Articles by "Wisata"
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Tembarak, Hariantemanggung.com - Komisi C DPRD Temanggung datang langsung mengunjungi greenhouse Tumbuh Abadi Farm, sebuah usaha pertanian modern yang dibangun dari keresahan seorang anak muda melihat lahan-lahan di desanya makin tak produktif, pada Jumat pagi (8/5/2026). Greenhouse tersebut bertempat di Dusun Genayan, Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak.

Ketua Komisi C, Slamet, tak menyembunyikan kekagumannya saat melihat langsung apa yang sudah dibangun di sana. Menurutnya, inisiatif seperti ini perlu terus didorong dan didukung oleh pemerintah. 


"Ini betul-betul kita dorong tidak hanya melon, perencanaannya ada anggur dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan pemerintah juga bisa mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini," katanya.


Di balik greenhouse itu ada sosok Prasetya Adi Wibowo, atau yang akrab dipanggil Adi. Ia membangun Tumbuh Abadi Farm bukan tanpa alasan. Produksi tembakau yang terus menurun akibat perubahan iklim membuat banyak lahan di Temanggung terbengkalai, dan Adi ingin mengubah itu. 


"Jadi banyak lahan-lahan yang tidak produktif. Kita cari alternatif lain, tanaman komoditas lain yang ada nilainya untuk wisata dan edukasi," ujarnya.


Menariknya, greenhouse ini berdiri di ketinggian sekitar 750 mdpl titik tertinggi di Temanggung yang masih bisa ditanami melon. Ke depan, Adi berencana mengembangkannya menjadi kawasan agrowisata lengkap dengan petik melon, anggur, kelengkeng, durian, hingga sayuran tumpangsari. Semua itu akan dikelola bersama petani lokal. 


"Kita bareng-bareng sama petani-petani sini, ada tim ahli juga yang akan mengedukasi dan mengubah mindset bahwa tanaman itu tidak melulu cuma jagung sama tembakau," tegasnya. 


Ia pun menutup dengan ajakan yang penuh semangat, ayo anak muda, jangan malas bertani! Demand-nya masih banyak, supply-nya kurang.



Ahmad Khudlori, anggota Fraksi PKB yang juga aktif menggerakkan pertanian di desa itu, ikut merasa optimis. Baginya, perpaduan antara anak muda yang paham pertanian dan luasnya lahan di Temanggung adalah kombinasi yang menjanjikan. 


"Pertanian di lereng Gunung Sumbing ini akan semakin berkembang dan tentunya mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional," katanya.



Semarang, hariantemanggung.com - Bertempat di wisata Lembah Bidadari, warga RW 1 Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang menggelar Halalbihalal pada Sabtu malam (20/5/2023). Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara KH. Nurrochim Al Abrori dari Genuk, Kota Semarang.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Panitia Eko Fitriyanto, Ketua RT 6 Kusaedi, Ketua RW 1 Masrukan, Lurah Sampangan, Mohammad Anugrah Hamonangan, Camat Gajahmungkur Ade Bhakti Ariawan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Hadi Santoso, Anggota DPRD Kota Semarang Hj. Umi Surotut Diniyah, Ketua Karang Taruna Kota Semarang Ananta Wijaya Putra, Pengurus Bidang

KATApreneur Karang Taruna Kota Semarang Adnan, dan warga Sampangan. Dalam kegiatan yang dipimpin oleh pewara Hamidulloh Ibda dan Dian Marta Wijayanti itu mengusung tema "Penerapan Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu Menuju Insan Kamil".

Ketua RT 6 Kusaedi menyampaikan bahwa lokasi Lembah Bidadari merupakan wisata lokal yang dirintis warga kurang dari setahun. "Selain tempat ini, Lembah Bidadari ini juga sudah dilengkapi WC baru saja, semua adalah hasil kerja bakti dari warga RT 6 RW 1 Sampangan," katanya.

Dalam sambutannya, Camat Gajahmungkur Ade Bhakti Ariawan berpesan di tahun politik ini, warga Sampangan harus menjaga kondusitivitas. "Ada saatnya kita bertanding, tapi ada juga saatnya kita bertanding," pesannya.

Lurah Sampangan, Mohammad Anugrah Hamonangan juga menyampaikan bahwa Sampangan di awal tahun 2023 ini mendapatkan dua penghargaan dari Wali Kota Semarang yaitu Juara 1 Urban Farming Champion dan Juara 1 Kampung Hebat Kategori Urban Farming. "Saya harap kelompok tani yang sudah dibentuk di wilayah Lembah Bidadari ini bisa berlanjut karena ini adalah pesan dan harapan Wali Kota," katanya.

Dalam tausiyahnya, KH. Nurrochim Al Abrori menyampaikan bahwa saat ini pergeseran karakter anak muda sangat memperhatinkan, semua itu butuh solusi dari para orang tua dan masyarakat. 

Dalam penyampaian tausiyahnya, kiai dari Genuk Semarang tersebut menggunakan wayang atau ringgit yang disampaikannya dari Walisongo. "Wayang itu maknanya wajibe sembahyang. Wayang karakternya sama seperti manusia. Sisi kanan adalah sisipan Ashabul Yamin. Sisi kiri adalah sisipan Ashabul Simal," katanya.

Dijelaskannya, Ashabul Yamin merupakan sekelompok manusia di akhirat yang menerima seluruh catatan amal perbuatannya dengan tangan kanan, dan tempat tinggal mereka adalah surga. Sedangkan Ashabul Syimal atau golongan kiri yang dimaksud dalam surat Alquran dalam surat Al-Waqiah adalah mereka yang mendapatkan siksaan pedih di neraka. Mereka merasakan mendidihnya api neraka, dan kesengsaraan di dalamnya.

Maka dari itu, pihaknya mengajak warga Sampangan untuk mendidik anaknya layaknya santri yang siap menjadi apapun dengan harapan menjadi Ashabul Yamin. "Kalau golongan kiri itu karo dulur ora akur, karo tonggo ora nyopo, makanya wajahnya merah semua," tegasnya.

Saat menjelaskan tokoh Puntadewa, Kiai Nurrochim menjelaskan bahwa Puntadewa adalah putra tertua atau putra sulung dari Prabu Pandudewanata (Prabu Pandu). "Puntadewa dari kata faanta dakwah. Maka kita harus menjaga dakwah," katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa usai Ramadan di momentum Syawal dan Halalbihalal adalah bulan peningkatan. "Setelah Ramadan, kita harus semakin rajin ibadah, salat malam, dan ibadah yang lain. Tirulah ulat, dia ada perubahan, dia ngaji, khalwat, dia menjadi kupu-kupu yang anfauhum linnas. Jangan tiru ular, dia galak dan berbisa, berubah wujud tapi karakternya sama," jelasnya.

Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada semua warga yang hadir dan hiburan dari Qosidah Nurul Rohman dari Genuk Semarang. (htm/sul)


Oleh : Masykur Azka Farkhan

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah  INISNU Temanggung

Kecerdikan dan kepandaian sangat diperlukan dalam memanfaatkan peluang di zaman yang serba modern saat ini. Adanya kesempatan yang bagus tentu akan berakhir sia-sia jika tidak di olah sebaik mungkin. Orang-orang yang inovatif dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan.

Temanggung merupakan sebuah kabupaten terletak di provinsi Jawa Tengah. Menurut buku Selayang Pandang Temanggung kondisi geografis kabupaten ini cukup beraneka ragam. Mulai dari dataran rendah, dataran tinggi, sampai pegunungan. Dengan beraneka ragam kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa kabupaten ini memiliki daya tarik tersendiri. Sektor pertanian, perkebunan, industri, seni, dan sebagainya. Yang akan di bahas kali ini adalah sektor wisata yang ada di pedesaan.

Desa Wisata

Desa wisata mengacu pada sektor wisata yang dikembangkan di ranah pedesaan. Wisata di Temanggung cukup beragam. Ada yang berupa kolam renang, taman, monumen, dan lain sebagainya. Sektor wisata yang ada di desa diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di sekitarnya salah satunya adalah pelaku UMKM. Pendapatan masyarakat di sekitar dapat meningkat tentu saja itu terjadi jika objek wisata yang ada di tempat tersebut di kunjungi oleh wisatawan.

Jika di hitung secara kuantitas, jumlah objek yang ada di Temanggug cukup banyak. Hanya saja permasalahan yang ditemukan oleh penulis adalah kurangnya pemasaran yang di dorong untuk memasarkan objek wisata yang ada, terutama objek wisata di desa. Penulis tidak mengatakan bahwa seluruh objek yang ada di Temanggung itu belum melakukan pemasaran yang baik. Namun ada yang belum, bukan seluruhnya. Sehingga tak jarang seseorang tidak tahu dengan adanya objek wisata di sekitarnya karena kurangnya pemasaran atau bisa disebut iklan.

Aspek lain yang turut andil dalam meningkatkan taraf harga jual suatu objek wisata dalam artian positif adalah akses transportasi. Bagi wisatawan yang sudah mengenal suatu objek wisata yang indah dimata mereka mungkin mereka akan tetap menuju objek tersebut walaupun akses nya sulit. Lalu bagaimana jika ada objek wisata baru dan belum di kenal khalayak umum memiliki akses yang sulit? Tentu tidak mudah dalam menarik minat wisatawan baru.

Pembangunan suatu objek wisata tentu memiliki berbagai macam persiapan. Kemudian hal yang terpenting selanjutnya adalah bagaimana mengelola objek wisata yang sudah ada agar bisa bermanfaat juga untuk masyarakat di sekitarnya. Adakalanya rencana yang sudah dibuat tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sebagai contoh adalah tidak laris ,istilah jawanya payu, objek tersebut, minim pengelolaan pada objek wisata, lesunya UMKM di sekitar objek wisata, dan segunung permasalahan yang lain.

Lalu siapa yang harusnya berperan dalam pengembangan objek wisata di desa? Tentu saja pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Jangan sampai kucuran dana pembangunan dan pengembangan objek wisata desa sia-sia akibat pengelolaan yang tidak ditangani dengan serius. Segala macam masalah dalam pengelolaan dapat di hadapi bersama. Jangan sampai keputusan sepihak di jatuhkan oleh perseorangan tanpa musyawarah bersama. Karena yang namanya orang hidup bermasyarakat di desa hendaknya menekankan kebijaksanaan. Pergesekan tentu dapat terjadi antara satu sama lain. Turunkan ego masing-masing demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

Desa Wisata Bangkit, Kesejahteraan UMKM Melejit

Pada akhirnya pengelolaan objek wisata di desa yang dilakukan dengan professional dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat di sekitanya. Penulis sengaja mengangkat tema ini karena pengalaman pribadi dimana terdapat objek wisata di desa yang kurang mendapat penanganan yang serius. Tentu dalam sudut pandang penulis sendiri. Harapan selanjutnya adalah semoga desa wisata yang baru saja hendak mulai di bangun ataupun yang sudah berdiri tegak dapat mengalami kebangkitan baik itu segi pembangunan maupun pengelolaan.

 


Semarang, Hariantemanggung.com
- Gelaran Festival Lembah Bidadari bertajuk Berkarya Melalui Kompetisi Berbudaya, Menghargai Jasa Pahlawan dengan Menggunakan Bahasa Ibu yang bertempat di Lembah Bidadari Sampangan, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang pada Minggu (13/11/2022).

Ketua Panitia Fadhillah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan gelaran yang diinisiasi oleh Karang Taruna Sampangan, Kelurahan Sampangan, warga dan remaja RT 6 RW 1 Kelurahan Sampangan.

Ketua RT 6 RW 1 Kusaedi dalam sambutannya juga mengtakan bahwa Taman Wisata Lembah Bidadari merupakan wisata yang diinisiasi oleh warga RT 6 RW 1 Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang yang berlokasi di lorong Jalan Menoreh Utara XII Gang I Sampangan, Semarang. "Lembah Bidadari ini merupakan titik kecil, rintisan kecil para warga RT 6 RW 1 Kelurahan Sampangan namun tampak kreatif. Lembah Bidadari juga menjadi titik awal agar Sampangan ramah wisata," katanya.

Lurah Sampangan Mohamad Anugrah Hamonangan mengajak segenap warga untuk meramaikan dan menjaga kebersihan di komplek Lembah Bidadari. Ia mengatakan bahwa Lembah Bidadari menjadi salah satu cara menyongsong langkah untuk mendesain wisata di lingkungan sendiri. "Hal itu merupakan amanat dari Presiden Jokowi untuk berwisata di lingkungan sendiri," katanya.

Pihaknya juga menegaskan Lembah Bidadari di lokasi tanggul ini adalah tempat eksotis. "Harapannya perekonomiannya meningkat, semuanya sehat, guyub dan rukun," tandasnya.

Pihaknya juga mengharap semua warga untuk menjaga kebersihan sungai. "Jangan membuang sampah di sungai. Jangan membuang limbah. Silakan lakukan pilah sampah untuk disesuaikan dengan fungsinya," jelasnya.

