Daftar kampus di Temanggung Jawa Tengah ini merupakan daftar perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Temanggung. Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah, Temanggung juga memiliki beberapa kampus yang wajib Anda ketahui.

Di Temanggung, ada tiga kampus yaitu STAINU Temanggung, Akper Al-Kautsar Temanggung dan Akper Ngesti Waluyo Parakan Temanggung.



STAINU Temanggung
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Temanggung, Jawa Tengah yang didirikan oleh NU pada tahun 1996.

Rektor/Ketua
Drs. H. Muh Baehaqi, MM

Alamat STAINU Temanggung
Jl. Suwandi-Suwardi Temanggung.Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia

Kontak:
Telp. (0293) 493361
humastainutemanggung@gmail.com
www.stainutmg.ac.id
Fanspage STAINU Temanggung

Profil dan Sejarah STAINU Temanggung
Dalam sejarahnya, Sekolah Tinggi agama iIslam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggungg beroperasi semenjak tahun 1969, atas prakarsa dan motor al maghfurlah K.H Abdul. Hadi Shofwan (Ketua Tanfidziyah PCNU. Temanggung waktu itu) yang sekaligus pendiri pengasuh Pondok Pesantren al-Huda dan Al-Hidayah Jampirejo Temanggung.

Pada waktu. itu, perguruan tinggi bernama Fakultas Hukum Islam-UNNU (Universitas Nahdlatul Ulama) Jawa Tengah di Temanggung yang pembukaannya diresmikan oleh Dekan FHI-UNNU Surakarta (K Zubair), dengan disaksikan oleh H. Masjchun Sjofwan SH (Bupati Kepala Daerah Tingkat II Temanggung waktu itu), setelah melalui rangkaian persiapan panitia pendiri (muassis), dengan ketua K.H Abdul Hadi Shofwan dan sekretaris K. Amin Wasthony, BA. FHI–UNNU Jawa Tengah di Temanggung ini kemudian diresmikan secara formal pada hari Senin, tanggal 9 Februari 1970 M (3 Dzulhijjah 1389 H).

Baca juga: Perpustakaan STAINU Temanggung Jadi Kiblat Literasi


Penggalan kata Nahdlatul Ulama dibelakang nama perguruan tinggi menunjukkan bahwa perguruan tinggi lahir dan beroperasi dalam naungan dan didorong oleh etos dan cita organisasi cita-cita induk yaitu Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi sosial-keagamaan dibidang islam dan dikelola oleh para Ulama’ dari semenjak berdiri hingga sekarang. Pada periode pertama ini, proses perkuliahan dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren al-Huda Jampirejo yang sekarang berada dibawah asuhan para putra pendirinya.
Pada masa-masa pendirian dan saat-saat periode pertama operasional atau bisa disebut sebagai Periode Penyemaian dan Pertumbuhan bagi perguruan tinggi ini, K.H. Abdul Hadi Shofwan dibantu dengan gigih, penuh semangat pengabdian dan ketulusan hati dan jauh dari pamrih selain ridlâ Allâh dalam rangka li i’lâ’ kalimah Allâh oleh orang-orang yang memiliki ide dan komitmen yang kurang lebih sama terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan di dan bagi kalangan Nahdliyyin di Temanggung, baik dari kalangan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Temanggung, tokoh masyarakat setempat, maupun para pakar dan praktisi pendidikan tinggi dari luar Temanggung.

Baca juga: Dosen STAINU Temanggung Luncurkan Buku Saat Hari Santri Nasional
Pada tahun 1970, Fakultas Hukum Islam (Kulliyyat al-Qadla) UNNU Jawa Tengah di Temanggung memperoleh status Terdaftar berdasar Surat Keputusan Direktur Direktorat Perguruan Tinggi Agama pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, dengan nomor: Dd/I/PTA/3/118/1548/1970, tanggal 24 Nopember 1970. 
Dua belas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1982, FHI – UNNU Temanggung memperoleh status Diakui berdasar Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, Nomor 27 Tahun 1982, tanggal 16 Maret 1982. Semenjak berdirinya, FHI – UNNU Temanggung berada di bawah bimbingan dan kepemimpinan K.H. Abdul Hadi Shofwan sebagai Dekan, hingga beliau wafat pada tanggal 23 Sya’ban 1408 H/1987 M. 

