan ratusan keranjang bambu beralas daun pisang dan daun jati untuk wadah penyaluran daging kurban,” kata Ani Lestari (43), salah seorang warga Lingkungan Walitelon Selatan.


Demikian halnya yang dilakukan oleh panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Agung Darusallam Temanggung. Di tempat ini, pihak panitia juga beralih menggunakan wadah berbahan dasar alam pengganti kantong plastik.


Bupati Temanggung, Agus Setyawan berharap upaya pelestarian alam dengan cara pengurangan sampah kantong plastik seperti ini dapat diikuti oleh masyarakat secara luas dan berkesinambungan. 


Hal itu disebabkan lantaran plastik merupakan bahan yang sulit diurai oleh tanah, sehingga berdampak pada terus bertambahnya volume sampah.


“Semoga langkah-langkah yang mendukung upaya pelestarian alam seperti ini dapat terus dilakukan oleh seluruh masyarakat. Sehingga problem sampah di Kabupaten Temanggung perlahan terus berkurang,” harapnya.


Usai melaksanakan ibadah salat Idul Adha, Bupati Agus Gondrong langsung menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada Panitia Pelaksanaan Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Qurban 1446 Hijriyah di Masjid Agung Darusallam.


Dirinya juga menyerahkan secara simbolis Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Tahun 2025 untuk Kabupaten Temanggung berupa sapi jenis Limosin seberat 1,1 ton di Lingkungan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung.(HTM44/RIC).


Salatiga, Hariantemanggung.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengadakan kegiatan “Smart Bangsaku, Bersatu Indonesiaku! (Sehat Mental, Keluarga Cerdas, dan Tangguh) dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah”. Kegiatan ini diikuti siswa SMP/MTS di wilayah Kota Salatiga, bersama dengan orang tua dan guru pendamping siswa pada Rabu (16/10) di Aula Ganesha, Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Direktur Kerjasama Bilateral BNPT RI, Brigjen. Pol. Drs. Kris Erlangga Aji Widjaya. Saat memberikan sambutan Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dalam memberikan pemahaman kepada siswa, orang tua, dan guru terkait bahaya radikalisme terorisme di kalangan anak, perempuan dan keluarga.

Ia menegaskan bahwa pencegahan radikalisme harus dimulai dari keluarga dengan memperkuat ketahanan keluarga. "Ketahanan keluarga dalam menghadapi radikalisme berarti melindungi anggota dari ideologi ekstremis melalui nilai-nilai moral, komunikasi terbuka, dan pendidikan inklusif. Keluarga yang tangguh pasti akan menciptakan lingkungan yanh aman, sehingga mengurangi risiko terpapar paham radikal," ujarnya.

Brigjen. Pol. Drs. Kris Erlangga Aji Widjaya juga mendorong peserta untuk terus mengampayekan perdamaian “Kami mendorong guru dan pembimbing siswa SMP/MTS yang hadir pada kegiatan ini untuk menjadi agen perdamaian, mengorganisir orangtua, siswa dan siswi, serta menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan segala bentuk paham dan propaganda kelompok radikal terorisme, setidaknya di lingkungan sekolah dan keluarga masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma'arif, M.Ag menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas program mandatory dari BNPT ini. Program ini merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan bangsa di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Program ini menurutnya mencerminkan komitmen kuat untuk melindungi anak sebagai generasi muda bangsa serta perempuan dari ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan kita.

“Pertemuan kita hari ini sangat penting. Kita tidak hanya berkumpul dengan anak-anak, tetapi juga dengan orang tua dan organisasi masyarakat yang memiliki visi yang sama. Inilah bentuk nyata dari kerja kolaboratif penthahelix, FKPT bersama institusi pendidikan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan kerja sama ini, kita bisa membangun bangsa yang lebih kuat dan harmonis,” ujarnya.

Turut memberikan sambutan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Dra. Siti Nur Solikhah mengatakan bahwa Kegiatan ini sangat penting dalam membuka wawasan kebangsaan kita semua, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini, termasuk didalamnya masalah radikalisme-terorisme yang harus dicegah melalui peran keluarga.

Kegiatan tersebut setelah resmi dibuka dengan diakhiri foto bersama sebagai simbol kolobarasi dan kerjasama yang kuat dalam memerangi intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Dilanjutkan sesi diskusi yang diisi oleh narasumber baik dari pusat maupun daerah yang dimoderatori Kabid Perempuan dan Anak FKPT Jawa Tengah, Dra. Atiek Surniati, M.Si. antara lain materi pertama dari Direktur Bilateral BNPT RI Drs. Kris Erlangga Aji Widjaya dengan materi “Ketahanan Keluarga untuk Mencegah Paham Radikalisme dan Terorisme”, materi kedua dibawakan seorang ahli psikolog, Wulansari Ardianingsih, M.Phil, M.Psi, Psikolog dengan materi “Generasi Smart (Sehat Mental, Keluarga Cerdas dan Tangguh)”, dan materi ketiga dari Kasi SMP Kota Salatiga, Sri Handayani Qosimiyati, S.Pd.,M.Pd  dengan materi “Pentingnya Komunikasi dan Kasih Sayang dalam Keluarga serta Lingkungan Pendidikan serta Menulis Surat ”.  

Hadir juga staf BNPT RI, Sekretaris FKPT Jawa Tengah Ahmad Ro’uf, M.Pd., Bendahara FKPT Jawa Tengah Siti Maemunah, M.SI, serta Kabid Pengkajian dan Penelitian FKPT Jawa Tengah Nanang Qosim, M.Pd.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kesbangpol Kota Salatiga yang diwakili Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga yang diwakili Sekretaris Pendidikan Kota Salatiga, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kecataman Sidorejo Salatiga, dan perwakilan Ormas NU, Muhammadiyah, PKK, Yayasan Percik dan rumah KitaB


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Peringatan Hari Santri Nasional tanggal  22 Oktober 2023 terasa berbeda, di mana ribuan santri berkumpul menghatamkan Al Quran juz 30 bersamaan secara bil ghaib. Dimulai dari jam 06.00 para santri dibawah bimbingan JQHNU kabupaten Temanggung mulai melantunkan surat  demi surat secara khidmah. 

Mereka berasal dari Madrasah Ibtidaiyah se Kabupaten Temanggung yang sudah mempunyai program takhfidz.

