Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!

Temanggung, Hariantemanggung.com - Pasar Legi Parakan, Kabupaten Temanggung, dijadwalkan menjalani renovasi pada tahun ini. Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana memperbaiki sejumlah fasilitas pasar guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, di antaranya perbaikan atap yang bocor serta pemasangan kanopi pada tangga jalan masuk pasar.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Temanggung, Ahmad Khudlori menyambut positif rencana tersebut, namun menekankan agar perbaikan tidak berhenti pada dua item itu saja.

“Perbaikan fasilitas pasar yang dilakukan pemerintah harus sesuai kebutuhan. Selain perbaikan atap bocor dan pemasangan kanopi, perlu juga penataan ulang tempat bagi pedagang yang berada di sisi selatan lantai 2 untuk meningkatkan penjualan barang dagangannya,” ujar Khudlori.

Ia menilai lesunya aktivitas di sisi selatan perlu segera diatasi dengan penataan ulang penempatan pedagang agar kios-kios di lantai 2 kembali ramai dan mudah dijangkau pembeli.

Selain itu, Khudlori juga menyoroti persoalan drainase dari sisi dampaknya terhadap fasilitas pasar secara keseluruhan. Perlu perbaikan drainase di sisi barat pasar karena sering terjadi banjir yang masuk ke dalam pasar. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan aset dan barang dagangan milik pedagang, tegasnya.

Ia pun menyoroti persoalan kebersihan lingkungan pasar. Perlu juga penataan ulang tempat sampah karena terlalu berdekatan dengan kios pasar, tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Temanggung, Dedi Hariyadi, turut menyuarakan sejumlah aspirasi pedagang berdasarkan temuan langsung di lapangan. Pada topik drainase, Dedi melihatnya bukan sebatas kerusakan infrastruktur, melainkan keluhan nyata yang sudah lama dirasakan warga.

“Kalau musim hujan sering banjir di sebelah barat pasar. Sama tadi ada keluhan pedagang sebelah selatan,” ungkap Dedi.

Terkait sepinya sisi selatan, Dedi tidak sekadar mendorong penataan ulang, melainkan menelusuri akar masalahnya hingga ke kesalahan orientasi bangunan sejak awal dibangun. Dulu sebelum dipugar, sebelah selatan ramai. Setelah dibangun jadi sepi karena para pedagang mengeluhkan wajah pasar tidak menghadap selatan, padahal depannya jalan nasional, jelasnya.

Pada persoalan sampah, Dedi menambahkan dimensi yang lebih spesifik dibanding sekadar kedekatan dengan kios.

“Penempatan amrol sampah yang berada di lantai 2 dekat bongkar muat pasar utara sangat mengganggu para pembeli dan pedagang, padahal di area pasar utara dibuat untuk jualan ayam potong dan sayuran,” tegasnya.

Dedi juga menyoroti persoalan lain yang turut menekan minat pengunjung untuk naik ke lantai 2. Dengan adanya tangga berjalan yang tidak beroperasi dengan alasan biaya listrik yang mahal, malah menghambat para pedagang. Jadi tidak nyaman kalau lewat tangga berjalan tapi tidak dihidupkan.

Kondisi itu, lanjut Dedi, membuat para pembeli enggan naik lantai 2, cenderung belanja di pasar pagi yang masih buka di atas jam 06.00 pagi.

Selain itu, Dedi menyampaikan usulan lama terkait Jalan Saubari.

“Ada usulan lama bahwa Jalan Saubari agar dikembalikan seperti semula untuk menjadi jalan lagi, jangan dijadikan parkiran dan bongkar muat. Artinya, mulai dari Pasar Kembang sampai Balai Desa Parakan Kauman, Jalan Saubari menjadi jalan utama untuk menuju ke Kecamatan Bansari,” pungkasnya.

