Temanggung, Hariatemanggung.com – Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Temanggung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis di Ngadirejo, Sabtu (9/05/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para pengasuh dan pengurus pondok pesantren untuk merumuskan kembali pola pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Fokus utama dalam rakor kali ini adalah peninjauan kembali sistem takzir atau sanksi edukatif agar tetap relevan dan manusiawi di era kekinian. Pengurus RMI menekankan bahwa takzir haruslah bersifat membina (edukatif) tanpa melanggar martabat santri.
Menyikapi dinamika sosial saat ini, RMI PCNU Temanggung menegaskan komitmen nol toleransi (zero tolerance) terhadap tindakan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual di lingkungan pesantren. Pesantren diharapkan menjadi ruang aman (safe space) bagi santri untuk menimba ilmu.
"Kita ingin memastikan bahwa tradisi disiplin di pesantren tetap terjaga, namun harus dibarengi dengan perlindungan yang ketat terhadap hak-hak dasar santri agar terhindar dari kekerasan fisik maupun psikis," ujar salah satu pimpinan rapat di Ngadirejo.
Sebagai langkah konkret, RMI PCNU Temanggung akan bekerja sama dengan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PCNU untuk memberikan pendampingan hukum jika ditemukan kasus-kasus yang memerlukan penanganan serius.
Selain itu, dalam rapat ini disepakati langkah strategis berupa sosialisasi ruang aduan terbuka yang berguna untuk menjaga muruah pesantren secara kolektif, dengan menyosialisasikan pembukaan ruang aduan bagi pengurus maupun warga pesantren. Ruang ini dimaksudkan sebagai kanal komunikasi jika ditemukan adanya dugaan penyimpangan atau perilaku oknum kyai maupun ustadz yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan upaya deteksi dini agar setiap potensi masalah dapat diselesaikan secara internal melalui mekanisme organisasi yang benar sebelum berkembang menjadi konflik sosial.
Rakor yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu membawa wajah pesantren di Temanggung menjadi institusi pendidikan yang semakin modern, aman, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlakul karimah. (*)





