Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!

Magelang, Hariantemanggung - Pagelaran wayang kulit kembali menghidupkan tradisi masyarakat dalam rangkaian kegiatan Nyadran Kali. Acara yang diselenggarakan di Dusun Grogol, Muneg Warangan, Pakis, di lereng Gunung Merbabu, menampilkan suguhan seni budaya melalui pementasan Wayang Kulit 6 Dalang Muda UNY dengan lakon “Banyu Suci Perwitasari.” (26/08/26)

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting, di antaranya Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, anggota DPRD Magelang, Ariyanto, S.A.P., serta Kepala Departemen Pendidikan Bahasa Daerah UNY, Prof. Dr. Afendy Widayat, M.Phil. Turut hadir pula Prof. Dr. Suwarno, M.SI., dosen dan mahasiswa dari berbagai unsur, termasuk perwakilan HIMA, Wakil Rektor I INISNU Temanggung, Kabid Kebudayaan Magelang, Camat, Koramil Pakis, dan Kepala Desa setempat.

6 Dalang Muda, Kolaborasi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Daerah UNY

Pementasan wayang kali ini menjadi perhatian karena melibatkan enam dalang muda serta seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Daerah UNY. Kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan penampilan seni pertunjukan, tetapi juga menunjukkan keterpaduan antara pembelajaran akademik dan pelestarian budaya.

Lakon Banyu Suci Perwitasari dibawakan secara apik dengan dinamika cerita dan penyampaian pesan moral khas wayang. Dalam pementasan tersebut, penonton dapat menangkap nilai-nilai kehidupan yang dibalut simbol dan pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyoroti pentingnya menjaga dan melestarikan khazanah budaya, khususnya terkait peradaban dan manuskrip yang pernah tumbuh di kawasan Merapi–Merbabu.

Bupati menyebut, jumlah manuskrip di wilayah tersebut diperkirakan sekitar 1.500 manuskrip. Menurutnya, manuskrip-manuskrip tersebut merupakan warisan berharga yang memerlukan tanggung jawab bersama agar dapat diolah menjadi karya ilmiah, sehingga mendorong dan mengangkat derajat bangsa.

Selain itu, Pemda Magelang, lanjut Bupati, terus berupaya melakukan pelestarian melalui pembiayaan duplikasi manuskrip serta kerja sama dengan berbagai pihak sebagai langkah penting agar jati diri budaya tidak hilang.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada sivitas akademika UNY dan panitia masyarakat yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

Pagelaran wayang dalam rangka Nyadran Kali tidak semata menjadi agenda seremonial, melainkan juga menjadi media pelestarian tradisi dan penguatan identitas budaya. Dengan melibatkan generasi muda dan lingkungan akademik, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kesinambungan budaya dari waktu ke waktu.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan rangkaian penghormatan dan apresiasi dari penyelenggara kepada seluruh unsur yang terlibat, sekaligus mempertegas bahwa tradisi lokal dapat terus berkembang melalui kolaborasi lintas unsur


Temanggung, Hariantemanggung.com
— Suasana penuh keakraban dan kemeriahan mewarnai Kabupaten Temanggung pada Minggu, (23/8/2026). DPC Partai Demokrat Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Lomba Rakyat yang diikuti oleh 357 peserta, terdiri dari kader partai dan masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilaksanakan oleh seluruh DPC dan DPD Partai Demokrat di seluruh Indonesia dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat.

Rangkaian acara diawali sejak pagi hari dengan kegiatan senam bersama yang diikuti antusias oleh jajaran pengurus, kader, serta warga sekitar. Seusai senam, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi perlombaan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Temanggung, Irawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di momentum seperempat abad Partai Demokrat.

"Lomba Rakyat ini kami adakan sebagai rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat ke-25. Kami ingin membaur dan menghibur masyarakat melalui kegiatan yang meriah, sehat, dan sarat akan nilai kebersamaan," ungkap Irawan saat membuka acara

Kemeriahan makin terasa saat 5 jenis perlombaan khas rakyat dimainkan. Seluruh peserta tampak sangat antusias bersaing secara sportif dalam perlombaan-perlombaann, seperti tarik tambang, balap karung, memasukkan pensil ke dalam botol, mancing kerupuk, dan gigit koin.