Dalam festival tersebut digelar sejumlah perlombaan seperti lomba geguritan, lomba tari, lomba mewarnai, lomba fashion show, dan lainnya. Hadir ratusan pengunjung dari berbagai daerah dan tamu undangan serta dewan juri.

Selain itu, panitia juga menggelar lomba firi selfie dengan caption terbaik dengan cara menandai ke Instagram @Lembah_Bidadari_Sampangan, @Kusumatw02, dan @Karangtaruna_Sampangan bagi semua para pengunjung. Untuk foto terbagus, komen dan like terbanyak akan mendapatkan hadiah dari panitia.(*)

Ilustrasi bosniatravel.net

Oleh Dwi Ina Fakotin

Mahasiswa Prodi PAI STAINU TEMANGGUNG

Destinasi wisata yang sedang viral dan patut di kunjungi yang berada di dusun Dadapan Desa Mangli Kecamatan kaliangkrik Kabupaten Magelang Jawa tengah ini mempunyai pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.

Namanya Gardu Pandang Silancur atau sering dikenal dengan sebutan Silancur Highland. Tempat ini di buat bertujuan untuk hunting foto di alam bebas, berkemah, melepas penat di sore hari dengan menikmati sunset, piknik ceria atau hanya sekedar menikmati pemandangan di alam bebas. Dan Lokasi sangat strategis yaitu dikaki gunung sumbing, membuat suasana semakin sejuk.

Pemandangan yang indah ditambah suasana yang asri di tambah lagi suasana yang sejuk seketika membuat hati senang dan pikiran menjadi fresh kembali. Pemandangan yang seperti itulah yang sangat di butuhkan disaat diri sangat Lelah akibat aktivitas yang sangat padat.

Tak hanya pemandangan saja yang indah di Silancur Highland Magelang ini mempunyai spot foto yang Menarik di alam bebas. Yang pasti akan membuat hasil foto menjadi lebih keren dan lebih fantastic

Selain udaranya yang sangat sejuk, paling utama dari Silancur Highland adalah golden sunrise yang bisa langsung dinikmati dan juga sunset yang tidak kalah bagusnya. Selain itu awan berwarna biru akan terlihat jika cuaca cerah, dan pemandangan gunung seperti gunung Merapi, Merbabu, Andong dan Telomoyo.

Tempat ini juga di tumbuhi banyak bunga berwarna warni yang semakin mempercantik tampilan Silancur Highland Magelang. Salah satu spot di Silancur Highland yang cukup menarik perhatian adalah taman bunga. Dengan beragam warna, taman bunga di Silancur Highland menjadi spot foto favorit.

Menurut owner Silancur Highland, Jarwo,sumber Kompas.com,aktifitas menarik lainya yang bisa dilakukan adalah berkemah atau camping. Saat berkunjung ke Silancur Highland biasanya wisatawan akan melihat banyak tenda – tenda berdiridi atas bukit, Tenda – tenda tersebut digunakan pengunjung untuk bermalam di Silancur Highland. Tiket masuk camping di Silancur Highland sebesar 15.000 per orang. Selain tempat camping, disini juga menyediakan villa dengan harga Rp 250.000 sampai Rp 350.000.

Tempat ini bisa diakses menggunakan sepeda motor maupun mobildan diparkirkan di tempat parkir sebelah loket pembayaran . Akses menuju kawasan wisata Gardu pandang Silancur ini sangat gampang dari kota Magelang.

Untuk sampai ke Gardu Pandang Silancur tersebut pengunjung harus melakukan perjalanan yang lumayan menantang. Hal ini mengingat lokasi tersebut berada di kaki Gunung Sumbing.

Kemudian untuk rute perjalanan pengunjung bisa dimulai dari pusat Kota Magelang. Dari pusat kota tempat, ini berjarak sekitar 18 km saja. Perjalanan bisa dimulai dari alun – alun kota Magelang. Dari alun – alun bisa melakukan perjalanan menuju ke Barat atau lebih tepatnya menuju Bandongan. Jika kalian sudah tiba di pasar Bandongan tinggal jalan lurus sampai menemukan pertigaan Tonoboyo. Dari pertigaan tersebut belok kearah Kalegen, Kemudian pengunjung akan menemukan pertigaan berbentuk Y. Pada pertigaan itu ambil arah menuju Mangli. Untuk sampai di Silancur Highland, pengunjung hanya perlu lurus mengikuti jalan tersebut. 

Walaupun wisata alam yang baru, Gardu Pandang magelang ini menawarkan daya Tarik yang cukup Variatif. Negeri para hobbit memang menyuguhkan keindahan yang luar biasa. Rumah – rumah kecil dengan pemandangan alam terhampar luas dan berwarna hijau merupakan perpaduan yang menyejukkan mata. Kini, wisatawan tidak perlu jauh – jauh ke Selandia baru untuk menemukan surga tersebut. Sebab, rumah Hobbit telah hadir di Gardu Pandang Silancur Highland. Ukuran rumah yang super mungil tidak memungkinkan kita untuk masuk tanpa menundukkan kepala. Yang menarik disini dikelilingi oleh bunga sehingga terlihat lebih asri.

Tempat wisata Silancur Highland ini buka setiap hari selama 24 jam non stop. Dan tiket masuk Ke Gardu Pandang Silancur Highland ini hanya Rp 5.000 per orang.

Bansari, Hariantemanggung - Pada Sabtu, 21 Maret 2020, tempat pelaksanaan BKKBN Kecamatan Bansari Temanggung mengadakan seleksi calon duta genre 2020 tingkat kecamatan untuk mencari satu pasangan yang nantinya akan dikirimkan ke temanggung untuk menjadi perwakilan dari Kecamatan Bansari untuk berlomba di tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang yaitu bertempat di Graha Bhumi Phala Temanggung, dan apabila dari lomba duta genre ditingkat kabupaten ini lolos maka selanjutnya akan dikirim untuk lomba di tingkat Provinsi.

Seleksi duta genre tersebut dihadiri oleh 8 peserta yang terdiri dari 3 putra dan 5 putri, peserta tersebut diantaranya berasal dari Desa Mojosari,Desa Bansari,Desa Candisari,Desa Campuranom dan Desa Mranggen kidul ,ada 3 dewan juri yang hadir pada acara kali ini, di antaranya Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Bansari , Presenter Temanggung TV, dan dari dinas pariwisata.

Para peserta pada acara ini diharuskan mempresentasikan materi tentang pernikahan dini, hiv aids, seksualitas, dan napza , dengan durasi waktu maksimal 5 menit ,setelah itu peserta menampilkan bakat yang mereka punya diantaranya seperti bernyanyi, menari, bermain musik dan lain-lain. Setelah para peserta menampilkan pentas seni , peserta akan diwawancarai oleh dewan juri, pertanyaan yang diberikan adalah seputar pengetahuan tentang napza, hiv aids dan pernikahan dini, serta mereka ditanya tentang pengetahuan-pengetahuan lokal dan umum.

