Oleh: Futimatul Islamiyah

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh pegunungan hijau, hiduplah seorang gadis bernama Dina. Setiap pagi, ia selalu berjalan ke tepi danau yang jernih untuk mengumpulkan bunga teratai yang mekar. Danau itu bukan hanya sumber kehidupan bagi desa, tapi juga tempat dina merasa damai dan bebas dari segala beban.

Suatu hari, saat dina sedang memetik bunga, ia melihat sesuatu yang berkilauan di dasar danau. Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya, dan ia menceburkan diri ke dalam air yang dingin. Di sana, ia menemukan sebuah kotak kecil berukir indah yang terkunci rapat. Dina membawa kotak itu ke permukaan dan membawanya pulang.


Malam harinya, dengan hati-hati dina mencoba membuka kotak itu. Tiba-tiba, cahaya lembut keluar dari dalamnya dan sebuah suara halus terdengar, “Terima kasih telah membebaskanku.” Dari dalam kotak muncul peri kecil yang terperangkap selama ratusan tahun. Peri itu memperkenalkan diri sebagai Ari dan berjanji akan membantu dina sebagai tanda terima kasih.


Sejak saat itu, hidup dina berubah. Ari membantunya dalam segala hal, dari mengurus ladang hingga menyembuhkan orang sakit di desa. Keajaiban kecil mulai terjadi di sekitar mereka, bunga-bunga tumbuh lebih indah dan hasil panen melimpah. Warga desa pun mulai mempercayai keberadaan peri dan menganggap dina sebagai gadis yang diberkati.

Namun, tidak semua orang senang dengan kehadiran Ari. Seorang pria tua yang sombong dan serakah merasa iri dan berusaha menangkap peri itu untuk dirinya sendiri. Suatu malam, ia menyusup ke rumah dina dan mencoba mencuri kotak ajaib tersebut.


Dina yang menyadari bahaya itu segera berlari ke danau dengan kotak di tangan. Ari muncul dan dengan kekuatan peri, mereka menciptakan kabut tebal yang menutupi desa. Pria tua itu kebingungan dan akhirnya tersesat di hutan, meninggalkan niat jahatnya.

Keesokan harinya, desa kembali damai. Dina dan Ari semakin erat persahabatannya. Mereka sadar bahwa keajaiban terbesar bukan hanya berasal dari kotak ajaib, tapi dari keberanian dan kebaikan hati yang tulus. Dan danau itu pun tetap menjadi saksi bisu dari kisah persahabatan yang luar biasa.

Bagikan :

Tambahkan Komentar