Sebagai penutup rangkaian acara, para peserta dan warga disuguhkan pertunjukan tarian kesenian tradisional Warok Wahyu Budoyo dari Desa Gemawang, Temanggung, yang disambut meriah oleh penonton sebelum akhirnya diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. (Red-Hartem-MPP)


Temanggung, Hariantemanggung.com
- Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) bersama INISNU dan Akper Al Kautsar menjajaki kolaborasi penelitian terkait stunting, kesehatan, gizi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah penghasil kopi Kabupaten Temanggung. (20/08/2026)

Penjajakan kolaborasi tersebut dilakukan sebagai persiapan penelitian yang direncanakan mulai dilaksanakan pada awal September 2026. Penelitian akan menyasar tiga kecamatan penghasil kopi, yakni Kecamatan Kandangan, Kledung, dan Gemawang.

Dalam pertemuan tersebut hadir Farid Agushybana, SKM, DEA, PhD., bersama Tim Peneliti FKM Universitas Diponegoro, Wakil Rektor I INISNU Andrian Gandi W, M.Pd., Wakil Rektor II INISNU Dr. Joni, M.Pd.B.I., Ketua PPPM INISNU Moh Syafi’ M.Hum., Humas INISNU Nur Fatihah Amnur, S.E., serta Direktur Akper Al Kautsar Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep.

Farid Agushybana menjelaskan, kolaborasi tersebut bertujuan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi masyarakat di wilayah penghasil kopi, terutama terkait kesehatan dan gizi anak.

Menurut Farid, persoalan stunting tidak dapat dilihat hanya dari sisi kesehatan. Kondisi gizi anak berkaitan erat dengan pola makan, konsumsi pangan, kondisi ekonomi keluarga, serta berbagai faktor sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Riset ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi awal masyarakat secara komprehensif. Data yang diperoleh nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah dan pengembangan program yang sesuai dengan kondisi serta potensi lokal masyarakat,” jelas Farid.

Ia menambahkan, penelitian juga dirancang memiliki keberlanjutan. Setelah kondisi kesehatan, gizi, pola makan, dan sosial ekonomi masyarakat dipetakan pada tahun pertama, riset pada tahun kedua akan dikembangkan pada aspek ekonomi sirkuler, terutama pemanfaatan limbah kopi.

Pemanfaatan limbah kopi tersebut diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.


Wakil Rektor I INISNU, Andrian Gandi W, M.Pd., menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. INISNU menyatakan kesediaannya untuk mendukung proses penelitian, terutama dalam pelaksanaan kegiatan lapangan dan penyediaan enumerator. “INISNU siap mendukung kolaborasi riset ini melalui kerja sama kelembagaan, penyiapan enumerator dalam proses pengumpulan data. Setelah penelitian berjalan, kami juga siap melakukan tindak lanjut bersama agar hasil riset tidak berhenti sebagai data, tetapi dapat dikembangkan menjadi rekomendasi atau kajian lanjutan yang bermanfaat dan maslahat,” ujar Gandi.

Wakil Rektor II Dr Joni M.Pd.B.I menambahkan pentingnya koordinasi tim dalam menjalankan riset kolaborasi ini, "Diperlukan koordinasi bersama sejak tahap persiapan, pelaksanaan penelitian, hingga penyusunan tindak lanjut. Dengan demikian, masing-masing lembaga dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan keahliannya dalam mendukung keberhasilan riset. Semoga kolaborasi antara FKM Universitas Diponegoro, INISNU, dan Akper Al Kautsar dapat berlangsung secara berkelanjutan, untuk memperkuat kualitas penelitian sekaligus memastikan hasilnya relevan."Pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Akper Al Kautsar, Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep., menyatakan kesiapan institusinya untuk terlibat dalam proses penelitian. Akper Al Kautsar siap mendukung kebutuhan tenaga enumerator dan pengumpulan data di lapangan. " Keterlibatan dalam penelitian tersebut menjadi kesempatan bagi Akper Al Kautsar untuk berkontribusi dalam pengembangan riset kesehatan sekaligus memberikan pengalaman lapangan kepada sumber daya yang terlibat."paparnya.

