Temanggung, hariantemanggung.com — Mahasiswa Magang dan KKN Terintegrasi dari Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan Seminar Pembinaan Karakter Siswa dengan Pendekatan Keagamaan di SMK Negeri Tembarak pada Jum'at (7/11/25). Kegiatan ini mengangkat tema “Membentuk Karakter Profetik di Era Digital” yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kekuatan moral-spiritual generasi muda.
Era digital saat ini membawa kemajuan teknologi yang luar biasa. Segala informasi dapat diakses dengan cepat, dunia terasa tanpa batas, dan perkembangan inovasi terus melesat. Namun, di balik kemajuan itu muncul pula tantangan moral, sosial, dan spiritual. Siswa SMK sebagai generasi penerus bangsa dituntut tidak hanya unggul dalam keahlian, tetapi juga kuat dalam iman dan memiliki akhlak yang luhur.
Seperti pesan yang disampaikan dalam seminar ini, “Teknologi tanpa moral adalah bahaya, moral tanpa teknologi adalah ketertinggalan."
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Kepala Sekolah SMK Negeri Tembarak, Ibu Aster Aswiny,SPd.,M.Pd.yang dalam pesannya menyampaikan pentingnya pembinaan karakter bagi peserta didik di tengah derasnya arus digitalisasi. Beliau mengajak seluruh siswa untuk bijak dalam menggunakan teknologi serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan menuju kemuliaan, bukan sekadar kecanggihan.
Turut memberikan sambutan pula perwakilan dari INISNU Temanggung,Bapak Muchammad Iqbal Chailani,M.Pd.yang menyampaikan pandangan filosofis mengenai pentingnya pendidikan karakter. Dalam penjelasannya, beliau menyinggung gagasan John Locke, seorang filsuf besar yang memperkenalkan konsep “tabula rasa” atau “kertas kosong.”
Menurut Locke, manusia sejak lahir tidak memiliki pengetahuan bawaan; semua pengetahuan diperoleh dari pengalaman dan proses belajar. Pandangan ini menjadi refleksi bahwa pendidikan dan lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya nilai, moral, dan kebijaksanaan, bukan hanya keterampilan teknis.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Bapak Sigit Tri Utomo,M.Pd.l.,dosen dari INISNU Temanggung. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa karakter profetik adalah karakter yang mencerminkan nilai-nilai kenabian: kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian sosial.
Beliau menekankan bahwa siswa SMK harus mampu menjadi pribadi yang unggul secara keahlian namun tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. “Di era modern ini, yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan digital, tapi juga kecerdasan moral dan spiritual,” ujarnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti jalannya seminar. Mereka aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi, terutama ketika membahas bagaimana cara menjaga etika berteknologi dan menanamkan nilai religius di dunia kerja nantinya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik SMK Negeri Tembarak dapat memahami bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan keimanan dan akhlak mulia, agar mereka menjadi generasi profetik yang unggul, beriman, dan bermoral tinggi.
Seminar ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara panitia, narasumber, serta seluruh peserta. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun generasi muda yang berkarakter kuat di tengah tantangan era digital. (Red-Htm/TA)


Tambahkan Komentar