Articles by "Sosial"
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Temanggung, Hariantemanggung.com - Pasar Legi Parakan, Kabupaten Temanggung, dijadwalkan menjalani renovasi pada tahun ini. Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana memperbaiki sejumlah fasilitas pasar guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, di antaranya perbaikan atap yang bocor serta pemasangan kanopi pada tangga jalan masuk pasar.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Temanggung, Ahmad Khudlori menyambut positif rencana tersebut, namun menekankan agar perbaikan tidak berhenti pada dua item itu saja.

“Perbaikan fasilitas pasar yang dilakukan pemerintah harus sesuai kebutuhan. Selain perbaikan atap bocor dan pemasangan kanopi, perlu juga penataan ulang tempat bagi pedagang yang berada di sisi selatan lantai 2 untuk meningkatkan penjualan barang dagangannya,” ujar Khudlori.

Ia menilai lesunya aktivitas di sisi selatan perlu segera diatasi dengan penataan ulang penempatan pedagang agar kios-kios di lantai 2 kembali ramai dan mudah dijangkau pembeli.

Selain itu, Khudlori juga menyoroti persoalan drainase dari sisi dampaknya terhadap fasilitas pasar secara keseluruhan. Perlu perbaikan drainase di sisi barat pasar karena sering terjadi banjir yang masuk ke dalam pasar. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan aset dan barang dagangan milik pedagang, tegasnya.

Ia pun menyoroti persoalan kebersihan lingkungan pasar. Perlu juga penataan ulang tempat sampah karena terlalu berdekatan dengan kios pasar, tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Temanggung, Dedi Hariyadi, turut menyuarakan sejumlah aspirasi pedagang berdasarkan temuan langsung di lapangan. Pada topik drainase, Dedi melihatnya bukan sebatas kerusakan infrastruktur, melainkan keluhan nyata yang sudah lama dirasakan warga.

“Kalau musim hujan sering banjir di sebelah barat pasar. Sama tadi ada keluhan pedagang sebelah selatan,” ungkap Dedi.

Terkait sepinya sisi selatan, Dedi tidak sekadar mendorong penataan ulang, melainkan menelusuri akar masalahnya hingga ke kesalahan orientasi bangunan sejak awal dibangun. Dulu sebelum dipugar, sebelah selatan ramai. Setelah dibangun jadi sepi karena para pedagang mengeluhkan wajah pasar tidak menghadap selatan, padahal depannya jalan nasional, jelasnya.

Pada persoalan sampah, Dedi menambahkan dimensi yang lebih spesifik dibanding sekadar kedekatan dengan kios.

“Penempatan amrol sampah yang berada di lantai 2 dekat bongkar muat pasar utara sangat mengganggu para pembeli dan pedagang, padahal di area pasar utara dibuat untuk jualan ayam potong dan sayuran,” tegasnya.

Dedi juga menyoroti persoalan lain yang turut menekan minat pengunjung untuk naik ke lantai 2. Dengan adanya tangga berjalan yang tidak beroperasi dengan alasan biaya listrik yang mahal, malah menghambat para pedagang. Jadi tidak nyaman kalau lewat tangga berjalan tapi tidak dihidupkan.

Kondisi itu, lanjut Dedi, membuat para pembeli enggan naik lantai 2, cenderung belanja di pasar pagi yang masih buka di atas jam 06.00 pagi.

Selain itu, Dedi menyampaikan usulan lama terkait Jalan Saubari.

“Ada usulan lama bahwa Jalan Saubari agar dikembalikan seperti semula untuk menjadi jalan lagi, jangan dijadikan parkiran dan bongkar muat. Artinya, mulai dari Pasar Kembang sampai Balai Desa Parakan Kauman, Jalan Saubari menjadi jalan utama untuk menuju ke Kecamatan Bansari,” pungkasnya.

Kedua anggota dewan dari Fraksi PKB ini berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti seluruh masukan secara menyeluruh, sehingga Pasar Legi Parakan kembali menjadi pusat perekonomian yang nyaman dan berdaya saing bagi seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung. (*)

 


Temanggung, Hariantemanggung.com
– Memperingati satu abad (100 tahun) Nahdlatul Ulama (NU) dalam hitungan Masehi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) menggelar Pesantren Expo 2026. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di kawasan City Walk Temanggung, Jawa Tengah, mulai Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga dirancang sebagai sarana silaturahmi, promosi, dan penguatan institusi pesantren menuju visi NU Temanggung yang maju, modern, dan maslahah.

Ketua RMI PCNU Temanggung, Nashih Muhammad, menyatakan bahwa Pesantren Expo tahun ini merupakan perhelatan perdana. Melihat antusiasme yang tinggi, pihaknya mempertimbangkan agar agenda ini menjadi kegiatan rutin tahunan.

"Ini adalah langkah awal. Kami melihat fakta adanya penurunan jumlah santri di berbagai pondok pesantren yang perlu kita sikapi bersama. Melalui expo ini, kami ingin menyampaikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kehidupan pesantren saat ini," ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menekankan bahwa pesantren masa kini dituntut untuk bertransformasi. Menurutnya, santri harus memiliki nilai lebih di luar kemampuan mengaji agar mampu bersaing di era modern. Selain itu, ajang ini menjadi media Istibaqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) antar pesantren di bawah naungan PCNU Temanggung.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh-tokoh NU. Terlihat hadir di lokasi acara, Bupati Temanggung beserta istri, dan Wakil Bupati Temanggung beserta suami. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap eksistensi pesantren.

Dari jajaran struktural NU, hadir Mustasyar PCNU KH. Ya’kub Mubarok, Rois Syuriah PCNU KH. Furqon Masyhuri, serta Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Nurul Yaqin. Tak ketinggalan, seluruh jajaran pengurus PCNU Kabupaten Temanggung turut memberikan dukungan penuh dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) ini.

Sebanyak belasan pondok pesantren dan lembaga pendidikan turut ambil bagian dalam memeriahkan stand expo. Para pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pengelola dari berbagai institusi, di antaranya INISNU Temanggung, AKPER Al Kautsar, SMK NU Temanggung, LPBHNU, PPTQ Al Munawar, PP Miftahul Huda, PP Qoshrul Arifan, PP Darul Muttaqien, PP Ash Shofwah Al Hidayah, PPTQ Al Musthofa, PKPPS Kyai Parak Bambu Runcing, PP Sirojurrokhim, PP Karangsantri, PP Al Sunniyah, PP Hidayatul Mubtadi’ien, PP Miftakhurrosyidin, dan PP Al Falah.

Melalui keberagaman peserta ini, masyarakat diharapkan mendapatkan pandangan baru bahwa pesantren adalah tempat yang tepat untuk menempa karakter sekaligus mencetak generasi unggul yang melek teknologi dan perkembangan zaman. (media RMI PCNU TMG)


SEMARANG, Hariantemanggung.com
– Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menjadikan Hari Santri 2025 sebagai momentum memperkuat prestasi, bukan sekadar euforia perayaan. Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan rangkaian puncak Hari Santri 2025 PWNU Jateng di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (23/10/2025).


“Sudah saatnya Hari Santri kita rayakan dengan penuh makna, bukan hanya dengan keramaian. Tahun ini, kita rayakan dengan meneguhkan prestasi dan pencapaian yang telah kita hasilkan bersama,” ungkap Gus Rozin demikian sapaannya.


Gus Rozin menjelaskan, dalam satu setengah tahun terakhir, PWNU Jawa Tengah bersama lembaga dan banomnya telah melakukan berbagai terobosan strategis di bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah kerja sama LP Ma’arif PWNU Jateng dengan 39 perguruan tinggi di Tiongkok, yang membuka peluang beasiswa bagi siswa-siswa Ma’arif.


“Insyaallah semester depan, 20 siswa Ma’arif akan diberangkatkan ke Tiongkok untuk melanjutkan studi. Ini menjadi bukti nyata bahwa NU Jawa Tengah tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus memperluas jejaring pendidikan hingga ke tingkat global,” terang pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen Pati ini.


Selain di bidang pendidikan, Gus Rozin juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan. Ia menilai, santri dan warga NU harus kembali menoleh ke sektor pertanian sebagai basis kekuatan bangsa.


“Sekarang ini, pemenang peradaban bukan lagi yang menguasai energi, melainkan yang menguasai pangan. Karena itu, NU harus kembali meneguhkan peran di bidang pertanian. Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat warga NU, kita bisa menjadi pelopor pertanian berkelanjutan,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini dirancang lebih substantif. Selain bazar UMKM yang dari NU, pesantren maupun warga Semarang, malam ini ada Ngaji Bandongan bersama Gus Kautsar dan KH Ahmad Chalwani. Kemudian besok digelar pelatihan pertanian organik yang insyaallah akan diisi oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta konsolidasi pesantren se-Jawa Tengah yang akan dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Basnang Said untuk menguatkan peran pesantren menghadapi isu-isu aktual. Kemudian resepsi puncaknya ada jalan sehat santri yang bertabur hadiah, ada sepeda motor hingga umroh gratis.


