Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!

 

Temanggung, Hariantemanggung.com — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Temanggung sukses menggelar ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan semarak berlokasi di Pondok Pesantren Karang Santri, Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

Perhelatan berskala kabupaten ini menjadi wadah unjuk kebolehan para santri dalam memahami, mengkaji, dan membaca kitab-kitab kuning khas pesantren. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan hadirnya 270 santri delegasi dari 52 lembaga pondok pesantren serta Madrasah Diniyah (Madin) se-Kabupaten Temanggung.

Dalam pembukaan acara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Temanggung menyampaikan rasa bangga dan harapan besarnya kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus menjadi pilar masa depan Nahdlatul Ulama.

"Para santri yang hadir di sini adalah andalan dari pesantrennya masing-masing, andalan kami di NU, dan menjadi masa depan kami di kemudian hari," ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua RMI PCNU Temanggung turut mengapresiasi semangat belajar dan mental bertanding para santri yang kian terasah. Beliau menekankan bahwa santri masa kini harus memiliki daya saing tinggi dan percaya diri di segala bidang.

"Santri-santri Temanggung hari ini sudah punya jiwa-jiwa kompetisi. Kita harus katakan, santri hari ini tidak boleh kalah dengan yang lainnya," tegas Ketua RMI PCNU Temanggung dengan penuh semangat.

Melalui ajang MQK ini, RMI PCNU Temanggung berharap tradisi literasi klasik dan penguasaan ilmu agama di kalangan generasi muda NU dapat terus terjaga, sekaligus melahirkan kader-kader ulama masa depan yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menjawab tantangan zaman. (Red-Hartem-MPP))

 TEMANGGUNG, Hariantemanggung.com - Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung bersama Noto Parakan Lues (NPL) melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menyampaikan gagasan awal terkait pengusulan KH Subuki Parakan sebagai Pahlawan Nasional. Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi dan menjajaki sinergi berbagai pihak dalam menggali kembali sejarah perjuangan KH Subuki.

Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, S.E., M.M. Turut hadir dalam rombongan Wakil Rektor I INISNU Temanggung Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Joni, M.Pd.B.I., Wakil Rektor IV Eko Sariyekti, S.H.I., M.S.I., serta Staf Branding Institusi INISNU Temanggung, Imam Mustaqim. Rombongan juga didampingi oleh Camat Parakan Taufik Nur Priyanto, S.STP., M.M., bersama unsur Noto Parakan Lues.

Suasana silaturahmi INISNU Temanggung dan NPL bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung.

Dalam pertemuan tersebut, Andrian Gandi Wijanarko menyampaikan bahwa gagasan untuk mengangkat kembali kiprah KH Subuki bukan merupakan hal yang baru. Upaya pengkajian mengenai KH Subuki telah diperjuangkan sejak 2013, namun dalam perjalanannya sempat berhenti pada tahap naskah pengkajian.

Karena itu, silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali komunikasi dan pembahasan mengenai sejarah KH Subuki, khususnya kiprahnya dalam perjuangan di Parakan pada masa revolusi kemerdekaan. Penguatan kajian sejarah dinilai penting agar berbagai informasi dan sumber mengenai perjuangan KH Subuki dapat dihimpun secara lebih baik.

Pembahasan juga menyinggung rencana seminar pada 15 Oktober yang bertepatan dengan momentum Hari Santri. Seminar tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang untuk mendiskusikan dan memperkenalkan sejarah KH Subuki kepada masyarakat secara lebih luas. Dalam rencana kegiatan tersebut, Gus Ipul diharapkan berkenan hadir, sementara unsur DPR RI Komisi VIII juga direncanakan menjadi narasumber.

Keterlibatan sejarawan yang memahami sejarah Temanggung dan Parakan juga dinilai penting untuk memperkuat kajian. Dengan demikian, pembahasan mengenai KH Subuki tidak hanya menjadi cerita yang berkembang di masyarakat, tetapi dapat ditopang oleh kajian dan dokumentasi sejarah yang lebih kuat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, menyambut baik gagasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Temanggung terbuka untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya menggali dan menguatkan sejarah tokoh-tokoh Temanggung.

Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama dan tidak setengah-setengah. Pemerintah daerah siap mendukung sesuai dengan kebutuhan dan kewenangan yang dimiliki.

“Ini sudah menjadi hajat Pemda. Bupati meminta jangan setengah-setengah, harus bersinergi. Pemda siap,” ungkap Tri Winarno.

Ia juga menegaskan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk bersama-sama mengembangkan program yang berkaitan dengan penguatan sejarah dan dokumentasi tokoh daerah.

“Mari bersama-sama, Pemda terbuka untuk program ini,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Parakan Taufik Nur Priyanto turut menyampaikan gagasan mengenai pentingnya mendokumentasikan sejarah Parakan secara lebih komprehensif. Salah satunya melalui penyusunan buku ensiklopedi tentang Parakan yang dapat memuat berbagai sejarah, tokoh, dan peristiwa penting yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah masyarakat Parakan sekaligus menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang. Selain itu, Festival Parakan juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sejarah Parakan dan kiprah tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan sejarahnya.

Bagi INISNU Temanggung, silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Temanggung, NPL, Kecamatan Parakan, serta berbagai unsur lainnya. Melalui proses diskusi, kajian, dan pengumpulan dokumentasi secara bersama-sama, sejarah KH Subuki diharapkan dapat dikaji secara lebih mendalam sebagai bagian dari gagasan pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional.