Setelah K.H. Abdul Hadi Shofwan wafat, FHI UNNU Temanggung dipimpin oleh Drs. Hasyim Affandi (Wakil Dekan II waktu itu) yang, karena kesibukan beliau sebagai pejabat negara di luar Temanggung, hanya menjalankan kepemimpinannya selama periode Tahun Akademik 1987/1988 sampai dengan 1988/1989. Paska kepemimpinan Drs. Hasyim Affandi, kepemimpinan FHI – UNNU Temanggung dilanjutkan oleh T. Suyoto Isma’il SH, yang menjabat selama periode Tahun Akademik 1988/1989 – 1993/1994. Sejalan dengan perkembangan pada waktu itu, pada Tahun Akademik 1988/1989 FHI-UNNU Temanggung berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STISNU) Temanggung, dengan status Terdaftar berdasar SK No. 219 Tahun 1988 dari Depag Pusat untuk jenjang S-.
Pada tahun 1994, berdasar hasil musyawarah antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Temanggung dengan pihak keluarga pendiri (diwakili oleh Ibu Hj. Siti Dzalfah, isteri K.H. Abdul Hadi Sofwan), dan atas ijin Bupati Kepala Daerah Tingkat II Temanggung waktu itu, Drs. H. Sardjono SH., CN, proses perkuliahan dilaksanakan di gedung SD Negeri Temanggung II No. 03, yang kemudian disebut sebagai Kampus II STAINU Temanggung. 

Baca juga: STAINU Temanggung Siapkan Guru TK dan PAUD Berkualitas

Ijin penggunaan gedung SD Negeri Temanggung II No. 03 sebagai kampus STAINU tersebut adalah untuk masa waktu yang tidak ditetapkan batasnya. Drs. H. Sardjono SH., CN, sebagai Bupati Temanggung waktu itu, atas permintaan K. H. Cholil Asy’ari (Rois Syuriah NU Cabang Temanggung masa itu) juga mengijinkan (dengan Surat Keputusan Nomor: 421.4/01407, tanggal 26 Juli 1994) Drs. H. Moch. Muchji MM (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu) untuk memimpin dan mengelola perguruan tinggi yang didirikan dan berada di bawah naungan organisasi NU ini. 
Semenjak pindah ke Kampus II, Jl. Dr. Wahidin 2A, perguruan tinggi ini berubah menjadi STAINU (Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama), dengan menyelenggarakan dua Program Studi, yaitu Program Studi Peradilan Agama yang sejak Tahun Akademik 1998/1999 menjadi Program Studi al- Ahwâl al-Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam), Fakultas Syari’ah, dan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah. 

Semenjak tahun 1994 itu, yang menandai dimulainya Periode Kedua atau Periode Perkembangan bagi perjalanannya, STAINU Temanggung mulai mempertegas eksistensinya di Temanggung, dengan jumlah mahasiswa yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Dosen STAINU Temanggung Terpilih Ikuti Program Sandwich ke Austria
Guna menjamin kelancaran, efektivitas, dan efisiensi serta kemandirian pengelolaan perguruan tinggi ini, pada tahun 1998, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Temanggung kemudian membentuk dan mendirikan lembaga atau badan otonom dalam bentuk Yayasan dengan tugas utama mengelola dan mengembangkan STAINU Temanggung ke depan sehingga menjadi sebuah universitas yang handal dan terpercaya, dengan nama Universitas Islam Nahdlatul Ulama yang disingkat UNISNU. Yayasan ini bernama Badan Pengelola Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama, disingkat BP-YAPTINU, dengan Ketua Harian dipegang oleh Drs. H. Mochtar Rosyadi M. Noor.
Eksistensi Perguruan Tinggi Islam yang berada di bawah arahan dan dorongan para Ulama NU di Temanggung ini semakin kuat ketika, pada tahun 1999, kedua Program Studi yang disebutkan di atas mendapat Status DIAKUI dari Dirjen Binbaga Islam dengan SK. Nomor E/28/1999 dan Nomor E/42/1999. Status diakui ini kemudian mendapat pembaharuan dari Dirjen Binbaga Islam Nomor DJ.II/262/2002. 