Menurut K. Agus Ahmad Yani Ketua PC JQHNU kabupaten Temanggung bahwa para santri yang hadir mengikuti kegiatan di Pendopo Pengayoman  adalah para siswa dan santri yang sudah hafal juz 30. 

Selama kegiatan para santri tidak diperkenankan membuka Al Quran. "Tujuan dari Kegiatan ini untuk memberi motivasi kepada santri dan   siswa Madrasah Ibtidiyah dibawah naungan Kementerian Agama untuk dapat mencintai Al Quran dengan menghafalkannya secara baik," ungkapnya. 

Tahun ini ada seribu lima ratus siswa yang mengikuti kegiatan ini. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Musthofa  Tebuireng 16 Temanggung ini pihaknya selama dua tahun terakhir sudah melaksanakan kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung untuk menyelenggarakan  pembinaan tahfidz bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Sampai pada kegiatan ujian hafalan bil ghaib JQHNU juga berperan sebagai pihak yang melaksanakan ujian.
Sementara itu Penjabat  Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo mengapresiasi kegiatan ini sebagian bentuk menumbuhkan semangat cinta Al quran untuk membentuk generasi yang salah dan salihah.

Pemerintah Kabupaten menfasiltasi kegiatan khotmil quran ini agar para santri dapat mengikuti dengan nyaman. Hadir juga dalam acara yang berlangsung khidmah kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung,  pengurus PCNU, Pengurus Daerah muhammadiyah, MUI dan Forkompinda serta para pengawas Madrasah.

 Setelah melaksanakan kegiatan ini para santri melanjutkan mengikuti apel Hari Santri Nasional di Alon alon kota Temanggung bersama ribuan santri lainnya. (htm/sul)

Temanggung, Hariantemanggung.com
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara Kirab Hari Santri Nasional tahun 2023 sebagai bagian dari Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional 2023 yang akan dilaksanakan tanggal 22 Oktober 2023 di Surabaya.

Kirab Santri tahun ini mengambil rute  Banten, Cirebon, Temanggung, Rembang dan berakhir di Surabaya.  Hal ini disampaikan Ketua Tim Kirab Hari Santri H.Edy Junaidi saat penyerahan pataka kirab kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH. Muhammad Furqon di halaman Masjid Al Barokah Bambu Runcing Parakan, Temanggung pada  Jumat 20 Oktober 2023.


Dalam hal ini, Temanggung ditunjuk sebagai tujuan kirab, karena terkait dengan sejarah perjuangan bangsa. Penyerahan  Kirab Santri tersebut menjadi penanda sejarah tentang perjuangan kaum santri melawan penjajah. Terutama,  sebagai tempat penyepuhan Bambu Runcing untuk senjata perjuangan melawan penjajah dengan tokoh utama KH Subkhi.

Ketika  sebelum Resolusi Jihad yang digaungkan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 1945 para pejuang dari berbagai kota di Indonesia terutama dari Surabaya berbondong bondong datang ke Parakan untuk menyepuh bambu runcing melawan pasukan sekutu.


Setelah penyerahan petasan dilanjutkan sambutan dari Pj Bupati Temanggung dan Ketua PCNU Temanggung. 

Acara yang juga dihadiri para santri dan pengurus NU ini dilanjutkan dengan ziarah ke makam KH Subkhi.

Para peserta kirab selanjutnya akan menginap di komplek Kampus Hijau  Inisnu Temanggung, AKPER NU, dan KBIHU Babussalam pada Sabtu (21/10/2023). Pada pagi hari ini, rombongan kirab akan meneruskan perjalanan ke Rembang dan akan berakhir di Surabaya. (htm/sul)


Temanggung. Hariantemanggung.com - Bertempat di aula lantai 3 Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa sivitas akademika yang terdiri atas dosen dan mahasiswa INISNU wajib menerapkan Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Hal itu terungkap dalam Sholawatan dan Mujahadah yang menjadi rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) INISNU Temanggung pada Jumat malam (15/9/2023). 

Mujahadah dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Temanggung KH. Agus Thoifur didamping Rektor INISNU Dr. KH. Muh. Baehaqi, Warek I Hamidulloh Ibda, Warek III Moh. Syafi' bersama Grup Hadrah Trisula dan mahasiswa baru peserta PBAK.

Rektor INISNU Dr. KH. Muh. Baehaqi mengatakan bahwa pelaksanaan Sholawatan dan Mujahadah tersebut merupakan wujud pelaksanaan dari dharma keempat yaitu Aswaja Annhadliyah. Sebab, Catur Dharma Perguruan Tinggi terdiri atas pendidikan-pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan Aswaja Annahdliyah.

PBAK secara resmi dibuka pada Rabu (13/9/2023) dan akan berakhir pada Sabtu (16/9/2023) dengan kegiatan Studium Generale yang menghadirkan Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Aziz Hakim. (htm/sul)


Temanggung, Hariantemanggung.com
- KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengatakan bahwa beragama dan bernegara harus menyenangkan. Sebab, kalau tidak menyenangkan maka ada yang salah dalam beragama dan bernegara seorang.

"Pada hakikatnya, agama lahir sebagai solusi bukan sebagai problem," kata Gus Miftah dalam Talk Show Bersama Gus Miftah bertajuk 'Orasi Kebangsaan Beragama Berbangsa yang Happy dan Menyenangkan' yang dihadiri ribuan peserta dari unsur mahasiswa INISNU Temanggung, AKPER Al-Kautsar, pelajar SMA, SMK, dan MA se Kabupaten Temanggung pada Jumat pagi (16/6/2023) di kompleks INISNU Temanggung.

Ketika berbicara wasatiyyah, lanjutnya, wasat itu kan artinya tengah atau tengah-tengah. "Maka kalau di NU, kita harus paham konsep Tasamuh, konsep Tawassuth, konsep Tawazun, dan lainnya. Namun dalam hal ini kita belajar tentang wasatiyah," katanya.

Dipaparkannya, bahwa landasan wasatiyah adalah Surat Al-Baqarah ayat 143 yang artinya "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu," katanya.

Dalam Bahasa Arab, katanya, wasatiyah, tidak condong ke kanan, dan tidak condong ke kiri. "Dalam Alquran ada konsep adil, dan Allah sangat mencintai orang adil," katanya.

Maka jika di dalam perlombaan olahraga, katanya, ada wasit. "Ini selaras dengan wasatiyah, karena wasit itu tugasnya menjadi penengah," tegas Gus Miftah yang didampingi Rektor INISNU Dr. Muh. Baehaqi dan Kepala Kepolisian Resor Temanggung AKBP Agus Puryadi tersebut.