Para remaja yang mengikuti seleksi pada hari ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi remaja khususnya dikecamatan bansari, terlebih lagi pada saat ini angka pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba sangat tinggi di bansari, maka dari itu peran kalian sangat diperlukan dalam meninimalisir terjadainya hal tersebut, salah satu cara untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba tersebut adalah dengan mengadakan sosialisasi untuk para remaja maupun anak-anak tentang bahaya naroba,risiko penyalahgunaan narkoba serta penangganan narkoba, dengan harapan bahwa para remaja di Kecamatan Bansari ini tidak terjerumus ke dalam TRIAD KRR.

Selain mencari duta genre yang akan berlomba di Temanggung April mendatang, output dari acara ini adalah bagaimana mereka membentuk suatu organisasi yang mewadahi para remaja yang ada di Kecamatan Bansari yang bertujuan untuk mencegah agar para remaja bisa Menjauhi TRIAD KRR. Selain itu, organisasi yang akan dibentuk tersebut adalah sebagai tempat untuk remaja yang ada di Kecamatan Bansari dalam mengembangkan Potensi-potensi yang mereka punya. (Htm55/M Ichsanudin).
Ilustrasi go muslim

Oleh : Agustin Wulandari
Penulis adalah Mahasiswi Prodi PAI STAINU Temanggung

Kawasan cagar budaya situs Patiayam yang berskala nasional saat ini masih belum tuntas. Pemerintah perlu mendobrak adanya perkembangan di situs ini agar bisa lebih terkenal dan menjadi dinasti wisata nasional yang memberikan nuansa kepurbakalaan.

Bidang Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kudus telah melakukan proses pengajuan sampai di Kemendikbud. Proses yang dilalui dalam pengajuan situs budaya ini tidaklah mudah. Banyak yang harus dilalui dan harus di proses. Dalam pengajuan ini banyak hal yang harus dikaji. Terkait dengan penetapan kawasan cagar budaya, katanya meliputi zona atau luas wilayah bangunan yang ada di Museum Purbakala Patiayam.

Dari informasi yang diterima bahwa pengajuan berkas yang diajukan ke provinsi sudah dikaji, kemudian sudah disampaikan ke pemerintahan pusat. Penetapan situs sebagai kawasan cagar budaya bertujuan untuk menunjang keberlangsungan konservasi benda kepurbakalaan yang banyak di temukan di berbagai wilayah yang tersebar di kawasan situs ini.

Di kawasan situs di temukan berbagai jenis temuan purbakala diantaranya yaitu fragmen gajah jenis stegodon (gajah purba), bovidae(babi rusa), tridagna(sejenis karang) atau jenis hewan purba lainnya termasuk moluska. Sampai sat ini terhitung ada 6.500 hingga 7.000 fragmen purbakala yang berasal dari hewan laut, rawa, dan darat. Bahkan di situs ini juga telah ditemukan fragmen tulang tengkorak manusia purba.

Sejumlah temuan-temuan tersebut sekarang di simpan di museum Patiayam yang masih berdidri dilahan pemerintah desa Terban, yang sampai sat ini masih banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Menurut Rahmah(6/1) ia mengatakan bahwa pihaknya masih akan berusaha menjadikan Patiayam menjadi dinasti yang setara dengan sangiran. Apalagi potensi juga nilai sejarahnya tak kalah dengan situs sangiran.

Sementara itu keberlangsungan konservasi, sejauh ini masih dalam atau di bawah tanggung jawab Balai Pelestari Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Adanya usulan penetapan cagar budaya berskala nasional ini, pengelola museum situs Patiayam menanggapi positif akan hal tersebut. Demi kemajuan konverensi di situs Patiayam.

Dengan adanya situs ini pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau dengan diberikannya bantuan berupa anggaran. Namun masih adanya kendala yang di keluhkan berupa lahan. Pemerintah daerah berusaha untuk melakukan pengadaan lahan terutama di bagian belakang Museum Patiayam yang saat ini sudah berdiri. Pengadaan lahan tersebut diharapkan bisa segera direalisasikan tahun ini.

Mendobrak
Adanya penetapan Situs Patiayam sebagai kawasan situs, maka keaslian dan kekentalan nuansa kepurbakalaannya harus terpelihara dan terjaga. Dengan berdirinya situs ini maka pemerintah daerah perlu mendobrak pemerintah pusat agar apa yang di rencanakan kedepannya bisa segera terlaksana dan segera terealisasikan segera. Dengan segeranya tindakan yang dilakukan oleh pemerintah akan menimbulkan dampak yang baik pula yang akan di rasakan oleh masyarakat.  Karena selain dijadikan sebagai museum itu akan menjadi salah satu daya terik tersendiri yang akan di cium aroma keunikannya oleh para wisatawan-wisatawan. Baik dari lokal maupun manca negara.

Bagaimana dengan pemerintah pusat? Apakah perlu mendobrak pemerintah daerah? Sangat sekali perlu, karena dengan adanya saling keterkaitan antara pemerintah daerah dengan pusat maka akan menimbulkan rasa ingin segera menyelesaikan persoalan ataupun kendala-kendala yang sedang dihadapi.
Ketika kemendikbud juga dari pemerintah pusat sudah menyetujuinya maka dengan memperluas penambahan lahan akan segera di bangun dan di perluas lagi. Luasnya diperkirakan dari 20 hektare meningkat menjadi 50 hektare yang di nyatakan tersebar di desa Gondoarum, Tanjungrejo, Klaling, dan Desa Terban Kecamatan Jekulo. Perluasan daerah tersebut dalam rangka untuk mempermudah para peneliti yang menemukan fosil-fosil di daerah tersebut.

Dengan adanya anggaran yang sebisa mungkin terealisasi secepatnya, akan membuat pemerintah daerah lebih giat dan ada kemauan untuk gigih dalam menjaga,melestarikan, dan menggali lebih dalam lagi apakah masih ada peninggalan peninggalan purba yang masih belum di ketemukan. Dan dari hasil penelitian dinyatakan bahwa sisa sisa fosil tersebar luas tidak hanya berada di wilayah Kudus saja, melainkan juga tersebar luas ke arah kabupaten Pati.

