Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!


Temanggung, Hariantemanggung.com
— Workshop Ecoprint telah sukses diselenggarakan di Pasar Papringan pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Ramban Ayu sebagai instruktur workshop, serta diinisiasi oleh perwakilan dari Universitas Multimedia Nusantara, yaitu Fina Abigail Lynchieta Suwu, dalam rangka program revitalisasi desa yang berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif masyarakat, khususnya ibu-ibu desa.


Program ini bertujuan untuk memperkenalkan ecoprint sebagai bentuk kerajinan ramah lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber mata pencaharian baru. Selain memperkenalkan teknik seni tekstil berbasis bahan alami, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi alam sekitar yang dapat diolah menjadi produk bernilai estetika dan ekonomi.


Workshop dilaksanakan menggunakan metode ecoprint kukus, yaitu teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan daun dan tumbuhan sekitar melalui proses pengukusan. Kegiatan dimulai dengan sesi pencarian daun di area sekitar Pasar Papringan, di mana para peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk dan karakter daun yang dapat menghasilkan motif unik pada kain.


Setelah proses pengumpulan bahan alami selesai, peserta mengikuti sesi pemaparan materi dari tim Ramban Ayu mengenai pengenalan ecoprint, jenis daun yang dapat digunakan, teknik penyusunan motif, hingga tahapan produksi secara menyeluruh. Para peserta kemudian mempraktikkan langsung proses pembuatan ecoprint dengan pendampingan step by step dari instruktur.


Kain yang telah disusun dengan daun kemudian melalui proses pengukusan selama kurang lebih satu hingga dua jam. Selama menunggu proses selesai, suasana workshop berlangsung hangat dan interaktif, di mana para peserta dapat beristirahat, berbincang, serta saling berbagi pengalaman satu sama lain.


Momen paling antusias terlihat ketika kain hasil ecoprint mulai dibuka bersama-sama. Setiap peserta menunjukkan hasil motif unik yang terbentuk dari daun-daun alami di sekitar lingkungan Pasar Papringan. Beragam pola dan warna alami yang tercetak pada kain menunjukkan bahwa material sederhana dari alam dapat menghasilkan karya yang artistik, bernilai seni, dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kreatif.


Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta diperbolehkan membawa pulang hasil karya masing-masing. Selain itu, peserta juga menerima sertifikat serta buku panduan ecoprint agar ilmu dan teknik yang telah dipelajari dapat terus dipraktikkan secara mandiri di rumah.


Melalui workshop ini, diharapkan ecoprint tidak hanya menjadi kegiatan kreatif sesaat, tetapi juga dapat menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat desa melalui pengembangan kerajinan lokal yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi di masa mendatang.


Temanggung, Hariantemanggung.com - Workshop bertajuk "Kilau Jelantah: Dari Sisa Jadi Bisa" akan diselenggarakan di Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah sebagai bentuk nyata komitmen pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga di tingkat akar rumput. Kegiatan ini mengajak para peserta untuk bersama-sama mempelajari cara mengolah minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang bertanggung jawab.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 4,4 juta kiloliter minyak jelantah setiap tahunnya, namun hanya sebagian kecil yang dikelola dengan benar. Sebagian besar minyak jelantah masih dibuang ke saluran pembuangan atau digunakan kembali untuk menggoreng, padahal kandungan senyawa akrolein dan radikal bebas di dalamnya telah terbukti berbahaya bagi kesehatan, khususnya berisiko meningkatkan penyakit kardiovaskular dan kanker.

Melihat kondisi tersebut, workshop Kilau Jelantah hadir sebagai solusi praktis yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para ibu rumah tangga. Kegiatan Workshop Kilau Jelantah ini berada di bawah supervision Spedagi sebagai organisasi pendamping komunitas dan didukung oleh Universitas Multimedia Nusantara dalam pelaksanaan serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Workshop Kilau Jelantah dirancang secara interaktif dan berbasis praktik langsung agar para peserta tidak sekadar mendengar, tetapi benar-benar dapat memproduksi lilin aromaterapi sejak hari pertama mengikuti kegiatan. Seluruh proses mulai dari pengumpulan minyak jelantah, proses penyaringan sederhana, pencampuran bahan alami, hingga pengemasan produk akhir akan dipandu oleh fasilitator yang berpengalaman.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi tentang bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan, serta pengenalan dasar pemasaran produk rumahan melalui media sosial. Saat acara selesai seluruh peserta akan membawa pulang hasil karya lilin aromaterapi buatan mereka sendiri sebagai bekal untuk dipraktikkan di rumah.

Pemilihan Pasar Papringan sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari strategi untuk menjangkau komunitas secara langsung di ruang yang sudah akrab bagi mereka. Pasar yang berdiri di antara rumpun bambu di Dusun Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Temanggung ini dikenal sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk menyemai nilai-nilai keberdayaan perempuan dan kepedulian lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat ekonomi sirkular yang kini semakin menjadi perhatian global, di mana limbah diubah menjadi sumber daya yang produktif.

Workshop Kilau Jelantah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada edukasi, keterampilan praktis, dan pemberdayaan ekonomi komunitas. Dengan semangat "dari sisa jadi bisa", Kilau Jelantah berharap dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan terdekat mereka.