Konsep wasatiyah tersebut menurut Gus Miftah sudah diterapkan di Indonesia melalui Pancasila. "Maka saya tidak setuju jika Pancasila diganti dengan Trisila, Ekasila, dan lainnya karena Pancasila sudah paripurna," katanya.


Gus Miftah menjelaskan ada tiga makna wasit. "Pertama adalah wasit sebagai penengah atau perantara misal dalam perdagangan bisnis, kayak makelar. "Makelar itu pekerjaan mulia kalau dia jujur," katanya.

Kedua, makna wasit sebagai pelerai atau penengah, seperti tugas Pak Kapolres ini. Maka di dalam hukum saat ini ada Restorative Justice. "Tidak semua masalah hukum bisa dibawa ke ranah hukum. Ketika sudah dilaporkan, bisa dicabut," katanya.

Ketiga adalah wasit sebagai pemimpin pertandingan. "Ini adalah yang paling umum di Indonesia seperti wasit sepak bola, tinju, dan lainnya," katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa lawan moderasi beragama adalah beragama dengan ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Maka semua jemaah yang hadir untuk tidak melakukan ekstrem yang mengatasnamakan agama. (htm/sul)


Jagad.santri, sebuah media Instagram yang khusus menyajikan konten-konten pendidikan Islam, telah berhasil menarik perhatian ribuan pengguna di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, Jagad.santri mampu menjadi wadah yang efektif dalam menyebarluaskan nilai-nilai dan pengetahuan tentang agama Islam kepada masyarakat luas.


Media Instagram ini didirikan oleh sekelompok santri yang peduli terhadap pendidikan Islam dan merasa perlu untuk menghadirkan platform yang mudah diakses bagi semua kalangan. Jagad.santri menyediakan berbagai jenis konten pendidikan, termasuk tafsir Al-Quran, hadis, sejarah Islam, serta pelajaran tentang ibadah dan akhlak yang baik.

Salah satu hal yang membuat Jagad.santri begitu populer adalah keunikan kontennya. Selain menyediakan gambar dan teks yang informatif, Jagad.santri juga menghadirkan video singkat yang menarik dan cerita inspiratif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Konten-konten ini disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga dapat menarik perhatian anak muda yang aktif di media sosial.


Jagad.santri tidak hanya berfokus pada aspek teoretis agama, tetapi juga berusaha memberikan pemahaman yang praktis dan relevan dengan konteks kehidupan modern. Mereka menghadirkan diskusi mengenai permasalahan sosial, kesehatan mental, dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam menjalankan agama Islam di era digital.


Dalam waktu singkat, Jagad.santri telah berhasil membangun komunitas yang solid di Instagram. Mereka aktif berinteraksi dengan pengikut mereka melalui kolom komentar, direct messages, serta kuis atau tantangan yang melibatkan pengguna. Hal ini membantu memperkuat ikatan antara pengelola dan pengikut, serta mendorong terjadinya dialog yang konstruktif mengenai agama Islam.


Salah satu pengikut Jagad.santri, M. Nur Hidayatulloh, mengatakan, "Saya sangat terinspirasi dengan konten-konten yang disajikan oleh Jagad.santri. Mereka tidak hanya memberikan penjelasan yang jelas mengenai agama, tetapi juga membantu saya dalam menjalankan agama di tengah kehidupan modern. Saya merasa terhubung dengan mereka melalui media sosial ini."


Jagad.santri juga telah bekerja sama dengan beberapa ulama dan tokoh pendidikan Islam terkemuka untuk menghadirkan konten yang berkualitas. Mereka mengundang ulama dan cendekiawan Muslim untuk berbagi wawasan dan pandangan mereka dalam bentuk wawancara dan ceramah singkat. Hal ini memberikan perspektif yang beragam dan mendalam mengenai Islam kepada pengikut Jagad.santri. (htm/mif)


Hariantemanggung.com - Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Keniten II Kecamatan Kedungbanteng berhasil meraih Juara I Lomba Ansor Got Talent (Pencarian Bakat Ansor) se-Kecamatan Kedungbanteng pada Ansor Leadership Camp (Kemah Kepemimpinan) yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kedungbanteng di Curug Gomblang Camp Area, Kalisalak, Kedungbanteng, Sabtu-Ahad, 29-30 Oktober 2022.

Acara yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Santri ini, sebagai media silaturrahim antar kader Ansor untuk menjalin persaudaraan, meningkatkan keterampilan, dan berkompetisi dalam kebaikan. Materi kepemimpinan dan keorganisasian diberikan untuk membekali para kader sebagai calon pemimpin organisasi dan menjadi teladan bagi masyarakat di masa depan.

Sementara, lomba yang dikompetisikan yaitu lomba memasak dan Ansor Got Talent sebagai ajang pencarian bakat. Beruntung, PR GP Ansor Keniten II telah menjadi juara pertama dalam ajang lomba pencarian bakat Ansor yang mengasah keterampilan dan mengembangkan kreativitas kader.

“Kami bersyukur telah berhasil menjadi juara I pada lomba ajang pencarian bakat Ansor. Prestasi ini menjadi torehan kemenangan bersama bagi kader,” terang Taufik Waluyo, Ketua PR GP Ansor Keniten II, Ahad (30/10/2022).

Menurut Taufik, lomba pencarian bakat menjadi menarik untuk dikembangkan sebagai sarana untuk memunculkan potensi kader Ansor, termasuk pada lomba memasak. Melalui materi Kemah Kepemimpinan dan semua jenis lomba yang dikompetisikan, mengajak kader Ansor untuk siap menghadapi segala bentuk perubahan dengan potensi yang dioptimalkan.

“Kebetulan kami menampilkan sulap ajaib berupa permainan gangsing di tangan dan bambu gila. Jenis permainan ini dipraktekkan dengan segala kemampuan dan kreativitas sehingga dapat memukau dewan juri dan peserta yang lain sehingga dapat meraih Juara Tergiat III,” pungkasnya.
(Musmuallim)


Grobogan, Hariantemanggung.com - Dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Massal, Pengurus ranting NU Desa Pulorejo, Kec. Purwodadi, Kabupaten Grobogan menggandeng seluruh tokoh masyarakat, pamong desa, para aghniya', Muslimat NU, Fatayat, LDNU, Ansor, Banser serta pemuda karang taruna setempat untuk mengadakan pengajian akbar yang akan dihadiri oleh da'i kondang asal bojonegoro, KH. Anwar Zahid, pada tanggal 5 Oktober 2022 M, bertepatan pada tanggal 9 Rabiul Awal 1444 H bertempat di Dusun Winong RT 04, Desa Pulorejo.