“Bagi NU, UMKM dan pesantren adalah dua pilar penting. Mayoritas warga kita hidup dari sektor usaha kecil, pertanian, dan pendidikan. Karena itu, acara ini menjadi ruang bagi mereka untuk berkembang dan menampilkan hasil karya,” jelasnya.


Acara pembukaan turut dihadiri Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, yang menyampaikan apresiasi atas peran aktif PWNU Jawa Tengah dalam mendukung kemajuan daerah.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang, kami berterima kasih kepada PWNU Jateng. Melalui kegiatan Hari Santri ini, masyarakat kami sangat terbantu, terutama lewat bazar UMKM yang memasarkan produk-produk lokal. Ada juga pelatihan pertanian yang memberi manfaat langsung bagi para petani,” kata Ngesti.


Ia berharap sinergi antara pemerintah dan NU terus berlanjut. “Semoga kerja sama ini terus memberi manfaat untuk kemajuan Kabupaten Semarang dan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya.


Untuk diketahui rangkaian resepsi puncak peringatan Hari Santri 2025 ini digelar selama 3 hari, mulai Kamis-Sabtu (23-25/10/2025) bertempat di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas Semarang.


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung sukses menyelenggarakan Pekan Madaris dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, (05/10/2025), bertempat di Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung.

Acara tersebut diikuti oleh 250 santri dari 30 pondok pesantren se-Kabupaten Temanggung, dengan dukungan dari berbagai mitra RMI PCNU Temanggung, antara lain: YAPTINU Temanggung, Baznas Kabupaten Temanggung, Kemenag Kabupaten Temanggung, BSI KCP Temanggung, KSPPS Anugrah Temanggung, Lazisnu Temanggung, Halal Center INISNU Temanggung, serta Nisma & Friends Medical Care Temanggung.


Wakil Bupati Kabupaten Temanggung, Nadia Muna, yang juga berlatarbelakang sebagai santri turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kegiatan tersebut.

“Semoga melalui kegiatan ini lahir santriwan-santriwati yang tafaqquh fiddin, serta mampu berkiprah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.

Sementara itu, Gus Muhammad Amin yang mewakili Ketua PCNU Temanggung, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi antar pesantren, bukan ajang untuk kompetisi tidak sehat.

Sebagai rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 Kabupaten Temanggung, MQK terdiri dari bidang lomba MQK Ta’limul Muta’allim, MQK Fathul Qarib, MQK Tafsirul Jalalain, MHK Nadzom Aqidatul Awam, MQK Alfiyyah Ibnu Malik, Pidato Santri, dan MTQ. Sedangkan Pekan Madaris terdiri dari bidang lomba Tahfidz Surat Yasin, MQK Ghoyah wa Taqrib, Cerdas Cermat ke-NU-an, MTQ, Cipta Mars MADIN NU, Puitisasi santri Madin, Imla’ & Pegon, Hafalan (Amtsilah Tashrifiyah), Taqdimul Qisshoh (Bercerita), dan Rebana.


Ketua RMI PCNU Temanggung, Nashih Muhammad atau yang akrab disapa Gus Nashih, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan tersebut.

“Kami atas nama RMI PCNU Temanggung mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra, peserta dari berbagai pesantren, serta seluruh jajaran pengurus RMI yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujar Gus Nashih.

Ia juga berharap ke depan, MQK dan Pekan Madaris akan semakin meningkat baik dari segi kuantitas peserta maupun ragam perlombaan, serta meningkatkan antusiasme di kalangan santri. Terkhusus Pekan Madaris ini menjadi tahapan awal dari rangkaian Pekan Madaris yang digelar secara berjenjang hingga tingkat provinsi. Selain menjadi wadah kompetisi antar madrasah diniyah se-Kabupaten Temanggung, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi santri-santri terbaik yang akan mewakili kabupaten dalam Pekan Madaris tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Nashih juga memimpin pembacaan Al-Fatihah sebagai bentuk doa dan belasungkawa atas tragedi yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo. (Red-Hartem-MPP)


Temanggung, Hariantemanggung.com - Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Temanggung mengadakan Naharul Ijtima’ pada Ahad, (10/08/2025) di Pondok Pesantren Karang Santri, Kedu, Temanggung. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris RMI MWCNU se-Kabupaten Temanggung serta Ketua Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (FKDT) kecamatan.

Dalam momentum tersebut, RMI PCNU Temanggung menyelenggarakan tiga majelis utama, yaitu Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab), Sosialisasi Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), dan Sosialisasi Pekan Madaris yang akan digelar pada Oktober 2025 sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Temanggung.

Ketua RMI PCNU Temanggung, Gus Nashih Muhammad, menegaskan bahwa periode kepengurusannya memiliki harapan besar untuk sinergi bersama.

"Harapan RMI PCNU Temanggung periode saat ini adalah nyengkuyung bersama, tidak hanya pondok pesantren tetapi juga madrasah diniyyah, dengan tujuan memberikan kontribusi nyata bagi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam penguatan lembaga pendidikan keagamaan". Ucap Nashih dalam sambutannya.


Sementara itu, Syuriah PCNU Temanggung, KH Muhammad Furqon, menekankan bahwa pesantren harus tetap menjadi benteng spiritualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. 

"NU lahir dari tradisi pesantren dengan kiai dan santri sebagai fondasi utama, sehingga hubungan erat ini harus terus diperkuat melalui lembaga seperti RMI". Tegas Furqon.

Dalam Rakorcab, para pengurus RMI MWCNU diminta untuk aktif mendata dan membina pesantren di wilayah masing-masing serta memfasilitasi program-program yang telah ditetapkan RMI PCNU, agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif hingga ke tingkat kecamatan. (Red-Hartem-MPP)


Pesan Gus Menteri Sosial RI Bapak Drs. Saefullah Yusuf

Dalam Pelantikan PC NU Kab.Temanggung 4 Mei 2025

Oleh: Bagus Pinuntun, S.Sos, M.M.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Temanggung


Salah satu pesan yang sangat penting dan diminta untuk terus dijaga dan dirawat oleh Drs. Saefullah Yusuf atau yang sering dikenal dengan Gus Ipul adalah "tahlilan". Disampaikan dalam bahasa yang sangat sederhana, mudah dipahami tapi konteksnya sangat dalam.

Sudut pandangnnya sangat jauh dari perdebatan yang selama ini sering kita dengar: dalilnya, bid'ah atau tidak, akan tetapi dibalik itu semua bukan hanya sekedar makna simbolik, akan tetapi lebih dalam dari itu yaitu makna hakiki kita sebagai sebuah bangsa yang harus selalu merawat rasa ke-Tuhanannya, rasa kemanusiaannya, rasa persatuannya, rasa demokrasinya dan rasa keadilannya

Beliau dengan lugas dan tanpa tedeng aling aling menyampaikan betapa wisdomnya para pendahulu penyebar agama selama agama Islam tempo dulu untuk memasuki sebuah wilayah, utamanya di tanah Jawa yang lekat dengan budaya feodalistik (jaman kerajaan diteruskan penjajahan kolonial) dimana pada saat itu sekat-sekat strata sosial masih begitu lekat dan tentu saja kondisi sosial ekonomi masyarakat yang belum maju, masih terbelakang dengan tingkat kemiskinan yang masih begitu kental, pangan masih menjadi problem utama.

Tentu bagi generasi yang lahir tahun 70an kebawah akan sangat mudah dan mengigat betapa susahnya kehidupan ekonomi saat itu. Bagaimana nilai nilai Pancasila begitu mudah oleh Gus Ipul kaitkan dengan tradisi Tahlilan, bukan asal gathuk saja, akan tetapi sangat rasional cara mengkausalitaskan dan tetap relevan jika terus dilestarikan dijaman yang terus tumbuh dan maju seperti sekarang.

Pertama, tradisi tahlilan tidak hanya sekedar menjaga, bagaimana ritual keagamaan terus di jalankan dalam sebuah perkumpulan masyarakat dengan tanpa memisahkan masyarakat alim dan bukan alim, santri/ abangan, bahkan muslim maupun non muslim, karena pakem tahlilan adalah sesuatu ajaran yang sakral di lingkungan umat Islam. Kalimat-kalimat yang di bacakan berisikan aspek penuh tentang Ketuhanan sehingga dalam pandangan Gus Ipul, nilai-nilai ke-Tuhanan lekat dalam laku tahlilan seseorang, terus dikenalkan dengan kekuatan yang Super, yaitu tentang Ketuhanan manusia berada pada titik terendah sekalipun sudah meninggal terus menerus berpengharapan mendapat doa dari yang hidup. 

Tradisi ini untuk melandasi bahwa akan ada alam lain setelah alam dunia ini, sehingga kata Gus Ipul nilai nilai agama akan menjadi landasan utama dalam setiap tindakan umat manusia, seperti para pendiri NU. begitu tingginya Ilmu Agama dan Nilai keikhlasan, sehingga NU yang didirikan akan tetap terus berkembang dan lestari sampai saat ini. Jangan pernah menepuk dada tentang ke akuan kata Gus Ipul. Sekalipun kita mati, NU akan terus berdiri tegak dan berkembang karena Allah yang akan menjagannya, sekirannya nilai ini menginspirasi semua orang terlebih para pemimpin maka yang akan diperjuangkan adalah tentang nilai-nilai Ketuhanan ditengah tengah masyarakat, itulah sila pertama.

