Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!


Temanggung, Hariantemanggung.com
– Memperingati satu abad (100 tahun) Nahdlatul Ulama (NU) dalam hitungan Masehi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) menggelar Pesantren Expo 2026. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di kawasan City Walk Temanggung, Jawa Tengah, mulai Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga dirancang sebagai sarana silaturahmi, promosi, dan penguatan institusi pesantren menuju visi NU Temanggung yang maju, modern, dan maslahah.

Ketua RMI PCNU Temanggung, Nashih Muhammad, menyatakan bahwa Pesantren Expo tahun ini merupakan perhelatan perdana. Melihat antusiasme yang tinggi, pihaknya mempertimbangkan agar agenda ini menjadi kegiatan rutin tahunan.

"Ini adalah langkah awal. Kami melihat fakta adanya penurunan jumlah santri di berbagai pondok pesantren yang perlu kita sikapi bersama. Melalui expo ini, kami ingin menyampaikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kehidupan pesantren saat ini," ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menekankan bahwa pesantren masa kini dituntut untuk bertransformasi. Menurutnya, santri harus memiliki nilai lebih di luar kemampuan mengaji agar mampu bersaing di era modern. Selain itu, ajang ini menjadi media Istibaqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) antar pesantren di bawah naungan PCNU Temanggung.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh-tokoh NU. Terlihat hadir di lokasi acara, Bupati Temanggung beserta istri, dan Wakil Bupati Temanggung beserta suami. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap eksistensi pesantren.

Dari jajaran struktural NU, hadir Mustasyar PCNU KH. Ya’kub Mubarok, Rois Syuriah PCNU KH. Furqon Masyhuri, serta Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Nurul Yaqin. Tak ketinggalan, seluruh jajaran pengurus PCNU Kabupaten Temanggung turut memberikan dukungan penuh dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) ini.

Sebanyak belasan pondok pesantren dan lembaga pendidikan turut ambil bagian dalam memeriahkan stand expo. Para pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pengelola dari berbagai institusi, di antaranya INISNU Temanggung, AKPER Al Kautsar, SMK NU Temanggung, LPBHNU, PPTQ Al Munawar, PP Miftahul Huda, PP Qoshrul Arifan, PP Darul Muttaqien, PP Ash Shofwah Al Hidayah, PPTQ Al Musthofa, PKPPS Kyai Parak Bambu Runcing, PP Sirojurrokhim, PP Karangsantri, PP Al Sunniyah, PP Hidayatul Mubtadi’ien, PP Miftakhurrosyidin, dan PP Al Falah.

Melalui keberagaman peserta ini, masyarakat diharapkan mendapatkan pandangan baru bahwa pesantren adalah tempat yang tepat untuk menempa karakter sekaligus mencetak generasi unggul yang melek teknologi dan perkembangan zaman. (media RMI PCNU TMG)


Semarang, Hariantemanggung.com - Suasana khidmat dan penuh keakraban terasa pada malam api unggun sekaligus penutupan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal LP Ma’arif PBNU, Haryando Oghie, pada Kamis (19/12/2025) malam.


Api unggun menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan seluruh peserta. Berbagai refleksi dan penampilan singkat ditampilkan untuk mengenang rangkaian kegiatan selama lima hari pelaksanaan kemah.


Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut. “Kemah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi proses pembelajaran nilai kemanusiaan, perdamaian, dan cinta lingkungan,” tuturnya.


Sementara itu, Haryando Oghie dalam sambutannya mengapresiasi peran Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah dalam membina generasi muda. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta dapat terus diamalkan.


Penutupan kegiatan ditandai dengan doa bersama dan penurunan atribut kemah. Seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat merawat jagat untuk masa depan


Semarang, Hariantemanggung.com - Dialog kebangsaan menjadi bagian penting dalam Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui agenda temu tokoh. Kegiatan ini menghadirkan Wakil DPRD Jawa Tengah Mohamad Soleh, ST, M.En, Syarif Abdullah, serta artis ibu kota Vicky Prasetyo.


Temu tokoh yang digelar di Buper Candrabirawa, Ungaran, tersebut diikuti ratusan peserta dengan antusias. Para narasumber berbagi pengalaman tentang kepemimpinan, peran pemuda, dan kontribusi nyata dalam menjaga persatuan bangsa.


Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, menilai dialog ini sangat strategis. “Peserta perlu mendapatkan inspirasi langsung dari para tokoh agar memiliki wawasan kebangsaan dan keberanian untuk berkontribusi,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, para tokoh juga mengajak peserta untuk peduli terhadap isu lingkungan dan sosial. Pesan-pesan disampaikan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami generasi muda.


Temu tokoh ini diharapkan mampu memotivasi peserta untuk menjadi agen perdamaian dan perubahan positif di lingkungan masing-masing setelah kegiatan kemah berakhir.


Hariantemanggung.com - Karnaval Nusantara menjadi puncak kemeriahan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah yang digelar di Buper Candrabirawa, Ungaran. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Sako Pandu Ma’arif PBNU, Mujiburrahman.


Peserta dari berbagai kabupaten dan kota tampil mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Arak-arakan budaya tersebut menampilkan kekayaan tradisi Nusantara yang memukau para pengunjung dan sesama peserta.


Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, menegaskan bahwa karnaval ini mengandung pesan persatuan. “Keberagaman budaya harus dirawat sebagai kekuatan bangsa, sejalan dengan upaya menjaga harmoni dengan lingkungan,” ujarnya.


Mujiburrahman dalam sambutannya mengapresiasi kreativitas peserta dan panitia. Ia menilai karnaval nusantara menjadi media efektif menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air.


Karnaval Nusantara menutup rangkaian kegiatan dengan penuh warna dan semangat. Kegiatan ini mempertegas komitmen Sako Pandu Ma’arif NU dalam membina generasi muda yang berkarakter, peduli lingkungan, dan menjunjung perdamaian.