Seperti diketahui, Kilau Jelantah adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang berfokus pada pemanfaatan limbah minyak goreng rumah tangga menjadi produk lilin aromaterapi bernilai ekonomi. Dengan tagline "Dari Sisa Jadi Bisa", Kilau Jelantah berkomitmen untuk memperluas edukasi lingkungan dan membuka peluang usaha kreatif bagi ibu-ibu rumah tangga di Temanggung, Jawa Tengah.



Temanggung, Hariantemanggung.com
- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi anak dilakukan melalui kegiatan edukatif bertajuk “Ibu Pintar Pilih Jajanan Anak” yang diselenggarakan di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow edukasi kesehatan serta workshop pembuatan es tusuk buah sebagai alternatif jajanan sehat bagi anak-anak.

 

Sebagai penyelenggara, Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Jessie Kuntoro, mengatakan bahwa program ini merupakan Social Impact Initiative Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara. Dikatakannya, bahwa program tersebut  dilaksanakan berdasarkan hasil observasi lapangan di Temanggung, Dusun Ngadiprono yang menunjukkan masih adanya permasalahan kesehatan pada anak, seperti gigi rusak dan kondisi tubuh kurus akibat kurangnya asupan gizi seimbang. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi jajanan dan minuman tinggi gula juga masih cukup sering ditemukan dalam keseharian anak-anak di desa.

 

Melalui kegiatan ini, para orang tua, khususnya ibu yang memiliki anak usia 3–10 tahun, diberikan edukasi mengenai pentingnya membangun pola makan sehat sejak dini. Talkshow menghadirkan narasumber ahli gizi yaitu Novitasari Tribuana Tungga Dewi, S.Gz yang membahas berbagai topik, mulai dari dampak konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, peran orang tua agar anak tidak jajan sembarangan, hingga pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak.

 

Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga menonton workshop tutorial pembuatan es tusuk buah berbahan dasar buah asli dengan tambahan gula yang minim serta tanpa pewarna buatan. Jajanan sehat ini dibuat dengan tampilan dan bentuk yang menarik agar lebih disukai anak-anak, sekaligus menjadi alternatif camilan sehat pengganti jajanan tinggi gula yang banyak dijual di warung.

 

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat desa. Melalui workshop tersebut, warga, khususnya ibu-ibu pemilik warung, diperkenalkan pada peluang pembuatan dan penjualan jajanan sehat yang dapat dikembangkan menjadi usaha sederhana dengan nilai ekonomi.

 

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, baik saat sesi talkshow maupun praktik pembuatan es tusuk buah. Para peserta aktif berdiskusi mengenai kebiasaan konsumsi anak serta berbagai tantangan yang dihadapi orang tua dalam membiasakan pola makan sehat di rumah.

 

Melalui kegiatan “Ibu Pintar Pilih Jajanan Anak”, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya sekadar membuat anak kenyang, tetapi juga memastikan anak mendapatkan asupan yang sehat dan bergizi. Dengan meningkatnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola konsumsi sehat, diharapkan anak-anak di Desa Ngadiprono dapat tumbuh lebih sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang. ().


Semarang, Hariantemanggung.com
– Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus yang digagas LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menjadi objek penelitian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan skripsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjadi narasumber utama dalam kegiatan riset yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 di Kampus I UIN Walisongo Semarang. Penelitian itu mengkaji strategi media relations LP Ma’arif NU Jawa Tengah dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan di tengah perkembangan media digital berjudul “Strategi Media Relations LP Ma'arif NU Jawa Tengah dalam Meningkatkan Citra Sebagai Lembaga Pendidikan.”

Mahasiswa peneliti, Kholisatun Nafiah dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, melakukan penggalian data terkait program-program literasi, publikasi, serta penguatan citra kelembagaan yang dijalankan LP Ma’arif NU Jawa Tengah melalui GLM Plus. Dalam sesi wawancara, Dr. Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa GLM Plus tidak hanya bergerak pada pengembangan budaya literasi, tetapi juga transformasi komunikasi pendidikan berbasis media digital melalui pelibatan media massa di Jawa Tengah dan nasional.

“GLM Plus hadir sebagai gerakan strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun citra pendidikan Ma’arif yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Pada tahun 2025, Ibda mengatakan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggandeng 14 media mitra, yaitu Babad.id, Distingsi.com, Edukasia.id, G-News.id, Hariannu.com, Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Infojateng.id, Jalanpantura.com, Kabartemanggung.com, Pcnupati.or.id, Suaranahdliyin.com, Soearamoeria.com, dan Tabayuna.com.

Sedangkan di tahun 2026, ditingkatkan menjadi 19 media mitra dari berbagai platform online, elektronik, dan radio. Media yang terlibat antara lain Bestarinesia.com, Digtara.com, Distingsi.com, Edukasia.id, G-News.id, Hariannu.com, Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Hariansemarang.id, Infojateng.id, Jalapantura.com, Kabartemanggung.com, PCNUPATI.or.id, Soearamoeria.com, Suaranahdliyin.com, Tabayuna.com, Temanggungnews.com, PT Radio Rasika Dananda Utama (Rasika), serta NU Online Jateng (jateng.nu.or.id).

Ia menambahkan, penguatan media relations menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan informasi program pendidikan Ma’arif kepada masyarakat. Melalui publikasi yang terstruktur dan kolaboratif, LP Ma’arif NU Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik terhadap pengembangan strategi komunikasi lembaga pendidikan Islam, sekaligus menjadi dokumentasi ilmiah atas praktik baik gerakan literasi di lingkungan Ma’arif NU Jawa Tengah. (*)