Adanya situs Patiayam yang terletak di Kabupaten Kudus yang memiliki banyak tempat peninggalan sejarah. Situs ini merupakan tempat dimana kita bisa melihat berbagai macam fosil baik fosil manusia maupun fosil hewan purba. Dengan adanya situs ini kita dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar mengenai sejarah tentang kepurbakalaan.

Di situs ini sudah mulai banyak pengunjung yang penasaran dengan sejarah yang ada di dalamnya. Untuk itu jika situs ini di perluas maka akan menambah banyaknya pengunjung baik lokal maupun domestik yang berdatangan. Apalagi jika pemerintah pusat mempercepat pergerakannya maka akan lebih banyak peneliti yang akan melakukan penelitian karena saking banyaknya peninggalan yang masih belum ditemukan.
Situs Patiayam ini tidak hanya menarik pengunjung umum saja melainkan akan bermanfaat bagi para pelajar baik itu dari tingkat sekolah dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi karena sangat bermanfaat dan akan menambah banyak wawasan yang akan di peroleh.

Menurut Kasmadi (1996:13) untuk meningkatakan semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta bangsa, dan cinta negara. Maka dari itu semakin cepatnya pergerakan pemerintah baik daerah maupun pusat maka akan ber dampak positif yang besar bagi masyarakatnya. Tidak hanya bermanfaat bagi kalangan dewasa saja, bahkan anak kecilpun bisa belajar sejarah untuk lebih dalam lagi.

Semarang, Hariantemanggung.com - Sejumlah mahasiswa STAINU Temanggung mengadakan mini riset di Gedung Songo Semarang demi mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi. 

Dalam menjalankan riset ini dijalani oleh Mahasiswa semester 2 kelas PAI II B dan didamping oleh penduduk asli desa.

Dalam wawancara Bahrul Ulum mengatakan bahwa, sejarah Gedung Songo berawal dari Ratu Sima yang membuat 10 candi dan salah satu candi tersebut  tidak terlihat oleh kasap mata atau bisa di sebut goib. 10 candi tersebut di jaga oleh seseorang yang goib bernama Panca Atma, di dalam kawasan Gedung Songo terdapat satu patung yang berbentuk kera yang berwana putih yang bernama Anoman,” katanya pada Jumat (22/03/2019).

Menurut cerita kera tersebut adalah sesosok yang membawa potongan gunung Sumbing sehingga menjadi gunung Ungaran , patung Anoman tersebut menurut cerita, patung tersebut mengawasi semua gedung/candi di daerah tersebut.

Beda cerita kalau Borobudur hubungannya dengan daerah Wonosobo kalau Gedung Songo hubungannya dengan Nyai Roro Kidul atau penunggu Pantai Selatan. Setelah wawancara dilanjutkan dengan melihat Sembilan candi dan foto bersama dengan narasumber.  (Htm44/Ridwan).
Temanggung, Hariantemanggung.com - Dalam rangka memperingati Harlah IPNU yang ke-65 dan IPPNU ke-64, Pengurus IPNU-IPPNU Ranting Tawangsari, Tembarak, Temanggung mengadakan acara ziarah dan nonton bareng film "Sang Kyai", Ahad (10/2/2019).

Acara diikuti oleh 65 orang anggota IPNU IPPNU dan dihadiri oleh Ketua PAC IPNU Tembara, M Ulfi Fadli. Acara diadakan agar para anggota mengerti tentang sejarah ulama' NU terdahulu.

Acara dimulai dengan berziarah di makam wali Jogopati, Ngimbrang, Alm. Muhlasin, makam wali Gondang dan kyai Muh Rofi'i.

Setelah ziarah selesai dilanjutkan kumpul di rumah rekan Ahmad Najibudin guna menonton film. Sebelumnya Ketua PAC IPNU Tembarak memberi sambutan bahwa acara yang diadakan di Ranting Tawangsari sangatlah inovatif. "Kegiatan ini belum pernah diadakan oleh ranting-ranting lain di Kecamatan Tembarak," katanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi acara ini, diharapakan dengan rangkaian kegiatan ini menambah semangat dan kecintaan para kader pelajar nu untuk senantiasa berjuang di IPNU dan IPPNU. (Htm33/Umi Nur Haini).
JAKARTA, Hariantemanggung.com –  Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tim penyelam TNI Angkatan Laut, Komite Nasiional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta pihak terkait lainnya yang telah melakukan pencarian dan menemukan salah satu kotak hitam (black box) yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (Cockpit Voice Recorder/ CVR) berkaitan dengan penerbangan JT-610.

Lion Air juga menerima konfirmasi dengan ditemukan berupa benda lainnya yang diduga adalah bagian dari jenazah (body part).

Lion Air secara resmi telah menyerahkan CVR kepada KNKT dan benda yang diduga body part kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri guna proses lebih lanjut, yang akan dilakukan sesuai prosedur.

Apa asal usul pecel mi kenci?
Asal usulnya, daerah temanggung itu mimiliki kelebihan yang sangat aneh, yaitu tumbuh kenci dimana-mana, mengapa demikian? Karena kenci itu tumbuh sangat liar di air dan kebetulan daerah temanggung termasuk sumber mata air yang sangat cukup, sehingga kenci tersebut tumbuh sangat melimpah. Karena masyarakat temanggung itu bingung sehingga mereka mengolah kenci tersebut menjadi pecel mi kenci. Dan kita bisa menemukan pecel mi kenci itu dengan sangat mudah yaitu di Kawasan objek wisata pikatan temanggung. Biasanya bukak pukul 7 sampai pukul 6.

Apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan?
2 ikat kenci (selada air), siangi dan cuci
2 genggam tauge
Tambahan sayur yang lain
Untuk bumbu-bumbunya:
150 gram kacang tanah
2 siung bawang putih
1 ruas kencur
100-150 gram gula merah/gula jawa/gula aren
5 cabe merah keriting (boleh kurang boleh lebih)
1 iris (±1cm) kulit jeruk pecel/ jeruk purut
Garam secukupnya
TEMPE MENDOAN ala ibu penjual
Bagaimana cara membuatnya?
BUMBU PECEL: goreng kacang dan blender sampai halus/ agak kasar sesuai selera. Rebus/ kukus cabe sampai matang. Uleg semua bahan dimulai dari kulit jeruk pecel (klo pake) ,kencur dan baput, kemudian cabe dan bumbui garam, setelah halus tambahkan gula merah dan uleg lagi smp halus dan bumbu menyatu. Terakhir masukkan kacang halus dan diaduk dg sendok+ulekan, Saat akan disajikan tinggal dituangi air panas secukupnya (kekentalan sesuai selera) 
SAYUR: Setelah sayur disiangi dan cuci bersih, tata dalam kukusan dan diblancing ±3 menit atau tunggu air hingga mendidih, Siap di sajikan
Bagaimana rasanya?
Wow,,, keren selera sihhh,,
Untuk apa pecel mi kenci dibuat?
Untuk dimakan sebagai ganjal perut, saat tidak ada makanan lain hehe,,,

Narasumber: Wahyu Ratnasari


Ilustrasi: Suasana Pasar Papringan. (dok-hariantemanggung.com)
Hariantemanggung.com - Keunikan Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sudah banyak diketahui orang. Informasi yang tersebar di ranah maya sudah meluas, dan pasar itu dikunjungi ribuan orang setiap buka.