Foto bersama rombongan INISNU Temanggung, NPL, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung usai pertemuan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi awal dari upaya mempertemukan kekuatan akademik, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menggali kembali sejarah perjuangan KH Subuki serta memperkuat dokumentasi sejarah Parakan.


Temanggung, Haariantemanggug.com
— Dalam upaya meningkatkan mutu dan inovasi pembelajaran digital bagi pendidik, Tim Riset Game MACUL berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Temanggung menggelar pelatihan game-based learning berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Lukito ini diselenggarakan pada hari Jum'at, (2/10/2026).

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Riset Game MACUL, M. Fadloli Al-Hakim, S.Pd., M.Or. Dalam pemaparannya, ia menekankan krusialnya media interaktif untuk mendekatkan para siswa pada nilai-nilai tradisi dan budaya lokal Temanggung.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua LP Ma’arif PCNU Temanggung, Miftahul Hadi, S.Pd., M.Ag., yang memberikan dorongan kuat kepada para pendidik madrasah agar terus adaptif terhadap transformasi digital di dunia pendidikan. Rangkaian pembukaan ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Sahro Istakhori, S.Ag., M.Pd.

Sesi inti pelatihan berlangsung interaktif melalui tiga tahapan materi yang saling melengkapi. Muhammad Ulfi Fadli, M.Pd. memaparkan pentingnya mengubah peran siswa madrasah dari penonton pasif menjadi pelaku aktif. Melalui game-based learning, siswa didorong untuk berani belajar dari kesalahan lewat mekanisme umpan balik langsung. 

Kemudian Mar'atussolichah, S.Pd. memperkenalkan game visual novel MACUL (Temanggung Culture). Media ini menyajikan alur cerita yang berlatar belakang tradisi, seni, serta sejarah desa-desa di Temanggung, yang dikemas lengkap dengan misi evaluasi dan ensiklopedia budaya. Dan Muhammad Naufal Hilmi, S.Pd. mengarahkan peserta untuk mempraktikkan langsung pembuatan media evaluasi menggunakan platform Kahoot! dan Baamboozle. Sesi ini membekali guru strategi asesmen formatif yang fleksibel—baik secara multi-device maupun single-screen—guna menghadirkan proses evaluasi belajar yang seru, inklusif, dan menyenangkan.

Melalui kolaborasi ini, para guru di lingkup madrasah Temanggung diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi interaktif bernuansa lokal ke dalam ruang kelas, menciptakan pengalaman belajar yang modern tanpa mencabut siswa dari akar budayanya.


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Industri Kreatif Temanggung Menuju Industri 4.0 pada (23/9). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Temanggung serta INISNU Temanggung.

Pelatihan digelar untuk mendorong kesiapan pelaku industri kreatif dalam menghadapi transformasi menuju era Industri 4.0. Adapun tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman terkait perlindungan produk dan perizinan usaha, khususnya HKI (Hak Kekayaan Intelektual), OSS (Online Single Submission), serta izin usaha. Di samping itu, pelatihan juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pelaku IKM mengenai penerapan teknologi digital dalam operasional industri, sekaligus mendorong pelaku IKM agar beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna memperkuat daya saing.

Pada sesi pertama, anggota bidang riset dan pendataan KEK Temanggung, Sutarto, S.T., menyampaikan materi tentang Penerapan Teknologi Digital dalam Usaha Industri. Dalam pemaparannya, Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya soal penggunaan perangkat teknologi, melainkan juga menyentuh strategi bisnis, peningkatan efisiensi, penguatan pemasaran, serta pengelolaan usaha yang lebih modern. “Melalui digitalisasi, pelaku IKM tidak hanya bisa meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperluas pasar dan meningkatkan kualitas layanan.” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami cara memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas layanan, serta mengoptimalkan proses produksi dan manajemen usaha.

Pada sesi berikutnya, Wakil Rektor INISNU Temanggung, Andrian Gandi W, menyampaikan materi mengenai Perlindungan Produk dan Perizinan (HKI, OSS, serta izin usaha). Ia menekankan pentingnya perlindungan atas karya maupun produk agar pelaku memiliki posisi yang lebih kuat dalam persaingan pasar. "Pemahaman terkait HKI, OSS, dan izin usaha perlu diperkuat agar administrasi dan legalitas usaha dapat berjalan dengan baik, sekaligus meningkatkan kepastian usaha di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif. HKI dan perizinan yang benar akan memberi perlindungan serta kepastian bagi pelaku usaha, sehingga produk lokal bisa lebih percaya diri bersaing di pasar.” kata anggota KEK Temanggung itu.

Dengan mengusung tema menuju Industri 4.0, kegiatan ini dinilai menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Kabupaten Temanggung. Melalui kolaborasi Dinperinaker dengan Komite Ekonomi Kreatif dan INISNU, pelatihan diharapkan mampu menghasilkan peningkatan kapasitas pelaku IKM, baik dari sisi legalitas dan perlindungan produk, maupun dari sisi digitalisasi usaha.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan semangat bersama agar pelaku IKM semakin siap beradaptasi dan memaksimalkan peluang melalui teknologi, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal Temanggung di pasar yang lebih luas.