Oleh: Anisa Rejeki

Kopi kini tidak hanya dinikmati oleh orang dewasa di kafe atau kantor, tapi juga sudah akrab di lingkungan pondok pesantren. Banyak santri yang mulai menjadikan kopi sebagai teman belajar dan mengaji, terutama saat malam hari. Selain rasanya yang enak, kopi juga membantu santri tetap terjaga dan tidak mengantuk saat harus menghafal atau membaca kitab.

Dulu, kopi mungkin hanya diseduh sederhana oleh para ustaz atau pengurus pondok. Tapi sekarang, minum kopi mulai jadi kebiasaan di kalangan santri, apalagi saat jadwal belajar padat. Secangkir kopi hangat bisa membantu pikiran lebih fokus dan badan tetap segar.

Bisa dibilang, kebiasaan ngopi di pondok ini muncul karena kebutuhan. Banyak santri yang harus bangun sejak dini hari untuk salat, mengaji, dan mengikuti pelajaran seharian penuh. Di malam hari pun masih ada waktu khusus untuk murojaah (mengulang hafalan). Di sinilah kopi berperan penting agar santri tetap kuat dan semangat menjalani kegiatan.

Minum kopi di pondok juga bisa mempererat kebersamaan. Biasanya santri ngopi bareng saat istirahat atau setelah kegiatan malam. Obrolan ringan sambil menikmati kopi sederhana bisa jadi momen keakraban yang hangat. Kadang disajikan bersama gorengan, roti, atau jajanan ringan lainnya.

Kebiasaan ini juga bisa membawa manfaat ekonomi. Misalnya, ada kantin pondok atau koperasi santri yang mulai menjual kopi, baik dalam bentuk seduhan maupun bubuk. Bahkan, beberapa pondok mulai membuat produk kopi sendiri dari hasil kebun atau kerja sama dengan petani lokal. Ini bisa jadi peluang usaha yang mendukung kemandirian pondok dan santrinya.

Namun tentu tetap ada yang perlu diperhatikan. Jangan sampai minum kopi berlebihan atau malah membuat waktu belajar terganggu. Kopi sebaiknya diminum dengan bijak dan tidak menggantikan waktu istirahat yang cukup.

Pertama, pondok bisa memberi edukasi tentang manfaat dan batas wajar minum kopi, terutama bagi santri yang punya masalah lambung atau kesehatan lain. Kedua, kopi di pondok juga bisa dikembangkan jadi program wirausaha santri, dengan mengolah kopi lokal menjadi produk yang layak jual.

Dengan begitu, kopi bukan hanya jadi teman begadang, tapi juga jadi bagian dari gaya hidup sehat dan produktif di pondok. (Foto: Dunia Santri).

Bagikan :

Tambahkan Komentar