Pada tahun 1999 itu juga STAINU Temanggung membuka program baru untuk jenjang Diploma Dua (D-2), dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam / Madrasah Ibtidaiyyah (PGSDI/MI) dan Program Studi Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak  Islam (PGTKI). Dengan dibukanya dua program studi baru tersebut, jumlah mahasiswa semakin meningkat dengan angka pertumbuhan yang sangat menyolok dari tahun ke tahun.

Baca juga: Teliti Nasionalisme, Dosen STAINU Temanggung Dapat Solusi Pemberantasan Radikalisme
Tahun 1999 merupakan turning-point menuju independensi dan kontinuitas pembelajaran bagi STAINU Temanggung di bawah kepemimpinan Drs. H. Moch. Muchji MM, dengan terselesaikannya pembangunan gedung baru yang kemudian disebut dengan Kampus III yang berlokasi di Jl. Suwandi-Suwardi (belakang terminal), Temanggung. 

Semenjak tahun itu, sebagian besar proses perkuliahan dilaksanakan di Kampus III tersebut, di samping juga dilaksanakan di Kampus II atau lebih terkenal dengan nama Kampus Prapanca, Jl. Dr. Wahidin 2A Temanggung.
Pada tahun 2001, Pengurus BP-YAPTINU di bawah kepemimpinan Drs.H. Mochtar Rosyadi M. Noor ini dinyatakan demisioner dan terbentuk kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Drs. H. Datun Harijadi untuk masa bakti 2001 – 2006, berdasar hasil rapat gabungan antara PC. NU Temanggung, unsur keluarga pendiri, dan pengurus BP-YAPYINU masa bhakti sebelumnya pada tanggal 21 Juni 2001 di rumah almaghfurlah K.H. Masyhuri A. Dimyatie (Rois Syuriah waktu itu).
Tahun Akademik 2001/2002, STAINU Temanggung mulai mendiversifikasi orientasi di bidang Akademik dengan membuka program studi non-agama melalui kerjasama dengan perguruan tinggi lain. Selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada Tahun Akademik 2001/2002 dan 2002/2003, STAINU Temanggung, bekerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim Semarang, membuka pendaftaran bagi calon Mahasiswa untuk Fakultas Ekonomi, Fakukltas Pertanian, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 

Baca juga: STAINU Temanggung Konsisten Tanamkan Karakter Pesantren

Pada penghujung Tahun Akademik 2002/2003, STAINU Temanggung berencana membuka program studi baru dalam lingkup Fakultas Syari’ah, yaitu Program Studi Perbankan Syari’ah untuk jenjang Diploma III (D-3), namun karena kendala tertentu hingga sekarang belum terealisir.
Tahun Akademik 2002/2003 juga mencatat perkembangan dalam bidangoperasional dan bidang akademik. Pada Tahun Akademik  2002/2003, perguruan tinggi ini menambah satu Program Studi untuk jenjang Diploma II (D-2), yaitu Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam (PGPAI), di samping membuka cabang di Candiroto untuk Program Studi PGSDI/MI. 

Dua tahun sebelumnya, yakni Tahun Akademik 2000/2001, STAINU Temanggung juga membuka cabang di Borobudur, Magelang, untuk Program Studi PGSDI/MI dan PGTKI. Dalam bidang Akademik dan proses pembelajaran, Tahun Akademik 2002/2003 juga ditandai oleh mulai diterapkannya sistem perkuliahan yang baku berdasarkan SKS dengan segala persyaratan dan kebijakan yang menyertainya.
Pada Tahun Akademik 2002/2003 ruang kuliah, baik di Kampus II maupun Kampus III nyaris tidak mampu menampung jumlah kelas dan mahasiswa yang ada dan, karenanya, di awal masa jabatan ketiga Drs. H. Moch. Muchji MM sebagai Ketua, STAINU Temanggung mulai membangun satu unit gedung baru di Kampus III (peletakan Batu Pertama dilakukan oleh Drs. H. Sardjono SH., CN, Bupati Temanggung, pada tanggal 5 April 2003). 