Kedua, tahlilan mengajarkan pengakuan kesetaraan hak antara si kaya dan si miskin, tahlilan memberikan ruang publik untuk saling mengunjungi satu sama lainnya, tahlilan mengajarkan kita menerima apapun yang di berikan oleh shohibul bait, inti dari ini adalah bagaimana value tentang manusia di hormati sebagai sebuah manusia tanpa memandang statusnya, latar belakangnya, yang ada hanyalah manusia sebagai sebuah manusia, itu lah inti dari manusia yang adil dan beradab. 

Tahlilan memungkinkan kita saling mengunjungi satu sama lain, saling bertegur sapa saling mendoakan dan saling memberi, inilah dignity kita sebagai manusia adalah kesetaraan, inti dari sila kedua.

Ketiga, dalam sebuah masyarakat yang majemuk, baik di sektor perkotaan maupun pedesaan, mengikatkan diri kedalam sebuah ikatan kebersamaan sering di simbolkan dengan banyak hal, bisa secara kewilayahan maupun kesukuan. Dalam tradisi tahlilan kebersamaan dalam doa, dalam kegiatan dan saling memberi dan saling mendoakan bukan hanya mampu menembus ikatan kewilayahan ataupun kesukuan, akan tetapi esensi sebagai sebuah kebersamaan yang menyentuh ruang batin yang paling dasar yaitu mendoakan keselamatan bersama sama, seperti halnya piagam madinah yang selalu menjaga keselamatan bersama kota Yastrib, itulah hakikat persatauan Indonesia tanpa memandang apapun yang ada dalam wilayah itu. Artinya doa keselamatan bersama  sebagai pengikat kita sebagai entitas sebuah masyarakat, disanalah nilai persatuan diwujudkan sebagaimana esensi sila ketiga Pancasila.

Keempat, tradisi tahlilan bukan di laksanakan tanpa makna akan tetapi didasarkan pada etika dan tata cara yang sudah diatur dalam norma dan adab masyarakat setempat, bukan hanya sekedar batas nilai keilmuan akan tetapi kasepuhan, ketokohan, keteladanan, telah menempatkan para pihak yang memiliki otorisasi untuk memimpin tradisi ini, itulah makna demokrasi dalam sila keempat, tidak asal bergerak akan tetapi sadar akan posisi, sadar akan tatacara dan sadar akan makna yang akan dilaksanakan.

Kelima, tradisi tahlilan telah membakukan input dan output yang sama yang tidak mengenal strata yang hadir maupun yg tidak hadir, mereka di ajarkan untuk menerima apapun pemberian dari empunya rumah sesuai kemampuan secara merata dan sama nilainnya, inilah sesunguhnya nilai nilai keadilan sesuai dengan kemampuan empunya. Adil bukan berarti sama, akan tetapi adil sesuai batas batas kemampuan pemberinya, kita tidak akan pernah membakukan apa yang boleh diberi dan apa yang tidak boleh diberikan, kesedekahan diserahkan kepada pemilik mandat sesuai kemampuan, akan tetapi memberikan doa terbaik adalah kewajiban dari orang yang diundang dan yang mengundang memberikan imbalan sedekah sesuai batas kemampuan, makna ini dalam sekali. Kepada negara yang kita cintai kita harus memberikan yang terbaik segenap jiwa dan raga kita, soal apa yang kita dapat dari negara itu bukan domain dari kita, itulah nilai keadilan yg sesungguhnya

5 pesan inilah yang di sampaikan Gus Menteri dalam pelantikan PC NU Kabupaten Temanggung agar tradisi tahlilan terus dijaga keberlangsungannya, demi merawat Indonesia yang majemuk, agar selamanya tetap tegak berdiri.

Salam PC NU Temanggung. Maju, Modern dan Maslahat.


Blora, Hariantemanggung.com
– Dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXIII PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah 2025 yang terlaksana di Hotel Grand Mega & Resort dan Ponpes Al Muhammad Cepu, Blora, Jawa Tengah pada 17-21 Februari 2025 kemarin, Ahmad Farichin resmi terpilih sebagai Ketua PKC PMII Jawa Tengah periode 2025-2027.

Mantan Ketua PC PMII Kabupaten Temanggung tersebut unggul dari lawannya. Ia mendapat 17 suara dari 22 PC PMII se Jawa Tengah dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) ke-XXIII yang digelar di Blora.

“Terimakasih atas kepercayaan dan supportnya kepada seluruh sahabat sahabat PMII Se Jawa Tengah, serta seluruh elemen yang terlibat dalam terselenggaranya acara KONKOORCAB PKC PMII Jawa Tengah XXIII di Blora,” kata dia kepada media, Senin (24/2/2025).

Pihaknya bersyukur setelah terpilih sebagai pemenang Konkoorcab PKC PMII Jawa Tengah. "Alhamdulillah bersyukur atas hasil Konkoorcab ini. Bahwa kemenangan ini bukan hanya kemenangan saya tapi ini adalah kemenangan bersama, karena diraih secara bersama-sama," beber alumni Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung tersebut.

Ditanya fokus utama kepemimpinan Anda ke depan, Farichin menjawab akan memimpin dengan kolektivitas dan kolaborasi. "Fokus utama saya tentu membawa PMII Jawa Tengah dapat bergerak kolektif dan kolaboratif, sebagaimana visi saya untuk mencalonkan diri sebagai ketua PKC PMII Jawa Tengah," ujar dia.

Program unggulan apa yang ia usung, berupa membenahi sejumlah aspek. "Program unggulan saya yaitu terbitnya modul Kaderisasi PKC PMII Jawa Tengah, kajian di regional PMII di Jawa Tengah dan penataan aparatur organisasi"

Sedangkan strategi dalam memperkuat peran PMII di wilayah tersebut, Farichin menjawab akan memperkuat peran PMII di Jawa Tengah. "Memperkuat peran PMII di Jawa Tengah ini salah satunya kita harus memahami Medan perjuangan, memperkuat konsolidasi internal dan eksternal organisasi serta ikut berperan aktif dalam segala sektor," lanjut dia.

Saya berpesan, kata dia, bahwa dalam era baru PMII ini mari kita bersama sama untuk saling menumbuhkan dan menguatkan PMII di Jawa Tengah, semuanya mempunyai perannya masing-masing untuk bersinergi membangun PMII Jawa Tengah yang kolektif dan kolaboratif. "Harapan kedepan yang pertama, bahwa PMII selalu mampu menjadi wadah untuk membantu menjawab tantangan zaman. Kedua , berperan aktif dalam bingkai keislaman dan keindonesiaan. Ketiga, baik dalam tingkat regional ataupun nasional PMII mampu hadir memberikan solusi," bebernya. (Red-Hartem27-MP)


Secang, Hariantemanggung.com - Yayasan Sirodjul Asyari PP Darul Muttaqien mengadakan rapat pembentukan Dewan Komite PP Darul Muttaqien 3. Rapat ini dihadiri oleh pengasuh PP Darul Muttaqien, KH. Abdul Muchit, Gus Ganang dan Ning Difla, Bupati Magelang terpilih Grengseng Pamudji, Dekan FTK INISNU Temanggung Andrian Gandi W, Kepala Desa Giriwetan Asdat Imam Ukir, pengurus yayasan dan PP, anggota masyarakat, alumni serta tokoh setempat.

Rapat yang dilaksanakan pada Sabtu, (18/01/25) di PP Darul Muttaqien 3 dimulai dengan sambutan dari KH. Abdul Muchit yang menyampaikan pentingnya pembentukan Dewan Komite dalam mendukung visi dan misi yayasan. "Dewan Komite akan berperan sebagai pengawas dan penasihat dalam pengelolaan yayasan, serta membantu dalam pengembangan program-program pondok pesantren yang berkualitas." papar Abdul Muchit.

Selanjutnya, peserta rapat melakukan diskusi mengenai struktur dan tugas, nama calon anggota diusulkan dan dibahas secara mendalam. Di akhir sesi, dilakukan pemilianh anggota Dewan Komite yang akan mendampingi yayasan dalam menjalankan program-programnya.

Rapat diakhiri dengan doa dan harapan agar Dewan Komite yang terbentuk dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Yayasan Sirodjul Asyari serta masyarakat sekitar. Selanjutnya Dewan Komite PP Darul Muttaqien 3 akan dilantik pada Ahad Pon, 26 Januari 2025 pukul 14.00 WIB. (htm/taf)


Oleh Hani Lestari
Mahasiswa INISNU Temanggung 

Pendidikan mulltikultural adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk menghargai, menghormati, dan memahami keberagaman budaya, etnis, agama, bahasa, dan latar belakang sosial dalam lingkungan pendidikan. Pendekatan ini mengakui bahwa masyarakat kita merupakan masyarakat yang multikultural, di mana individu-individu dengan latar belakang yang berbeda hidup bersama.