Kedua anggota dewan dari Fraksi PKB ini berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti seluruh masukan secara menyeluruh, sehingga Pasar Legi Parakan kembali menjadi pusat perekonomian yang nyaman dan berdaya saing bagi seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung. (*)

 


Temanggung, Hariantemanggung.com
— Momentum Dies Natalis ke-56 Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga penguatan intelektual melalui kuliah umum yang disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026), mengangkat tema besar “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar” dengan penekanan pada nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian. 


Selain Rektor INISNU Dr Hamidulloh Ibda, M.Pd., dan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr. KH. Anasom, M.Hum., hadir Bupati Temanggung yang diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, S.Sos, MM., Kepala Kantor Kemenag Temanggung H. Fatchur Rochman, M.Pd.I., Sekretaris BPP INISNU Temanggung Dr. H. Mahsun, M.S.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung, Drs. H. M. Manshur Asnawi, M.S.I., Pimpinan Cabang BSI Kantor Cabang Temanggung, Dwi Agung Kusuma, Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Al Kautsar Temanggung adalah Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners., M.Kep., sivitas akademika dan tamu undangan. 


Dalam paparannya, Sekretaris Kopertais Wilayah X Jateng Dr. KH. Anasom, M.Hum., menjelaskan bahwa Serat Tripama merupakan karya klasik Mangkunegara IV yang berisi ajaran keprajuritan dalam bentuk tembang Dhandhanggula. Karya ini menampilkan tiga tokoh utama pewayangan—Patih Suwanda, Kumbakarna, dan Adipati Karna—sebagai teladan moral dan kepemimpinan yang relevan sepanjang zaman. 


Ia menguraikan bahwa nilai utama dalam Tripama terangkum dalam tiga konsep penting, yakni guna (kecerdasan dan kemampuan), kaya (keberhasilan dan hasil karya), serta purun (keberanian dan kesanggupan). Ketiganya tercermin dalam sosok Patih Suwanda yang berhasil menjalankan tugas negara dengan totalitas hingga gugur di medan perang sebagai bentuk pengabdian sejati. 


Lebih lanjut, Kumbakarna digambarkan sebagai simbol patriotisme, yakni membela tanah air bukan karena membenarkan kejahatan, melainkan karena tanggung jawab terhadap bangsa dan leluhur. Sementara Adipati Karna menjadi representasi kesetiaan, yakni komitmen membalas budi hingga titik darah terakhir, meskipun berada dalam situasi moral yang kompleks. 

Menurutnya, nilai-nilai dalam Tripama memiliki kesamaan dengan teladan para sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Khalid bin Walid, Ikrimah bin Abi Jahl, dan Mush’ab bin Umair, yang menunjukkan keberanian, pengorbanan, serta kesetiaan dalam membela kebenaran dan prinsip. Hal ini menegaskan bahwa esensi kepahlawanan terletak pada pengabdian dan komitmen moral, bukan semata kemenangan. 


Ia juga menekankan bahwa ajaran Tripama sangat relevan bagi mahasiswa dan sivitas akademika INISNU dalam menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian mengambil peran, serta loyalitas terhadap nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan. 


Selain itu, dalam konteks pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI), disampaikan pula lima arah kebijakan strategis transformasi tahun 2026, di antaranya penguatan sistem ma’had, program double degree, percepatan studi (fast track), pembukaan program studi di luar kampus utama (PSDKU), serta reformulasi program studi agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman. 


Kuliah umum ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Dies Natalis ke-56 INISNU Temanggung, sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global. (*)


Temanggung, Hariantemanggung.com
— Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung memberikan sejumlah penghargaan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra, hingga alumni dalam rangka Dies Natalis ke-56 yang digelar di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026). Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan institusi.


Rektor Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya mutu dan kinerja unggul di lingkungan kampus. “Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berprestasi dan berkontribusi nyata,” ujarnya.


Pada kategori dosen berprestasi, penghargaan diberikan kepada beberapa dosen dan bidang tertentu, yaitu Bidang Pendidikan dan Pengajaran diberikan kepada Dr. Joni, M.Pd.BI., (skor 80)., Bidang Penelitian diberikan kepada Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., (skor 90), Bidang Pengabdian kepada Masyarakat diberikan kepada Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., (skor 90), Bidang Penguatan Kaderisasi NU diberikan kepada Dr. KH. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., (skor 80), dan Bidang Pengembangan Peradaban Islam diberikan kepada Yenny Aulia Rachman, M.Pd. (skor 80).