Baca juga: STAINU Temanggung Kembangkan Pembangunan Desa Berbasis Riset
Unit Gedung baru berlantai dua dengan kapasitas dua belas lokal ini mulai digunakan sebagai ruang kuliah semenjak Tahun Akademik 2004/2005. Semenjak Tahun Akademik 2004/2005 tersebut, seluruh proses perkuliahan dan kegiatan perguruan tinggi dilaksanakan di Kampus III yang dalam jangka panjang direncanakan menjadi Kampus Induk dan Terpadu bagi UNISNU Temanggung. Gedung Rektorat, Kantor Administrasi, dan Perpustakaan juga menyatundi kompleks Kampus Induk ini.
Pada Tahun Akademik 2002/2003, STAINU Temanggung mengadakan kerjasama dengan STIKUBANK Semarang dan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung dengan membuka Program Studi Manajemen untuk Jenjang S-2. Kerjasama yang sama dilakukan dengan UII Yogyakarta semenjak Tahun Akademik 2004/2005 dengan membuka Program Pasca Sarjana, dengan Konsentrasi Pendidikan Agama Islam. Pada tahun yang sama, STAINU Temanggung juga membuka kerjasama dengan CIC, dengan membuka Program Pendidikan Pelayaran. 
Satu tahun sebelumnya, yakni semenjak Tahun Akademik 2003/2004, STAINU Temanggung bekerjasama dengan STIK Semarang membuka Program Studi Ilmu Komunikasi untuk jenjang Strata Satu (S-1) hingga Tahun Akademik 2005/2006. Melengkapi kerjasama dengan lembaga lain, pada awal tahun 2005 STAINU Temanggung juga menjalin kerjasama dengan pihak manajemen Radio Kranggan Persada membuka siaran Radio Kranggan Persada di STAINU Temanggung. Karena kendala pembiayaan yang cukup berat, radio ini berhenti beroperasi pada tahun 2006.
Saat ini, tahun 2017, STAINU Temanggung dipimpin oleh Drs. H. Muh Baehaqi, MM yang juga merupakan kandidat doktor yang memimpin STAINU Temanggung. Selain prodi lama, STAINU Temanggung telah menambah beberapa prodi baru dan dosen baru yang ahli di bidangnya, baik lulusan dalam maupun luar negeri.

Jurusan STAINU Temanggung
Syariah:
Hukum Perdata Islam/ al-Ahwal al-Shakhsiyyah (AS).
Ekonomi Syariah (ES)

Tarbiyah
Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Lembaga di STAINU Temanggung
LP3M
LBA
LPAN
LBH
LPM
LKBH

Unit Lain dan Fasilitas
Perpustakaan
Akadmik
Kantin
Ponpesma
Mushola
Laboratorium

Anda bisa kuliah di STAINU Temanggung dengan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan kampus-kampus lainnya karena STAINU Temanggung akan berkonversi juga menjadi Institut/Universitas dalam waktu dekat.

Baca juga: Siap Jadi Unisnu, STAINU Temanggung Tambah Prodi Baru






Akper Al-Kautsar Temanggung
Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Temanggung, Jawa Tengah.

Ketua Umum Yayasan Alkautsar Temanggung
H. M. Kurniawa

Alamat Akper Alkautsar Temanggung
Jl. Kadar, Maron, Sidorejo, Temanggung

Nomor Telepon
085747469774 / 0293-4901607
akper_alkautsar@yahoo.com
http://akperalkautsar.ac.id

Profil Akper Al-Kautsar Temanggung
Kebutuhan tenaga kerja di bidang kesehatan merupakan hal yang mutlak dan terus berkembang sejalan dengan kehidupan manusia itu sendiri dan bangsa di seluruh dunia.

Tujuan pembangunan kesehatan seperti digariskan dalam Sistem Kesehatan Nasional adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, terutama tenaga perawat serta untuk memenuhi permintaan pasar tenaga kerja di era global AKPER ALKAUTSAR Temanggung menyelenggarakan Program Pendidikan Tingkat Diploma III Keperawatan yang profesional berbasis kompetensi.

Sejalan dengan hal tersebut, kami mengajak kepada generasi muda untuk bergabung dan mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa AKPER ALKAUTSAR Temanggung.

AlhamduliLLaah pada tahun 2016, Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung berhasil meraih akreditasi B dengan nomor 0835/LAM-PTKes/Akr/Dip/X/2016 dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Visi dan Misi Akper Al-Kautsar
Visi
Menjadi Institusi pendidikan penghasil tenaga perawat yang beretika, religius dan unggul dalam keperawatan luka dan mampu bersaing di pasar global pada tahun 2025.