Siswoyo, selaku ketua penitia sekaligus ketua ranting NU desa Pulorejo menegaskan bahwa selain KH. Anwar Zahid, pihak panitia juga akan menghadirkan majlis sholawat Jati Sumo Negoro (JSN) dari Demak untuk ikut memeriahkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad tersebut.

"Acara pengajian ini juga akan dihadiri oleh tokoh NU sekitar, diantaranya, ketua tanfidziyah PCNU kab. Grobogan beserta jajarannya, MWC NU Kec. Purwodadi, serta para pejabat dari kecamatan dan desa setempat." tambahnya.

Menurut sekretaris kegiatan, yakni Priyantana atau yang akrab disapa Mas Antik tersebut, meskipun kegiatan ini diselenggarakan di dusun Winong RT 04, sejatinya, acara ini disokong oleh 3 RT, yaitu RT 03, 06 dan 04.

Ia juga menjelaskan, "mengadakan acara besar seperti pengajian akbar ini perlu melibatkan banyak pihak dan perlu persiapan yang detil, mulai dari kesiapan tempat, jadwal pengisi acara, perijinan, pendanaan, fasilitas parkir, keamanan, tempat untuk PKL, konsumsi pengunjung, dan lain sebagainya. Semua perlu dipikirkan secara matang."

Dari sisi lain, Rakijan, selaku bendahara kegiatan sangat optimis bahwa agenda besar ini akan berjalan dengan lancar meskipun memerlukan dana yang tidak sedikit.

"Melihat ansusias dari para donatur serta dukungan dari masyarakat sekitar, masalah pendanaan Insyaallah akan bisa ter-cover dengan baik." ucapnya.

Dalam kesempatan lain, koordinator acara dan publikasi media, Miftakhul Khoiri, mengungkapkan bahwa kegiatan positif semacam ini perlu dikelola dengan baik dan dipublikasikan seluas-luasnya agar dapat berdampak bagi masyarakat umum. 

"Yang penting kita berusaha sebaik mungkin semampu kita, selebihnya kita serahkan pada Yang Di Atas." pungkasnya. (htm/MK)


Temanggung - Pimpinan Cabang Fatayat Kabupaten Temanggung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII yang bertempat di Aula Babussalam NU Temanggung, Ahad (23/10/22). Konfercab ke VIII Fatayat NU Kabpaten Temanggung ini mengambil tema “ Memaknai Era Disrupsi Informasi dan Digitalisasi untuk Penguatan Keberagaman yang Rahmatan Lil’Alamin”.

Konferensi Cabang (Konfercab) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali ini, merupakan majelis tertinggi dalam organisasi Fatayat tingkat cabang. Hal ini disampaikan oleh Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng Ibu Misabhatul Hidayati, M. Si., Tujuannya adalah untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan juga membahas program kerja selama 5 tahun ke depan. Selain itu, dalam Konfercab juga dilakukan proses pemilihan ketua baru.

Ketua PCNU Temanggung KH Furqon Masyhuri “Al Mar'atu imadul bilad, perempuan adalah tiangnya negara. Ketika perempuan solihah maka negara kita menjadi umat. Faktanya banyak perempuan yang menghancurkan negara dan berorientasi materialis. Ketika perempuan itu benar-benar solikhah maka saya yakin akan menjadi imatul bilad tiangnya negara”.

Oleh karenanya berfatayat bukan lah sekedar bermobilisasi, tapi berfatayat adalah berorganisasi untuk meningkat kan 3 kecerdasan. Kecerdasan Intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dari ibu yang mempunyai 3 kecerdasan maka lahirlah generasi generasi yang solih unggul dan berdaya, lanjutnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Pengurus Cabang Fatayat NU, Ibu Hj. Umi Tsuwaibah, S. Ag., M. Si. Fatayat harus berjiwa besar dan cerdas seperti kedua umul mukminin sayidah khadijah dan sayidah aisyah. Maka jadilah setelah 5 tahun ini kader-kader fatayat memiliki hal ini. Cerdas, kober dan bener. Dalam akhir sambutannya Beliau juga berpesan yang penting kita MAILUL QOLBI (condongnya hati).

Hadir membuka konferensi cabang (Konfercab) ke- VII, ketua BKBPP kabupaten temanggung Ibu Dra. Sri Endang Praptaningsih, M Si, sebagai perwakilan dari bupati temanggung. Dalam sambutannya ia berpesan semoga dalam penyusunan program kerja ini sahabat fatayat bisa turut andil menjadi pemimpin dan motivator dalam permasalahan-permasalahan yang ada di temanggung terkhusus dalam masalah Keperempuanan dan anak.

Konfercab Fatayat NU Temanggung ke VIII memutuskan Mandataris  ketua terpilih secara mufakat kader Fatayat NU Ibu Hj. Kurnia Atiullah, M. Pd untuk memimpin PC Fatayat NU Kabupaten Temanggung masa khidmat 2022 – 2027.


Ngaliyan, Hariantemanggung.com - Dalam rangka memeriahkan 10 Muharam, Majlis Ta’lim Azzahra Ngaliyan menyelenggarakan kegiatan santunan dan makan bersama anak yatim di Panti Asuhan Aslafuna Shalihin, Nongkosawit Gunung Pati Kota Semarang (21/08/2022).

Rombongan jama’ah ibu-ibu itu membawa sembako, makanan dan santunan langsung ke lokasi panti yang berada di atas tebing sungai. 

Wiwi Purwanti, selaku ketua majlis ta’lim menyampaikan pihaknya berniat silaturrahmi di panti asuhan untuk merayakan 10 muharam 1444 Hijriyah.

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin dari jama’ah untuk memperingati muharam tiap tahunnya, berupa santunan anak yatim. Di tahun ini kebetulan kami bersilaturrahmi di panti Aslafuna Shalihin. Kami menghimpun dana dari jama’ah untuk santri dan anak yatim di sini. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dan berkah,”harap Wiwi.

Ia mengajak santri dan anak yatim berdo’a agar para jama’ah diberi kesehatan, keistiqamahan dalam menjalankan kegiatan dan ibadah maupun pengajian, dan untuk majlis ta’lim Azzahra menjadi lebih baik dan bermanfaat.

