Temanggung, Hariantemanggung.com – Seminar musikologi bertema “Musik, Makna dan Martabat: Berkarya dengan Nurani, Bertahan dengan Nilai” sukses diselenggarakan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh UKM Gita Aswaja ini diikuti sekitar 120 peserta, terdiri atas mahasiswa, siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Temanggung, serta guru seni dari berbagai lembaga pendidikan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemahasiswaan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) Temanggung, Dr. Joni, M.Pd. B.I. Pembukaan tersebut menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kajian musikologi sebagai bagian dari pembentukan karakter dan literasi budaya generasi muda.
Bupati Temanggung tidak dapat hadir secara langsung. Namun demikian, beliau bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas dan berbagai bentuk fasilitasi lainnya yang digunakan oleh panitia seminar, sehingga kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Dukungan tersebut menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Temanggung.
Dalam sambutannya, Dr. Joni menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Bupati Temanggung beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten atas dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan fondasi penting dalam penguatan kebudayaan lokal secara berkelanjutan.
Sebagai akademisi yang telah meneliti dan mengkaji Jaran Kepang Temanggungan melalui pendekatan filsafat adat, Dr. Joni menegaskan kesiapan institusi untuk turut berkontribusi secara ilmiah dan strategis. “Kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam penggalian makna budaya, perumusan dan penguatan OPK (Objek Pemajuan Kebudayaan), serta bidang-bidang terkait lainnya demi kemajuan kebudayaan daerah,” tegasnya.
Musik sebagai Pilar Nilai dan Karakter
Dalam pemaparannya, Dr. Joni menjelaskan bahwa musik merupakan ekspresi budaya yang memuat dua dimensi utama: estetis dan etis. Dimensi estetis berkaitan dengan kualitas struktur, harmoni, dan penyajian, sedangkan dimensi etis mencerminkan nilai sosial, filosofis, dan keagamaan yang hidup dalam masyarakat.
Ia menekankan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan tatanan sosial. Struktur nada, ritme, dan lirik dalam musik lokal Temanggung dinilai mencerminkan nilai moderasi serta mendorong tumbuhnya sikap saling menghargai di tengah keberagaman.
Menurutnya, musik bersifat inklusif karena dapat diakses dan dikembangkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya. Keberagaman gaya dan ekspresi musik di daerah menjadi modal sosial dalam membangun penghormatan terhadap identitas masing-masing komunitas.
Menguatkan Identitas Musik Lokal
Seminar ini diproyeksikan sebagai langkah strategis untuk menggali kekhasan musik Temanggung sebagai identitas daerah. Pemahaman yang mendalam terhadap karakter dan nilai musik lokal diharapkan mampu melahirkan karya yang unggul secara teknis sekaligus bermakna secara substansial.
“Musik yang bermakna dan bermartabat akan memperkuat solidaritas sosial serta mendorong terwujudnya masyarakat yang inklusif dan berkeadaban,” ujar Dr. Joni.
Secara konseptual, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman akademis tentang musikologi sekaligus menegaskan peran musik sebagai instrumen transformasi sosial yang konstruktif, selaras dengan prinsip moderasi, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Narasumber dan Dinamika Akademik
Seminar menghadirkan dua narasumber kompeten. Pemateri pertama, Gandhes Sembodro Budy, M.Pd., yang dikenal sebagai Top 20 Besar D’Academy 2016, memaparkan pentingnya kualitas vokal dan proses kreatif dalam menghasilkan karya yang bernilai. Sesi ini dimoderatori oleh Haidar Ali, mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam semester 5.
Pemateri kedua, Asrul Sanie selaku Ketua KSS3G Temanggung, membahas peran musik dalam pembinaan generasi serta penguatan jejaring seni daerah. Diskusi dipandu oleh Anas Rodin, mahasiswa Pendidikan Agama Islam semester 5. Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung aktif dan produktif.
Komitmen UKM dan Keberlanjutan Program
Kegiatan ini diselenggarakan oleh UKM Gita Aswaja dengan Muhammad Jalaluddin Ya’muro sebagai ketua panitia. Seminar bertujuan meningkatkan pemahaman tentang musik dan suara dalam kehidupan sehari-hari, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan musik.
Presiden Mahasiswa menyampaikan bahwa musik merupakan ekspresi jiwa yang mampu menyampaikan pesan sosial, politik, dan pendidikan secara konstruktif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas bermusik perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Apresiasi diberikan kepada UKM Gita Aswaja atas profesionalisme dan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik yang berkualitas. Diharapkan kegiatan ini menjadi awal dari program lanjutan yang lebih aplikatif, seperti pelatihan teknis, lokakarya praktik, serta pengembangan karya musik khas Temanggung secara berkesinambungan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas seni, seminar ini diharapkan memperkuat ekosistem musik Temanggung yang bernilai, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial budaya masyarakat. (Red-htm-MPP)


Tambahkan Komentar