Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!


Semarang, Hariantemanggung.com
– Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus yang digagas LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menjadi objek penelitian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan skripsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjadi narasumber utama dalam kegiatan riset yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 di Kampus I UIN Walisongo Semarang. Penelitian itu mengkaji strategi media relations LP Ma’arif NU Jawa Tengah dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan di tengah perkembangan media digital berjudul “Strategi Media Relations LP Ma'arif NU Jawa Tengah dalam Meningkatkan Citra Sebagai Lembaga Pendidikan.”

Mahasiswa peneliti, Kholisatun Nafiah dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, melakukan penggalian data terkait program-program literasi, publikasi, serta penguatan citra kelembagaan yang dijalankan LP Ma’arif NU Jawa Tengah melalui GLM Plus. Dalam sesi wawancara, Dr. Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa GLM Plus tidak hanya bergerak pada pengembangan budaya literasi, tetapi juga transformasi komunikasi pendidikan berbasis media digital melalui pelibatan media massa di Jawa Tengah dan nasional.

“GLM Plus hadir sebagai gerakan strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun citra pendidikan Ma’arif yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Pada tahun 2025, Ibda mengatakan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggandeng 14 media mitra, yaitu Babad.id, Distingsi.com, Edukasia.id, G-News.id, Hariannu.com, Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Infojateng.id, Jalanpantura.com, Kabartemanggung.com, Pcnupati.or.id, Suaranahdliyin.com, Soearamoeria.com, dan Tabayuna.com.

Sedangkan di tahun 2026, ditingkatkan menjadi 19 media mitra dari berbagai platform online, elektronik, dan radio. Media yang terlibat antara lain Bestarinesia.com, Digtara.com, Distingsi.com, Edukasia.id, G-News.id, Hariannu.com, Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Hariansemarang.id, Infojateng.id, Jalapantura.com, Kabartemanggung.com, PCNUPATI.or.id, Soearamoeria.com, Suaranahdliyin.com, Tabayuna.com, Temanggungnews.com, PT Radio Rasika Dananda Utama (Rasika), serta NU Online Jateng (jateng.nu.or.id).

Ia menambahkan, penguatan media relations menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan informasi program pendidikan Ma’arif kepada masyarakat. Melalui publikasi yang terstruktur dan kolaboratif, LP Ma’arif NU Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik terhadap pengembangan strategi komunikasi lembaga pendidikan Islam, sekaligus menjadi dokumentasi ilmiah atas praktik baik gerakan literasi di lingkungan Ma’arif NU Jawa Tengah. (*)

 


Purworejo, Hariantemanggung.com
– DPD Perkumpulan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Purworejo adakan acara bertajuk Pelatihan Juru Sembelih Halal Angkatan 3 pada Ahad, 17 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Komplek Masjid Al Fathonah Purworejo ini dihadiri oleh beberapa tokoh terkemuka seperti Kabag Kesra Sekda Kabupaten Purworejo Nur Huda, S.STP, M.IP., dan Wakil Ketua MUI Purworejo Drs. KH. Farid Solihin, M.M.Pd..


H. Abdi Sandiko, S.Pd.I., M.Pd. selaku Ketua DPD Juleha Purworejo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. "Kami atas nama panitia dan pengurus DPD Juleha Kabupaten Purworejo mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang bersedia hadir dan mengikuti acara hari ini. Saya harap acara hari ini bermanfaat sebagai bekal kita dalam meningkatkan kompetensi sebagai juru sembelih halal dalam mendukung program Satu Desa Satu Juleha. Terlebih kita kedatangan narasumber yang kompeten yang merupakan Instruktur BNSP." ujarnya.


Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Purworejo Drs. KH. Farid Solihin, M.M.Pd. dalam  sambutannya menyampaikan harapan besar kepada para peserta pelatihan. "Kita harus ikut mensyiarkan tentang sembelihan halal. Karena jangan sampai makanan yang kita konsumsi merupakan barang haram. Jadi kami berharap para peserta pelatihan Juleha ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang bagaimana tata cara sembelih halal yang sesuai syariat".


Peserta yang berjumlah 59 berasal dari berbagai unsur seperti takmir masjid, pengurus pondok pesantren, pemerintah desa, dan masyarakat umum.


Bupati Purworejo yang diwakili oleh Kabag Kesra Sekda Kabupaten Purworejo Nur Huda, S.STP, M.IP., yang sekaligus membuka acara ikut memberikan motivasi kepada peserta dalam sambutannya. "Sebagai Juru Sembelih Halal tentunya harus mampu menjadi tokoh yang bisa mengambil peran strategis di masyarakat. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan nanti akan lahir para Juleha yang kompeten dan profesional dalam menjalankan tugasnya untuk syiar sembelih halal terlebih menjelang hari Raya Idul Adha" tandasnya.


Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Juanda, S.AP. selaku narasumber yang merupakan Instruktur Juleha BNSP. Dalam paparannya disampaikan tentang pentingnya memahami tentang syarat sembelih halal. "Selama ini masih banyak di masyarakat yang belum memiliki standar kompetensi sembelihan halal sesuai syariat. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu, dalam pelatihan ini diharapkan para peserta mampu memahami dan mempraktekkan bagaimana tata cara sembelih halal yang ihsan atau baik" paparnya.