“Begitu juga untuk anak-anakku di sini. Semoga selalu diberi kesehatan, panjang umur dan kelak menjadi anak-anak yang shalih,” katanya.

Efendi, pengasuh Panti Asuhan Aslafuna Sholihin berharap kedatangan ibu-ibu membawa berkah.

“Kami mengucapkan terima kasih. Semoga Allah memberikan balasan lebih baik,” ujarnya.

Efendi menjelaskan panti yang beralamat di Nongkosawit Gunung Pati baru dua tahun ditempati. Sebelumnya Aslafuna Shalihin bertempat tinggal kontrak di daerah Ungaran. 

“Alhamdulillah dua tahun ini kami menempati panti di alam yang sejuk. Di atas sungai, tebing dan dengan keterbatasan tetapi alhamdulillah banyak ketenangan. Yang paling nikmat bukan bangunan, tetapi hati yang tenang,” ujar Ustadz asal Sayung Demak.

Meski begitu, Efendi mohon do’a restu karena dalam waktu dekat akan membangun pondasi bangunan untuk memperkokoh panti di atas tebing.

“Semoga kami bisa mengatasi keterbatasan ini. Kami juga menerima support dari jama’ah dalam bentuk apa pun baik bahan pembangunan maupun permakanan,” ujar kiai yang mengasuh 39 anak yatim itu.

Kegiatan dilaksanakan dengan rangkaian dzikir dan penyerahan bantuan. Kemudian para jama’ah makan bersama anak yatim di panti yang asri itu. (htm/taf)


Temanggung, Hariantemanggung.com - Bertempat di Gedung Koni Temanggung, Dinas Kominfo, eRTe FM dan Temanggung TV menggelar Halalbihalal pada Selasa (24/5/2022). Hadir semua ASN Kominfo, karyawan eRTe FM dan Temanggung TV.

Dalam sambutannya, Direktur eRTe FM Temanggung Puspita Andira Suryaningsih menyampaikan bahwa Halalbihalal di lingkungan Kominfo, eRTe FM dan Temanggung TV digelar tiap tahun.


Sementara itu, Pjs Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV Hamidulloh Ibda menyampaikan bahwa dalam satu tahun banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan, sehingga dipastikan ada kesalahan yang tidak bisa dihapus kecuali dilakukan permohonan maaf.


Kepala Dinas Kominfo Temanggung Samsul Hadi mengatakan bahwa setelah sebulan berpuasa, pasti akan lebih sempurna ketika saling bermaafan. 

Dalam kesempatan itu, juga digelar pelepasan ASN Kominfo yang telah purna yaitu Ibu Siska. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan berjabat tangan bersama-sama. (htm/ibd)


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Pengurus NU Ranting Tanggulanom menggandeng Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggulanom dalam menyelenggarakan pelatihan pemulasaran jenazah dan pembagian zakat. Kegiatan ini bermula dari Kepengurusan MWC-NU Kecamatan Selopampang saat ini yang dimotori oleh beliau KH Muhammad Abdul Halim, S. Pd.i (Ketua MWC-NU Kecamatan Selopampang) akan kemandirian dan regerenasi warga nahdliyin khususnya warga Desa Tanggulanom tentang pemahaman pemulasaran jenazah dan pembagian zakat. 

Kegiatan pelatihan ini di gelar pada hari Kamis, 10 Maret 2022 yang bertempat di Aula Pemerintah Desa Tanggulanom. Kerjasama pelatihan ini mendapatkan respon positif dari warga setempat dimana dilihat dari antusiame peserta yang hadir dari berbagai kalangan baik kalangan orang tua maupun kalangan remaja. 

Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi MWC-NU Kecamatan Selopampang beliau Kyai Muhammad Abdul Karim, Lc . Acara tersebut juga dihadiri oleh beliau Bapak Januri (Camat Selopampang), Bapak Rujito (Kepala Desa Tanggulanom), Bapak M Tahrir (Perwakilan MWC-NU Kecamatan Selopampang, Bapak Abdurrohman (Perwakilan MWC-NU Kecamatan Selopampang), aparatur Desa Tanggulanom, pengurus ranting desa Tanggulanom serta warga setempat.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.00 WIB dan selesai pada pukul 16.00 WIB, dimana pelatihan ini berisikan tata cara pemulasaran jenazah dari mulai mensucikan sampai dengan pemakaman (secara teori dan praktik) dan pelatihan pembagian zakat. Pada kesempatan ini pemateri menyampaikan isi tentang pemulasaran jenazah dan pembagian zakat dengan sedetail mungkin dengan bahasa yang persuasif dan mudah dipahami. Materi tentang pemulasaran jenazah disampaikan oleh Bapak M Tahrir dan untuk materi pembagian zakat disampaikan oleh Bapak Abdurrohman.

Terkait Pelatihan ini beliau Kyai Muhammad Abdul Karim, Lc. dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini adalah progam kerja berkelanjutan yang bisa diterapkan di ranting ranting yang lain. Beliau berharap adanya pelatihan ini mampu memberikan pengetahuan tentang pemulasaran jenazah dan pembagian zakat kepada masyarakat desa Tanggulanom, terutama generasi muda.  Beliau juga mengapresiasi pemerintah desa Tanggulanom yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini “Kegiatan ini sangat kita apresiasi dan sudah kita rencanakan sejak awal. Karena memang salah satu program Bidang Organisasi dari Pengurus MWC-NU Kecamatan Selopampang adalah penguatan organisasi dan ini adalah upaya untuk mendorong kearah tersebut. 

Kemudian kita berharap ini menjadi pilot project yang bisa di ikuti oleh ranting ranting yang dalam menjalankan kegiatan seperti. Kami juga terimakasih kepada desa Tanggulanom dan jajarannya yang telah mensupport dan mendukung acara ini sepenuhnya, sehingga acara dapat berjalan lancar dan tidak ada halangan.  Untuk kegiatan lain bagi GP Ansor, Fatayat dan IPNU IPPNU juga sudah kami canangkan agar bisa membentuk kemandirian masyarakat baik bidang keagamaan maupun bidang yang lainnya" tuturnya dalam sambutan pembukaan. Kemudian Bapak Rujito selaku kepala desa juga memberikan tanggapan positif atas terjalinnya kerja sama ini.

Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa “pelatihan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat desa Tanggulanom terutama untuk generasi muda agar mampu mengurus pemulasaraan jenazah dan pembagian zakat dengan baik dan benar sesuai aturan dan hukum islam yang berlaku, kedepannya kami ingin ada kerjasama lagi seperti tentang UMKM, media dan teknologi serta bidang yang lainnya untuk mendukung terwujudnya kemandirian masyarakat desa Tanggulanom”. Baik Pemerintah Desa Tanggulanom maupaun NU Ranting Tanggulanom berharap agar pelatihan ini adalah awal yang baik untuk kedepannya kerjasama ini akan terus berjalan dan bisa bergerak dalam kegiatan kegiatan lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar baik kegiatan tentang keagamaan maupun bidang yang lain.(htm/adm)


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Pada Kamis (9/9/2921) bertempat di Institut Islam Nahdlatul Ualam (INISNU) Temanggung dilaksanakan FGD yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) INISNU Temanggung.


Narasumber utama Wakil Ketua RMI Jawa Tengah KH.Fadlullah dan Kakankemenag Kabupaten Temanggung KH.Ahmad Muhdzir, S.Ag.,MM. Para peserta terdiri dari pimpinan dan pengasuh Ponpes se Kabupaten Temanggung.


Dalam paparannya, Gus Fadlullah dari Ponpes APIK Kaliwungu tersebut menyampaikan bahwa ponpes mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai lembaga pendidikan, dakwah; dan pemberdayaan masyarakat.


Melihat pesantren sekarang sejak lahirnya UU pesantren sangat berbeda dengan paradigma lama. "Lulusan pondok pesantren ijazahnya setara dengan sekolah madrasah formal, tidak ada lagi dikotomi antara keduanya," tegasnya yang dimoderatori Ketua LP2M Moh. Syafi'.


Menurutnya, pesantren mempunyai bergam model di antaranya pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pengkajian kitab kuning, pesantren yang menyelenggarakan pendidikan, dalam bentuk dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin atau pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lainnya yang terintegrasi dengan pendidikan umum.


Dalam UU pesantren juga disyaratkan bahwa lembaga pendidikan dapat memenuhi katagori sebagai ponpes apabila ada unsur kiai, santri yang bermukim di pesantren, pondok atau asrama, masjid atau musala dan kajian Kitab Kuning atau Dirasah Islamiah dengan Pola Pendidikan Muallimin.


Dijelaskan pula, dalam UU pesantren yang paling penting adanya rekognisi, afirmasi dan fasilitasi dari pemerintah. "Dengan demikian ponpes semakin mempunyai bperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD 1945," tegasnya.


FGD ini dilaksanakan oleh INISNU Temanggung sebagai bagian dari penyusunan naskah akademik Ranperda ponpes yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Temanggung.


Hadir pula Ketua BPP INISNU H. Nur Makhsun dan jajaranya, Pjs Rektor INISNU Sumarjoko, Pjs Warek I Hamidulloh Ibda, serta tim penyusun naskah akademik. (*)


Temanggung, Hariantemanggung.com
-  Bekerjasama dengan DEMA Fakultas Syariah Hukum dan Ekonomi Islam, HMP Ahwalussyahsisah serta HMP Ekonomi Syariah, Pengurus PMII Rayon Syariah/Ki Ageng Makukuhan sukses gelar refleksi Hari Kemerdekaan Indonesia ke 76 dengan berziarah ke makam auliya' pada Rabu (18/08/2021). 

Refleksi bertajuk "Eling Akhirat" atau "Ingat Akhirat" Berjalan dengan Ziarah ke makam auliya' yaitu Makam KH Subkhi Pahlawan Bambu Runcing, Makam Ki Ageng Makukuhan tokoh pejuang petani tembakau, Makam KH Abdul Hadi Sofwan Pendiri Sekolah Tinggi Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung yang kini beralih status menjadi Institut.

Perjalanan pertama peserta ziarah ke makam KH Subkhi yang bertempat di pemakaman Sekuncen, Kauman, Parakan, Temanggung. Dilanjutkan ke Kedu di Makam Ki Ageng Makukuhan sekaligus pelaksanaan refleksi bersama. 

Refleksi diisi dengan diskusi di samping Makam Ki Ageng Makukuhan yang di pantik langsung oleh ketua komisariat Trisula INISNU Temanggung sahabat Ahmad Farichin.

Banyak yang disampaikan oleh pemantik pada kesempatan kali ini, pertama bahwa tokoh pahlawan (KH Subkhi) yang mempunyai wibawa dan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan  perjuangan Indonesia di daerah Temanggung ini jarang ditulis, termasuk pahlawan bambu runcing. Sehingga tidak jarang masyarakat hanya mengenal sebatas Pahlawan perjuangan tanpa mengetahui substansi perjuangannya. 

KH Subkhi dalam masa perjuangannya dikenal sebagai penyepuh/pemberi doa bambu runcing, bahkan Parakan Temanggung pada saat itu setiap hari lebih dari 10.000 para pejuang dari Jawa-Madura hadir menggunakan Kereta Api untuk meminta doa dari KH Subkhi. 

Hadirnya sosok KH Subkhi dalam penyepuhan Bambu Runcing menjadi sangat penting, karena melaluinya tekad dari para pejuang sangat tinggi. Pejuang lebih tau ranah perjuangan yang dilakukan, bukan hanya tenaga, harta bahkan nyawa pun siap untuk diberikan demi mempertahankan proklamasi Indonesia. 

Kedua, pemantik menyampaikan tentang sosok ki Ageng Makukuhan yang merupakan murid dari Sunan Kali Jaga dan Sunan Kudus yang diperintah untuk berdakwah di daerah Temanggung. Beliau dibekali oleh gurunya beberapa benih tanaman yang disuruh untuk menanamnya di daerah dakwah. 

Ki Ageng Makukuhan dalam pergulatannya bukan hanya sebagai sosok yang terlihat santun. Beliau juga berlaku sebagai petani, tabib atau penyembuh penyakit melalui doa-doa. 

Pada suatu masa, tumbuhlah benih yang di berikan gurunya itu. Daun-daun melebar dengan suburnya. Kemudian dipetiklah daun itu oleh Ki Ageng Makukuhan dan berkata "iki Tomboku, iki Tomboku, iki Tomboku". Sejak itulah, menurut cerita kenapa benih yang di bawa Ki Ageng Makukuhan disebut sebagai Tembakau. 