Keberhasilan Pasar Papringan itu menimbulkan ide bagi Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq untuk menyebarkan ke desa-desa lain di wilayahnya. "Saya ingin mengambil pelajaran dari Pasar Papringan ini dengan mengembangkan di desa-desa lain di Temanggung," papar dia di Temanggung, Ahad (25/11/2018).

Pasar Papringan menjual berbagai makanan tradisional yang disajikan secara unik di sebuah kebun bambu yang berada di tengah kampung. Pasar yang selalu dikunjungi ribuan orang ini hanya buka setiap Minggu Wage dan Minggu Pon. "Pasar Papringan ini khas Temanggung, merek ini punya Temanggung yang sekarang banyak ditiru orang di mana-mana."

Khadziq menilai hal itu bagus karena menginspirasi orang untuk meniru Pasar Papringan. Dia berharap hal-hal yang bersifat pemberdayaan masyarakat ini terus ditularkan ke desa-desa lainnya. Ia menuturkan pengembangan di desa lain tidak harus sama dengan Pasar Papringan, tetapi skemanya saja yang sama.

"Intinya kita ingin membuat desa-desa itu mandiri, tidak lagi tergantung perkotaan," katanya. Ia mengatakan kalau sayuran itu bisa ditanam di desa kenapa harus beli sayur dari pasar di kota. Menurut dia desa bisa mandiri, caranya dengan pengembangan seni dan budaya menjadi pendukung pariwisata.


"Bagaimana agar kesenian tradisional itu bisa mendatangkan uang bagi masyarakat desa. Kami sedang merencanakan membuat klinik event. Tujuannya mengajari masyarakat membuat event yang komersial tanpa meninggalkan kekhasan budaya lokalnya," katanya.

Untuk kepentingan itu bupati akan minta asistensi dan bantuan dari Badan Ekonomi Kreatif guna  mengembangkan manajemen seni pertunjukan di desa. (Htm44/Antara/tempo).

Temanggung, Hariantemanggung.com - Dalam rangka Refleksi HUT Temanggung ke 184, telah diadakan diskusi sarasehan yang mengusung tema “Ayo Dolan Nang Temanggung”, pada Jumat 23 November 2018. Diskusi ini menghadirkan Fathan Rangkuti (Pimred Bintang.com., fotografer terkemuka, tokoh inti cek & ricek RCTI), Karnia (CEO Kapanlagi.com), dan Rudi Setiawan/Rudi Tulang (pelukis, Pimred, dan produsen house di Jakarta. Diskusi yang dimoderatori oleh Andi Yus Nugroho ini melibatkan seluruk komunitas di Temanggung.

Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, menegaskan, diskusi ini adalah awal dari city branding untuk mengorganisir dan merumuskan brand image untuk Temanggung. “Adapun tujuan dari city branding ini adalah membuat orang Temanggung bangga dengan Temanggung, agar orang luar berinvestasi ke Temanggung dan agar orang luar berkunjung ke Temanggung,” kata Bupati Temanggung.

Komandan Kodim Temanggung berpendapat bahwa tidak semua kota besar mempunyai branding yang bagus, menurut saya, kata kunci untuk Temanggung adalah tembakau, kopi, dan guyup masyarakat. Sedangkan wakapolres menambahkan, apa pun opini tentang Temanggung, hendaknya orang yang datang ke Temanggung merasa aman dan nyaman.

Sementara itu, Karnia mengungkapkan bahwa Temanggung adalah kota kopi terbaik di Indonesia. Setelah mencicipi robusta, arabica dan jenis lain dari kopi Temanggung, ia merasa bahwa kopi di Temanggung berbeda dengan kopi di Jakarta.

Mengenai city branding, Karnia memaparkan bahwa tadinya sumber devisa terbaik sebelum presiden Jokowi adalah minyak, kelapa sawit, dan batubara. “ Namun di era presiden Jokowi sumber devisa yang menggantikan minyak adalah sektor pariwisata. Pariwisata didukung oleh 2 hal yaitu makanan minuman dan anak-anak muda. Pada masa sekarang ini anak muda dimana-mana sangat antusias dengan kopi,” tegas dia.

Karnia memberi simpulan bahwa untuk city branding di Temanggung difokuskan ke pariwisata dan kopi.

Di sisi lain, Fatan menambahkan, untuk membranding kota Temanggung dapat dibuat acara-acara fenomenal seperti festival kopi yang mengundang artis-artis ibu kota. Selain itu bisa juga diadakan kenduri working misalnya ngopi bersama kemudian masuk rekor MURI. Sedangkan Rudi Tulang mengungkapkan bahwa untuk membranding sebuah kota, yang pertama dibangun adalah semangatnya.

Diskusi city branding yang diadakan pukul 19.30 WIB di Pendopo Pengayoman Temanggung  ini menampung usulan dari komunitas-komunitas di Temanggung. Salah seorang penggiat sastra dan budayawan Temanggung, Roso Titi Sarkoro, mengemukakan berdasarkan dari sisi budaya, apa pun aktivitas manusia adalah bagian dari kebudayaan itu sendiri. Bahkan ‘ngopi’ dan merokok itu pun satu budaya di Temanggung.

Ia mengusulkan apa pun potensi Temanggung baik alamnya, budayanya, kulinernya, dan lain sebagainya adalah ibdah memikat dan ngangeni. Dalam artian tamu yang bertandang ke Temanggung akan rindu Temanggung.

Dari praktisi akademis, Zaidatul Arifah, dosen STAINU Temanggung berpandangan bahwa selain pariwisata dan kopi, untuk membranding Temanggung dapat dirumuskan melalui khazanah budayanya.

"Temanggung mempunyai salah satu kesenian yang menonjol misalnya jaran kepang. Bisa saja Temanggung membuat penampilan Jaran Kepang di pendopo secara periodik seperti tari Bedhaya di Kraton Yogkakarta, sendratari Ramayana atau Roro jonggrang di Borobudur/Prambanan. Untuk menjamu tamu dari luar Temanggung, bisa disajikan kopi khas Temanggung," kata dia.

