Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!


Temanggung, Hariantemangggung.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi disambut kedatangannya di Kantor Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, pada Senin pagi (22/6/2026). Suasana bahagia ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa UGM yang akan berlangsung selama 50 hari ke depan berlokasi di Desa Kemloko dan Desa Klepu.

Beberapa tokoh turut serta hadir dalam penyambutan ini. Tokoh-tokoh tersebut adalah Setyo Agung selaku sekretaris Kecamatan Kranggan yang mewakili Camat Kranggan, ada perwakilan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), perwakilan Bapperida Kabupaten Temanggung, dan perwakilan dari Puskesmas Kecamatan Kranggan. 

Selain itu, Kepala Desa Kemloko dan Kepala Desa Klepu, Kepala Dusun Jurang dan Mbolang, perwakilan Tim Penggerak PKK ikut mengahdiri undangan penyambutan mahasiswa KKN dari UGM.

Mahasiswa KKN-PPM UGM akan melaksanakan berbagai program pengabdian mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Selama masa pengabdian tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat dalam menghadirkan inovasi serta solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah.

Dalam sambutannya, Setyo Agung menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa UGM yang akan melaksanakan KKN di wilayah Kecamatan Kranggan. Ia mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran mahasiswa UGM dan berharap kegiatan KKN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap hadirnya mahasiswa KKN UGM ini dapat memberikan dampak positif dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada,” tuturnya.

Sambungnya, harapannya mahasiswa UGM dapat mengaktifkan dan mengoptimalkan Rumah Digital di wilayah Kecamatan Kranggan. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pemetaan lokasi yang lebih akurat serta meningkatkan akses informasi mengenai berbagai potensi daerah.

“Dengan pengaktifan dan pengoptimalan Rumah Digital, harapannya mampu memberikan informasi yang lebih akurat terkait berbagai lokasi yang ada serta mendorong kemudahan akses bagi wisatawan,” ujar Setyo Agung.

Program tersebut selaras dengan tema KKN-PPM UGM yang diusung di Desa Kemloko dan Desa Klepu, yakni “Perwujudan Desa Mandiri Melalui Peningkatan Kapasitas Sosial, Budaya, dan Ekonomi serta Pemberdayaan Potensi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”. Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi lokal yang dimiliki kedua desa.

Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan KKN-PPM UGM di Desa Kemloko dan Desa Klepu diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi daerah secara optimal.


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Sempat diwarnai ketegangan, massa aksi yang tergabung dalam PC PMII Temanggung dan Aliansi Mahasiswa INISNU Menggugat terlibat aksi saling urung dengan pihak pemerintah daerah di depan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Temanggung, Kamis (18/6/2026).


Ketegangan bermula saat Bupati Temanggung, Agus Setiawan, enggan menemui massa aksi yang bertahan di luar pagar atau di bahu jalan raya depan Setda. Pihak bupati meminta agar perwakilan atau seluruh massa mahasiswa masuk ke dalam halaman kantor untuk berdialog.


Namun, tawaran tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh massa aksi. Mahasiswa bersikeras agar orang nomor satu di Temanggung itu yang keluar menemui mereka di jalan raya, sebagai simbol bahwa pemimpin harus mau turun ke jalur rakyat.

Situasi di depan pintu gerbang Setda sempat memanas. Saling adu argumen antara koordinator aksi dengan aparat keamanan serta perwakilan protokol pemda tak terhindarkan. Pekikan takbir dan yel-yel perjuangan mahasiswa terus menggema memecah barisan barikade.

"Kami tidak ingin beraspirasi di dalam sekat pembatas! Kami ingin Bupati melihat langsung matahari yang membakar keringat rakyat hari ini!" teriak Febri Rio Aliasyah, Koordinator aksi.

Setelah negosiasi yang alot dan situasi yang semakin menegang, Koordinator Aksi Febri Rio Aliansyah dan Koordinator Lapangan Firdan Bagus Saputro akhirnya mengambil keputusan demi kondusivitas. Mahasiswa akhirnya melunakkan sikap dan bersedia melangkah masuk ke halaman kantor Setda, dengan syarat gerbang dibuka lebar dan dialog dilakukan secara terbuka tanpa pembatasan bicara.