Poin terakhir yang disampaikan Ahmad Farichin bahwa Rayon Syariah yang diberi nama Ki Ageng Makukuhan adalah tafaulan terhadap tokohnya. Sebagai pembela rakyat, pembantu kaum kecil dan penolong sesama manusia. Maka, kader-kader Rayon Syariah harus berusaha mendalami dan menghayati tokoh-tokoh seperti Ki Ageng Makukuhan. Sehingga dalam bertindak betul-betul didasari oleh Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII. 

Sejarah perjuangan di Lokalitas Temanggung harus dibumisasikan di tengah-tengah masyarakat. Agar kita tidak lupa bahwa Temanggung pernah menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Selanjutnya, Ziarah Terakhir di Makam KH Abdul Hadi Sofwan pendiri STAINU Temanggung sekarang menjadi INISNU Temanggung. Beliau juga merupakan sosok intelektual muda NU pada masanya dan merupakan penggagas kemajuan pendidikan di daerah Temanggung. 

Kegiatan bertajuk "eling akhirat" Sebetulnya adalah tabir, pada hakikatnya sebagai mahasiswa juga perlu memperjuangkan keadilan di bumi, tempat kita dilahirkan. Karena apa yang kita lakukan di dunia akan menjadi bekal di kehidupan akhirat nanti. (Htm33/MiftahPP).


Temanggung, Hariantemanggung.com - Bertempat di Pondok Oesantren Al Hidayah Prapak, Kranggan, Temanggung pada Sabtu (12/6/2021), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung menyelenggarakan Silaturahim dan Musyawarah Kerja Cabang Kedua. Kegiatan ini juga dijadikan forum silaturahmi antarberbagai komponen dan kader NU yang ada di berbagai bidang.


Menurut Shohibul Bait dan Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH. Muhammad Furqon, kegiatan Musykercab tahun ini sangat strategis, karena di samping dihadiri pengurus cabang, MWC, Banom dan Lembaga, BPP INISNU juga dihadiri para politisi, birokrat, pengusaha dan semua unsur dalam Nahdlatul Ulama.


"Bupati, Wakil Bupati, birokrat, para politisi NU baik dari partia PKB, PPP atau partai lain sengaja diundang dalam forum ini untuk memperkuat komitmen dan konstribusi NU kepada bangsa dan negara terutama dalam memajukan Temanggung," katanya dalam memberikan sambutan pembukaan.



Lebih lanjut ditegaskan bahwa sudah saatnya warga Nahdliyyin yang tersebar diberbagai sektor ini, untuk saling mendukung dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Dalam kesempatan itu hadir juga Bupati Temanggung, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres dan Kakankemenag serta para politisi dna anggota DPRD.



Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH.Ubaidillah Shodaqoh dalam taushiyahnya mengharapkan agar PCNU Temanggung sebagai PCNU percontohan di Jawa Tengah harus selalu membuktikan kinerja dan hasil program kerjanya yang mampu menjadi rujukan bagi PCNU lainnya. Oleh karena itu, beliau sangat menekankan kepada jajaran pengurus agar benar benar memberikan konstribusinya untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat sampai tingkat desa.



Kemudian disampaikan bahwa PWNU Jawa Tengah dalam rangka mensukseskan realisasi program Sensus Warga NU meminta agar data yang yang ada dijadikan dasar untuk menentukan progrma kerja.

Dicontohkan bahwa empat puluh persen dari hasil sensus warga NU adalah bermatapencaharian buruh. "Oleh karena itu harus ada keberpihakan NU kepada para buruh, terutama yang bekerja di perusahaan untuk mendapat kan hak yang layak, ini menjadi pekerjaan rumah Serbumusi," imbuhnya.


Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa kegiatan muskercab NU ini yang menghadirkan para banyak unsur merupakan bukti bahwa kader NU punya potensi yang besar untuk bisa memimpin di kabupaten Temanggung. H. Muhammad Al Khadziq yang juga merupakan tokoh NU itu menuturkan bahwa sumberdaya manusia warga Nu harus ditingkatkan untuk mampu mengisi jabatan strategis di birokrasi dan sektor lainnya, agar kader NU di Temanggung ini tetap menjadi garda terdepan dalam mempertahankan NKRI dan ajaran islam Ahlusunah waljamaah.


Kegiatan muskercab kedua ini juga diisi dengan laporan dari berbagai lembaga dan banom yang dibagi menjadi lima komisi untuk diplenokan. (Tb11).


Kedu, Hariantemanggung.com - Tidak seperti biasanya, hari Jumat 12 Maret 2021 ini, di halaman masjid Baitul Muttaqien Sepikul Kedu setelah shalat Jumat terlihat para jamaah sedang menikmati makan siang.

Menurut Hari Sumistyo Ketua Takmir masjid bahwa untuk memberikan pelayanan kepada para jamaah shalat jumat di masjid Baitul Muttaqien pihaknya menyediakan makan siang gratis.

Menurutnya program ini merupakan upaya untuk memakmurkan masjid dan mensejahterakan masyarakat sebagaimana visi dari Manajemen  Masjid Baitul Muttaqien. 

"Program ini yang pertama kami lakukan ,dalam pelaksanaanya kami kerjasama dengan ibu ibu PKK dusun dan remaja masjid. Untuk tahap awal kami menyediaan 300 paket makan siang berupa nasi bungkus dan soto ayam". Ungkapnya.

Kami juga menyediakan minuman  teh  dan kopi untuk para jamaah yang menikmati makan siang.

Dalam kegiatan yang berlangsung  penuh kebersamaan itu juga terlihat jamaah dari luar dusun yang ikut berjamaah shalat Jumat.

Menurut salah satu jamaah dari luar kota , bahwa dirinya sangat senang bisa berjamaah di masjid sepikul ini, selain masjidnya megah dan luas juga dapat menikmati makan siang dan minum, dan tidak lagi mampir warung untuk makan siang sebelum meneruskan perjalanan .

Program makan siang ini akan diadakan rutin setiap Jumat dengan memberdayakan infaq dan sumbangan dari warga sekitar. (Htm55).


Pekalongan, Hariantemanggung.com
- Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Kamis (08/10/2020), menggelar kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Walikota Pekalongan H.M. Saelany Machfudz, SE., yang hadir untuk membuka kegiatan mengingatkan emak-emak atau kaum ibu warganya akan bahaya terorisme yang harus diantisipasi.