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Al-Hujarat ayat 13, Allah berfirman: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal". Kandungan ayat tersebut memberikan suatu informasi bahwa diciptakannya manusia dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku adalah untuk saling kenal-mengenal (berinteraksi) antara satu dengan yang lainnya, demi menciptkan kebaikan dan kedamaian.

Ketika kita mendengar istilah kebudayaan tentu sudah tidak asing lagi. Sering kali kita menerjemahkan kebudayaan sebagai sebuah bentuk kesenian dan pertunjukan semata. Padahal sebenarnya kebudayaan merupakan ide gagasan, perspektif, dan pola hidup yang menyangkut segala aspek kehidupan. Kebudayaan menjadi cara manusia merespons segala permasalahan hidup, mulai dari problem personal-komunal, masalah sosial, ekonomi, politik, hingga pendidikan. Dalam perspektif pendidikan, kebudayaan memiliki peran yang signifikan. Hal ini tercermin pada kebudayaan masyarakat desa ketika memaknai kearifan lokal dalam kehidupannya dan diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan dengan berbasis pendekatan multikultural.

Kearifan lokal merupakan salah satu warisan penting yang kaya akan nilai-nilai budaya, sosial, dan lingkungan. Tradisi ini telah lama dijaga dan dipraktikkan oleh masyarakat. Di tengah laju modernisasi dan globalisasi, menjaga dan mempromosikan kearifan lokal menjadi semakin penting, terutama dalam konteks pendidikan. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dapat memberikan pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan bermakna bagi siswa. Salah satu contoh kearifan lokal yang memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan adalah tradisi Nyadran Lintas Agama yang ada di Kaloran, Temanggung. Tradisi ini tidak hanya kaya akan makna budaya, tetapi juga memiliki nilai-nilai filosofi yang penting.

Dalam konteks pendidikan, tradisi Nyadran Lintas Agama berperan sebagai media yang efektif untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya saling menghormati dan kebersamaan. Hal ini dapat dicapai melalui pendekatan etnopedagogi, yaitu pendekatan pendidikan yang menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan. Melalui etnopedagogi, siswa dapat memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nyadran Lintas Agama yaitu nilai toleransi, kebersamaan, tolong menolong, gotong royong, cinta lingkungan, dan nilai religius.

Etnopedagogi, sebagai pendekatan yang mengintegrasikan kearifan lokal, memiliki relevansi tinggi di era globalisasi saat ini. Identitas budaya lokal sering kali terancam oleh homogenisasi budaya global yang menyebabkan nilai-nilai lokal terkikis. Oleh karena itu, penerapan kearifan lokal dalam pendidikan tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga membantu siswa memahami tantangan yang dihadapi dunia saat ini. Artikel ini akan membahas bagaimana tradisi Nyadran Lintas Agama dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan multikultural melalui pendekatan etnopedagogi serta dampak positifnya terhadap kesadaran budaya dan toleransi siswa.

Pentingnya Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan

Kearifan lokal memiliki peran penting dalam memperkaya pembelajaran. Salah satu keunggulannya adalah relevansi sosial dan budaya yang erat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan memanfaatkan kearifan lokal, siswa dapat memahami konsep akademik dengan lebih baik dan sekaligus memperkuat identitas budaya serta karakter mereka. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep akademik, tetapi juga membantu siswa untuk mengatasi dampak negatif globalisasi yang dapat mengikis identitas budaya lokal (Azizah, 2022).

Nilai-Nilai dalam Tradisi Nyadran Lintas Agama

Nyadran merupakan salah satu kearifan lokal yang ada di Kecamatan Kaloran dan sejumlah daerah lainnya. Selain Temanggung, di daerah Semarang tradisi sejenis juga dikenal, namun dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya dengan Safaran, Ruwahan, dan Rejeban. Untuk di Kaloran, istilah yang digunakan adalah Nyadran dan digelar setiap Jumat Pon pada bulan Rajab atau Safar. Sebelum prosesi Nyadran, masyarakat secara bersama-sama melakukan berseh, bersih makam, jalan, batu nisan dan lainnya semua dibersihkan. Berseh tidak hanya dilakukan di kuburan, tetapi juga dilakukan di sungai, sumber mata air, tempat sakral, dan lainnya. Setelah berseh, diadakan kenduri yaitu makan bersama di makam leluhur. Sebelum menikmati kenduri yang telah disiapkan, Nyadran ditutup dengan memanjatkan doa secara bergantian, dari tokoh Islam dan tokoh Buddha. Semua agama bersama mengikuti tradisi ini. Karena itu dinamakan tradisi Nyadran Lintas Agama.

Terdapat tiga makna utama dalam tradisi Nyadran, yaitu: spiritual, sosial, dan lingkungan atau ekologi. Secara spiritual, Nyadran menjadikan relasi bersama antara manusia dengan leluhur tetap jalan dalam ikatan kuat. Ikatan itu berupa penghormatan terhadap leluhur. Secara sosial, Nyadran menguatkan budaya gotong royong, membangun jejaring bersama, dan juga toleransi. Saat Nyadran, semua kumpul bareng lintas agama, berbaris berdampingan melepaskan identitas agama. Semua merasa menjadi bagian dari keturunan leluhur. Mereka bisa berbagi makanan tanpa memandang identitas. Makna ketiga yang terkandung dalam tradisi Nyadran berkenaan dengan lingkungan. Sebelum prosesi Nyadran, masyarakat secara bersama-sama melakukan berseh yang artinya bersih-bersih, bersih makam, jalan, batu nisan dan lainnya. Semua dibersihkan, ini mencerminkan nilai cinta terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Nyadran menjadi ajang untuk berbaur dengan masyarakat, saling menyayangi, saling menyayangi satu sama lain. Nuansa kedamaian, humanitas dan familiar sangat kental terasa. Apabila nyadran ditingkatkan kualitas jalinan sosialnya, rasanya Indonesia ini menjadi benar-benar rukun, ayom-ayem, dan tenteram.

Dampak Positif dari Integrasi Kearifan Lokal Nyadran dalam Pendidikan

Integrasi tradisi Nyadran dalam pendidikan multikultural memiliki berbagai dampak positif. Pertama, siswa menjadi lebih termotivasi dan terlibat dalam proses pembelajaran. Karena materi yang diajarkan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks lokal yang mereka kenal. Hal ini memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah (Kharismawati, 2023). Kedua, penerapan etnopedagogi berbasis tradisi Nyadran membantu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama serta menjaga kelestarian budaya lokal.

Sumber gambar: kompas.com

Oleh: Dr.Joni, S.Pd.I., M.Pd.B.I; – Ka. Pusat Kajian Budaya dan Kebijakan Publik dan Dosen Pasca Sarjana INISNU Temanggung

The Systemness Values in Gayoneses culture is very much present in the National Education Values that should be achieved, as there is discussion in daily habitual or Resam Edet (AR. Aman Finan, 1998:45), in this discussion are the values and norms that we found in our daily habits, which is a daily habit, the position does not contain legal sanctions but is closely related to educational purposes, such as (Virilocal) : Mah Atur that means is the plan to bring art troupe, this is as relatively Resam, this activity is justified to do because it can carry and or foster unity among the citizens is also in the process of implementation so many lessons to educate members of the society towards a moral or a norm. It is already arranged and written in the rules of life in Gayo society itself which is a system of values and norms of society Gayoneses social system.

In the customs and cultural traditions of Gayoneses Values Education be able to establish norms of learners, as found in the discussion of Indigenous Origin of Four Asaliyah Edet Si Opat or which explains that the custom has become the main of customs and Gayoneses culture itself, in the main traditional explained that the customary of Gayo society (urang Gayo) should follow to:

Edettulah; its means, the customary held always and always be endeavored not contrary to Islamic teachings, which explain the rules and social norms, dress, deal with parents, talking, walking, welcoming guests, how to deal with the Prayer (Tengku) / Teachers, etc.

Edetmuhakamah; this means, the custom is customary deliberation in society and the environment both formal and non-school or In Formal. In this tradition asserts that among community members and educators are also learners in order to have a responsible attitude and not to pit each other among them.

Edet Mutmainah; this means, the customary explains or confirm that, solidarity, humanity, etc. are very necessary in this life in order to live, and are strongly encouraged to also knows about thanks-for-giving in favors gratefulness.

Resam Edet; This means, confirms the customary norms interact in everyday life. It is often applied when carrying out activities that follow the existing norms.

According to author state that an area there is anything in specific; as which are basically related to the natural environment, socio-economic environment, and socio-cultural environment. And the area needs is anything that is needed by the community in an area, especially for the survival and increased standards of public life, which is adjusted with the direction of regional development as well as potential areas concerned.

