Hadroh Trisula Temanggung

Hadroh Trisula Temanggung

Pasang Iklanmu Di Sini!

 

Calon Sementara Ketua DPC PKB Temanggung bersama Perwakilan DPP PKB (tengah).


Temanggung, Hariantemanggung.comDewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Temanggung resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Hall Aliyana Hotel & Resort, Temanggung.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, serta seluruh Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Temanggung yang berjumlah 20 DPAC. Masing-masing DPAC mendelegasikan empat orang peserta dengan komposisi dua peserta penuh dan dua peninjau.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua DPC PKB Temanggung menyampaikan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi.

“Muscab ini merupakan forum penting dalam perjalanan organisasi kita. Bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sarana untuk bermusyawarah, mengevaluasi, dan merumuskan langkah-langkah ke depan bagi PKB di Kabupaten Temanggung,” ujarnya di hadapan para peserta.

Ketua DPC juga mengingatkan seluruh kader mengenai pentingnya kaderisasi dan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kekuatan partai. Ia mengutip dawuh almarhum KH Abdurrahman Wahid, “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” sebagai pengingat agar perjuangan politik PKB senantiasa diarahkan untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Terkait perkembangan partai secara nasional, Ketua DPC menyebutkan bahwa PKB patut bersyukur karena hampir semua lembaga survei menempatkan PKB pada posisi tiga dan empat besar nasional. Namun ia menegaskan, capaian tersebut bukan tujuan akhir dan masih diperlukan kerja bersama, kekompakan, serta kesungguhan seluruh kader.

Agenda utama Muscab kali ini adalah pengusulan nama-nama calon Ketua DPC PKB Temanggung periode 2026–2031. Melalui proses penjaringan oleh tim restrukturisasi DPW dan musyawarah peserta Muscab, enam kader terbaik berhasil diusulkan sebagai representasi dari berbagai latar belakang, yakni Muh. Amin, Mahzum, Umi Tsuaibah, Muhaimin, Istiono, dan Ahmad Khudlori.

Salah satu nama yang diusulkan, Ahmad Khudlori, menyambut baik kepercayaan yang diberikan.

“Terima kasih atas kepercayaan peserta Muscab yang telah mempercayakan kepada seluruh calon Ketua DPC PKB Temanggung. Setelah ini, nama-nama yang diusulkan akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan yang dilaksanakan oleh DPP PKB, kemudian DPP akan menunjuk salah satu nama yang memiliki kapasitas terbaik untuk menjadi Ketua DPC PKB Temanggung periode 2026–2031,” terang Ahmad Khudlori, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Temanggung sekaligus Ketua Panitia Muscab.

Ketua DPC dalam sambutannya juga berpesan agar perbedaan pandangan dalam forum Muscab disikapi dengan bijaksana. “Perbedaan pandangan dalam forum Muscab adalah hal yang wajar. Namun demikian, semangat kebersamaan dan persatuan harus tetap kita jaga,” pesannya. Ia mengajak seluruh kader PKB untuk memperkuat soliditas, meningkatkan kapasitas diri, dan menjaga komitmen perjuangan demi kemajuan PKB ke depan. ()

 


‎Semarang, Hariantemanggung.com
– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meluncurkan program strategis “NU Peduli Pendidikan” sekaligus mengumumkan pembangunan Balai Diklat Pendidikan seluas 2,5 hektar di Karanganyar, Jawa Tengah. 

‎Peluncuran ini berlangsung dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026) yang berlangsung khidmat di MG Setos Hotel Semarang dan menjadi momentum penguatan infrastruktur serta kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Nahdlatul Ulama.

‎Acara tersebut dibuka oleh KH Fadlullah Turmudhi. Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdullah Ghofar Rozin (Gus Rozin), menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terkait pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas tenaga pendidik.

‎“PWNU Jateng saat ini menaungi 4.244 satuan pendidikan. Kepedulian yang konkret bukan hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sebagai fondasi utama,” ujar Gus Rozin. 

‎Ia menambahkan bahwa pembangunan Balai Diklat ini merupakan hasil sinergi dengan Bank Jateng Syariah dan LAZISNU.

‎Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jateng, Dr. Fakhrudin Karmani, M.S.I, memaparkan data pendidikan Ma’arif untuk tahun ajaran 2025/2026. Tercatat sebanyak 3.577 madrasah terdiri dari MI (2.324), MTs (872), dan MA (381). Selain itu terdapat 664 sekolah umum, meliputi SD (71), SMP (240), SMA (69), dan SMK (288). Total guru mencapai 50.576 orang dengan jumlah murid sebanyak 524.386 siswa.

‎Melalui Ma’arif Education Center Project, LP Ma’arif menetapkan empat agenda utama, yaitu standardisasi kualitas pendidikan, penguatan ideologi Aswaja, adaptasi teknologi, serta profesionalisme berkelanjutan bagi tenaga pendidik.

‎Program ini juga diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PWNU Jawa Tengah dan BPD Jateng Syariah. Selain itu, LAZISNU memperkenalkan sistem Virtual Account dan QRIS guna mendukung digitalisasi infak pendidikan yang lebih transparan dan modern.

‎Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), turut memberikan arahan dan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.

‎“Pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Gerakan infak pendidikan Ma’arif menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian,” ujarnya.

‎Ia juga mendorong penguatan konsolidasi serta pemutakhiran data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama.

‎Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Mohamad Muzammil. Diharapkan, program ini menjadi awal kebangkitan pendidikan Nahdliyin yang mandiri dan mampu bersaing di tingkat global. (Hasan/Ibda).



Semarang, Hariantemanggung.com
- Bertempat di MG Setos Hotel Semarang, Menteri Sosial Republik Indonesia Drs. KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), secara resmi melaunching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026). 

