Oleh Miftakhur Rosidah
Di tengah maraknya persoalan air bersih di berbagai daerah, Dusun Ngropoh di Desa Umbulsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, menghadirkan sebuah contoh baik dalam pengelolaan sumber daya alam. Di dusun ini terdapat tuk Umbul, sebuah mata air alami yang dimanfaatkan sebagai sumber air minum warga dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp2.000 per galon. Keberadaan tuk Umbul ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Air yang bersumber dari tuk Umbul terkenal jernih dan segar karena berasal langsung dari mata air pegunungan. Tidak hanya bebas dari bau maupun rasa, air ini juga telah digunakan turun-temurun oleh warga dan terbukti aman dikonsumsi. Beberapa warga bahkan menyebut kualitasnya tidak kalah dengan air mineral dalam kemasan. Ketersediaan air ini sangat membantu terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.
Harga Rp2.000 per galon tentu sangat jauh lebih murah dibandingkan harga galon isi ulang di kota-kota besar yang bisa mencapai Rp5.000 hingga Rp8.000. Ini menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat pedesaan, terutama saat musim kemarau panjang ketika sumber air rumah tangga mulai mengering. Tuk Umbul menjadi alternatif utama dan sekaligus penyelamat kebutuhan air sehari-hari.
Selain manfaat ekonomis, keberadaan tuk Umbul juga mencerminkan nilai gotong royong masyarakat. Air dari sumber tersebut dikelola bersama dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Beberapa warga bahkan ikut terlibat dalam perawatan saluran air serta kebersihan sekitar sumber. Ini menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga sumber daya alam yang ada.
Namun demikian, potensi tuk Umbul ini belum sepenuhnya dikembangkan secara maksimal. Jika dikelola dengan sistem yang lebih terorganisir, mata air ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan desa. Misalnya, dengan menjual air dalam kemasan yang bermerek lokal, atau menyediakan pengisian air galon dalam skala yang lebih besar untuk wilayah sekitar.
Pemerintah desa sebaiknya memberikan perhatian lebih terhadap potensi ini, baik dari sisi infrastruktur pendukung maupun pengawasan kualitas air. Dengan pengujian berkala dan sistem distribusi yang baik, tuk Umbul bisa menjadi model pemanfaatan air bersih berkelanjutan. Selain itu, adanya dukungan kebijakan bisa mencegah eksploitasi berlebihan yang bisa merusak kelestarian mata air.
Keberadaan tuk Umbul juga dapat dijadikan bahan edukasi lingkungan bagi generasi muda. Mereka bisa diajarkan bagaimana menjaga sumber air, pentingnya konservasi, serta nilai-nilai sosial seperti berbagi dan gotong royong. Dusun Ngropoh bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam mengelola air sebagai aset bersama.
Secara keseluruhan, tuk Umbul di Dusun Ngropoh bukan hanya sekadar sumber air minum murah, melainkan simbol ketahanan lokal terhadap krisis air dan contoh baik dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Sudah saatnya nilai-nilai ini diangkat dan dikembangkan lebih luas, agar manfaatnya terus mengalir bagi generasi yang akan datang.
Tambahkan Komentar