Ketua PC PMII Temanggung, Muhammad Luthfi, menegaskan bahwa situasi Indonesia saat ini sudah sangat darurat, sehingga kami harus "menggedor" kantor bupati. 

"Kebijakan rezim Prabowo-Gibran sudah tidak lagi mengarah kepada kepentingan rakyat. Kami menyampaikan aspirasi ini agar Pemkab Temanggung menyampaikannya langsung ke pusat," tegas Luthfi.

Setelah mendengarkan langsung runtutan tuntutan tersebut di halaman kantornya, Bupati Temanggung Agus Setiawan mengapresiasi daya kritis mahasiswa. Ia langsung mengajak mahasiswa untuk duduk bersama dan berjanji akan membawa poin-poin tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam waktu kurang dari satu minggu.

"Kami mengapresiasi kalian semua dan akan mengirim permintaan mahasiswa ke pusat sesuai jalur," ujar Agus Setiawan yang langsung disambut tepuk tangan riuh mahasiswa. 

Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah dokumen tuntutan resmi ditandatangani dan diterima oleh bupati. (Red-Hartem-MPP)


Temanggung, Hariantemanggung.com – Gelombang protes mahasiswa mulai bergulir menolak kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mahasiswa yang terdiri dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Temanggung dan Aliansi Mahasiswa INISNU Menggugat menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Temanggung, Kamis (18/6/2026).

Aksi demonstrasi dimulai dengan long march dari Tugu Pancasila (Tugu Jam) menuju Kantor Setda. Sembari berjalan kaki, massa aksi membentangkan sejumlah poster dan spanduk bernada kritik tajam, serta menyuarakan orasi ilmiah secara bergantian.

Suasana unjuk rasa kian tegang dan emosional saat Teater Petromas 11 PM menyuguhkan aksi teatrikal di tengah jalan. Pertunjukan tersebut menyindir keras narasi pemerintah pusat yang dinilai kontradiktif dengan realitas di lapangan.

"Mereka hanya bicara tentang Indonesia Emas dan memamerkan angka pertumbuhan ekonomi. Tetapi di bawah, di akar rumput, rakyat megap-megap bertahan hidup! Ketika hukum bisa dibeli dan keadilan ditiadakan, maka mahasiswa tidak boleh diam! Mahasiswa adalah benteng terakhir kebenaran!" teriak salah satu orator di sela-sela aksi teatrikal.

Koordinator Aksi, Febri Rio Aliansyah, bersama Korlap Aksi, Firdan Bagus Saputro, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi dari keresahan masyarakat bawah yang selama ini suaranya tersumbat.

Ketua PC PMII Temanggung, Muhammad Luthfi, menyatakan bahwa situasi Indonesia saat ini, baik dari sektor ekonomi, politik, hingga berbagai regulasi yang diterbitkan rezim Prabowo-Gibran, sudah melenceng jauh dari kepentingan rakyat.

"Melihat situasi kondisi Indonesia hari ini, kebijakan pemerintah sudah tidak lagi mengarah kepada kepentingan rakyat. Maka dari itu, kami selaku PC PMII Kabupaten Temanggung menyampaikan aspirasi dan pesan langsung kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Temanggung," tegas Luthfi.

Dalam aksi tersebut, aliansi mahasiswa membawa sejumlah poin tuntutan yang terbagi menjadi isu nasional dan isu lokal:

Tuntutan Nasional:

  1. Evaluasi besar-besaran terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

  2. Segera sahkan RUU Perampasan Aset.

  3. Turunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

  4. Tinjau kembali revisi UU TNI/Polri.

Tuntutan Lokal:

  1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menjamin kesejahteraan petani.

  2. Mendesak diadakannya diskusi publik yang transparan dengan masyarakat.

Massa aksi akhirnya ditemui langsung oleh Bupati Kabupaten Temanggung, Agus Setiawan. Di hadapan para demonstran, Agus menyatakan menyambut baik aspirasi yang dibawa oleh para mahasiswa dan berjanji akan meneruskannya ke tingkat pusat.

"Kami mengapresiasi kalian semua dan akan mengirim permintaan (tuntutan) mahasiswa ke pusat sesuai jalur yang ada," ujar Agus Setiawan di depan gerbang Kantor Setda.

Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Setelah menyampaikan tuntutan dan mendapat komitmen dari Bupati, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, namun berjanji akan terus mengawal janji pemerintah daerah tersebut. (Red-Hartem-MPP)


TEMANGGUNG, Hariantemanggung.com – Program Studi (Prodi) S2/Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung sukses menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan penjaminan mutu eksternal ini berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis, 17-18 Juni 2026.


Acara penutupan yang khidmat ini dihadiri langsung oleh Tim Asesor BAN-PT, jajaran pimpinan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) INISNU, Rektorat, dosen, serta segenap civitas akademika institusi setempat. Dalam momen penutupan tersebut, Tim Asesor memberikan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi penting untuk arah pengembangan prodi ke depan.


Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua asesor yang mengawal dan membimbing selama proses AL. “Kami akan terus berkomitmen meningkatkan mutu, utamanya menindaklanjuti rekomendasi selama proses AL Prodi Magister HKI ini,” kata Ibda.


Asesor I, Prof. Dr. H. Wahyu Ramdani, M.Si., menekankan bahwa prinsip utama dari akreditasi saat ini bergeser dari sekadar administratif menjadi pembuktian riil di lapangan.


"Prinsip akreditasi itu dari ada menjadi terbukti. Terbukti itu tidak hanya sekadar dokumen di atas kertas, tetapi harus berdampak secara terukur bagi institusi dan masyarakat," tegasnya.


Terdapat empat poin besar yang menjadi sorotan Rekomendasi Asesor I untuk peningkatan mutu Prodi S2 HKI. 


Pertama, Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS): VMTS S2 HKI dinilai sudah memenuhi unsur scientific vision, selaras dengan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Perguruan Tinggi (PT), terukur, relevan, serta memiliki keunikan. Namun, asesor merekomendasikan agar scientific vision tersebut diperjelas implementasinya sehingga benar-benar menjadi kompas pengembangan ilmu yang diturunkan ke dalam program Tridharma Perguruan Tinggi.


Kedua, tata kelola (governance). Asesor mengingatkan pentingnya penguatan evidence-based government. Di samping structural leader (Rektor, Dekan, Kaprodi) yang bertugas mendukung sistem, prodi harus melahirkan scientific leader yang diakui kepakarannya. Selain itu, setiap kemitraan harus berdampak nyata. Sebagai contoh, kerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) harus diwujudkan dalam bentuk joint research dan kegiatan lain yang terukur.


Ketiga, kemahasiswaan. Strategi Promosi Mahasiswa Baru (PMB) perlu dikembangkan secara segmentatif, baik dari segi proposal hingga model perkuliahannya. Asesor menyarankan digitalisasi marketing, mengingat calon mahasiswa saat ini lebih memercayai konten digital dibanding brosur fisik. Di samping itu, penajaman branding keilmuan prodi mutlak diperlukan.


Keempat, Sumber Daya Manusia (SDM). Jumlah dosen saat ini dinilai sudah cukup. Asesor merekomendasikan untuk mempertahankan 7 dosen yang terdata di PDDIKTI, kecuali jika kelak ada minimal 5 dosen yang sudah mencapai jabatan fungsional Lektor Kepala dan Profesor.


Senada dengan hal tersebut, Asesor II Prof. Dr. H. M. Nurul Irfan, M.Ag., memberikan tamsil bahwa Prodi S2 HKI INISNU Temanggung saat ini berada pada fase awal pertumbuhan yang menjanjikan.


"Prodi ini ibarat bayi yang baru lahir, tentu tidak bisa langsung dipaksa berlari. Butuh proses dan tahapan yang matang," ujarnya.


Sebagai langkah strategis ke depan, Asesor II menekankan bahwa aspek SDM harus terus dikuatkan secara internal. Rekomendasi utama yang diberikan adalah mendorong para dosen untuk aktif mengurus kenaikan Jabatan Akademik Dosen (JAD) demi mendongkrak status dan mutu akademik program studi secara berkelanjutan.


Dengan berakhirnya Asesmen Lapangan ini, seluruh civitas akademika INISNU Temanggung berkomitmen untuk segera menindaklanjuti rekomendasi tim asesor demi mewujudkan prodi magister yang unggul, kompetitif, dan berbasis pada nilai-nilai lokal serta kemanfaatan yang luas. (*)