Magelang, Hariantemanggung.com - Dzurriyah KRB Mangkuredjo menggelar mujahadah sebagai bagian dari birrul walidain, sebuah bentuk bakti yang tidak hanya diucapkan, melainkan dirawat dalam ingatan, niat, dan ketekunan. Acara yang berlangsung dengan suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan ini dihadiri para sesepuh, dzurriyah, kepala desa, masyarakat umum, dan santri dari berbagai kalangan pada Rabu (29/7) di Bukit Selogender, Baleagung, Grabag, Magelang.
Dalam catatan sejarah, KRB Mangkuredjo merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam Perang Jawa. Selain dikenal sebagai tokoh agama, beliau memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan Pangeran Diponegoro.
Lebih dari sekadar rangkaian ibadah, mujahadah memuat pesan yang mendalam, bahwa hidup adalah perjalanan untuk terus menjadi manusia yang lebih baik. Kehadiran para sesepuh dan dzurriyah menjadi penguatan batin tersendiri, seperti rantai yang tak putus dalam menghubungkan generasi, menjaga arah langkah, dan mengingatkan bahwa kebaikan selalu punya risalah.
Melalui mujahadah rutin tersebut, tali silaturahmi dipererat, ketakwaan ditumbuhkan, dan kecintaan kepada para pendahulu dijaga dalam cara yang paling damai melalui dzikir, doa, dan kesungguhan hati dan ikatan rasa. Sebab, ketika manusia meluruskan hubungan dengan leluhur, sering kali ia juga menemukan cara untuk meluruskan hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan.
Dalam kesempatan ini, Kasepuhan, Bapak Sumarko menyampaikan bahwa mujahadah merupakan usaha untuk menjaga iman dan keteguhan hati. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi jalan untuk mempertajam hubungan dengan leluhur agar tradisi kebaikan dapat berjalan istiqamah berlanjut bukan karena kebetulan, tetapi karena kesadaran dan keihlasan.
Acara kemudian diisi dengan pembacaan yasin, tahlil, dzikir serta doa bersama yang dipimpin KH.Muhyidin Sumurarum, Grabag. Jamaah mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias, seakan menyepakati satu harapan yang sama agar keluarga, masyarakat, dan lingkungan senantiasa dilimpahi ketenteraman, petunjuk, serta keberkahan.
Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara. Diharapkan mujahadah ini terus istiqamah dilaksanakan bukan hanya sebagai rutinitas, melainkan sebagai ruang untuk memperbaiki diri, menata hati, dan menjadikan kebaikan sebagai warisan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
