Sumber gambar: Wikipedia

Oleh : Joni – Ka. Pusat Kajian Budaya dan Kebijakan Publik dan Dosen Pasca Sarjana INISNU Temanggung

Manusia adalah mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri melainkan selalu berinteraksi dengan sesamanya dan selalu bergantung kepada lingkungannya. Dan manusia juga merupakan masuk ke dalam kelas mahluk yang sama dengan mahluk lain yang ada di alam ini, hanya saja manusia memiliki kelebihan sedikit di abandingkan dengan mahluk lain, yaitu akal dan pikiran yang sudah mendasar (Abidin, 2006: 25). Alasan dasar manusia ada di muka bumi ini atau di alam ini adalah untuk berinteraksi dengan sesama yang di lingkungannya, guna menjalin hubungan tersebut untuk saling memenuhi kekurangan anatara mereka, hal ini tidak terlepas dari penggunaan akal dan pikiran serta pemungsian hati guna untuk pengontrolan segala proses aktifitas pada kehidupan ini. 

Manusia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa.

Dalam kehidupan manusia yang saling membutuhkan perlu adanya manusia membangun tingkah laku yang baik, ber-etika atau bermoral (Hazlitt, 2003: 34), karena hal ini mencakup pengertian tabiat, tingkah laku dan karakter manusia yang baik ataupun yang buruk dalam menjalin hubungannya dengan sang khaliq dan sesama manusia juga mahluk yang lainnya dan yang dapat menciptakan rasa pada diri pribadi seseorang. 

Salah satu perbuatan ahklaq yang diinginkan oleh hakikat dasar manusia itu adalah perbuatan yang telah tertanam dalam jiwa pada sese-orang manusuia, sehingga menjadi kepribadiannya yang menunjukan sifat si penutur tersebut. Moral bagi manusia sangatlah perlu, karena, nilai baik ini sekaligus merupakan ciri khas dari manusia sebagai mahluk individu dilihat dari adanya prilaku yang jujur, dapat dipercaya, dan hal inilah yang menjadi tolak ukur kebaikan dan kebenaran serta kejelekan atau ketidak wajaran.

Moral merupakan sebagai tolok-ukur terhadap baik tidaknya manusia individu tersebut, dan yang menjadi tolak ukur di dalam moral ini adalah akal, pikiran atau rasio, intinya moral adalah menyangkut bidang kehidupan manusia dinilai dari baik buruknya perbutaannya selaku manusia. Norma moral dijadikan sebagai tolak ukur untuk menetapkan betul salahnya sikap dan tindakan manusia, baik buruknya sebagai manusia. Tidak ada satu manusiapun yang tidak menginginkan kebaikan dan juga kebenaran, serta kesenangan. Hal tersebut dapat di raih apabila manusia mengaplikasikan moral ke dalam kehidupannya, karena norma norma moral yang kita perlukan adalah norma yang bersifat prakatis, dimana norma yang dapat diterapkan pada perbuatan-perbuatan konkret di kesehariannya, bukan nilai norma yang teoritis.

Jadi, apabila tidak adanya Moral yang terimplementasi menjadi norma maka tidak adanya norma kehidupan manusia dan kehidupan akan manjadi brutal. Pernyataan tersebut dilatar belakangi oleh keinginan manusia yang tidak ingin tingkah laku manusia bersifat senonoh. Maka dengan itu dibutuhkan sebuah norma yang lebih bersifat praktis. Memang secara bahasa norma agak bersifat normatif akan tetapi itu tidak menuntup kemungkinan pelaksanaannya harus bersifat praktis. Karena pada dasarnya hakikat manusia yang sebenarnya adalah nilai yang konkrit yang terlaksana pada proses pelaksanaan kehidupan sehari-hari.

Ciri manusia bermoral atau manusia tidak bermoral, jika dilihat dari pengertian dan beberapa istilah terkait dalam pengertian moral adalah jika seseorang melakukan tindakan sesuai dengan nilai rasa dan budaya yang berlaku ditengah masyarakat tersebut dan dapat diterima dalam lingkungan kehidupan sesuai aturan yang berlaku maka orang tersebut dinilai memiliki moral, sedangkan cirri yang tidak bermoral adalah tindakan sebaliknya dari yang bermoral. 

Terlepas dari perbedaan kata yang digunakan baik moral, etika, akhlak, budi pekerti mempunyai penekanan yang sama, yaitu adanya kualitas-kualitas yang baik yang teraplikasi dalam perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, baik sifat-sifat yang ada dalam dirinya maupun dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat.

Nilai baik sekaligus ciri manusia bermoral sebagai makhluk individu dapat dilihat dengan adanya prilaku seperti jujur, dapat dipercaya, adil, bertanggung jawab dan lain-lain, maupun sebagai makhluk sosial dalam hubungannya dengan masyarakat, seperti kejujuran, penghormatan sesama manusia, tanggung jawab, kerukunan, kesetiakawanan, solidaritas sosial dan sebagainya. Dari penjelasan di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa manusia adalah Manusia adalah makhluk yang sadar. Ini adalah kualitasnya yang paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yang menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yang tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yang ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yang tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yang benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yang lebih mulia daripada eksistensi. Dan, Manusia adalah makhluk yang sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satunya makhluk yang hidup mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.

Guna untuk menjaga keberlanjutan dan keberlangsungan harmunisasi, keakrabpan di dalam menjalani kehidupan dengan yang lain, perlu ada penegakan moral yang terpraktis kedalam Budi Pekerti dalam konteks ini seperti penjelasan sebelumnya adalah nilai-nilai moralitas manusia yang disadari dan dilakukan dalam tindakan nyata. Jadi, hakikat manusia dalam menempuh proses kehidupan tidak dapat terlepas dari konteks budaya dan aturannya, karena di dalam budaya ada aturan-aturan yang membimbing kehidupan kearah yang baik dan benar. Seperti yang ada pada produk budaya yaitu di dalam Pribahasa Aceh; “Meunyo get dalam hate, lahe bak ie rupa”, maksudnya; apabila seseorang baik di dalam hatinya akan dapat terlihat pada wajahnya. Apabila ia berbicara, kata-katanya selalu dapat menyejukan hati, setelah berpisah rasanya ingin bertemu lagi. Dan kemudian; “Meunyobrok dalam hate, lahe bak peugah haba”, maksudnya; apabila buruk di dalam hati, hal ini dapa terlihat sewaktu berbicara, dengan kata lain orang yang buruk hati, bila berbicara selalu membuat sakit hati orang, menyinggung perasaan, lain. Kata-kata yang di ucapkan bernada menyindir, mengejek, sinis, curiga dan buruk sangka (Umar, 2007: 22). 

 Cukup tegas makna dari pribahasa Aceh ini, yaitu menganjurkan manusia menjadi mahluk yang sadar dan tahu diri, ini dapat teraplikasi apabila manusia tersebut melaksanakan tatanan yang ada di dalam system budaya. Dan pribahasa ini merupakan sumbangan pembelajaran pribahasa kepada budi pekerti manusia, kemudian pembelajaran ini akan dapat menjadi nilai karakter manusia itu sendiri, sehingga hubungan dan keharmonisan antar sesama dapat terjaga baik bahkan dapat berlangsung hingga akhir hayat. Di dalam menjaga dan memelihara hubungan di dalam kehidupan, manusia di anjurkan dapat melaksanakan nilai kebaikan yang ada di dalam adat, adab dan budaya itu sendiri, Seperti halnya yang di katakana oleh tokoh Agama dan Adat Gayo (Ibrahim, 2010: 52) di kalangan Masyarakat Gayo mengenal dan meng-implementasikan nilai-nilai;


Mukemel (harga diri) dengan melaksanakan ahlak mulia bukan tercela.

Tertip (tertib) jujur dan teratur, sehingga tidak terjadi kekacauan yang menghabiskan tenaga, pikiran dan benda tampa ada manfaatnya.

Setiye (Setia) tidak mengupat, mencaci, atau mencela orang lain, dapat merasakan kesulitan orang lain terutama fakir, miskin dan anak yatim, memilihara keasatuan dan persatuan, kekompakan dan kebersamaan.

Semayang Gemasih (Kasih Sayang) tidak pernah membenci orang yang berbuat jahat tetapi membenci perbuatannya yang jelek, tidak cemburu dan suka membantu.

Mutentu (kerja keras) rajin disiplin memanfaatkan waktu, tidak banyak waktu terbuang untuk melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat apalagi melakukan maksiat.

Amanah (amanah) ikhlas, jujur, tidak berkhianat dan bertanggung jawab melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya. 

Genap Mupakat (musyawarah) memusawarahkan setiap apa dan bagaimana melaksanakan kepentingan dan tanggung jawab bersama.

Alang Tulung (tolong-menolong) terutama di dalam membiayai dan melaksanakan pekerjaan besar atau yang berat, baik yang berkenaan dengan kepentingan umum maupun kepentingan pribadi atau keluarga.

Bersikekemelen (kompetitif) berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan dalam semua bidang atau aspek kehidupan. 