"Tentu hal-hal yang merusak kebhinekaan harus kita cegah, bisa dari berbagai ideologi," tegas H.M. Saelany Machfudz, SE. 

Pak Wali menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Pekalongan sebagai lokasi kegiatan pencegahan terorisme oleh BNPT dan FKPT Jateng. Hal ini diharapkan mampu menanamkan pengetahuan akan pentingnya mencegah terorisme di masyarakat. 

Dijelaskannya, nasionalisme, naturalisme dan keberagamaan di Pekalongan tidak asing lagi, beda kulit, agama, golongan, warna akan tetapi tetap bersatu padu pada yang mencptakan Pekalongan yang sejahtera dan indonesia yang lebih jaya. "Sehingga melalui kegiatan ini bisa sinergi yang baik antara BNPT dan FKPT Jateng serta pemerintah Pekalongan dan kelompok perempuan," papar dia.

Seperti diketahui, menurut dia, saat ini kaum perempuan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan terorisme, kaum perempuan juga bisa menjadi agen perdamain dalam pencegahan paham radikalisme ditengah masyarakat, kaum perempuan harus mngambil peran untuk proaktif dalam rangka mencegah paham radikalisme. 

“Kaum Perempuan di dalam keluarga sangatlah kuat , sebagai salah satu kunci meredam paham radikalisme,” terang Pak wali.

Dalam skala yang lebih kecil, yaitu keluarga, Walikota Pekalongan meminta kaum ibu meningkatkan perannya untuk menjaga dan melindungi dari pengaruh terorisme. Ia mengutip pengakuan mantan narapidana terorisme yang diketahuinya, yang mengaku hanya butuh waktu 2 jam untuk mempengaruhi seseorang sehingga terpapar mau mau bergabung dengan jaringan pelaku. 

"Jika seseorang sudah terpapar terorisme yang menjadi pelaku, dia ibarat killing machine yang sangat membahayakan. Oleh karena itu mari berperan melindungi keluarga kita dari pengaruh terorisme," tandasnya. 

Secara khusus pihaknya juga meminta kaum ibu dapat berperan melindungi anak-anaknya dari pengaruh terorisme. Cara paling mudah adalah dengan menanamkan budaya saling menyayangi antar anggota keluarga. 

"Penting bagi kaum hawa untuk menumbuhkan persaudaraan di lingkungan keluarga. Siapkan anak-anak kita untuk jadi pemimpin yang mampu mengayomi, pastikan mereka tidak terpapar terorisme," pungkas Pak Wali. 

Sementara Ketua FKPT Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Syamsul Ma’arif, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dihadiri 90 orang perempuan dari berbagai organisasi di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Lewat kegiatan ini, dia mengajak seluruh elemen masyarakat terutama kaum hawa untuk mengantisipasi penyebarluasan ideologi radikal terorisme yang mengancam tatanan kehidupan bermasyarakat. 

Karena untuk melakukan mitigasi dan memutus rantai radikalisme yang tidak bisa diprediksi gerakan mereka di tengah kita, katanya, dan notabene perempuan bisa menjadi sasaran empuk bahkan bisa menjadi pelaku untuk masuk pada pusaran radikalisme.

Al um madrasatul ula, wanita itu adalah sebuah madrasah yang utama, karena ibu naturalnya itu lembut penuh keibuan yang bisa menyayangi, semua ini menjadi sebuah latensi kecintaan yang bisa menjaga damai di lingkungannya,” pungkas Prof. Samsul. (htm55/Faizin).


Temanggung, Hariantemanggung.com - Gebyar Muharram 1442 Hijriyah yang diselenggarakkan Badko TPQ Kabupaten Temanggung dilaksanakan pada Kamis (17/09/2020) di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung. 


Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pemkab Temanggung, jajaran Kemenag Temanggung beserta seluruh perwakilan guru TPQ dari 20 kecamatan yang ada di Temanggung.

Ada tiga rangkaian acara yang berlangsung yaitu, peringatan bulan muharram yang tepat pada hari ini adalah yang 1001 Kali Khotmil Quran.

Kedua, lomba video inovasi pembelajaran ustadz/ustadzah dan krrasi santri TPQ yang diikuti masing-masing kecamatan secara virtual. Hal ini dilakukan sebagai wujud transformasi dari kehidupan kebiasaan, yang merupakan tuntutan zaman untuk memanfaatkan teknologi dan informasi.

Ketiga, peluncuran buku panduan ajar bagi TPQ, Yang pada nantinya akan digunakan oleh TPQ di kabupaten Temanggung sebagai acuan dari pembelajaran. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam moderat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung KH.Ahmad Mukhdzir, S.Ag., M.M., mengatakan wujud dari khotmil Qur'an adalah upaya untuk membumikan Allah qur'an di Temanggung. Demikian katanya dalam sambutan.

Dijelaskan dia, bahwa Badko TPQ sebagai wadah untuk membumikan al-Quran serta karakter yang insani merupakan warisan dari para leluhur sejak abad 11. Oleh karena itu, badko TPQ terus berusaha untuk meneruskan perjuangan para ulama.

Dalam kesempatan itu, diumumkan pula peraih juara Lomba Video Inovasi Pembelajaran Ustadz/Ustadzah dan Video Kreasi Santri. Dijelaskan Koordinator Juri Hamidulloh Ibda, bersama Faiz Syauqi dan Luluk Ifadah, bahwa sesuai hasil penilaian, ditetapkan Juara lomba kategori inovasi pembelajaran ustadz/ustadzah Juara 1 Dahroni Perwakilan Badko TPQ Jumo dengan total nilai 246. Juara 2 Kun Khayati dari perwakilan Badko TPQ Gemawang dengan total nilai 241. Juarq 3 Hanif Fakhiratul Muna perwakilan Badko TPQ Bansari dengan total nilai 237.

Kategori kreasi santri Juara 1 Dina Aulia Noviyanti perwakilan Badko TPQ Tembarak dengan total 238. Juara 2 Nida Aulia Ramadhani perwakilan Badko TPQ Ngadirejo dengan total nilai 237. Juara 3 Rifqi Umayah perwakilan Badko TPQ Bansari dengan total nilai 233.

Sementara Ketua Badko TPQ Kabupaten Temanggung H. Mahsun, M.S.I, bahwa semua juara mendapat uang pembinaan, tropi, dan sertifikat. "Semua peserta yang memenuhi syarat akan mendapat sertifikat dan uang ganti pembuatan video," kata dia. (Htm55).