Dalam presentasinya, Juanda juga menyampaikan materi seputar kasus-kasus yang sering terjadi di masyarakat pada saat proses penyembelihan. "Banyak terjadi di daerah kita atau tayangan di media sosial tentang masalah yang terjadi pada saat penyembelihan. Ada yang ditendang sapi, hewan masuk parit, urat belum terputus, bahkan pisau patah saat menyembelih. Jadi pentingnya kita memakai APD untuk melindungi diri atau standar safety dan pentingnya kita menyiapkan peralatan yang sesuai standar SKKNI terurama pisau yang tajam" pungkasnya.


Selama acara berlangsung para peserta nampak antusias dan bersemangat. Terlihat pada saat sesi diskusi tanya jawab maupun praktek. Panitia membagikan doorprize berupa golok dan pisau sembelih yang disponsori oleh anggota DPD Jawa Tengah. Materi selama pelatihan meliputi fiqih qurban, asah bilah, manajemen qurban, juga praktek sembelih unggas dan ruminansia. Rencana tindak lanjut dari pelatihan ini akan praktek secara langsung di RPH yang sudah bekerja sama.


Temanggung, Hariatemanggung.com
– Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Temanggung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis di Ngadirejo, Sabtu (9/05/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para pengasuh dan pengurus pondok pesantren untuk merumuskan kembali pola pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Fokus utama dalam rakor kali ini adalah peninjauan kembali sistem takzir atau sanksi edukatif agar tetap relevan dan manusiawi di era kekinian. Pengurus RMI menekankan bahwa takzir haruslah bersifat membina (edukatif) tanpa melanggar martabat santri.

Menyikapi dinamika sosial saat ini, RMI PCNU Temanggung menegaskan komitmen nol toleransi (zero tolerance) terhadap tindakan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual di lingkungan pesantren. Pesantren diharapkan menjadi ruang aman (safe space) bagi santri untuk menimba ilmu.

"Kita ingin memastikan bahwa tradisi disiplin di pesantren tetap terjaga, namun harus dibarengi dengan perlindungan yang ketat terhadap hak-hak dasar santri agar terhindar dari kekerasan fisik maupun psikis," ujar salah satu pimpinan rapat di Ngadirejo.

Sebagai langkah konkret, RMI PCNU Temanggung akan bekerja sama dengan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PCNU untuk memberikan pendampingan hukum jika ditemukan kasus-kasus yang memerlukan penanganan serius.

Selain itu, dalam rapat ini disepakati langkah strategis berupa sosialisasi ruang aduan terbuka yang berguna untuk menjaga muruah pesantren secara kolektif, dengan menyosialisasikan pembukaan ruang aduan bagi pengurus maupun warga pesantren. Ruang ini dimaksudkan sebagai kanal komunikasi jika ditemukan adanya dugaan penyimpangan atau perilaku oknum kyai maupun ustadz yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pesantren.

Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan upaya deteksi dini agar setiap potensi masalah dapat diselesaikan secara internal melalui mekanisme organisasi yang benar sebelum berkembang menjadi konflik sosial.

Rakor yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu membawa wajah pesantren di Temanggung menjadi institusi pendidikan yang semakin modern, aman, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlakul karimah. (*)

Tembarak, Hariantemanggung.com - Komisi C DPRD Temanggung datang langsung mengunjungi greenhouse Tumbuh Abadi Farm, sebuah usaha pertanian modern yang dibangun dari keresahan seorang anak muda melihat lahan-lahan di desanya makin tak produktif, pada Jumat pagi (8/5/2026). Greenhouse tersebut bertempat di Dusun Genayan, Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak.

Ketua Komisi C, Slamet, tak menyembunyikan kekagumannya saat melihat langsung apa yang sudah dibangun di sana. Menurutnya, inisiatif seperti ini perlu terus didorong dan didukung oleh pemerintah. 


"Ini betul-betul kita dorong tidak hanya melon, perencanaannya ada anggur dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan pemerintah juga bisa mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini," katanya.


Di balik greenhouse itu ada sosok Prasetya Adi Wibowo, atau yang akrab dipanggil Adi. Ia membangun Tumbuh Abadi Farm bukan tanpa alasan. Produksi tembakau yang terus menurun akibat perubahan iklim membuat banyak lahan di Temanggung terbengkalai, dan Adi ingin mengubah itu. 


"Jadi banyak lahan-lahan yang tidak produktif. Kita cari alternatif lain, tanaman komoditas lain yang ada nilainya untuk wisata dan edukasi," ujarnya.


Menariknya, greenhouse ini berdiri di ketinggian sekitar 750 mdpl titik tertinggi di Temanggung yang masih bisa ditanami melon. Ke depan, Adi berencana mengembangkannya menjadi kawasan agrowisata lengkap dengan petik melon, anggur, kelengkeng, durian, hingga sayuran tumpangsari. Semua itu akan dikelola bersama petani lokal. 


"Kita bareng-bareng sama petani-petani sini, ada tim ahli juga yang akan mengedukasi dan mengubah mindset bahwa tanaman itu tidak melulu cuma jagung sama tembakau," tegasnya. 


Ia pun menutup dengan ajakan yang penuh semangat, ayo anak muda, jangan malas bertani! Demand-nya masih banyak, supply-nya kurang.



Ahmad Khudlori, anggota Fraksi PKB yang juga aktif menggerakkan pertanian di desa itu, ikut merasa optimis. Baginya, perpaduan antara anak muda yang paham pertanian dan luasnya lahan di Temanggung adalah kombinasi yang menjanjikan. 


"Pertanian di lereng Gunung Sumbing ini akan semakin berkembang dan tentunya mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional," katanya.