Misi
Menyelenggarakan pendidikan vokasi keperawatan dengan keunggulan dalam perawatan luka berlandaskan etika profesi, agama dan keperawatan transkultural dilandasi semangat wirausaha.
Menyelenggarakan penelitian bidang keperawatan dengan tema terkini.
Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat pada bidang keperawatan secara umum dan khususnya perawatan luka berdasar hasil-hasil penelitian dan ilmu pengetahuan terkini.
Mengembangkan kerjasama dengan alumni, pengguna lulusan, institusi pendidikan dan organisasi profesi.




Akper Ngesti Waluyo Temanggung
Akademi Keperawatan (Akper) Ngesti Waluyo merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kontak:
Telp. 0293-596374 (0293) 596111 
Email: akperngestiwaluyo@yahoo.co.id
Website: www.akperngestiwaluyo.ac.id/about


Alamat Akper Ngesti Waluyo
Address: Jl. Pahlawan, Wanutengah, Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56254

Sejarah dan Profil Akper Ngesti Waluyo
Pendidikan Keperawatan Ngesti Waluyo Parakan pada awalnya dinamakan Pendidikan Djuru Kesehatan, biasa disingkat dengan “DK”. Pendidikan “DK” ini dimulai pada tahun 1964. adapun yang mendasari pendirian pendidikan pada waktu itu adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo sendiri sebagai pemilik. Dalam perkembangan berikutnya ternyata pendidikan “DK” tersebut menerima siswa titipan dari Propinsi luar Jawa (Bali, NTT, NTB). Baru pada tahun 1969 pendidikan Djuru Kesehatan (DK) dihapus oleh Departemen Kesehatan RI dan harus diganti/dikonversi menjadi Sekolah Penjenang Kesehatan Umum (SPKU). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 39/Pend/1968, maka pendidikan “DK” Ngesti Waluyo juga diganti menjadi Sekolah Penjenang Kesehatan Umum (SPKU) Ngesti Waluyo.

Kemudian pada tahun 1979 dengan memperhatikan Instruksi Menteri Kesehatan RI yang mengharuskan bahwa setiap sekolah Penjenang Kesehatan Umum (SPKU) atau pendidikan perawat gaya lama lainnya harus ditingkatkan statusnya/dikonversi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang lulusannya diharapkan bersifat “multi purpose”, setelah melalui berbagai upaya dan dalam menyikapi kebijakan pemerintah mengenai Pendidikan Keperawatan dan kebutuhan tenaga Perawat, maka pada tanggal 18 Mei 1981 status Sekolah Penjenang Kesehatan Umum Ngesti Waluyo dikonversi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Ngesti Waluyo dengan dasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 88/Kep/Diklat/Kes/81.

Dalam perjalanan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Proses Belajar Mengajar (PBM) SPK Ngesti Waluyo pada Tahun Ajaran 1989/1990 sampai dengan Tahun Ajaran 1996/1997, ditunjuk oleh Pemerintah (Pusdiknakes Depkes RI) untuk menyelenggarakan Pendidikan Bidan Program A (Lulusan SPK) dengan masa studi 2 (dua) semester dengan alokasi 40 orang siswa/Tahun Ajaran, hal ini yang berlangsung sampai dengan VII angkatan dan telah meluluskan 280 Lulusan Bidan Program A. 

Sesuai kebijakan pemerintah pada waktu itu bahwa Lulusa Bidan Program A ini diproyeksikan sebagai Tenaga Bidan Desa dalam rangka memenuhi tenaga Bidan di Desa.
Sesuai dengan adanya perubahan kebijakan dan keputusan Pemerintah pada tahun 1985, bahwa yang dinamakan tenaga “Perawat” adalah minimal lulusan D III Keperawatan, maka SPK Ngesti Waluyo juga berusaha untuk memenuhi hal itu. Atas berkat dan kemurahan Tuhan, pada tanggal 15 April 1999, SPK Ngesti Waluyo secara resmi mendapat pengesahan konversi dari Institusi Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) menjadi Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Tenaga Kesehatan RI Nomor : HK.00.06.1.3.1013. tentang izin penyelenggaraan Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo dengan status Ijin Operasional (IO) dimana ijin operasional tersebut hanya berlaku untuk 2 (dua) tahun dan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Siswa/Mahasiswa Baru (Sipensimaru) Pusdiknakes Depkes RI Tahun 1999/2000, maka pada tahun Akademik 1999/2000 AKPER Ngesti Waluyo mulai menerima mahasiswa baru (angkatan I) dengan alokasi 40 mahasiswa.