Penghargaan tenaga kependidikan berdedikasi diberikan kepada Siti Zulaichah, S.E., dengan skor 90. Sementara kategori staf pendukung terbaik diberikan kepada Bidin Tri Laksono atas kinerja dan kedisiplinannya (skor 90).


Penghargaan mahasiswa berprestasi diberikan kepada beberapa mahasiswa, yaitu Bidang Pendidikan dan Pengajaran diberikan kepada Fadlilah Jazil (skor 75), Bidang Penelitian diberikan kepada Miftaf Pradika Putra (skor 75), Bidang Pengabdian kepada Masyarakat diberikan kepada Anas Rodin (skor 85), Bidang Penguatan Kaderisasi NU diberikan kepada Anas Rodin (skor 80), dan Bidang Pengembangan Peradaban Islam diberikan kepada Ayu Dina Karisma (skor 75).


INISNU juga memberikan penghargaan kepada mitra strategis seperti Ikatan Penyuluh Agama Temanggung, Ikatan Penyuluh Agama Magelang, HIMPAUDI Temanggung, YPMNU Magelang, YPMNU Temanggung, dan LAZISNU Temanggung.

Pada kategori mitra pendukung institusi, apresiasi diberikan kepada Mustaslimah, Bank Syariah Indonesia, serta BAZNAS Kabupaten Temanggung.


Sementara itu, mitra sinergi institusional meliputi Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Kementerian Agama Kabupaten Magelang, dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung.


Penghargaan khusus diberikan kepada keluarga muassis KH. Abdul Hadi Shofwan serta para pimpinan terdahulu, mulai dari masa FHI UNNU, STISNU, STAINU hingga INISNU. Mereka dinilai memiliki peran besar dalam membangun fondasi kelembagaan hingga berkembang seperti saat ini.


Kategori alumni inspiratif diberikan kepada Muhammad Shodiq Mubassyier dan Yoga Dwi Prada atas kontribusi dan kiprah mereka di masyarakat.


Dalam kesempatan itu, secara simbolis Ketua BAZNAS Temanggung didampingi Kepala Kantor Kemenag Temanggung memberikan Program Beasiswa Sarajana BAZNAS Kabupaten Temanggung tahun 2025 kepada mahasiswa INISNU Temanggung.


Pemberian penghargaan ini menjadi salah satu rangkaian penting Dies Natalis ke-56 INISNU Temanggung yang mengusung semangat “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar”. Melalui apresiasi ini, kampus berharap seluruh elemen dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan INISNU sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdampak luas bagi masyarakat. 


Selain Rektor INISNU Dr Hamidulloh Ibda, M.Pd., dan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr. KH. Anasom, M.Hum., hadir Bupati Temanggung yang diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, S.Sos, MM., Kepala Kantor Kemenag Temanggung H. Fatchur Rochman, M.Pd.I., Sekretaris BPP INISNU Temanggung Dr. H. Mahsun, M.S.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung, Drs. H. M. Manshur Asnawi, M.S.I., Pimpinan Cabang BSI Kantor Cabang Temanggung, Dwi Agung Kusuma, Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Al Kautsar Temanggung adalah Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners., M.Kep., sivitas akademika dan tamu undangan. (*)


Temanggung, Hariantemanggung.com
— Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung memperingati Dies Natalis ke-56 dengan penuh khidmat di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026). Momentum ini mengusung tema “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar” yang sarat makna filosofis tentang keteladanan dan semangat menjadi kampus yang terus bersinar bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. 


Dalam sambutannya, Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan bahwa usia kepemimpinannya yang baru berjalan sekitar 179 hari menjadi awal penting dalam menanam fondasi kemajuan institusi. Ia mengibaratkan masa jabatan tersebut sebagai “biji yang baru ditanam” yang menyimpan harapan besar untuk tumbuh kuat dan memberi manfaat luas di masa depan. 