‎Hal itu terungkap dalam rangkaian kegiatan Halalbihalal dan Launching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah kerjasama antara LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah, LAZISNU PWNU Jawa Tengah, dan Bank Jateng Syariah. 

‎Dalam arahannya, Menteri Sosial RI Drs. KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pihaknya pertama kali bertatap sapa dengan Pengurus NU Jawa Tengah.  "Untuk pertama kalinya, saya berbicara sebagai Menteri Sosial RI di hadapan pengurus NU Jawa Tengah, " katanya. 

‎Oleh karena itu, pihaknya berharap agar forum tersebut berjalan maksimal. Sebagaimana mandat konstitusional, katanya, Pasal 34 ayat (1) UUD 1945, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. "Apa yang harus dipenuhi? Ya ada material, spiritual dan sosial. Di pesantren yang dikelola kiai-kiai NU hampir semuanya memberikan itu semua," katanya. 

‎Jika disimpulkan dengan sederhana, lanjut Gus Ipul, dari amanat Pasal 34 itu, kita menyiapkan pemerlu atensi sosial melalui 12-Pas. Ke-12 Pas tersebut terdiri atas fakir miskin, anak-anak rentan (termasuk yatim piatu), difabel/penyandang disabilitas, lansia terlantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana (alam/sosial), kelompok afirmatif (kelompok khusus), warga binaan (lapas/rutan), korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat bermasalah sosial, dan perempuan rentan. 

‎"Di antara isu strategis yang harus diselesaikan NU, yaitu menjaga anak-anak agar tidak putus sekolah, menyejahterakan guru," kata Gus Ipul. 

‎Pihaknya berharap, bahwa LAZISNU harus bisa dipercaya, amanah, harus menampilkan tata kelola modern. "Kita di NU itu cari berkah, nanti lainnya akan mengikuti, ya bisa jadi menteri barang. Kalau cari jabatan, wes to kesel kabeh, " kelakar Gus Ipul. 

‎Usai arahan Mensos, kegiatan dilanjutkan dengan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah dilakukan oleh Mensos RI Drs. KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Mohamad Muzammil, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed., Ketua LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Fakhruddin Karmani, M.S.I., Ketua LAZISNU PWNU Jawa Tengah Dr. H. Muh. Mahsun, S.IP., M.Ag.,Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Dr. Slamet Sulistiono,  SE., M.M.

‎Usai launching, kegiatan dilanjut MoU PWNU Jawa Tengah dengan Bank Jateng, dan Infak Pembuka lewat QRIS NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah, dan rapat koordinasi pada masing-masing undangan yaitu PWNU Jateng, PCNU se Jateng, LP Ma'arif NU se Jateng, dan LAZISNU se Jateng. (Ibda).

 

Rembang, Hariantemanggung.com - Kerja keras dan latihan konsisten akhirnya membuahkan hasil manis bagi siswa SMK NU Lasem, Syaiful Anwar yang sukses menempati posisi Juara 1 dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Automobile Technology tingkat kabupaten. Ajang bergengsi tersebut digelar pada Minggu (29/3) di SMK Muhammadiyah Rembang dan diikuti oleh sejumlah SMK yang memiliki jurusan otomotif.

Kompetisi ini menghadirkan persaingan ketat antar sekolah, dengan materi lomba yang meliputi overhaul, electrical, dan engine tune up. Penilaian dilakukan oleh tim juri profesional dari Training Center Semarang.

Kepala SMK NU Lasem, Siti Khuzaymah mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi tim guru otomotif, khususnya guru produktif TKR, karena pembimbingannya sangat maksimal. Dari awal kami sudah yakin bisa meraih juara, minimal juara dua atau tiga. Alhamdulillah, hasilnya juara satu. Ini adalah buah dari kerja keras tim selama ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga berdampak pada citra sekolah.

“Prestasi ini tentu menjadi nilai tambah bagi sekolah. Untuk membangun nama baik memang dibutuhkan perjuangan dan kerja keras,” tambahnya.

Ketua Jurusan Teknik Otomotif, Abdul Aziz Makmuri menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pembinaan jangka panjang. Siswa telah dipersiapkan sejak jauh hari, termasuk melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bengkel resmi.

“Kami tempatkan siswa PKL di Perusahaan Resmi agar mereka belajar langsung sesuai SOP. Selama di sana, mereka kami dorong aktif bertanya kepada mekanik untuk memperdalam pemahaman,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan PKL, siswa langsung menjalani latihan intensif di sekolah.

“Latihannya tidak harus lama, tapi yang penting konsisten setiap hari. Kami evaluasi kekurangan dari latihan sebelumnya, lalu diperbaiki terus,” lanjutnya.

Pembimbing lomba, Ridwanul Muwafiq dan Ali Mahmudi, berperan aktif dalam membentuk kesiapan teknis peserta dengan melibatkan seluruh guru sesuai keahlian masing-masing.

Dengan kemenangan ini, SMK NU Lasem berhak mewakili kabupaten ke tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April. Persiapan pun langsung ditingkatkan.

“Kami akan mempelajari kisi-kisi lomba dan meningkatkan intensitas latihan setiap hari. Waktu persiapan sekitar dua minggu, memang cukup singkat, tapi kami tetap optimis,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, kemampuan siswa dinilai sudah cukup mumpuni dan didukung dengan keaktifan mereka dalam berbagai kegiatan sekolah. Ia menegaskan bahwa kekompakan tim dan koordinasi akan terus dijaga.

“Latihan akan lebih intens, koordinasi lebih kuat, dan kekompakan tetap dijaga," pungkasnya.(Uma/Red-Htm/TA)