Muhisom, Zendi dan Ika Permata dari Komunitas Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) mengungkapkan bahwa kesimpulan dari diskusi ini adalah narasumber mengusulkan Kabupaten Temanggung mengembangkan komoditas kopi sebagai komoditas utama, selanjutnya pariwisata dan tembakau. Untuk keyword city branding Temanggung banyak usulan yang tertampung yang mengerucut pada kopi, tembakau, dan kesenian. Dari usulan komunitas-komunitas di Temanggung ini butuh forum lanjutan untuk city branding tersebut. (Zaid).
Mapanget, Hariantemanggung.com – Sulawesi Utara (Sulut) berada di jalur strategis Indonesia bagian utara telah memiliki gudang objek wisata yang patut dipertimbangkan. Destinasi yang dikenal sebagai Tanah Minahasa sudah banyak memikat kalangan millennials travelers, karena tampak jelas tertangkap mata, terkenal dengan keindahan laut, hamparan pegunungan dan bukit, ragam budaya, nuansa religi dan sangat mendunia mengenai keramahan lokal.

Ketika sudah di Manado, pelancong juga dapat menikmati cita rasa khas kuliner dan berbelanja oleh-oleh produk industri kreatif di Jendela Indonesia. Berada di sini, pelancong dapat memanjakan diri sejenak karena menghadap langsung pesona bahari. Bagi yang belum menjajal spot favorit snorkeling, tersedia kapal menuju Taman Laut Bunaken.

Di kalangan pebisnis, Sulut menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah bagi beragam industri, antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutanan, perdagangan dan UKM. Karena kepopularannya itulah, propinsi beribukota di Manado ini terus mendongkrak berbagai sektor, salah satunya pariwisata, guna menarik banyak turis khususnya dari Bali.

Terletak di sebelah timur Pulau Jawa, Bali dengan ibukota Denpasar merupakan primadona destinasi di seluruh dunia. Terkenal karena kekayaan budaya yang dipenuhi para seniman, pantainya, kesenian dan adat, bentangan alam, kerajinan serta didukung panorama matahari tenggelam yang siap menyapa.

Melihat daya tarik dan keunikan tiap kawasan tersebut, dapat dijadikan dalam daftar rencana itinerary liburan. Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group akan membuka penerbangan langsung dengan menghubungkan spot yang instagramable, Manado dan Denpasar.

Operasional penerbangan langsung efektif pada 7 September 2018. Lion Air memulai dengan nomor JT775 yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) pukul 07.30 WITA dan direncanakan akan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) pada 09.50 WITA.

Lion Air menawarkan frekuensi satu kali setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu. Untuk rute sebaliknya, Lion Air bernomor JT776 berangkat dari Denpasar pukul 13.15 WITA dan diperkirakan mendarat pada 15.35 WITA di Manado. Layanan penerbangan non-stop ini dilayani satu kali setiap Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan minat traveling turis di kota tujuan Denpasar dan Manado, Lion Air akan memberikan pilihan kenyamanan tersendiri dan layanan terbaik selama perjalanan, travelers berkesempatan menambah pengalaman terbang dengan Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi) atau Boeing 737 MAX 8 (180 kursi kelas ekonomi).

Peluncuran jaringan domestik ini akan menawarkan nilai tambah bagi wisatawan mancanegara (wisman), wisawatan nusantara (wisnus) dan pebisnis dalam bepergian. Dari berbagai kota dapat singgah terlebih dahulu dengan menghabiskan waktu di Manado, kemudian bisa meneruskan perjalanan menuju Denpasar.

Demikian juga yang sudah menyelesaikan agenda di Bali, dapat melanjutkan destinasi berikutnya yaitu Sulawesi Utara. Rute yang dilayani secara langsung Manado – Denpasar – Manado sebagai kelanjutan dari kesuksesan rute Lion Air dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi antara lain Soekarno-Hatta, Tangerang; Balikpapan, Makassar, Surabaya, Sorong, Jayapura, Changzhou Benniu, Zhengzhou Xinzheng, Changsha Huanghua, Guangzhou Baiyun, Shanghai Pudong, Shenzhen Bao'an dan Tianjin Binhai.

Penerbangan tanpa henti Manado ke Denpasar pergi pulang (PP) semakin meningkatkan layanan sekaligus semakin memperkuat komitmen Lion Air dalam menjawab tingginya permintaan traveling guna mewujudkan mimpi wisatawan menjelajahi secara mudah ke Indonesia melalui Denpasar dan Manado.

Lion Air Group senantiasa mendukung dalam menyediakan akses dari dan menuju Bali maupun Sulut, sesuai konsep Komponen Daerah Tujuan Wisata 3A, yaitu khusus aksebilitas (access). Kehadiran dan ketersediaan pilihan penerbangan diharapkan mampu mempercepat koneksi antardestinasi, sehingga berdampak positif dalam menggeliatkan wisata dan perekonomian ke daerah.

Lion Air memproyeksikan pertumbuhan destinasi Sulut serta Bali akan semakin tumbuh, sejalan berbagai inisiasi pemerintah, pelaku industri wisata, maskapai, perhotelan, pengelola bandar udara yang didukung banyak pihak. Selain itu, Lion Air Group menyokong Kementerian Pariwisata RI dalam prograrm pencapaian 17 juta wisatawan menuju Indonesia.

Data pergerakan lalu lintas penumpang PT Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado pada Januari – Juli 2018 tercatat 1.644.691 orang atau naik 8% dari periode yang sama pada 2018 yaitu 1.517.437 orang. Pada Januari – Juli 2018, jumlah penumpang internasional 150.372 orang, tercatat tumbuh 69% dari total 88.914 orang di tahun sebelumnya.

Untuk pergerakan penumpang domestik 1.494.319 orang atau meningkat 5% dari periode sama pada 2017 yaitu 1.428.523 orang. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), total wisman yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk Sam Ratulangi pada Mei 2018 yaitu 9.405 orang atau menurun 7,79% dibanding April 2018 yang mencapai 10.200 orang. Jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama pada Mei 2017 tercatat 5.589 orang, tumbuh 68,28%. (Htm33/Danang).
Wings Air pesawat ATR72-500 registrasi PK-WFZ. Foto oleh Hafid Kustantyo
Hariantemanggung.com - Batam memang dikenal sebagai Kota Bisnis dan Industri, namun di era kekinian sudah menjelma dengan menawarkan tempat wisata yang tak kalah memukau untuk dikunjungi. Pelancong millennial semakin banyak menemukan beragam spot menarik seperti pantai, alam, religi, bahkan kulineran. Karena pulau ini tersohor dengan surge belanja, maka  wajib beli oleh-oleh parfum, Batik Gonggong, Kek (cake) Pisang, Cake Buah Naga atau Luti Gedang.