Pada tahap pertama, penelitian ini akan melibatkan 200 keluarga yang tersebar di tiga kecamatan. Lima enumerator dari INISNU dan Akper Al Kautsar akan disiapkan dan dibekali oleh tim peneliti FKM UNDIP untuk membantu dalam proses pengumpulan data. Para enumerator nantinya akan berkoordinasi dengan petugas puskesmas di Kecamatan Kandangan, Kledung, dan Gemawang.

Penelitian tahun pertama yang direncanakan dimulai pada awal September 2026 dengan tujuan pemetakan situasi kesehatan dan status gizi anak, kondisi serta karakteristik ekonomi keluarga, pola makan dan konsumsi pangan masyarakat, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan gizi anak.

Sementara itu, penelitian tahun kedua akan diarahkan pada pengembangan ekonomi sirkuler dengan mengkaji potensi pemanfaatan limbah kopi sebagai sumber nilai tambah dan ekonomi baru bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, para pihak akan menyiapkan MoU kelembagaan antara FKM Undip, INISNU, dan Akper Al Kautsar. Selain itu, akan dilakukan pembagian lokasi dan jumlah sampel, perekrutan enumerator, serta koordinasi dengan puskesmas di tiga kecamatan lokasi penelitian.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan data yang kuat mengenai kondisi kesehatan, gizi, pola makan, dan sosial ekonomi keluarga di wilayah penghasil kopi Temanggung. Hasil penelitian tersebut selanjutnya menjadi pijakan untuk mengembangkan riset ekonomi sirkuler dan pemanfaatan limbah kopi pada tahun kedua.


Temanggung, Hariantemanggung.com
- MI Al Mujahidin Kedu melaksanakan kegiatan verifikasi awal sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju penetapan Sekolah Adiwiyata pada Selasa (18/8). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh aspek pengelolaan lingkungan dan program sekolah yang mendukung perilaku ramah lingkungan telah siap dan sesuai dengan ketentuan.

Verifikasi awal dilaksanakan oleh Tim DPRKPLH bersama Penilai, dengan tujuan menilai kesiapan madrasah dalam menjalankan program berbasis kepedulian lingkungan. Proses penilaian awal dilakukan secara langsung melalui peninjauan dan pemeriksaan terhadap berbagai kebutuhan pelaksanaan Adiwiyata di lingkungan madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Pengawas Madrasah Kecamatan Kedu, Kepala, Guru, serta tenaga kependidikan (tendik). Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan dukungan penuh dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di madrasah.


Kepala MI Al Mujahidin Kedu, Ahmad Syarifudin S.Pd.,  menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MI Al Mujahidin untuk memperkuat penerapan program Adiwiyata. “Kami berkomitmen menumbuhkan budaya peduli lingkungan di seluruh warga madrasah. Verifikasi awal ini kami jadikan sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas program hingga mencapai hasil terbaik. Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan dan saran dari penilai. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap MI Al Mujahidin mampu melangkah lebih jauh dalam meraih target sebagai Sekolah Adiwiyata.” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Kedu, Hj. Nur Khumailah M.Pd.,  berharap madrasah dapat terus memperkuat budaya peduli lingkungan. "Adiwiyata harus dimulai dari kesadaran bersama, penguatan kegiatan pembiasaan, pengelolaan sarana prasarana yang ada, serta peningkatan peran seluruh warga madrasah mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Kami berkomitmen akan selalu mendampingi MI Al Mujahidin dalam proses menuju adiwiyata ”Paparnya

Tim penilai menindaklanjuti pemastian kesiapan MI Al Mujahidin melalui kegiatan verifikasi awal, sekaligus memberikan masukan agar madrasah dapat terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada aspek-aspek yang diperlukan. Madrasah juga menyiapkan berbagai dokumen dan implementasi program yang relevan sebagai bukti pelaksanaan program lingkungan hidup.

Melalui kegiatan verifikasi awal ini, diharapkan MI Al Mujahidin dapat melanjutkan persiapan secara lebih terarah, menyusun tindak lanjut terhadap masukan yang diberikan, serta memperkuat edukasi dan praktik ramah lingkungan kepada murid dan seluruh warga madrasah.

MI Al Mujahidin bertekad agar program yang dijalankan tidak hanya berhenti pada tahap persiapan, tetapi benar-benar menjadi budaya madrasah yang berkelanjutan, sehingga madrasah mampu mewujudkan visi sebagai madrasah yang peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi dalam menjaga alam untuk kehidupan yang lebih baik.