Hal ini adalah usaha merefleksikan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dengan cara kekinian masyarakat dan pristiwa actual di lingkungan masyarakat itu sendiri, guna meningkatkan dan mengajak serta mendorong manusia itu untuk menuju ke-kebaikan, kebahagian dan keharmonisan. Sebab sebab dari budaya ini akan dapat membangkitkan kearifan dalam masyarakat, setiap orang niatnya pasti baik, dalam hati terselip sifat jujur, lebih lebih nilai-nilai budaya dapat diaplikasikan dalam lingkungan masyarakat, karena adat merupakan keyakinan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagian bagi manusia serta rahmat bagi seluruh alam. 

Jadi, adat dan budaya sangat banyak berperan di dalam kehidupan manusia disaat memproses kehidupan, adat dan budaya juga merupakan tidak terpisahkan dengan konsef-konsef Agama (lagu jet orum sipet) artinya tidak ada zat yang tidak memiliki sifat dan tidak ada sifat yang tidak memiliki zat, kedua unsur ini berbeda tetapi tidak dapat terpisahkan satu sama lainnya, inilah agama (keyakinan) dengan adat – budaya bagi suku Gayo.  


Temanggung, Hariantemanggung.com - ada kesempatan ini tim Program INOVOKASI Politeknik Negeri Semarang sukses mengadakan pelatihan berbasis digital ditambah dengan itu, para pelaku usaha dan beberapa petani kopi yang berada di Desa Malebo Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung (09/12/2024).

Pelatihan ini berfokus pada pengembangan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Temanggung (MP-IG-KRT) melalui skema program penerapan teknologi tepat guna (PPTTG). Implementasi kegiatan berupa mekanisasi produsi dengan pengembangan beberapa mesin untuk kopi yakni mesin roasting, mesin huller, mesin pulper, mesin kompos, alat perambang, mesin sortasi dan mesin grinder.

Implikasi INOVOKASI juga mengenalkan pendekatan sistem keuangan dan administrasi penjualan, serta mengembangkan sistem e-commerce dalam rangka penguatan pasar sasaran antar provinsi dan ekspor. Pengembangan produk baru bermerek "Semar Manggung" telah launching bersamaan dengan  HUT Kota Temanggung ke 190 dengan membagikan 1000 kopi gratis. 

Tim INOVOKASI terdiri oleh Dr. Iwan Hermawan, S.E., S.Kom., M.T.,Gita Hindrawati, S. Tr. M., M.S.M., Ir. Yusuf Dewantoro Herlambang, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Sartono, S.E., M.Si., Inayah, S.Psi., M.Sc., dan  dengan mitra Amirudin Hery Widiyanto (Win's Coffee) dan Agus Ilmi Samudin (Aiska Coffee). Program ini  juga telah menyelesaikan buku Direktori Kopi Temanggung : Sebuah Eksotisme dari Alas ke Gelas.

Hery Widiyanto menambahkan "bantuan dan pelatihan ini sangat berguna dan sangat membantu khususnya pelaku usaha kopi atau istilah UMKM agar bisa berkembang lebih bagus, semoga semua alat dan juga pelatihan ini bisa mendongkrak nilai jual dan kualitas kopi, terlebih juga berguna bagi petani kopi disekitar" tuturnya.

Adapun perwalikan atau sosok penting suksesnya ini yaitu Dr Iwan Hermawan, S.E., S.Kom., M.T., menambahkan "semua yang kita berikan semoga bisa berkah untuk kemajuan idustri UMKM khususnya yang ada dilingkungan desa Malebo ini, kita berharap jalinan komunikasi serta kerjasama ini akan terus berlanjut dikemudian hari, sukses bersama antara mitra dan juga tim Polines Semarang". (htm/tut)


Yogyakarta, Hariantemanggung.com
– Rois Saifuddin Zuhri, guru SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman, Yogyakarta berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam ujian hasil disertasi (ujian tertutup) pada Jumat (6/12/2024) secara daring. 

Rois, dalam ujian tertutup tersebut berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Problems Based Multiple Representation Learning (PBMRL) pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Di Sekolah Dasar” di hadapan Dewan Penguji yaitu Prof. Dr. Wuri Wuryandani, M.Pd. (Ketua/Penguji), Dr. Herwin, M.Pd. (Sekretaris/Penguji), Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd (Promotor 1/Penguji), Prof. Dr. Haryanto, M.Pd (Promotor 2/Penguji), Dr. Woro Sri Hastuti, M.Pd. (Penguji 2), dan Prof. Dr. Suryanti, M.Pd. (Penguji 1).


Capaian tersebut menjadi catatan perjalanan pria kelahiran Wonogiri tersebut, karena ia tidak perlu melakukan ujian akhir disertasi (ujian terbuka) karena berhasil mempublikasikan dua artikel di jurnal internasional terindeks Scopus yaitu “Multiple Representation Approach in Elementary School Science Learning: A Systematic Literature Review” terbit di International Journal of Learning, Teaching and Educational Research Vol. 22 No. 3 (2023) dan Information Communication Technologies Education In Elementary School: a Systematic Literature Review terbit di Journal of Education and Learning (EduLearn), Vol 18, No 3 2024.

Permasalahan di lapangan, kata Rois, adalah ditemukan kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah dan sering kali terbatas pada penghafalan tanpa pemahaman mendalam. “Solusi yang saya tawarkan secara akademis melalui temuan riset saya ini adalah melalui model Problem Based Multiple Representation Learning (PBMRL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa  dalam pembelajaran IPA dan membantu guru mengajarkan konsep-konsep abstrak dengan cara yang lebih interaktif,” jelas dia.

Dalam temuan risetnya, Rois yang juga Pengajar Praktik Guru Penggerak BBGP DIY itu mengembangkan model pembelajaran yaitu Problems Based Multiple Representation Learning (PBMRL). “Model PBMRL ini dikembangkan dengan mengacu teori konstruktivisme, discovery learning, John Dewey, dan pengkodean ganda. Adapun sintak atau langkah-langkahnya adalah orientasi pada masalah, mengorganisasi siswa, mengeksplorasi masalah secara individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil secara representasi, dan menganalisis evaluasi. Di dalamnya, ada tujuan dan sasaran. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Sedangkan sasarannya siswa kelas  V SD,” kata Rois yang juga Guru Pamong dan Penguji UKIN Program Profesi Guru (PPG) UNY tersebut.

Dosen Praktisi Mengajar Program Kampus Merdeka di Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa (UST) tersebut juga memaparkan, bahwa model PBMRL telah layak oleh ahli dalam uji kelayakan. "Kelayakan model PBMRL ini diuji dalam kelayakan buku model. Hasil analisis kesesuaian mencapai 100%, yang menunjukkan bahwa setiap komponen dalam buku model telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kedua, kelayakan panduan model. Ditemukan kelayakan yang mencapai 100%, panduan model PBMRL ini juga dapat berfungsi sebagai acuan utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Ketiga, kelayakan panduan penggunaan model berdasarkan hasil uji kelayakan panduan penggunaan model, validator menilai bahwa panduan ini berada dalam kategori layak dengan tingkat kesesuaian mencapai 100% sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan," kata dia.

Model PBMRL juga diuji keefektifan. "Analisis uji independent t-test kelompok kontrol menunjukkan rata-rata (mean) sebesar 84.91 dengan deviasi standar (Std. Deviation) sebesar 8.609, sedangkan kelompok eksperimen memiliki rata-rata yang lebih tinggi, yaitu 89.50 dengan deviasi standar sebesar 6.521. Selisih rata-rata antara kedua kelompok ini adalah 4.592 yang menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran PBMRL yang dikembangkan memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol," jelas Founder Ruang Siar Guru tersebut.

Salah satu kebaruan dari temuan riset tersebut, Rois menegaskan bahwa model PBMRL memiliki keunggulan signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD dalam pembelajaran IPA. 

“Model pembelajaran PBMRL mengintegrasikan model multiple representasi dengan metode kolaborasi, diskusi, eksplorasi mandiri, dan model pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD pada pembelajaran IPA melalui sintaks model, sistem sosial, dan dampak instruksional yang dikembangkan di dalamnya,” jelas Asisten Bidang Examinaton Expert, Educational Quality Enhancement Program (EQEP) tersebut.

Dijelaskan pula, bahwa karakteristik model pembelajaran PBMRL yaitu pendekatan berbasis masalah, penggunaan representasi, kolaborasi dan diskusi, eksplorasi mandiri, sintaks model, sistem sosial, dan dampak instruksional untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD pada pembelajaran IPA.

“PBMRL yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dinyatakan layak berdasarkan uji validasi kelayakan instrumen model.  PBMRL yang dikembangkan terbukti efektif dalam membantu siswa merepresentasikan kemampuan berpikir kritis berdasarkan hasil uji independent t-test dan uji N-gain yang menunjukkan peningkatan signifikan.  PBMRL yang dikembangkan terbukti praktis digunakan menurut hasil respon guru, respon siswa, dan peer viewer yang secara konsisten memberikan penilaian positif terhadap kemudahan penerapannya,” papar dia.

