Temanggung, Hariantemanggung.com - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) bersama INISNU dan Akper Al Kautsar menjajaki kolaborasi penelitian terkait stunting, kesehatan, gizi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah penghasil kopi Kabupaten Temanggung. (20/08/2026)
Penjajakan kolaborasi tersebut dilakukan sebagai persiapan penelitian yang direncanakan mulai dilaksanakan pada awal September 2026. Penelitian akan menyasar tiga kecamatan penghasil kopi, yakni Kecamatan Kandangan, Kledung, dan Gemawang.
Dalam pertemuan tersebut hadir Farid Agushybana, SKM, DEA, PhD., bersama Tim Peneliti FKM Universitas Diponegoro, Wakil Rektor I INISNU Andrian Gandi W, M.Pd., Wakil Rektor II INISNU Dr. Joni, M.Pd.B.I., Ketua PPPM INISNU Moh Syafi’ M.Hum., Humas INISNU Nur Fatihah Amnur, S.E., serta Direktur Akper Al Kautsar Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep.
Farid Agushybana menjelaskan, kolaborasi tersebut bertujuan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi masyarakat di wilayah penghasil kopi, terutama terkait kesehatan dan gizi anak.
Menurut Farid, persoalan stunting tidak dapat dilihat hanya dari sisi kesehatan. Kondisi gizi anak berkaitan erat dengan pola makan, konsumsi pangan, kondisi ekonomi keluarga, serta berbagai faktor sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Riset ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi awal masyarakat secara komprehensif. Data yang diperoleh nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah dan pengembangan program yang sesuai dengan kondisi serta potensi lokal masyarakat,” jelas Farid.
Ia menambahkan, penelitian juga dirancang memiliki keberlanjutan. Setelah kondisi kesehatan, gizi, pola makan, dan sosial ekonomi masyarakat dipetakan pada tahun pertama, riset pada tahun kedua akan dikembangkan pada aspek ekonomi sirkuler, terutama pemanfaatan limbah kopi.
Pemanfaatan limbah kopi tersebut diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Wakil Rektor I INISNU, Andrian Gandi W, M.Pd., menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. INISNU menyatakan kesediaannya untuk mendukung proses penelitian, terutama dalam pelaksanaan kegiatan lapangan dan penyediaan enumerator. “INISNU siap mendukung kolaborasi riset ini melalui kerja sama kelembagaan, penyiapan enumerator dalam proses pengumpulan data. Setelah penelitian berjalan, kami juga siap melakukan tindak lanjut bersama agar hasil riset tidak berhenti sebagai data, tetapi dapat dikembangkan menjadi rekomendasi atau kajian lanjutan yang bermanfaat dan maslahat,” ujar Gandi.
Wakil Rektor II Dr Joni M.Pd.B.I menambahkan pentingnya koordinasi tim dalam menjalankan riset kolaborasi ini, "Diperlukan koordinasi bersama sejak tahap persiapan, pelaksanaan penelitian, hingga penyusunan tindak lanjut. Dengan demikian, masing-masing lembaga dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan keahliannya dalam mendukung keberhasilan riset. Semoga kolaborasi antara FKM Universitas Diponegoro, INISNU, dan Akper Al Kautsar dapat berlangsung secara berkelanjutan, untuk memperkuat kualitas penelitian sekaligus memastikan hasilnya relevan."Pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Akper Al Kautsar, Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep., menyatakan kesiapan institusinya untuk terlibat dalam proses penelitian. Akper Al Kautsar siap mendukung kebutuhan tenaga enumerator dan pengumpulan data di lapangan. " Keterlibatan dalam penelitian tersebut menjadi kesempatan bagi Akper Al Kautsar untuk berkontribusi dalam pengembangan riset kesehatan sekaligus memberikan pengalaman lapangan kepada sumber daya yang terlibat."paparnya.
Pada tahap pertama, penelitian ini akan melibatkan 200 keluarga yang tersebar di tiga kecamatan. Lima enumerator dari INISNU dan Akper Al Kautsar akan disiapkan dan dibekali oleh tim peneliti FKM UNDIP untuk membantu dalam proses pengumpulan data. Para enumerator nantinya akan berkoordinasi dengan petugas puskesmas di Kecamatan Kandangan, Kledung, dan Gemawang.
Penelitian tahun pertama yang direncanakan dimulai pada awal September 2026 dengan tujuan pemetakan situasi kesehatan dan status gizi anak, kondisi serta karakteristik ekonomi keluarga, pola makan dan konsumsi pangan masyarakat, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan gizi anak.
Sementara itu, penelitian tahun kedua akan diarahkan pada pengembangan ekonomi sirkuler dengan mengkaji potensi pemanfaatan limbah kopi sebagai sumber nilai tambah dan ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, para pihak akan menyiapkan MoU kelembagaan antara FKM Undip, INISNU, dan Akper Al Kautsar. Selain itu, akan dilakukan pembagian lokasi dan jumlah sampel, perekrutan enumerator, serta koordinasi dengan puskesmas di tiga kecamatan lokasi penelitian.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan data yang kuat mengenai kondisi kesehatan, gizi, pola makan, dan sosial ekonomi keluarga di wilayah penghasil kopi Temanggung. Hasil penelitian tersebut selanjutnya menjadi pijakan untuk mengembangkan riset ekonomi sirkuler dan pemanfaatan limbah kopi pada tahun kedua.