Baru pada tanggal 3 September 2001 mendapatkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.00.06.1.1.03240, tentang Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Akademi Keperawatan. Kemudian pada tahun Akademik 2002/2003, yaitu pada tanggal 3 Juni 2003 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Tenaga Kesehatan RI Nomor : HK.00.06.2.2.0435 dengan kode : 332320025 Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo telah mendapatkan Status Akreditasi “B” (B “gemuk”)
Dan pada tahun Akademik 2004/2005, tanggal 8 Juli 2005 sesuai Surat Keputusan Pengurus YAKKUM Nomor : 0135-Ps/PMD AKPER NGESTI WALUYO/VII/2005 tentang Kemandirian Pengelolaan Unit Kerja Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo, maka dengan demikian AKPER Ngesti Waluyo telah mandiri penuh (De-Jure) dan secara Organisatoris sudah terpisah dari Struktur Organisasi dan Tata kerja serta Manajemen RSK Ngesti Waluyo Parakan. 

Selanjutnya pada tahun Akademik 2005/2006, sesuai Surat Keputusan Direktorat Jendera Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 47/D/O/2006 tanggal 12 April 2006, Perihal Pengalihan Perijinan Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo Parakan Temanggung dari Departemen Kesehatan RI ke Departemen Pendidikan Nasional, dimana hal ini merupakan berkat Tuhan, kesempatan sekaligus merupakan tantangan untuk pertumbuhan pengembangan akademi Keperawatan Ngesti Waluyo saat ini. Karena hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan status Akreditasi yang diharapkan semua pihak, khususnya oleh Civitas Akademika, yaitu dapat tercapainya peningkatan Status Akreditasi . Dengan semangat dan kerja keras pada tanggal 15 juli 2008 mendapat Perpanjangan Ijin dari Depdiknas dan tanggal 25 Nopember 2008 mendapatkan Akreditasi dari Departemen Kesehatan.RI dengan Nilai 83,44 (Status Akreditasi “B”).

Visi dan Misi Akper Ngesti Waluyo Temanggung

Visi
Menjadi perguruan tinggi kesehatan yang menghasilkan tenaga kesehatan berkarakter unggul, berlandaskan kasih dan berdaya saing global di tahun 2025.

Misi
1.    Melaksanakan pendidikan menuju lulusan berkarakter unggul. 
2.    Melaksanakan penelitian untuk memecahkan permasalahan di bidang kesehatan. 
3.    Melaksanakan pengabdian masyarakat melalui promosi kesehatan berdasarkan bukti ilmiah. 
4.    Mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan kompetitif. 
5.    Menginternalisasikan karakter Kristen. 
6.    Mengembangkan jejaring kerjasama global. 
7.    Meningkatkan sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Visi Prodi
Pada tahun 2025 menjadi penyelenggara Program Studi Diploma III Keperawatan yang menghasilkan lulusan perawat vokasional yang unggul, kompetitif, inovatif, berwawasan global dan memiliki nilai nilai cinta kasih.

Misi Prodi
1.    Melaksanakan pendidikan tinggi vokasional keperawatan yang menghasilkan lulusan yang profesional, berkualitas, akuntabel, unggul dalam keperawatan keluarga berbasis komunitas, dan berkarakter tangguh serta berwawasan global 
2.    Menumbuhkembangkan suasana akademik yang ilmiah dengan melaksanakan penelitian dan pengabdian dalam bidang keperawatan keluarga berbasis komunitas 
3.    Mengembangkan kerjasama dan jejaring dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran berbasis Informasi Teknologi  yang berwawasan global.
4.    Menumbuhkembangkan karakter seluruh civitas akademik yang mencerminkan nilai- nilai Professional, Culture Sensitive & Critical Thinking (PCC).

Demikian tiga kampus yang merupakan daftar perguruan tinggi di Temanggung, Jawa Tengah. Semoga menjadi rujukan dan warga Temanggung bisa melakukan perkuliahan di kabupatennye sendiri. Tentu, akan berbeda jika Anda kuliah di Temanggung sendiri daripada di Semarang, kampus Magelang, Wonosobo, atau di Purworejo, bahkan di Jogjakarta dan lainnya. (HTM44).
Bagikan :

Tambahkan Komentar