Rektor menjelaskan bahwa tema Tripama Kawedhar merujuk pada ajaran luhur dalam Serat Tripama karya Mangkunegara IV yang menekankan tiga keteladanan utama, yakni keteladanan dalam ilmu, akhlak, dan pengabdian. Sementara itu, “INISNU Sumunar” mencerminkan tekad institusi untuk terus menjadi sumber cahaya peradaban melalui pendidikan yang bermutu dan berkarakter. 


Dalam laporan capaian, INISNU Temanggung saat ini memiliki tiga unit pengelola program studi (UPPS) dengan delapan program studi, terdiri dari enam program sarjana dan dua program magister. Dari sisi akreditasi, satu program studi telah meraih predikat unggul, empat berpredikat baik sekali, dan tiga lainnya berpredikat baik. 


Di bidang akademik, kampus ini terus mengembangkan konsep Kampus Berdampak melalui berbagai kegiatan internasional, seperti seminar bersama Global Interfaith University (Amerika Serikat), Tezpur College (India), dan Hallym University (Korea Selatan). Selain itu, program pengabdian dan studi internasional juga telah dilaksanakan di Malaysia, Thailand, dan Singapura sebagai bagian dari penguatan jejaring global. 


Tak hanya itu, INISNU juga mencatatkan kemajuan signifikan dalam kerja sama kelembagaan, dengan puluhan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menunjukkan komitmen kampus dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global. 


Prestasi mahasiswa dan dosen turut menjadi sorotan dalam peringatan ini. Mahasiswa berhasil meraih berbagai penghargaan internasional, sementara para dosen aktif sebagai reviewer dan editor jurnal bereputasi serta terus meningkatkan indeks sitasi akademik mereka. 


Beberapa Lembaga yang pernah dijadikan kegiatan akademik internasional yaitu 3 Program Internasional Visiting Lecture, 3 Program Seminar Internasional, juga dalam Pancadharma Internasional 2025 adalah Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS), Maahad Tahfiz An-nur (MATAN) Puchong, Selangor, Malaysia, Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Puchong, Selangor, Malaysia, Istana Kehakiman Putrajaya (Istana Negara Putrajaya), Mahkamah Syariah Wilayah Persekutuan (Kursus Perkawinan), Chariyatham Suksa Foundation School Thailand, dan lainnya.


Dalam bidang kerja sama, INISNU telah menjalin kemitraan dengan berbagai Lembaga, yaitu lembaga lokal 16, 41 MoU / 38 MoA Nasional, dan 6 MoU / 9 MoA Internasional yaitu: Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS), Maahad Tahfiz An-nur (MATAN) Puchong, Selangor, Malaysia, Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Puchong, Selangor, Malaysia, Global Interfaith University USA, Tezpur College, Assam, India, dan Hallym University South Korea.


“Total kerja sama yang terjalin menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan komitmen INISNU untuk menjadi perguruan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global,” kata Ibda.


Menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan globalisasi pendidikan, Rektor menegaskan pentingnya transformasi kelembagaan, termasuk rencana strategis pengembangan melalui integrasi dengan Akper Al-Kautsar. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi INISNU sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi masa depan. 

Di akhir sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan INISNU Temanggung sebagai kampus yang benar-benar “sumunar”—bersinar dan memberi manfaat luas bagi umat. 


Hadir Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr. KH. Anasom, M.Hum., Bupati Temanggung yang diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, S.Sos, MM., Kepala Kantor Kemenag Temanggung H. Fatchur Rochman, M.Pd.I., Sekretaris BPP INISNU Temanggung Dr. H. Mahsun, M.S.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung, Drs. H. M. Manshur Asnawi, M.S.I., Pimpinan Cabang BSI Kantor Cabang Temanggung, Dwi Agung Kusuma, Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Al Kautsar Temanggung adalah Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners., M.Kep., sivitas akademika dan tamu undangan. (*)