Temanggung, Haariantemanggug.com — Dalam upaya meningkatkan mutu dan inovasi pembelajaran digital bagi pendidik, Tim Riset Game MACUL berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Temanggung menggelar pelatihan game-based learning berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Lukito ini diselenggarakan pada hari Jum'at, (2/10/2026).
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Riset Game MACUL, M. Fadloli Al-Hakim, S.Pd., M.Or. Dalam pemaparannya, ia menekankan krusialnya media interaktif untuk mendekatkan para siswa pada nilai-nilai tradisi dan budaya lokal Temanggung.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua LP Ma’arif PCNU Temanggung, Miftahul Hadi, S.Pd., M.Ag., yang memberikan dorongan kuat kepada para pendidik madrasah agar terus adaptif terhadap transformasi digital di dunia pendidikan. Rangkaian pembukaan ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Sahro Istakhori, S.Ag., M.Pd.
Sesi inti pelatihan berlangsung interaktif melalui tiga tahapan materi yang saling melengkapi. Muhammad Ulfi Fadli, M.Pd. memaparkan pentingnya mengubah peran siswa madrasah dari penonton pasif menjadi pelaku aktif. Melalui game-based learning, siswa didorong untuk berani belajar dari kesalahan lewat mekanisme umpan balik langsung.
Kemudian Mar'atussolichah, S.Pd. memperkenalkan game visual novel MACUL (Temanggung Culture). Media ini menyajikan alur cerita yang berlatar belakang tradisi, seni, serta sejarah desa-desa di Temanggung, yang dikemas lengkap dengan misi evaluasi dan ensiklopedia budaya. Dan Muhammad Naufal Hilmi, S.Pd. mengarahkan peserta untuk mempraktikkan langsung pembuatan media evaluasi menggunakan platform Kahoot! dan Baamboozle. Sesi ini membekali guru strategi asesmen formatif yang fleksibel—baik secara multi-device maupun single-screen—guna menghadirkan proses evaluasi belajar yang seru, inklusif, dan menyenangkan.
Melalui kolaborasi ini, para guru di lingkup madrasah Temanggung diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi interaktif bernuansa lokal ke dalam ruang kelas, menciptakan pengalaman belajar yang modern tanpa mencabut siswa dari akar budayanya.


Tambahkan Komentar