Rois merupakan doktor FIPP ke 105 dan doktor Pendidikan Dasar ke 48. Rois lulus dengan predikat Cumlaude dengan IPK 3.92 dengan nilai disertasi A (87.3) dengan masa studi 41 bulan (3 tahun 5 bulan). Ia ditetapkan bisa lulus tanpa ujian terbuka karena berhasil mempublikasikan dua artikel ilmiah di jurnal internasional.

Pihaknya berharap, agar temuan dan novelty dari model PBMRL bisa diterapkan di SD di wilayah Sleman dan umumnya di Yogyakarta karena sangat dibutuhkan oleh siswa SD utamanya dalam mata pelajaran IPA yang mengharuskan siswa untuk melakukan representasi ganda.  (**)

 


Temanggung, Hariantemanggung.com
– Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung tengah bersiap menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri berbasis program studi dengan metode Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD). Pembekalan tersebut dilaksanakan di Aula INISNU Temanggung pada Senin, (02/12/2024).

Pembekalan bagi para mahasiswa peserta KKN telah dilaksanakan, dengan tujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan program KKN yang berdampak.

Ketua LP2M sekaligus Ketua Panitia KKN, Asih Puji Hastuti., S. Sos. I., M. A. memberikan penjelasan mengenai perbedaan KKN tahun ini. "KKN kali ini memiliki tema yang lebih spesifik, yaitu 'KKN mandiri berbasis program studi dengan metode PAR/ABCD'," ujarnya. 

Selain itu, durasi KKN juga diperpanjang agar mahasiswa dapat lebih intensif berinteraksi dengan masyarakat. "Dengan waktu yang lebih panjang, mahasiswa diharapkan dapat menggali permasalahan yang ada secara lebih mendalam dan memberikan solusi yang relevan," imbuhnya. Penggunaan metode PAR/ABCD dalam KKN ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

Bapak Rektor INISNU Temanggung, Muh. Baehaqi, MM. menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Beliau berharap agar program-program KKN yang dilaksanakan dapat bersinergi dengan program pembangunan desa yang telah berjalan. "Saya ingin melihat mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra sejajar bagi masyarakat dalam upaya membangun desa yang lebih maju," tegasnya. Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan dapat tercipta solusi-solusi inovatif yang berkelanjutan.

Selanjutnya, para mahasiswa diperkenalkan dengan mekanisme KNN, konsep PAR dan ABCD, serta bagaimana kedua metode ini dapat diterapkan dalam konteks KKN. Mereka juga dilatih untuk melakukan analisis situasi, identifikasi masalah, dan merancang program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(htm/tut)



Temanggung, Hariantemanggung.com
- Dema INISNU secara resmi membuka diskusi publik bertajuk "Bicara Gagasan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung Untuk 5 Tahun Ke depan" pada Selasa (12/11/2024). Acara tersebut berlangsung di hall Babussalam Temanggung.

Acara ini menghadirkan 3 Calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung, nomor urut 1 Agus Setyawan - Nadia Muna, nomor urut 2 Heri Ibnu Bowo - Fuad Hidayat, dan nomor urut 3 HM Al Khadziq - Bimo Alugoro. 

Dea Puji Saputri, Ketua DEMA INISNU saat diwawancarai menekankan pentingnya diskusi publik ini dalam memperlancar proses demokrasi di Temanggung. "Kedepannya adanya diskusi publik ini dapat memperlancar proses demokrasi di Temanggung nantinya, Karena proses demokrasi ini harus lancar dan bersih", tegasnya.

Dea juga menambahkan forum terbuka seperti ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat khususnya pemuda temanggung untuk menyampaikan aspirasi dan gagasannya, sehingga proses demokrasi dapat berjalan lebih lancar dan bersih.

Selanjutnya Dr. Muh Baehaqi, M.M., Rektor INISNU Temanggung, menyampaikan sikap netral kampus. Beliau menyatakan, "Semua pasangan calon adalah pilihan Allah. Siapapun yang terpilih" kampus INISNU siap bekerja sama untuk membangun Temanggung yang lebih baik.

"Mohon doa restu untuk perubahan INISNU Temanggung menjadi Universitas Islam Temanggung" tambah beliau. Rektor INISNU juga menyampaikan harapannya perubahan INISNU menjadi sebuah universitas. Harapan ini menunjukkan komitmen beliau untuk terus mengembangkan INISNU menjadi perguruan tinggi yang lebih berkualitas.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyampaian gagasan ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Diskusi publik ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menunjukkan komitmen pemuda temanggung khususnya mahasiswa INISNU dalam mendukung suksesnya Pilkada 2024 di Kabupaten Temanggung. Semangat dan partisipasi aktif mahasiswa diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dalam menjaga dan mengawal proses demokrasi di Indonesia. (Htm/Tuti Amalia)


Temanggung, Hariantemanggung.com - Dirikan wadah bagi kaum muda, pelajar, dan terkhusus mahasiswa untuk berdialog, berdiskusi tentang ide-ide menuju arah kedepan bangsa dan negara, komponen organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Temanggung, PMII, HMI, IMM, dan GMNI, meresmikan Rumah Kebangsaan dan Deklarasi Pilkada 2024 Damai pada hari 
Senin (28/10/2024). 

Kegiatan peresmian yang dihadiri oleh Pj. Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo, Kepala Bankesbangpol Temanggung, Joko Prasetyono, Dandim 0706 Temanggung, Letkol Inf. Sriyono, dan Kasat Intel Polres Temanggung, AKP Himawan Suntarto, dilaksanakan di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Temanggung.

Pj. Bupati Hary Agung Prabowo mengatakan, pelajar dan mahasiswa punya peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa Indonesia. 

"Generasi millenial dan generasi Z mencapai 53,12% (persen) yang punya peran besar untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya di Temanggung," kata Pj. Bupati. 

Peran penting itu, diterangkannya, pada Pilkada untuk menyalurkan hak pilih atau mencoblos sesuai hati nurani, menjaga kondusifitas, sehingga berjalan dengan aman, sejuk, sukses tanpa ekses, terjaga persatuan dan kesatuan. 

"Semua tokoh yang berkontestasi adalah putra dan putri terbaik Kabupaten Temanggung. Mahasiswa harus mampu mendorong pemilih salurkan hak pilih agar partisipasi pemilih tinggi," lanjutnya. 

Peran lainnya adalah meningkatkan kualitas dan mengembangkan diri untuk memiliki skill yang dibutuhkan untuk masa depan. Sebab, bagi mereka yang tidak punya kemampuan akan tergerus dan tenggelam.

Pj. Bupati mengapresiasi diresmikannya Rumah Kebangsaan yang merupakan wadah bagi kaum muda, mahasiswa, pelajar untuk berdialog, berdiskusi tentang ide-ide menuju arah kedepan bangsa dan negara. 

Pada Pilkada 2024, Pemkab Temanggung menggelar deklarasi netralitas yang diikuti ASN, PPPK dan pegawai yang dibiayai APBD. 

"Dan kita telah bentuk tim pengawasan netralitas itu," tandasnya.

Kepala Bankesbangpol Joko Prasetyono mengatakan, Bankesbangpol mewadahi Rumah Kebangsaan sebagai tempat berdiskusi, semua hal yang terkait arah pembangunan, baik politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya.  

Dandim 0706 Temanggung Letkol Inf. Sriyono mengatakan, peresmian Rumah Kebangsaan tepat, sebab bersamaan dengan momen peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, dan sekaligus menyambut pemerintahan baru. 

"Para pemuda agar mengembangkan potensi diri sesuai bidangnya. Indeks manusia Indonesia, khususnya pemuda telah 56 persen dan harus ditingkatkan," katanya. 

Dandim mengimbau, pemuda untuk gaungkan semangat kebangsaan dan nasionalisme. Mengkritisi boleh, tetapi harus konstruktif untuk kemajuan.

Kasat Intel Polres Temanggung AKP Himawan Suntarto mengatakan, mahasiswa harus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah. Jika ada masalah untuk diselesaikan secara baik, tanpa ada gejolak. (htm/mpp)


Salatiga, Hariantemanggung.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengadakan kegiatan “Smart Bangsaku, Bersatu Indonesiaku! (Sehat Mental, Keluarga Cerdas, dan Tangguh) dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah”. Kegiatan ini diikuti siswa SMP/MTS di wilayah Kota Salatiga, bersama dengan orang tua dan guru pendamping siswa pada Rabu (16/10) di Aula Ganesha, Dinas Pendidikan Kota Salatiga.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Direktur Kerjasama Bilateral BNPT RI, Brigjen. Pol. Drs. Kris Erlangga Aji Widjaya. Saat memberikan sambutan Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dalam memberikan pemahaman kepada siswa, orang tua, dan guru terkait bahaya radikalisme terorisme di kalangan anak, perempuan dan keluarga.