Batam di Kepulauan Riau bersama hamparan pulau-pulau kecil lainnya telah menempatkan posisi sebagai destinasi baru dengan potensi tersendiri. Wilayah yang mayoritas perairan ini berada di jalur strategis, berbatasan langsung dengan selat Singapura dan selat Malaka serta menghadap Laut China Selatan. Tentu tak kalah istimewanya.

Beralih ke propinsi lain, Rengat sebagai ibukota Indragiri Hulu (Inhu), Riau sangat popular dengan keramahtamahan penduduk lokal, budaya Melayu dan karya seni tradisional. Aktivitas lain paling asyik dilakukan wisatawan, bisa menjajaki Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang berpanorama alam menawan dipadu hawa sejuk. Selain itu, pengunjung dapat menikmati wisata danau, Tugu 5 Januari, Air Terjun Kembar Denalo dan objek mempesona lainnya.

Jadikan Batam dan Rengat menjadi daftar destinasi baru yang harus disinggahi. Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyediakan cara mudah melancong ke kota tersebut efektif 11 Agustus 2018. Kini, saatnya menghidupkan kembali suasana Rengat untuk petualangan seru tak terlupakan.

Pembukaan rute baru yang menghubungkan Batam – Inhu melalui Rengat akan dilayani pergi pulang (PP) dengan frekuensi satu kali setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Layanan perdana akan dimulai dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepri (BTH) pukul 12.30 WIB, Wings Air menggunakan nomor IW1708 dan pesawat dijadwalkan mendarat pukul 13.35 WIB di Bandar Udara Japura (RGT) yang berlokasi di Kecamatan Lirik, Indragiri Hulu. Untuk penerbangan kembali, Wings Air bernomor IW1707 akan lepas landas dari Japura pada 13.55 WIB, kemudian tiba di Hang Nadim pukul 15.05 WIB.

Dalam memberikan kenyamanan selama perjalanan udara, Wings Air mengajak wisatawan ataupun pebisnis merasakan terbang dengan pesawat asal Prancis tipe ATR 72-500 dan ATR 72-600. Armada berkapasitas 72 kursi ini sangat handal dikelasnya, cocok menerbangi rute pendek dan dilengkapi interior kabin terbaik, sehingga menjadikan pengalaman terbang semakin berkesan.

Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan, mengungkapkan, “Wings Air akan terus mengembangkan jaringan penerbangan domestik untuk menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kota. Hal ini menjadi bagian komitmen kami guna mempermudah mobilitas orang dan menyediakan akses dalam percepatan distribusi barang ataupun logistik. Untuk tahap awal, Wings Air melayani empat kali selama sepekan, namun kami akan terus melakukan evaluasi market, apabila pasar di rute ini tumbuh secara signifikan maka tidak menutup kemungkinan Wings Air bisa meningkatkan jumlah frekuensi.”

Peluncuran layanan Batam ke Rengat diharapkan bisa menguntungkan masyarakat Inhu untuk melanjutkan penerbangan dengan singgah terlebih dahulu di Hang Nadim, ke destinasi lainnya yaitu Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Tanjung Pinang, Anambas, Dumai, Tanjung Karang, Palembang, Pangkalpinang, Bengkulu, Pontianak, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang.

“Japura adalah pintu masuk ke Inhu, dengan tersedianya penerbangan secara reguler diharapkan berdampak positif terhadap pengembangan berbagai sektor antara lain industri kreatif, pariwisata, perdagangan dan bisnis sejalan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di Batam serta Indragiri Hulu,” terang Capt. Redi.

Wings Air akan melengkapi transportasi yang ada sekarang sekaligus memberikan alternatif baru bagi penduduk lokal ketika melakukan perjalanan. Kesungguhan tersebut seiring dengan pengembangan infrastruktur layanan penerbangan di Bandar Udara Japura dan diproyeksikan permintaan penumpang pesawat udara di Inhu dapat menunjukan tren positif.

“Wings Air berperan sebagai feeder dalam menjembatani ke kota-kita besar di Indonesia, sehingga tercipta konektivitas praktis. Bersamaan pembukaan Batam – Rengat (11/ 8), secara serentak Wings Air akan meresmikan Pontianak tujuan Pangkalpinang. Pada (10/ 8) Wings Air juga bersiap membuka Batam – Anambas, Pangkalpinang – Pontianak dan Pangkalpinang ke Palembang,” pungkas Capt. Redi.

Hingga kini, Wings Air telah menerbangi ke 110 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk rute regional, sudah melayani ke Kuching dan Malaka di Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 54 pesawat terbaru ATR 72-500/ 600.

Wings Air mengutamakan aspek keselamatan, keamanan serta kenyamanan penerbangan. Komitmen itu telah dibuktikan Wings Air dengan memperoleh sertifikasi manajemen keselamatan dan keamanan dari auditor tingkat internasional tertinggi yaitu IOSA (IATA Operational Safety Audit) yang telah terdaftar sejak akhir 2017.


*** Selesai ***


Informasi Penerbangan Lion Air Group di Hang Nadim, BTH
Rute Lion Air
Frekuensi Terbang
Batam – Soekarno-Hatta, Tangerang
3 kali per hari
Batam – Bandung 
1 kali per hari
Batam – Yogyakarta
1 kali per hari
Batam – Semarang
1 kali per hari
Batam – Surabaya
3 kali per hari
Batam – Jambi
1 kali per hari
Batam – Medan Kualanamu
5 kali per hari
Batam – Padang
3 kali per hari
Batam – Pangkalpinang
1 kali per hari
Batam – Pekanbaru 
3 kali per hari
Batam – Palembang
1 kali per hari
Batam – Tanjung Karang
1 kali per hari
Batam – Pontianak
2 kali per hari
Rute Batik Air

Batam – Jakarta Halim Perdanakusuma
1 kali per hari
Batam – Soekarno-Hatta, Tangerang
1 kali per hari
Rute Wings Air

Batam – Dumai
1 kali per hari
Batam – Natuna
1 kali per hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu
Batam – Bengkulu
1 kali per hari
Batam – Tanjung Pinang
1 kali per hari
Batam – Letung, Anambas*)
1 kali per hari Senin, Rabu, Jum'at
Batam – Rengat**)
1 kali per hari Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu
Rute Malindo Air

Batam – Subang, Malaysia
1 kali per hari
*) Beroperasi mulai 10 Agustus 2018
**) Beroperasi mulai 11 Agustus 2018