Ia menegaskan bahwa pencegahan radikalisme harus dimulai dari keluarga dengan memperkuat ketahanan keluarga. "Ketahanan keluarga dalam menghadapi radikalisme berarti melindungi anggota dari ideologi ekstremis melalui nilai-nilai moral, komunikasi terbuka, dan pendidikan inklusif. Keluarga yang tangguh pasti akan menciptakan lingkungan yanh aman, sehingga mengurangi risiko terpapar paham radikal," ujarnya.

Brigjen. Pol. Drs. Kris Erlangga Aji Widjaya juga mendorong peserta untuk terus mengampayekan perdamaian “Kami mendorong guru dan pembimbing siswa SMP/MTS yang hadir pada kegiatan ini untuk menjadi agen perdamaian, mengorganisir orangtua, siswa dan siswi, serta menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan segala bentuk paham dan propaganda kelompok radikal terorisme, setidaknya di lingkungan sekolah dan keluarga masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma'arif, M.Ag menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas program mandatory dari BNPT ini. Program ini merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan bangsa di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Program ini menurutnya mencerminkan komitmen kuat untuk melindungi anak sebagai generasi muda bangsa serta perempuan dari ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan kita.

“Pertemuan kita hari ini sangat penting. Kita tidak hanya berkumpul dengan anak-anak, tetapi juga dengan orang tua dan organisasi masyarakat yang memiliki visi yang sama. Inilah bentuk nyata dari kerja kolaboratif penthahelix, FKPT bersama institusi pendidikan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan kerja sama ini, kita bisa membangun bangsa yang lebih kuat dan harmonis,” ujarnya.

Turut memberikan sambutan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Dra. Siti Nur Solikhah mengatakan bahwa Kegiatan ini sangat penting dalam membuka wawasan kebangsaan kita semua, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini, termasuk didalamnya masalah radikalisme-terorisme yang harus dicegah melalui peran keluarga.

Kegiatan tersebut setelah resmi dibuka dengan diakhiri foto bersama sebagai simbol kolobarasi dan kerjasama yang kuat dalam memerangi intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Dilanjutkan sesi diskusi yang diisi oleh narasumber baik dari pusat maupun daerah yang dimoderatori Kabid Perempuan dan Anak FKPT Jawa Tengah, Dra. Atiek Surniati, M.Si. antara lain materi pertama dari Direktur Bilateral BNPT RI Drs. Kris Erlangga Aji Widjaya dengan materi “Ketahanan Keluarga untuk Mencegah Paham Radikalisme dan Terorisme”, materi kedua dibawakan seorang ahli psikolog, Wulansari Ardianingsih, M.Phil, M.Psi, Psikolog dengan materi “Generasi Smart (Sehat Mental, Keluarga Cerdas dan Tangguh)”, dan materi ketiga dari Kasi SMP Kota Salatiga, Sri Handayani Qosimiyati, S.Pd.,M.Pd  dengan materi “Pentingnya Komunikasi dan Kasih Sayang dalam Keluarga serta Lingkungan Pendidikan serta Menulis Surat ”.  

Hadir juga staf BNPT RI, Sekretaris FKPT Jawa Tengah Ahmad Ro’uf, M.Pd., Bendahara FKPT Jawa Tengah Siti Maemunah, M.SI, serta Kabid Pengkajian dan Penelitian FKPT Jawa Tengah Nanang Qosim, M.Pd.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kesbangpol Kota Salatiga yang diwakili Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga yang diwakili Sekretaris Pendidikan Kota Salatiga, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kecataman Sidorejo Salatiga, dan perwakilan Ormas NU, Muhammadiyah, PKK, Yayasan Percik dan rumah KitaB


Temanggung, Hariantemanggung.com
– Libatkan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pengawasan partisipatif pemilihan 2024, Bawaslu Kabupaten Temanggung kini memiliki amunisi baru dari generasi Z dalam pengawasan di media sosial.

Amunisi itu didapat setelah bergabungnya 100 mahasiswa dari kabupaten tersebut sebagai relawan patroli siber untuk pemilihan 2024. tentunya sebagai upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran, dan jika ada, lebih cepat diketahui, dan tertangani.

Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Roni Nefriadi mengatakan, tambahan amunisi itu didapat pada gelaran Camping Ceria Pengawasan di Embung Bansari, Sabtu (12/10/2024) malam.

Acara diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya diskusi generasi terkini dalam peran serta di pemilihan 2024 dan arah masa depan bangsa, serta ikrar mahasiswa dalam peran serta menolak hoak, ujaran kebencian dan politisasi SARA.

Pagi harinya, Minggu (13/10/2024) peserta mengikuti senam bersama luar biasa dan pembuatan konten media sosial kampanye untuk mengajak generasi muda menyalurkan hak pilih.

“Sejumlah wartawan masuk sebagai relawan patroli siber,” katanya.

Ketua Bawaslu Jateng Muhammad Amin di sela acara mengatakan, generasi terkini terutama generasi Z punya peran serta dalam pemilihan 2024 yang sangat sentral.

Peran itu, disampaikan olehnya, di antaranya mengajak teman sebaya untuk datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilih dan terlibat dalam patroli siber di media sosial.

“Generasi Z juga punya kekuatan dalam sosialisasi terkait pemilihan dan pengawasan,” tandasnya. (htm/mpp)



Magelang, Hariantemanggung.com
- Arus dukungan dari para kiai dan guru ngaji di Kabupaten Magelang terus mengalir untuk pasangan calon Grengseng Pamuji dan H. Sahid. Para tokoh agama ini mendeklarasikan dukungan dengan harapan dan keyakinan pasangan tersebut mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Kabupaten Magelang.

Deklarasi dukungan yang digelar di Pondok Pesantren Assirodjiyyah Awal 2 Koripan, Tegelrejo pada Ahad Malam (7/10/2024) itu juga menekankan prinsip keterpaduan dan hubungan baik antara ulama dengan umara. Dalam sambutannya, Gus Abdul Hamid Sirodj mengungkapkan apresiasi terhadap pasangan Grengseng-Sahid. ”Visi dan misi mereka selaras dengan harapan kiai dan guru ngaji agar kesejahteraan Masyarakat Magelang semakin meningkat." Tegasnya.

KH. Muslich Zainal Abidin, menjelaskan alasan di balik dukungan tersebut. Beliau menyatakan bahwa Grengseng dan H. Sahid telah menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan saat menjabat sebagai anggota DPRD. “Grengseng Pamuji dan H. Sahid memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Program-program yang beliau usulkan selama ini sangat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat Magelang.” Paparnya

Selain itu, para tokoh agama menilai, dengan begitu banyaknya dukungan, Grengseng Pamuji dan H. Sahid merupakan pasangan yang tepat memimpin Kabupaten Magelang. Mereka telah terbukti memperhatikan aspirasi masyarakat dan menjalankan pemerintahan dengan baik.”pungkas KH. Muslich Zainal Abidin.

Dukungan ini, juga terlihat dalam berbagai kegiatan sosialisasi yang dilakukan pasangan calon. Mereka aktif berinteraksi dengan masyarakat, termasuk mengunjungi pesantren-pesantren dan menghadiri acara keagamaan. Hal ini semakin memperkuat hubungan baik antara pemimpin dengan tokoh agama di wilayah tersebut.

Para tokoh agama dan peserta juga melaksankan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mursyidul Anam. Harapannya dalam pelaksanaan Pilkada diberikan kemudahan, kelancaran, dan kemenangan dan keberkahan. Para tokoh yang hadir juga siap mendampingi dalam memberikan petunjuk arah, sehingga kebijakan dalam pembangunan daerah sesuai dengan nilai, prinsip, dan berorientasi pada kemaslahatan warga Kabupaten Magelang.

H. Sahid, dalam pernyataannya, mengapresiasi dukungan yang diberikan para tokoh agama. “Kami merasa terhormat mendapatkan dukungan ini. Ini merupakan doa dan amanah yang harus kami jalankan bersama dengan sebaik-baiknya jika kami terpilih nanti.” paparnya 

Salah satu aspek utama dalam visi-misi Grengseng-Sahid adalah pengembangan pendidikan pesantren dan TPQ. Pasangan ini berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada para guru ngaji dengan mengintegrasikan layanan Kemenag dan kebijakan Pemerintah Desa di Kabupaten Magelang.

Grengseng Pamuji juga menekankan nilai dan pentingnya integrasi pendidikan agama dan umum. ”kolaborasi pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum sangatlah diperlukan, agar generasi muda Magelang berakhlak baik, cerdas dan mampu bersaing global. Maka, untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan, perhatian khusus, serta kebijakan untuk kesejahteraan tenaga pengajar atau guru ngajinya."Pungkasnya

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta itu, juga turut menguatkan UMKM sekitar, seperti pedagang Bakso, Soto dan Sate. Pedagang yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut, bersyukur dan bangga telah dilibatkan dalam acara ini. Inilah bukti pasangan juga sangat memperhatikan kesejahteraan pedagang dan pelaku UMKM. Dengan semakin banyaknya dukungan yang diterima, pasangan Grengseng Pamuji dan H. Sahid optimis dapat meraih suara terbanyak dalam Pilkada Kabupaten Magelang. (htm/MPP)